
Hall hotel X terlihat sangat megah. Warna putih tulang dipadukan dengan warna silver membuat suasana di hall menjadi penuh cinta dan elegan.
Dua orang tokoh utama pesta sudah bersiap di sana. Si pria dengan potongan rambut yang sangat khas mengenakan setelan jas abu-abu muda dengan kemeja putih di balik jas. Si wanita mengenakan gaun selutut bertangan, dengan ditambah sentuhan pita abu-abu muda di bagian perut.
Tamu-tamu undangan sudah hampir memenuhi hall. Liora dan Naya tampak sangat khawatir, terutama Liora. Cincin pertunangan untuk Rafa di bawa oleh Lily. Sedangkan Lily dari tadi menghilang entah kemana. Naya sudah berapa kali bolak balik ke kamarnya, tapi tidak menemukan Lily.
Lily tadi ijin pada mereka kembali ke kamar untuk mengambil kotak cincin yang lupa ia bawa. Alhasil hampir setengah jam menunggu Lily tak kunjung kembali ke kamar Liora. Naya segera menyusul ke kamar Lily. Akan tetapi, Lily sama sekali tidak berada di kamarnya.
Naya hanya bisa pasrah, apalagi perutnya yang besar tidak bisa membuatnya berjalan cukup jauh. Dia hanya bisa meyakinkan Liora untuk tenang. Lily pasti akan hadir di saat pesta nanti. Sebenarnya dia juga khawatir kemana perginya Lily. Biasanya dia akan sibuk mencari Lily kemana saja. Tapi karena kondisi dan situasi seperti ini sangat tidak memungkinkan untuk mencarinya.
Di saat bimbang menyergap mereka, rombongan Lily baru saja memasuki pintu masuk hall. Naya yang menangkap sosok yang dari tadi di cari merasa sangat lega.
"Liora, noh yang di cari udah nongol!" seru Naya sambil mengarahkan pandangannya ke arah pintu masuk hall.
Liora segera mengikuti arah pandang Naya. Benar saja, Lily sedang berjalan memasuki hall. Tidak hanya Lily, ada beberapa orang di sekitar Lily. Liora berusaha untuk mengenali siapa orang-orang itu. Terutama gadis kecil yang berjalan bergandengan tangan dengan Lily.
Beda halnya dengan Naya. Dia sudah tahu siapa mereka. Ekspresinya sama sekali tidak menunjukkan kebingungan atau apapun.
"Nay, siapa mereka?" tanya Liora.
"Oh, calon keluarga baru Lily," jawab Naya sambil terkekeh.
Rafa yang berdiri tidak jauh dari kekasihnya segera mendekat saat melihat dua wanita yang disayanginya sedang berbincang.
"Kenapa, Nay?" tanya Rafa.
"Noh, calon keluarga baru!" seru Naya.
Rafa mengalihkan pandangannya ke arah yang di tuju Naya.
"Hmm... cepet juga tuh bule nemuin Lily," tutur Rafa dengan santai.
"Eh. Emang lu udh tau bakalan kayak gini?" tanya Naya.
Rafa hanya menganggukkan kepalanya. Di tidak ingin beradu mulut dengan Naya di saat hari pentingnya. Melihat reaksi Rafa seperti itu, Naya hanya bisa menghela napas saja.
Beberapa pasang mata tamu melihat takjub pada rombongan Lily. Mereka terlihat seperti sebuah keluarga yang harmonis. Sudah tentu hampir semua tamu undangan mengira begitu, kecuali tiga sahabat Lily dan rekan kantornya.
__ADS_1
Perhatian para tamu kini beralih pada Lily dan Zack. Aura mereka mengalahkan tokoh utama pesta malam ini.
"Wah, ngga bisa dibiarin!" seru Rafa.
"Eits, mau ngapain?" tanya Naya sambil menahan lengan kiri Rafa.
"Ya nyamperin mereka lah," ketus Rafa.
"Jangan bikin rusuh deh, Fa. Masa lu mau bikin Liora sedih di acara pertunangannya," ucap Naya dengan sabar.
"Justru karena ini acaranya Liora dan gue, makanya mau gue samperin," ucap Rafa.
"Maksud lu apaan sih, Fa? Ngga ngerti deh gue Fa," tanya Naya bingung.
"Lu liat aja. Semua pada fokus ke mereka. Kan gedeg gue jadinya," kesal Rafa.
Naya memperhatikan mata dan wajah para tamu yang berada di sekitar rombongan Lily. Kaum hawa jangan di tanya lagi. Ada yang ternganga, dan terdiam seperti patung saat melihat dua orang pria bule berjalan. Ralat, salah satunya blesteran.
Ada yang terlihat kecewa saat melihat Zack menggandeng tangan Lily. Mereka sudah bisa menyimpulkan jika Zack dan Lily adalah pasangan yang sudah memiliki seorang putri kecil. Emily yang di gandeng oleh Lily sudah bisa ditarik kesimpulan seperti itu oleh mereka.
Jadi, mereka hanya bisa menikmati ketampanan pria blesteran satunya, yang Naya kenali sebagai asisten Zack.
Wajar saja jika Rafa merasa tersaingi. Tokoh utama pesta telah berpindah secara tidak langsung pada pasangan Lily dan Zack.
"Gue juga sebenernya udah mau nyamperin Lily. Tapi nanti aja. Biarin mereka duduk dulu. Lily juga pasti kemari bawain cincinnya Liora," jelas Naya.
"Kalo elu sih gue yakin, kepo maksimal," tutur Rafa sambil terkekeh.
"Emangnya elu ngga?" tanya Naya dengan ketus.
"Ya engga lah. Kan gue selalu tau duluan daripada elu," jawab Rafa.
"Ish, elu tuh ya. Eh, tapi kok bisa Fa, Lily mau balik sama Zack?" tanya Naya yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya yang sudah mulai meroket.
"Mau tau aja, atau mau tau banget?" goda Rafa.
"Ish, apaan sih! Untung aja nih acara elu. Kalo bukan udah gue cubit kepiting lu," ketus Naya.
__ADS_1
"Udah deh jangan bertengkar. Gue juga penasaran sih. Tapi di pending dulu aja, Nay. Acaranya udah mau dimulai," jelas Liora sambil menengahi perdebatan kecil antara Naya dan Rafa.
Setelah duduk di tempat yang sudah disediakan. Lily meninggalkan Emily dan Zack di meja VIP. Dia harus segera menyerahkan kotak cincin pada Liora nanti.
"Mommy mau kemana?" tanya Emily kecil setelah duduk di kursi.
"Mom mau ke tempat tante Liora dulu. Em tunggu disini saja," ucap Lily.
"No, no. Em ikut mommy," jawab Emily sambil berusaha turun dari kursi yang baru saja di duduknya.
"Tapi sayang. Mom takut Em tidak tahan harus berdiri agak lama," jelas Lily pelan.
"Em kan kuat mommy. Em sudah biasa bantu Nana jualan keliling sambil berdiri," jawab Emily.
Jawaban Emily membuat hati kecil Lily terenyuh. Jika saja mereka masih berada di dalam kamarnya, dia pasti sudah menangis sambil memeluk Emily yang kini sudah menjadi putri kecilnya.
"Ok. Ayo ikut mom. Tapi kalo Em terasa lelah segera beri tahu mom, ok," ucap Emily sambil menggandeng tangan mungil Emily.
"Okie dokie mommy," jawab Emily antusias.
Wajahnya terlihat sangat senang saat diperbolehkan mengikuti mommy nya. Lily dan Emily berjalan menuju tempat Liora dan Naya.
"Hai sayang! Emily cantik sekali hari ini," sapa Naya sambil mengelus pelan pipi kanan Emily.
"Aunty juga cantik. Eh, perut aunty kenapa tambah besar?" tanya Emily yang terlihat heran melihat perut Naya.
"Ini artinya dede bayi di dalam perut aunty tambah besar sayang. Tidak lama lagi dede bayinya akan keluar. Emily nanti bisa bermain sama dede bayinya," jelas Naya sambil mengusap pelan perutnya.
"Dede bayi itu yang oek-oek ya aunty?" tanya Emily.
"Iya sayang. Dede bayi yang itu," jawab Naya.
"Ah! Mommy, mommy! Em mau dede bayi seperti aunty," pinta Emily sambil mendongakkan wajahnya menatap Lily.
"What? Mom tidak salah dengar Em?" tanya Lily terkejut.
💕💕💕
__ADS_1
Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recommended banget loh! Yukss ... mampir 😘😘😘