
Leon berhasil keluar dari lemari besi berjalan. Dia tidak peduli jika tuannya nanti memarahinya. Dia siap menerima segala bentuk kemarahan dari tuannya itu.
Suara tangisnya Emily sangat kencang. Nana yang saat itu sedang berada di dalam toilet ingin segera menghampirinya. Akan tetapi, tadi dia hanya ingin mencuci tangan setelah membenahi Emily justru sekarang dia yang kebelet ingin buang air kecil. Nana hanya bisa pasrah mendengar suara tangisan nona mudanya dari balik bilik toilet. Dia ingin sekali segera mengentaskan hajatnya.
Leon segera berlari ke arah sumber tangisan. Dia segera memeluk tubuh mungil Emily. Mendapat pelukan yang tiba-tiba, membuat Emily kecil segera menghentikan tangisannya.
"Da-ddy," ucap Emily bergetar.
"Ini uncle Leon, sayang," ucap Leon sambil mengurai pelukannya.
Emily tersenyum. Dia merasa sangat senang. Meskipun bukan Daddy-nya. Tapi uncle Leon juga orang yang dikenalnya. Awalnya Emily kecil bingung. Orang pertama yang dilihatnya adalah daddy-nya, tapi yang memeluknya justru Uncle Leon. Padahal dia sama sekali tidak melihat uncle Leon disana.
"Un-cle, hiks," Emily mulai menangis. Tapi tangisannya kali ini tidak seperti tangisan tadi. Tangisan Emily tidak begitu menyayat hati. Tersirat rasa kelegaan dibalik tangisannya.
"Cup, cup. Jangan menangis lagi sayang. Em sudah aman sekarang," tutur Leon menenangkan Emily.
"I-ya uncle," ucap Emily sambil mendongakkan kepalanya.
"Uncle menangis?" tanya Emily.
Tangisannya seketika berhenti saat melihat air mata yang mengalir di kedua pipi Leon.
"Ini karena uncle senang bertemu Em," ucap Leon sambil mengelap air mata dengan punggung tangan kanannya.
"Uncle seperti anak kecil saja," tutur Emily.
Leon langsung menggelitik perut mungil Emily. Gadis kecil itu tertawa karena kegelian.
"Se-top uncle. Em geli. Hahahaha," ucap Emily sambil tertawa.
Leon sangat gemas dengan tingkah laku gadis kecil itu. Bukankah yang menangis sangat kencang tadi dia. Sekarang justru dia yang diolok-olok seperti anak kecil. Tawa dua orang berbeda generasi itu tertangkap oleh telinga Nana. Nana segera menghambur keluar. Dia merasa sedikit lega saat mendengar suara tangis nona mudanya berganti suara tawa yang renyah. Akan tetapi, dia juga merasa penasaran dengan siapa Emily tertawa.
Nana segera melangkahkan kakinya keluar dari toilet. Dia sangat terkejut saat melihat tuan Leon sedang bercengkrama dengan nona muda. Air matanya tumpah. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan tuan Leon di sini. Nana segera berjalan menghampiri mereka.
"Tu-an Leon," ucap Nana terbata.
__ADS_1
"Nana," balas Leon. Dia tidak terkejut melihat Nana.
Jika Emily bisa berada di sini berarti ada Nana di dekatnya. Leon tadi sempat ingin bertanya pada Emily tentang keberadaan Nana. Belum sempat bertanya, dirinya justru sudah berlinang air mata saat memeluk Emily tadi.
Leon segera bangkit sambil menggendong Emily di dalam pelukannya. Dia memeluk tubuh gadis kecil itu sangat erat. Tak ingin gadis kecil itu terlepas, bahkan menghilang.
"Nana. Kami sudah mencari kalian kemana-mana. Aku sampai putus asa," ucap Elon sambil memeluk Nana dengan tangan kirinya yang bebas.
"A-ku juga sudah hampir putus asa tuan. Aku tidak tahu bagaimana cara menghubungi tuan Zack," ucap Nana sambil menahan isakkan tangisnya.
"Tenanglah Nana! Kalian sudah aman sekarang. Aku sudah tahu kalian berada di dalam hotel. Salah seorang anak buahku melaporkannya padaku pagi ini," tutur Leon.
"Apa tuan Zack ada di sini?" tanya Nana.
"Ya, tuan Zack ada di sini. Dia belum mengetahui tentang Emily," tutur Leon.
"Apa tuan Zack ada urusan lain, tuan?" tanya Nana.
"Ya. Hari ini pertunangan tuan Rafa," jawab Leon.
"Ah, maaf tuan, tolong jaga nona muda sebentar," pinta Nana.
Dia hampir saja melupakan tugas pentingnya.
"Ada apa Nana?" tanya Leon.
"Aku hampir lupa. Aku harus segera mengantarkan pesanan kue untuk acara pertunangan di hotel ini," jawab Nana.
"Nana. Kau berjualan kue?" tanya Leon tak percaya.
"Iya tuan. Uang kami hampir menipis. Jadi aku harus mencari cara agar tetap memberikan yang terbaik untuk nona muda Emily," jawab Nana sambil mengusap pelan punggung Emily.
Gadis kecil itu sangat nyaman dalam gendongan Leon. Dia juga sangat merindukan uncle Leonnya.
Leon sangat sedih mendengar cerita Nana walau sepintas. Secara garis besar, Leon tahu kehidupan mereka seperti apa. Dia juga takjub pada Nana. Wanita paruh baya itu tetap mengurus Emily dengan baik. Sangat sempurna. Emily masih sama seperti dulu. Tubuhnya terlihat agak sedikit tinggi dan lebih berisi. Dia menghela napas. Kelegaan melingkupi relung hatinya.
__ADS_1
Keadaan Emily saat ini jauh dari yang dibayangkan Leon. Beberapa kali pikiran buruk terbesit atau melintas di otaknya. Sebuah terakhir dia juga sudah berusaha untuk menghalau semua pikiran buruk itu. Dia sangat bersyukur melihat tumbuh kembang Emily tidak terganggu sama sekali.
"Mommy!" teriak Emily.
Dia menggerakkan tubuhnya minta diturunkan. Mau tidak mau Leon menurunkan tubuh mungil itu. Gerakan Emily sangat gesit sehingga Leon sangat susah untuk mempertahankan gadis kecil itu di dalam gendongannya. Leon dan Nana sangat terkejut mendengar Emily berteriak memanggil 'mommy'.
Gadis kecil itu segera berlari ke arah pintu lift yang ditahan oleh seseorang agar tetap terbuka. Seorang wanita keluar dari pintu lift dengan mengenakan gaun pink selutut. Tubuhnya refleks maju ke depan saat mendengar panggilan itu.
"I miss you mom," (Aku merindukanmu, ma) ucap Emily sambil memeluk wanita itu dengan erat.
"I miss you so much Em," (Aku juga sangat merindukanmu Em) balas wanita itu sambil memeluk tubuh mungil Emily.
Dia menghirup dalam-dalam aroma Emily. Menciumi kedua pipinya berkali-kali. Emily membiarkan wanita itu melakukan apapun padanya.
💕💕💕
Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recomended banget loh! Rugi banget deh kalo ngga mampir. Yukss mampir 😘😘😘
Judul :Makmum Pilihan Michael Emerson
Penulis :SkySal
Zenwa Fahira tidak tahu harus berbuat apa ketika Micheal Emerson datang melamarnya sementara semua orang mengira Micheal memiliki hubungan dengan Arini Kamilia, yang tak lain adalah kakak Zenwa.
Namun Arini meyakinkan bahwa ia tak memiliki hubungan apapun dengan Micheal walaupun sebenernya Arini dan Micheal saling mencintai.
Setelah desakan dari seluruh keluarganya, Zenwa menerima lamaran Micheal dan pernikahan pun terjadi. Namun di malam pernikahan, sebuah rahasia besar terbongkar yang membuat hati Zenwa hancur.
Penasaran kan?
Daripada kakak2 penasaran yukss langsung aja cusss ke novelnya kak SkySal 😘😘😘
💕💕💕
__ADS_1