Truly Madly Love

Truly Madly Love
Bab 46. Pencarian


__ADS_3

"Maafkan aku tuan, lidah ku tadi tergigit."


"Tidak apa-apa ikan mujair," balas Zack.


Leon sangat terkejut mendengarnya. Dia sampai menatap ponselnya berapa kali dan mengeja nama yang tertera di layar ponselnya.


"Benar, ini tuan Zack yang menelpon ku," ujar Leon dalam hati. Tuannya tidak pernah bercanda seperti ini.


"Apa mungkin tadi kepala tuan terbentur sesuatu ya?" tanyanya lagi di dalam hati.


"Hei, kenapa kau diam? Apa julukan untukmu kurang bagus?" tanya Zack.


"Eh, tidak tuan. Bagus julukannya tuan," jawab Leon. Akalnya masih tidak bisa menangkap yang terjadi dengan tuannya.


"Hmm, tuan! Apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Leon.


"Kau ingin tanya apa? Tanya saja."


"Tuan, apa tadi pagi kepala anda terbentur atau anda salah minum obat?" tanya Leon. Dia tidak ingin rasa penasarannya menjadi akut.


Tut ...


Sambungan ponsel langsung dimatikan sepihak oleh Zack.


Leon menatap ponselnya yang sudah tidak terhubung dengan tuannya.


"Nah ini baru tuan Zack!" seru Leon. Dia bukannya takut menyinggung tuannya itu justru dia merasa lega jika tadi benaran tuannya yang menghubunginya. Ada-ada saja.


Zack mematikan sambungan telponnya karena dia melihat di depannya ada mobil Amber. Dia segera menepikan mobil dan memarkirnya agak jauh.


Dia menunggu disana kurang lebih hampir setengah jam. Seorang wanita keluar dari pub dengan keadaan mabuk. Dia berjalan sempoyongan menuju mobilnya.


Zack yang melihatnya dari jauh menimbang-nimbang antara ingin membantunya atau membiarkannya saja. Dia melirik jam tangan di tangan kanannya. Tepat pukul sebelas malam. Hampir tengah malam, dan Amber masih berkeliaran di luar. Tidak seperti biasanya.


Zack masih setia mengintainya dari dalam mobil. Amber terlihat kesusahan saat akan memasuki mobilnya. Hingga seorang pria meraih tubuhnya, dan memasukkannya ke dalam mobil. Dia memasukkan Amber ke kursi penumpang. Sedangkan dia masuk ke belakang kemudi.


Mobil Amber mulai berjalan perlahan. Zack segera menghidupkan mesin mobilnya dan mengikuti mobil itu. Dia memperhatikan arah tujuan mobil didepannya. Ini adalah jalan ke mansion nya.


"Siapa laki-laki itu?" tanya Zack pada dirinya sendiri.


Jarak ke mansion nya hanya tinggal tiga puluh meter lagi. Zack segera menepikan mobilnya agak jauh dari tepi jalan. Dia mematikan mesin mobil dan bersiap keluar.


Zack keluar sambil berlari, dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melihat wajah pria yang mengantar Amber. Ponsel ditangannya sudah siap dengan posisi kamera yang menyala.


Benar saja dugaannya. Mobil itu berhenti tidak jauh dari gerbang mansion nya. Pria itu mematikan mesin mobil Amber. Dia berjalan keluar mobil dan mencari tombol bel di dekat tembok gerbang.


Pos Security memang tidak terlihat dari luar. Tapi para Security bisa mengetahui jika ada kunjungan dari luar. Mereka tidak akan menghampiri jika tombol bel tidak dibunyikan.


Zack sengaja melakukan hal seperti itu, agar bisa mengetahui mana kunjungan dari luar yang benar dan mana kunjungan yang berniat jahat.


Klik ... klik ... klik ...

__ADS_1


Zack berhasil mendapatkan beberapa foto pria itu. Dia juga mengambil gambar mobil yang baru saja tiba. Jika dia tidak salah duga, mobil itu pasti menjemput pria itu.


Awalnya Zack tidak tahu jika ada sebuah mobil yang mengikuti. Saat dia menepikan mobilnya lebih ke dalam dari pinggir jalan, dia baru melihat ada sebuah sedan hitam yang melintas. Ketika dia sampai di dekat mansion nya, mobil yang tadi melintasinya juga berhenti.


Zack segera mengirim semua foto pada Leon. Dia meminta Leon untuk segera mencari informasi tentang pria dan mobil itu. Setelah semuanya terkirim, dia segera meninggalkan tempat persembunyiannya.


Zack kembali ke tempat dimana mobilnya berada. Dia masuk ke dalam mobil dan tidak menghidupkan mesin mobilnya. Dia sengaja melakukannya karena ingin mengintai mereka lagi.


Ting ... Ting ...


Ponsel Zack berbunyi tanda pesan masuk. Zack melihat pengirim dari pesan itu dan membuka isinya.


Leon online


...15 April 2022...


Brandon Martinez


CEO Martinez Company


00.20


(Leon)


^^^Siapa dia?^^^


^^^00.20^^^


^^^(Zack)^^^


00.20


(Leon)


^^^Baiklah! Teruskan!^^^


^^^00.20^^^


^^^(Zack)^^^


Dia adalah CEO dari perusahaan Martinez Company. Putra semata wayang tua. Raymond Martinez. Dia mantan dari nyonya Amber.


00.21


(Leon)


Tuan!


00.21


(Leon)

__ADS_1


Zack tidak memperdulikan pesan chat berikutnya dari Leon. Mobil itu telah berputar balik dan kembali menyusuri jalanan. Setelah mobil itu berjarak sekitar sepuluh meter, dia segera menghidupkan mesin mobilnya dan mengikuti mobil itu perlahan.


Zack merasa mendapatkan jackpot hari ini. Dia merasa akan mendapat peluang yang sangat besar untuk berpisah dari Amber. Dia menampilkan senyum smirk nya. Keuntungan yang dia dapat tidak tanggung-tanggung.


Dia tidak pernah berharap akan menemukan masa lalu Amber. Niatnya hari ini pergi ke hotel untuk bertemu Rafa, justru tidak sengaja menemukan sesuatu yang lebih besar. Kecewa dan marah yang dia rasakan lenyap seketika.


Kartu Amber kini mulai berada di dalam genggamannya.


Mobil sedan hitam yang diikutinya berhenti di hotel yang tadi dia kunjungi.


"Baiklah, cukup untuk hari ini!" ucapnya sendiri.


Zack mengambil ponsel yang diletakkannya asal di atas dashboard mobil. Dia segera menghubungi Leon.


"Halo, tuan!"


"Apa tadi masih ada lanjutannya?" tanya Zack.


"Untuk sementara hanya informasi itu yang ku peroleh tuan," tutur Leon.


"Aku ingin kau mencari informasi yang lebih banyak lagi!" perintah Zack.


"Baik tuna," jawab Leon.


Zack mengerutkan sebelah alisnya.


"Kenapa harus tuna?" tanya Zack.


"Maksud tuan?" tanya Leon bingung. Dia tidak merasa jika dia sudah melakukan kesalahan.


"Hah, sudahlah. Untung hari ini suasana hatiku dalam kondisi yang super baik," tutur Zack.


"Leon, Jangan lupa! jika kau memerlukan sesuatu atau apapun itu dalam penyelidikan mu, kau dapat menggunakan semua fasilitas yang ada termasuk uang untuk menyewa seorang detektif handal."


"Baik tuan."


Zack segera memutuskan sambungan telpon dengan Leon. Dia menjalankan mobilnya perlahan meninggalkan gedung hotel itu. Arah tujuannya hanya satu yaitu kembali ke hotel miliknya dan beristirahat disana.


Hari ini cukup menguras emosinya. Tubuhnya terasa sangat kaku seperti tidak pernah beristirahat selama beberapa hari. Untung saja Amber tanpa sengaja memberinya suatu informasi yang tidak sengaja dia berikan.


Mulai besok dia harus lebih memperhatikan Amber. Hampir saja dia melupakan sesuatu yang sangat penting. Dia harus segera menghubungi tim Beta untuk segera mengaktifkan semua kamera cctv di mansion. Pencarian yang tanpa disengaja ini berujung jackpot baginya.


Kembali ke gerbang mansion


Brandon berusaha mencari tombol bel. Sudah cukup lama dia terpaku di depan gerbang itu. seorang pengawalnya turun dari sedan hitam itu, dan mencoba membantu tuannya mencari tombol bel mansion.


Setelah mereka dapat menemukan tombol bel nya, Brandon segera menekannya. Bel itu tidak mengeluarkan bunyi sedikitpun. Tapi beberapa saat kemudian muncul beberapa orang pria yang seperti pengawal berjalan ke arah gerbang. Mereka tidak mempersilahkan Brandon dan para pengawalnya untuk masuk ke dalam.


Mendapat perlakuan seperti itu, Brandon segera memberitahu para pengawal itu bahwa nyonya mereka berada di dalam mobil. Dia meminta mereka untuk segera mengantarkan Amber masuk ke dalam mansion. Dia menjelaskan bahwa Amber tidak bisa menyetir sendiri karena masih dalam keadaan mabuk.


Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recommended banget loh! Yukkss mampir😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2