Truly Madly Love

Truly Madly Love
Bab 108. Baby Twin


__ADS_3

"Zack!" Lily berteriak memanggil suaminya.


Zack yang sedang menggendong Emily menuju pintu keluar toko bayi langsung menoleh ke sumber suara. Dia terkejut saat melihat Lily yang hampir terduduk sambil memegang perutnya.


Pria tampan itu langsung menurunkan Emily dan berlari menahan bobot tubuh istrinya agar tidak terjatuh ke lantai. Lily meringis sambil memegangi perutnya. Sebenarnya Lily sudah merasa sakit dari kemarin malam. Hanya saja dia tidak ingin membuat Zack khawatir. Lagipula saat berada didekat putrinya, rasa sakit itu berkurang atau Lily tidak ingin merasakan sakitnya.


"Mommy kenapa, hiks?" Emily kecil menangis saat melihat mommy nya yang kesakitan. Gadis kecil itu kini berada di dalam gendongan Nana.


"Mommy tidak apa-apa Em." Nana berusaha untuk menenangkan nona mudanya. Padahal dia sendiri khawatir. Nana tahu bahwa Lily akan segera melahirkan. Namun, melihat proses yang harus dilewati nyonya mudanya membuat Nana khawatir dan tidak tega.


"Tuan, aku akan menghubungi supir lain untuk menjemput kami. Sebaiknya tuan segera membawa nyonya ke rumah sakit!" Ucapan Nana menyadarkan Zack yang tadinya sempat termenung. Pria itu bingung harus bagaimana. Dia tidak pernah melihat hal yang seperti ini. Seingatnya dulu waktu kelahiran Emily, dia tidak melihat Amber seperti ini.


"Ah, baik Nana." Zack yang baru sadar segera menggendong istrinya ala bridal. Dia tidak peduli dengan bobot istrinya yang berat.


Seorang bagian informasi yang melihat keadaan Zack dari jauh segera menyeret kursi roda untuk membantu mereka.


"Tuan," ucap Tony sambil mendorong kursi roda pada Zack.


"Terima kasih." Zack mengucapkan terima kasih pada Tony. Pria Eropa itu sempat melihat name tag. Zack memposisikan tubuh Lily di atas kursi roda. Setelah di rasa aman dan nyaman, Zack mendorong kursi roda menuju pintu keluar mall.


Tiga puluh menit kemudian.


Saat tiba di rumah sakit, Lily segera ditangani oleh beberapa petugas medis. Mereka segera memindahkan Lily ke atas brankar. Dilihat dari kondisi Lily, mereka segera mendorong brankar ke kamar bersalin. Tangan Lily terus mencengkram lengan baju Zack hingga membuat pria Eropa itu ikut masuk ke ruang bersalin.


"Mama, tangannya lepasin dulu ya! Biar papanya bisa mengganti pakaian steril (scrub suits) dulu." Salah seorang perawat wanita membujuk Lily untuk melepaskan Zack.


Perawat itu bisa melihat sorot mata Lily yang terlihat ragu-ragu. Wanita itu tersenyum dan sekali lagi berusaha meyakinkan Lily bahwa suaminya tidak akan kabur. "Nanti saya yang jagain ma. Biar papanya ngga kabur ya. Yuk, ma. Kasihan dede-dedenya udah mau keluar ketemu mama sama papa."


Mau tidak mau Lily melepaskan tangannya. Lagipula mulas di perutnya sudah tidak tertahankan. Salah seorang perawat lain memberi Zack pakaian steril berwarna hijau terang.


"Dokter sudah tiba?" tanya salah seorang perawat ke perawat lain.


"Sudah. Beliau sedang menuju kemari," jawab perawat.


Zack segera mengenakan pakaian steril. Sejujurnya dia tidak tahan dengan bau alkohol yang mulai membuatnya mabuk. Jangankan minum alkohol, mencium baunya saja sudah membuat kepala Zack pusing. Meskipun alkohol itu sebagai penunjang kesehatan saat akan membersihkan alat-alat bedah atau luka.

__ADS_1


"Pembukaan berapa?" tanya seorang wanita cantik berseragam hijau terang.


"Sekarang delapan dok," jawab perawat.


"Karin!" Zack menoleh ke belakang saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


"Zack!" Karin tak percaya melihat teman lamanya berada di kamar bersalin. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Karin.


"Menurutmu?" Zack balik melontarkan pertanyaan.


Sebuah gulungan plester berhasil mendarat tepat di bagian belakang kepala Zack. "Aw!" Zack reflek berteriak saat plester itu mengenainya padahal rasanya tidak sakit.


"Bisa tidak bicaranya nanti saja. Aku ini sudah mau melahirkan!" Lily mengomeli suaminya yang sempat mengajak dokter berbicara.


Karin tersenyum melihat tingkah suami istri itu. Jika istrinya berani mengganggu Zack, artinya teman baiknya itu sangat mencintai istrinya.


"Ayo kita mulai!" seru Karin.


Dua jam kemudian, Lily dan bayi-bayinya sudah dipindahkan ke kamar VVIP. Emily dan Nana juga berada di sana. Si kecil Em sudah bukan gadis kecil lagi. Dia selalu marah jika dikatakan putri kecil. Dia sudah memiliki dua adik sekaligus. Tentu saja, dia seharusnya dipanggil kakak.


"Hai, selamat mamud!" Naya berteriak saat tubuhnya sudah masuk ke dalam. Wanita itu langsung berlari menghambur memeluk Lily. Keith mengikuti Naya dari belakang sambil menggendong baby Leon.


"Selamat Zack." Keith memeluk Zack dengan sebelah tangannya yang bebas.


"Thanks. Hai baby L. You're getting bigger now." (Kamu tambah besar sekarang). Zack mencubit pelan pipi baby Leon. Leon seolah mengerti bahwa Zack hanya bercanda dengannya. Dia langsung memberi gelak tawa pada Zack yang membuat pria itu semakin geram padanya.


"Selamat mommy." Kali ini pasangan Liora dan Rafa yang berkunjung. Plus bayi mungil mereka, Adam.


"Terima kasih," jawab Lily sambil membalas pelukan Liora. "Maaf aku tidak bisa datang mengunjungi baby A."


"It's okay. Yang terpenting kau dan bayi-bayimu sehat." Liora tersenyum pada Lily.


"Kami sedang berada di toko bayi sebuah mall mencari kado untuk baby A. Setelah itu, berkunjung ke mansion kalian. Tidak tahunya Lily sakit perut," ucap Zack sambil berjalan mendekati tempat tidur.


"Jadi, bayi elu laki atau perempuan Ly?" tanya Rafa yang belum mengetahui jika Lily hamil anak kembar.

__ADS_1


"Dua-duanya." Lily menjawab sambil mengangkat dua jari ke udara.


"Hah! Ngga mungkin." Rafa bergegas menghampiri box bayi yang hanya sebuah. Kedua matanya membulat tak percaya saat melihat dua bayi berbeda jenis kelamin sedang tertidur nyenyak.


"Jangan ganggu adik Em ya om!" Emily menatap tajam pada Rafa. Dia melihat gerakan tangan Rafa yang ingin menyentuh kedua bayi itu.


"Om cuma pegang aja Em. Mau memastikan. ini palsu atau bukan!"


"Sayang, sakit!" teriak Rafa saat mendapat cubitan dari Liora. Untung saja baby A berada di dalam stroller.


Teriakan Rafa berhasil membuat bayi kembar menangis. Pria itu menatap tak percaya dengan yang dilihat dan didengarnya.


"M a m p u s gue! Melayang lagi rupiah gue." Rafa langsung terjatuh lemas membayangkan uang di dalam rekeningnya akan terkuras.


"Elu kenapa Fa?" tanya Lily dan Naya bersamaan.


"Dia kalah taruhan sama gue." Giliran Liora yang tertawa bahagia. Sudah dipastikan angka di rekeningnya akan naik pesat.


Semua yang berada di dalam kamar Lily tertawa bahagia. Akhir dari cerita Lily dan sahabat-sahabatnya berakhir bahagia.



TAMAT


Di akhir episode TRULY MADLY LOVE, author mengucapkan terima kasih banyak kepada pembaca setia Lily dan Zack. Tanpa kalian, author bukan apa-apa 🥺🥺🥺. Author doakan semoga para pembaca setia author, selalu dalam keadaan sehat dan lancar segala usahanya. Amin yarabbal alamin.


Mohon dukungan kakak-kakak juga ya untuk karya author yang lainnya.


-336 Hours


-Kuhapus Cinta Untukmu (Ganti judul jadi Rich CEO for Maid)


-MERAIH CINTA CEO DINGIN (karya yang satu ini author ikutkan lomba kekasih ideal).


Nah, untuk kakak-kakak yang suka cerita horor. Mampir juga ke cerpen thor yang berjudul JANGAN KETUK 3 KALI**.

__ADS_1


Sekali lagi Thor ucapkan terima kasih banyak kakak-kakak... See you again. 🥰


__ADS_2