
Kembali ke waktu pagi
Rafa yang kesal karena diganggu oleh Lily memilih menemui Naya. Bagaimana tidak kesal, di akhir game dia masih bisa memenangkan pertandingannya. Karena diganggu Lily terus, dia akhirnya kalah telak dari musuh game nya.
Rafa mengetuk pintu kamar Naya. Tidak lama dia menunggu Naya membukakan pintu untuknya. Naya mempersilahkan Rafa masuk ke kamarnya. Dua hari ini dia sangat malas untuk kemana-mana. Mood nya sedang tidak baik karena perasaan yang mengganjal di hatinya.
"Tumben lu ngga ikut Lily?" tanya Rafa.
"Gue lagi males, Fa."
"Betah juga ya elu diem di kamar aja. Kalo gue sih, udah mati kebosanan dah," gurau Rafa.
Naya tidak begitu menanggapi perkataan Rafa. Dia sangat malas untuk melakukan apapun, kecuali mengajak baby nya berbicara.
Melihat gelagat Naya yang resah, Rafa lalu berkata "Udah, lu tanya aja sama gue. Pasti gue jawab kok."
Naya melirik Rafa sebentar. Dia menatap matanya mencari kebohongan disana. Tapi nihil. Rafa sangat yakin akan ucapannya untuk menjawab semua pertanyaan Naya.
"Bener ya! Awas aja kalo lu boongin gue." oceh Naya.
"Iya beneran. Suer deh," kekeh Rafa sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
"Hu ... dasar kue semprong!" sosor Naya sambil melemparkan bantal ke arah Rafa.
"Fa, kok lu perhatian banget sih sama kita berdua? Malahan bukan perhatian lagi tapi posesif," tanya Naya.
"Lu berdua kan sahabat gue udah dari orok," jawabnya asal.
"ish ... lu tuh ye. Gue serius, Fa."
"Gue dua rius malah," goda Rafa.
"RAFA," teriak Naya. Sahabat laki nya yang satunya ini memang yang paling suka menggoda mereka. Semakin cemberut semakin senang Rafa menggoda.
"Iya, iya tapi lu yang kuat dan sabar ya, Nay."
Rafa beralih duduk di kursi samping tempat tidur.
"Lu masih ingat waktu lu sama Lily nginap di hotel?" tanya Rafa.
Naya tidak kuasa untuk menjawab. Dia hanya mengangguk pelan.
"Waktu lu sama Lily makan malam, ada seorang pelayan yang ngasih lu buket bunga mawar," jelas Naya.
"Jadi beneran pelayan itu yang kasih gue buket?" tanya Naya terkejut.
"Hadeh, diajak ngomong serius dia malah nanggepnya laen," cetus Rafa sambil menepuk jidatnya sendiri.
"Dengerin gue dulu dong, Nay!" perintah Rafa.
Naya hanya mengangguk.
"Bukan pelayan itu yang kasi lu bunga. Tapi seorang cowok," tutur Rafa.
__ADS_1
"Kok lu tau, Fa?" tanya Naya penasaran.
"Ya tau lah. Orang gue sebenernya itu mau nyamperin lu berdua. Eh, ngga sengaja malah ngeliat tuh cowok minta bantu pelayan buat kirim buket bunga ke elu," Rafa menjelaskan sambil memakan camilan ibu hamil.
"Kok gini rasanya nie kue," ucap Rafa sambil membolak-balikkan kemasan camilan yang dia makan. Setelah melihat judul dan bungkusnya dengan teliti, dia langsung melemparkan camilan itu ke meja.
Ha ... ha ...
Naya tertawa terbahak-bahak melihat Rafa yang memakan camilan untuk ibu hamil.
"Fa, hati-hati loh! entar lu hamil beneran," goda Naya.
"ih amit-amit. Ga ada cerita kek gitu. Mau lanjut ngga ni. Kalo engga ya udah, gue pergi aja," kesal Rafa.
Naya masih terkekeh melihat tingkah Rafa. Kebiasaannya yang satu ini memang sudah tidak ada obatnya. Suka asal comot makanan yang dilihatnya. Pernah suatu waktu, Naya dan Lily sedang membersihkan isi kulkas di kosan Naya. Rata-rata sampah yang ada di kulkas adalah cemilan. Hampir semua cemilan itu sudah lewat masa kadaluarsanya.
Saat mereka sedang sibuk, Rafa datang dan dengan santainya mengambil cokelat di atas meja. Dengan sekali hap, cokelat itu masuk ke dalam mulutnya dan berhasil masuk ke dalam lambungnya.
Naya ingat sekali kejadian waktu itu, dia dan Ly berusaha mencegahnya. Tapi gerakan tangan Rafa lebih cepat. Alhasil, Rafa mengalami diare selama lima hari.
"Iya, iya ... gue dengerin. Lanjut!" perintah Naya.
"Jadi secara kebetulan gue ngeliat kan tuh cowok. Lu tebak siapa?" tanya Rafa.
"ish ... kebiasaan deh. Elu tuh ya, hobinya maen tebak-tebakan." ketus Naya.
"Ayo tebak siapa gerangan yang ngirim lu bunga. Gue kasi kisi-kisi nih ya. Dia dulu sempet satu sekolah sama kita waktu SMA. Keturunan seratus persen BUKOR," jelas Rafa.
"ih, BUKOR apaan Fa?" Naya balik bertanya.
"Astaga Rafa, seenak jidat elu ya bikin singkatan," oceh Naya.
"Ya suka-suka gue lah. Mulut, mulut gue. Emang gue pakek mulut lu? enggak kan?," Rafa tak mau kalah ketus dari Naya.
"iii ... nyebelin banget."
"Udah buruan tebak siapa orangnya," paksa Rafa.
Naya berusaha berpikir sangat keras. Dia berusaha mengingat siapa pria yang dimaksud oleh Rafa. Dia mulai menyisihkan beberapa temannya yang keturunan bule.
"Ah ... Keith," teriak Naya.
"Seratus. Dia ayah dari bayi yang lu kandung, Nay."
Pernyataan Rafa yang tiba-tiba membuat Naya terkejut dan tidak percaya.
"Jangan bercanda deh, Fa."
Rafa hanya diam. Jika Rafa sudah dalam mode seperti ini, Naya hanya bisa berusaha mengerti keadaannya.
"Bagaimana bisa, Fa?" tanya Naya.
"Gue langsung ngampirin dia. Waktu itu dia bilang mau coba deket sama lu. Awalnya gue fine-fine aja. Tapi lama kelamaan, timbul beberapa orang aneh yang mulai menguntit di sekitaran kantor," jelas Rafa.
__ADS_1
"Gue mulai curiga. Gue suruh Bram selidiki orang-orang yang tidak dikenal itu. Hasilnya mereka adalah orang suruhan Keith. Setelah tahu, gue langsung aja datangin Keith. Saat itu lah gue tahu kalo dia adalah ayah dari bayi lu."
Rafa diam sejenak. Ditatapnya Naya dengan penasaran. Dia sudah siap menunggu emosi Naya yang akan meledak. Setelah beberapa menit, penantiannya tidak sesuai dengan harapannya. Naya hanya diam. Akhirnya Rafa melanjutkan ceritanya.
"Waktu elu di bawa ke rumah sakit, Keith ngikutin kalian dari belakang. Dia sangat terkejut saat tahu kalo lu lagi hamil. Tanpa buang-buang waktu, dia langsung menemui dokter yang nanganin lu waktu itu. Usia kandungan elu sama persis dengan kejadian di malam antara elu dan dia," tambah Rafa.
"Kenapa lu baru ngasi tau gue sekarang Fa?" tanya Naya.
"Gue ngga mau lu sama bayi lu kenapa-kenapa. Kandungan elu waktu itu agak lemah, Nay. Gue sengaja suruh dokter jangan kasi tau lu. Makanya lu berdua gue pindahin ke apartemen sebelah gue."
"Terus pengawal?" tanyanya lagi.
"Gue kirim pengawal buat ngejagain lu dan Lily. Keith sedikit ceroboh. Alasan yang sama karena gue takut lu kenapa-napa. Kalo Lily, lu udah tau sendiri alasannya." jelas Rafa panjang lebar.
"Terus kenapa sekarang?" Naya melempari Rafa dengan pertanyaan.
"Karena sekarang lu dan bayi lu dalam keadaan sehat dan kuat." ucap Rafa sambil menatap Naya.
"Selanjutnya keputusan ada di tangan elu, Nay. Mau ketemu Keith atau ngga itu terserah lu. Gue dukung semua keputusan elu, Nay. Lagipula gue yakin sekarang Keith semakin cinta sama elu." Ucapan Rafa membuat Naya penasaran.
"Maksud lu, semakin cinta gimana?" tanya Naya penuh selidik.
"Dari dulu lu itu incarannya Keith." jelas Rafa.
Kedua mata Naya langsung berbinar saat mendengar ucapan Rafa. Ternyata takdir berpihak pada dirinya.
Air matanya mengalir deras bagai keran air yang lupa dimatikan. Rafa kebingungan melihat Naya. Dia memang sudah berpikir jika Naya pasti akan menangis. Tapi tidak sederas ini.
Cukup lama Naya menangis. Rafa sampai harus menghubungi Liora dengan video call agar dapat membantunya menenangkan Naya. Tidak berapa lama setelah Naya tenang, dia berkata pada Rafa.
"Makasih banget ya, Fa. Lu emang sahabat terbaik gue. Semuanya udah lu atasin sendiri. Gue lega Fa. Gue akhirnya bisa tahu siapa ayah bayi gue. Bayi gue akan tumbuh jadi anak yang memiliki orang tua lengkap seperti kebanyakan anak-anak lain," jelas Naya panjang lebar.
Rafa terkejut bukan main. Awal kalimat Naya memang menyentuh hatinya, tapi kalimat terakhirnya yang membuat Rafa terkejut.
"Maksud lu apaan orang tua lengkap?" tanya Rafa.
"Iya dong Fa. Anak gue nanti bakalan punya eomma dan appa," ucapnya penuh kebahagiaan.
"Jadi?" tanya Rafa lagi.
"Ya, Jadi gue mau lah nikah sama Keith kalo dia ngelamar gue."
pletak ...
"Kok gue di jitak sih, Fa?" kesal Naya sambil mengusap keningnya.
"Udah dua kali nie gue kena sama lu berdua. Percuma gue khawatir. Tau gitu gue langsung ngomong aja dari awal. Kagak usah pakek intro dulu kalo tau hasilnya kek gini," oceh Rafa.
Ha ... ha ...
Suara tawa yang hilang datang itu menggema. Rafa lupa mematikan sambungan video call nya dengan Liora. Dia tertawa karena melihat kekonyolan Rafa dan Naya.
~Hai mau lovely readers... Alhamdulillah udah sampe di bab 30. Terima kasih yang udah setia ngikutin ceritanya Thor~
__ADS_1
Thor ada novel yang recomended banget loh...yuks mampir