
"Elu ngga salah?" tanya Lily.
"Ya engga lah!" seru Naya.
"Ish, kawin aja belom gue sama dia!" gerutu Lily.
"Cie, yang minta dikawinin," goda Naya.
"Apaan sih elu, Nay!" kesal Lily.
"Alah, mulut elu aja bilang ngga. Tapi, di dalam hati panen bunga. Hahaha," goda Naya sambil tertawa.
Lily duduk sambil merengut. Tapi, yang dikatakan Naya ada benarnya. Setelah mengetahui cerita asli Zack dari Leon. Perlahan hati Lily yang sudah menghapus nama Zack, kini mulai menorehkan kembali nama itu di hatinya.
Bukan hanya Zack yang mendapati tempat di hatinya. Emily juga berada di posisi yang seimbang. Lily juga heran, entah sejak kapan gadis kecil itu memasuki hatinya.
"Terus gimana?" tanya Naya.
"Apanya yang gimana, Nay?" Lily balik bertanya.
"Ya ampun, Ly! Ya, hubungan elu sama Zack?" tukas Naya.
"Oh!" seru Lily.
"Ya ampun, nih anak. Cuma oh aja," oceh Naya.
Lily mengambil beberapa potong pie mini yang sudah di siapkan di atas meja. Dia memakannya perlahan. Dia sangat menikmati pie mini yang baru saja di makannya.
"Ya ampun, Lily! Malah sibuk makan," oceh Naya.
"Cobain deh, Nay! Enak banget ini kue pie mini nya," ucap Lily sambil memasukkan potongan kecil pie mini ke dalam mulut Naya.
Hap
Naya yang tadinya hendak protes, justru sibuk mengunyah potongan kue yang masuk ke dalam mulutnya.
"Eh iya. Beneran enak loh!" seru Naya sambil mengambil kue pie mini lain di atas piring Lily.
"Jangan dihabisin dong, Nay!" perintah Lily.
Nana tersenyum melihat kelakuan Lily dan Naya. Wanita paruh baya itu senang, jika nona Lily dan Naya sangat menyukai kue buatannya.
"Kuenya Nana dan Em yang buat," tutur Emily.
"Apa?" tanya Lily.
"What?" pekik Naya.
__ADS_1
"Kok bisa?" tanya mereka bersamaan.
"Hihihi. Mommy dan aunty kompak sekali. Lucu, lucu," ucap Emily sambil tertawa.
"Sayang," tegur Lily.
"Ok, ok. Em berhenti tertawa. Hihihi," ucap Emily.
Emily semakin tertawa melihat ekspresi mommy dan aunty Naya. Gadis kecil itu menganggap ekspresi mereka sangat lucu. Lily hanya bisa pasrah ditertawai oleh gadis kecil itu.
"Beneran ya Nana?" tanya Lily.
"Iya, nona. Saya dan nona muda yang membuatnya," tutur Nana pelan.
"Wah, Nana! Anda sangat hebat. Selain pandai mengasuh, juga pandai membuat kue," puji Lily.
"Semoga aku bisa dapat nanny yang seperti Nana," timpal Naya.
"Terus kata Nana, nanti Em di kasih uang buat di tabung," tutur Emily.
"Pintar sekali anak mommy. Sudah mengerti menabung," puji Elaina.
Uhuk ... uhuk ...
Naya tersedak saat mendengar kalimat pujian Lily untuk Emily. Tidak masalah dengan kata-kata yang lain. Tapi, kata 'anak mommy' yang membuat Naya tersedak.
Lily segera membantu Naya. Dia sangat khawatir jika Naya tersedak karena Naya sedang hamil. Untung saja tersedak Naya tidak terlalu parah. Tidak perlu waktu lama mengakhiri tersedak Naya.
"Gimana gue ngga tersedak. Elu yang buat gue tersedak," tutur Naya.
"Lah, kok gue?" tanya Lily.
"Lu tadi bilang apa barusan ke Emily?" tanya Naya.
"A-nak mom-my," Liym mengucapkan kalimat itu dengan pelan dan terbata.
Naya hanya melirik dan memberi senyum kecut padanya.
"Hehehe ... Kelepasan gue, Nay," tutur Lily sambil terkekeh.
"Sekarang jelasin ke gue gimana ceritanya?" tanya Naya.
Lily menatap Naya dengan tatapan bingung.
"Udah deh, Ly. Jangan ngelak lagi! Ceritain ke gue sekarang!" tegas Elaina.
"Huft ... Iya, iya gue cerita," tutur Lily.
__ADS_1
"Sebenarnya gue ngga sengaja aja ketemu sama Emily, Leon, dan Nana. Waktu itu akan gue mau balik ke kamar. Terus liftnya berhenti di lantai tiga. Emily langsung lari neriakin gue. Ya, gue spontan langsung keluar dong. Kangen juga kan sama dia. Udah lama ngga ketemu," jelas Lily.
"Terus?" desak Naya.
"Sabar napa, Nay. Gue seret nih," oceh Lily.
Lily meminum segelas air dan menghabiskannya dalam tiga kali teguk. Tak ingin mendengar ocehan Naya, Lily segera melanjutkan ceritanya.
"Nana turun ke bawah karena harus mengantar kue-kue. Aku tidak tahu jika kue yang di maksud Nana itu ternyata kue pie mini ini," ucap Lily sambil memasukkan sepotong kue pie mini ke dalam mulutnya.
"Ya ampun, Ly! Niat ngga sih ceritanya. Udah dua iklan nih!" rajuk Naya.
Lily memberikan lima jari tangannya menghadap Naya agar calon ibu itu memberinya waktu untuk menghabiskan kunyahan terkahir kue pie mini. Sentuhan terakhir yang diberi Lily untuk mulutnya adalah segelas air putih.
"Ok. Gue lanjut. Gue balik ke kamar sama Emily dan Leon sambil menunggu Nana kembali," Lily kembali terhenti.
Dia teringat saat mengetahui jika Emily dan Nana adalah korban penculikan. Belum lagi kisah Zack yang ternyata jauh dari perkiraan Lily.
Naya tidak ingin menyela Lily. Dia tahu, jika sahabatnya itu butuh waktu untuk melanjutkan ceritanya. Naya dapat melihatnya dari raut wajah Lily. Dengan sabar Naya menunggu kalimat lanjutannya.
"Singkatnya, mereka berada di sini tidak datang bersama-sama. Emily dan Nana adalah korban penculikan sebulan yang lalu. Selama sebulan terakhir, Nana dan Emily tinggal di kota ini, Nay. Sedangkan Zack, penantian dia lebih tragis dari gue. Perjuangan dia juga lebih parah dari gue yang ngga ada apa-apanya, Nay," jelas Lily.
"Lu kalo lagi serius, bahasa lu kadang berubah jadi Indo banget deh," tutur Naya.
Naya sengaja berkata asal saja karena melihat ekspresi sedih di wajah Lily. Air matanya juga sudah hampir jatuh. Dia tidak ingin bertanya lebih jauh lagi mengenai pengorbanan Zack. Dari ucapan Lily sudah bisa dia simpulkan bahwa ada kesalahpahaman di antara mereka..
"ish, apaan sih Nay!" gerutu Lily.
"Jadi, elu balikan sama Zack?" tanya Naya.
"Gue belom tau," ucap Lily sambil mengangkat kedua bahunya.
"Terus, gimana dengan istrinya?" tanya Naya.
"Itu juga gue salah paham. Kurang ngerti gue mau jelasin gimana ke elu. Yang pasti sih Zack ngga pernah nyentuh si Amber," jelas Lily.
"What? Gimana ceritanya ngga nyentuh, Ly? Gue aja baru sekali sentuh udah tek dung. Apalagi ngga ke sentuh. Tuh, Emily emang terbuat dari apa?" Naya mencecar Lily dengan beberapa pertanyaan sekaligus.
"Itu pertanyaan udah kek kereta api ekspres aja kecepatannya!" seru Lily.
"Emily hasil dari bayi tabung. Jadi mereka sama sekali belum pernah berhubungan sama sekali. Parahnya si Amber. Dia rela gugurin calon bayi di dalam rahimnya. Calon bayi itu anak dari mantan kekasihnya. Dia lakuin itu agar keluarga Zack mau menerimanya dalam keadaan 'bersih',"
"Ya ampun, Ly! Udah kek gado-gado aja kehidupan si Zack," seru Naya.
Lily hanya menganggukkan kepala.
💕💕💕
__ADS_1
Hai my lovely readers! Aku ada novel yang recommended banget lohh! Yukss mampir... Seru banget loh ceritanya 😘😘😘