Truly Madly Love

Truly Madly Love
Bab 103. Lily Kenapa?


__ADS_3

Perjalanan ke rumah Naya tidak membutuhkan waktu lama. Letak rumah mereka tidak begitu jauh. Naya ingin berada dekat dengan Lily agar mudah bertandang saat Keith ke luar negeri.


Usia bayinya masih belum genap satu bulan. Dia dan Keith tidak ingin mengambil resiko untuk membawa si kecil terbang ke luar negeri.


Mobil Zack berhenti tepat di pintu depan rumah Naya. Sepasang kaki mungil langsung turun. Emily tidak sabar masuk ke dalam untuk bertemu adik bayinya.


"Sayang, pelan-pelan!" teriak Lily yang baru saja keluar dari mobil.


"Kau tahu sayang, kita harus bersemangat memberinya adik," Zack melingkarkan tangan di pinggul Lily mengajaknya berjalan bersama. Bukannya berjalan, Lily justru mencubit perut sebelah kiri Zack sambil menatap tajam suaminya.


"Ouch, sayang kau kenapa?" tanya Zack bingung.


"Eh, Romeo dan Juliet ala-ala, buruan masuk! Gue udah laper berat nih!" teriak Rafa yang berdiri di depan pintu.


Lily langsung berlenggang masuk ke dalam mansion Naya. Dia tidak peduli dengan Zack. Dia sendiri heran mengapa hari ini dia merasa sangat kesal dengan tingkah suaminya itu.


"Bini lu kenapa?" tanya Rafa sambil mencegat Zack saat melewati pintu.


"Memangnya dia kenapa?" Zack balik bertanya.


"Elu tuh ye. Gue doain ntar elu repot pas Lily ngidam. Pintu rumah gue bakalan gue gembok biar elu ngga bisa masuk," oceh Rafa.


Zack tidak mengerti arah pembicaraan Rafa. Dia merasa Lily baik-baik saja. Tidak ada yang aneh dari istrinya itu. Zack merangkul pundak Rafa mengajaknya masuk ke dalam mansion bersama.


"Mommy, hurry!" Si kecil Emily tidak sabar untuk melihat baby Leon. Dia meminta Lily untuk mempercepat langkahnya. Lily tersenyum melihat tingkah Emily. Dua hari terakhir ini, Lily semakin menyayangi Emily. Dia tidak ingin berpisah lama-lama dengan putri kecilnya. Bahkan, tadi malam dia membiarkan Zack tidur sendiri di kamar mereka.


Lily mempercepat langkah kaki menghampiri si kecil Emily yang sudah berdiri di samping box bayi. Gadis kecilnya tidak sabar minta digendong untuk melihat penghuni box bayi. Lily mengangkat tubuh Emily dan mencondongkan tubuh mereka sedikit ke dalam box bayi.


"Wah, adik bayinya lucu mommy. Tambah besar!" seru Emily senang.


"Iya," jawab Lily singkat. Sebenarnya Lily tidak begitu fokus dengan baby Leon. Dia lebih fokus dengan Emily yang berada di dalam gendongannya.


"Elu kenapa Ly?" tanya Naya yang menghampiri mereka.


"Gue!" ucap Lily menunjuk pada dirinya sendiri.


"Iya, elu. Emang siapa lagi?" ucap Naya.


Lily menatap ke sekeliling. Benar yang dikatakan Naya. Liora sedang duduk di halaman belakang mansion. Kondisinya terlihat lebih baik dari terakhir kali mereka bertemu.

__ADS_1


"Gue ngga kenapa-kenapa kok," jawab Lily.


"Eh, Lily. Gue perhatiin dari tadi elu sibuk merhatiin anak elu. Anak gue cuma elu lirik aja. Di mana-mana kalo orang datang jenguk bayi temen tuh, yang dilihat bayi. Bukan anak sendiri," jelas Naya.


"Gue juga ngerasa gitu. Keknya nih anak bukan dikasih makan nasi deh sama lakinya," Rafa baru saja menghampiri mereka. Dia langsung menimpali ucapan Naya.


"Ih, kalian berdua aneh," ucap Lily tak mau kalah.


"Eh, nih anak. Dikasi tahu malah ngeyel. Yang ngeliat itu kita-kita. Elu nya yang diperhatiin, ya pasti ngga nyadar lah," oceh Naya.


Rafa menaikkan telunjuk kanannya di udara. Dia menggerakkan telunjuknya maju mundur. Memberi kode pada Naya dan Lily agar mendekat padanya. Kedua wanita itu langsung mendekati Rafa.


"Nih ya. Analisis gue sebagai suami yang berpengalaman mengurus masalah ngidam. Jangan-jangan elu lagi isi," ucap Rafa.


Naya terkejut mendengar ucapan Rafa. Dia sempat berpikir bisa jadi Lily sedang ngidam tanpa disadari olehnya.


"Lah iya di perut gue ada isi," timpal Lily.


"Hah! Yang bener Ly?" ucap Naya dan Rafa bersamaan.


"Ya iyalah. Tadi pagi gue isi sama tiga potong sandwich sama sepiring nasi uduk," jawab Lily santai.


Keterkejutan Naya dan Rafa tidak sepadan dengan jawaban yang dilontarkan oleh sahabat gokilnya itu.


"Dia kenapa?" tanya Keith yang berdiri di samping Naya.


"Cepat banget Keith jalannya? Perasaan tadi elu lagi ngobrol deh sama Zack di sono," ucap Rafa.


"Keith kan suami dan ayah siaga. Ngga kayak elu," cibir Naya.


"Eits, jangan asal nuduh. Tanya Liora gimana siaganya gue selama masa ngidamnya," ucap Rafa tidak mau kalah.


Untuk sesaat mereka lupa dengan obrolan mereka. Begitu pula dengan Lily. Dia tidak mengerti ke mana arah pembicaraan mereka. Untuk itu, dia tidak mau ambil pusing. Mereka membaur menjadi satu merayakan acara selamatan kelahiran baby Leon.


"Nay, perasaan gue waktu itu nama bayi elu bukan berawalan huruf L deh," ucap Lily.


"Eh iya. Ngga jadi Nay?" tanya Liora.


"Lu berdua masih ingat ya! Gue aja udah lupa, hehehe," ucap Naya sambil terkekeh.

__ADS_1


"Kenapa ngga jadi Nay?" desak Lily. Padahal itu cuma masalah sepele. Lily yang biasanya pasti tidak akan peduli. Kali ini, dia mendesak Naya untuk menjawabnya.


"Rencana tinggal rencana, Ly. Gue terinspirasi dari nonton film The Lion King. Keknya bagus aja dengernya 'Leon'. Biar dia berani seperti singa," jelas Naya sambil tersenyum menatap putra kecilnya.


"Ada yang kau lewatkan dear," sela Keith.


"Apa?" tanya Lily dan Liora bersamaan.


"Apa ya?" Naya berpikir keras apa yang terlewatkan olehnya.


"Sebelum lahiran." Keith membantu istrinya mengingat kejadian sebelum melahirkan Leon.


"Oh yang itu." Naya mulai mengingat kejadian sebelum lahiran yang berawal dari candaan.


"Apaan Nay?" desak Lily.


"Jadi, setelah nonton film Lion King itu, gue ngomong gini. Kalo hari ini gue lahiran, langsung gue kasi nama Leon. Awalnya cuma ngebayangin aja nama Leon. Terus gue bawa becanda dong. Eh, baru beberapa menit ngomong begitu. Baby Leon langsung mau keluar." Jelas Naya sambil merapikan selimut putranya yang tertidur pulas di lengan.


"Ya ampun, jadi cuma gara-gara gitu doang nama yang udah direncanain jadi gagal?" tanya Lily tak percaya.


"Kalo begini ceritanya, gue harus kasih Liora tontonan yang tokoh-tokohnya punya nama keren-keren," ucap Rafa. Ucapan Rafa berhasil mendapat respon dari istrinya sendiri dengan mencubit perut kirinya.


"Ouch sayang!" Rafa teriak kesakitan.


"Aku lupa bilang sama kamu, Fa. Hati-hati dengan wanita yang sedang hamil!" seru Keith.


"Memangnya kenapa?" tanya Zack bingung. Meski sudah memiliki seorang putri, dia tidak pernah mendampingi Amber. Yang ada dia justru selalu ingin menjauh dari wanita itu.


"Galaknya bisa berkali-kali lipat," ucap Keith tanpa beban.


"Oh jadi begitu," oceh Naya.


"No dear (tidak sayang). Kau berbeda." Keith berusaha membujuk Naya karena salah ucap.


Mereka sibuk dengan percakapan mereka yang saling berbagi pengalaman tentang perihal ngidam dan hamil hingga suara seseorang yang berlari berhasil menarik pendengaran mereka.


"Lily kenapa?" Liora terkejut melihat Lily yang berlari meninggalkan mereka.


**Hai kakak-kakak! Terima kasih selalu setia dengan cerita Lily dan Zack.

__ADS_1


Yuks mampir ke karya Thor yang lain. Di sana bakalan ketemu dengan David dan Elaina. Yukss kepoin kisah cinta mereka setelah David reinkarnasi😘**



__ADS_2