
"Apa? Mommy?" tanya Naya.
"Pendengaran gue ngga salah kan, Ly?" tanya Naya bingung.
"Ngga. Pendengaran lu ngga salah. Mulut lu aja yang salah. Ngga mesti sampe terbuka lebar kali tuh mulut, Nay," jawab Lily.
"Sejak kapan? Perasaan tadi pagi elu masih single deh," tanya Naya penasaran.
"Permisi," tegur Liora.
"Iya," jawab Lily dan Naya bersamaan.
"Maaf Bu ibu. Acara mau di mulai. Gosipnya ntar aja boleh?" tanya Liora sambil memperlihatkan senyumnya yang dibuat-buat.
Liora yang dari tadi mendengarkan percakapan antara Lily dan Naya merasa geram. Jika ada sesuatu yang aneh diantara mereka pasti akan dibahas saat itu juga. Liora tidak mempermasalahkan hal seperti itu. Hanya saja, saat ini adalah pesta pertunangannya.
Dia juga penasaran dengan status Lily yang berubah hanya dalam hitungan jam. Untuk sementara dia harus menekan rasa penasarannya.
"Hehehe," Lily dan Naya terkekeh bersama.
Acara pertunangan berlangsung cukup khidmat. Puncaknya saat Liora dan Rafa saling menautkan cincin di jari manis mereka.
Pasangan baru itu terlihat sangat bahagia. Saat ini mereka tengah sibuk melayani para tamu yang menghampiri mereka sekedar untuk memberi ucapan selamat.
"Gue heran deh! Kenapa ngga langsung nikah aja sih?" tanya Naya sambil menghela napas.
Lily dan Naya kini sedang duduk di meja VIP yang sudah disediakan.
"Elu nanya gue, gue nanya siapa dong?" Lily balik bertanya.
"Tapi iya juga sih. Minggu depan udah nikahan. Kenapa ngga nikah aja kan ya?" Lily bertanya pada Naya.
"Tau deh. Sultan mah bebas," ucap Naya sambil mengangkat kedua bahunya.
"Mommy, Em haus," ucap Emily.
Lily segera mengambil segelas air putih yang sudah disiapkan di tas meja. Lily terlihat sangat telaten dalam mengurus anak kecil.
"Yah, sayang. Sepertinya kita harus mencari seorang nanny yang lain. Aunty Lily sudah ada yang punya," keluh Naya sambil mengusap perutnya.
"ih, kok gitu sih Nay," ucap Lily sedih.
"Hehehe," Naya hanya terkekeh.
"Eh ... betewe, lu belom cerita sama gue loh," tutur Naya.
"Bentaran deh, Nay. Elu tuh ya, kalo udah penasaran harus segera di khatamin deh," keluh Lily.
"Idih, emang elu ngga?" tanya Naya.
"Eh ... iya ya. Lupa gue kalo kita berdua sebelas dua belas. Hehehe," ucap Lily sambil terkekeh.
__ADS_1
"Sayang, aku akan keluar sebentar dengan Leon. Apa kau tidak apa-apa aku tinggalkan bersama Em?" tanya Zack yang baru saja mendapat telpon dari seseorang.
"Ok. Aku akan menjaga Em. Kau bisa pergi," jawab Lily.
Cup
Zack mencium kening Lily sekilas. Emily yang melihat, langsung mengajukan protes karena Daddy-nya melupakan dirinya.
"Daddy!" teriak Emily.
"Ah, putri Daddy. Dad tidak akan lupa. Cup," ucap Zack sambil mengecup pelan kening putrinya.
"Nana, tolong perhatikan mereka selama aku di luar!" pinta Zack pada Nana.
"Dengan senang hati tuan," jawab Nana.
Zack membalikkan tubuhnya dan mulai beranjak dari sana. Langkah kaki Zack terhenti saat Emily berteriak menyuruhnya untuk berhenti.
"Daddy, stop!" perintah Emily.
"Ada apa sayang?" tanya Zack sambil membalik tubuhnya tanpa menghampiri Emily.
"Em tadi sudah minta sesuatu sama mommy. Sekarang Em mau minta sama Daddy. Em takut mommy lupa," ucap Emily.
"Apa itu?" tanya Zack sambil mengangkat alis kanannya.
"Itu daddy. Em mau Dede bayi. Daddy jangan lupa ya!" pinta Emily.
"Atur napas, Ly. Hihihi," ucap Naya sambil tertawa kecil.
Nana yang duduk tidak jauh dari mereka juga ikut tertawa. Permintaan nona mudanya sangat sederhana. Akan tetapi, permintaan itu akan menjadi sangat tidak mungkin saat pasangan itu belum menikah. Nana hanya bisa berharap dan berdoa di dalam hati untuk tuannya dan nona Lily.
Ekspresi spontan Zack berbanding terbalik dengan Lily dan Naya. Zack justru tersenyum saat mendengar permintaan putri kecilnya. Permintaan Emily bagaikan sebuah jarum suntik yang berisi obat untuk dirinya.
"Tentu saja. Dengan senang hati dad akan mengabulkan permintaan Em," ucap Zack sambil tersenyum.
Uhuk ... uhuk ...
Lily lagi-lagi tersedak. Kali ini jawaban Zack atas permintaan Emily membuatnya tersedak. Wajahnya terlihat memerah. Dia menepuk pelan dadanya dan berusaha mengatur napasnya dengan baik.
Jangan ditanya lagi keadaan Naya. Dia langsung tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan Zack, dan Nana memberi senyuman terbaiknya untuk Lily. Untung saja saat itu Leon sudah pergi keluar. Jika tidak, asisten jomblo itu akan menggoda Lily dan Zack habis-habisan.
Zack tersenyum melihat tingkah Lily. Dia segera beranjak pergi keluar. Dia tahu saat ini Lily pasti sangat malu.
"Jangan lupa ya dad!" teriak Emily mengingatkan Daddy-nya.
"Ya ampun, Ly. Sumpah deh. Anak lu pinter banget dah. Ngga mau sia-sia-in kesempatan," ucap Naya sambil terkekeh.
"Ih, Naya," kesal Lily.
"Mommy batuk?" tanya Emily polos.
__ADS_1
"Tidak. Mom tidak apa-apa," jawab Lily.
"Sayang, sini. Biar Nana yang menyuapi Em. Kasihan mommy belum makan," ucap Nana.
Emily menatap wajah Lily. Dia mulai terbiasa di perhatikan oleh mommy-nya. Rasanya sangat enggan berjauhan dengan mommy-nya.
"Em kan ingin punya adik bayi. Kalau mommy sakit nanti Em tidak bisa punya adik bayi," ucap Nana sambil menggoda Lily.
"Nana!" teriak Lily.
Wajah Lily sudah menyaingi udang rebus. Nana yang dianggapnya seperti ibu mulai menggodanya.
"Udah deh Ly. Tancap gas aja!" goda Naya.
"Apaan sih, Nay!" rajuk Lily.
"Ok, Nana. Em mau sama Nana. Biar mommy cepat-cepat kasih Em adik bayi," jawab Emily.
"Nah pintar sayang," ucap Nana sambil memperbaiki posisi duduk Emily.
Lily tersedak lagi saat mendengar ucapan Emily.
"Ya ampun. Kalo kayak gini terus, bisa-bisa gue meniggoy karena tersedak setiap kali mendengar kata 'adik bayi', Nay," ucap Lily sambil mengelus dadanya.
Untung saja kali ini Lily tersedak tidak separah yang tadi.
"Eh, Ly. Buruan cerita! Bisa ngga bisa tidur nih gue. Lagian kan tuh laki elu udah keluar," desak Naya.
"Laki gue?" tanya Lily.
"Iya, laki elu. Masa laki gue. Laki gue bentar lagi dateng," jawab Naya.
"Siapa laki gue?" tanya Lily bingung.
Pletak
"Aw, kok gue di jitak sih, Nay?" keluh Lily.
"Sebel gue sama elu. Di saat kek gini otak lemot lu malah beraksi," ketus Naya.
"Lah kan bener. Gue kan belom kawin. Kapan gue punya laki, Nay? Salah gue di mana coba?" tuntut Lily.
"Zack," jawab Naya.
"Hah! Laki gue si Zack?" Lily balik bertanya.
💕💕💕
Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recommended banget loh! yukss mampir! Ceritanya seru banget lohhh 😘😘😘
__ADS_1