Villain System

Villain System
103. Eleanor


__ADS_3

"Pemimpin mengapa anda menyerahkan posisi pemimpin kepadanya." Kata seorang wanita berambut hitam.


"Graham jauh lebih kuat dariku. Terlebih lagi dia alkemis tingkat 9." Balas wanita berambut biru.


"Apa!!." Semua yang berada di dalam ruangan sekali lagi terkejut saat wanita berambut biru mengatakan Graham alkemis tingkat 9.


"Apa kalian keberatan jika aku menjadi pemimpin menara pil." Graham melihat semua orang di dalam ruangan.


"Kami tidak keberatan." Kata semua orang di dalam ruangan. Mereka semua takut Graham akan membunuh mereka. Jika mereka tidak setuju Graham menjadi pemimpin menara pil.


"Bagus. Mulai sekarang aku akan menjadi pemimpin menara pil." Kata Graham.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Aku menunjuk Lily menjadi wakilku. Apa kalian keberatan." Graham melihat semua orang di dalam ruangan.


"Kami tidak keberatan pemimpin." Balas semua orang di dalam ruangan.


"Baiklah, kalian semua bisa pergi." Kata Graham.


"Baik." Semua orang di dalam ruangan mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


"Aku serahkan semua urusan menara pil kepadamu." Graham menepuk bahu Lily kemudian keluar dari ruangan.


"Grace, ayo kita pulang." Kata Graham melihat Grace yang menunggunya di luar ruangan.


"Baik." Grace mengangguk.


Beberapa menit kemudian Graham telah kembali ke rumahnya. "Graham kamu dari mana." Tanya Elizabeth melihat Graham.


"Aku dari menara pil." Balas Graham kemudian menceritakan dirinya menjadi pemimpin menara pil.


"Ahhh." Grace dan semua perempuan terkejut mendengar Graham menjadi pemimpin menara pil.


"Mengapa kalian begitu terkejut. Tidak ada hal yang special menjadi pemimpin Menara pil." Balas Graham masuk ke dalam kamarnya.


"Baiklah, saatnya mengkonsumsi pil spirit level 9." Kata Graham membuka tabel penyimpanan dan mengambil pil spirit level 9.


Graham duduk di lantai kemudian menelan pil spirit. Merasakan energi di dalam pil, Graham memejamkan matanya dan mulai berkultivasi.


1 Jam kemudian Graham yang sedang berkultivasi melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Semua status anda meningkat 900 poin."


"Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Graham


Usia : 18 tahun


Tingkat : Saint


Ras : Manusia


Strength : 67.600


Agility : 67.600


Vitalitas : 67.600


Stamina : 65.600/67.600


Ki : 66.600/67.600


Poin : 0

__ADS_1


"Kurang 32.400 poin lagi aku akan menerobos alam demi god." Kata Graham melihat statusnya.


3 Hari kemudian berita Graham menjadi pemimpin menara pil telah tersebar di seluruh benua suci. "Aku tidak menyangka pembunuh Luo Cheng menjadi pemimpin menara pil."


"Aku dengar Graham seorang alkemis tingkat 9."


"Dia sungguh luar biasa. Dia jenius dalam kultivasi dan alkimia." Semua kultivator di seluruh kota membicarakan Graham.


Saat ini Graham yang sedang bersantai dan memakan anggur melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Misi Harian mengambil kesucian Eleanor. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."


"System apakah Eleanor telah kembali ke benua suci." Tanya Graham.


"Benar, Eleanor telah kembali ke benua suci." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


Graham memejamkan matanya dan merasakan mahluk hidup dalam jarak 60 ribu km.


"Benar dia telah kembali ke benua suci. Terlebih lagi dia telah menerobos tingkat Saint." Kata Graham melihat Eleanor yang masuk ke dalam kota.


"Setelah sekian lama. Akhirnya aku kembali lagi ke benua suci." Eleanor tersenyum saat masuk ke dalam kota.


"Eleanor." Eleanor melihat wanita berambut biru memanggil dirinya.


"Nona Lily." Eleanor terkejut saat melihat wanita berambut biru.


"Selamat karena telah menerobos tingkat saint." Kata Lily melihat Eleanor.


"Terimakasih nona Lily." Eleanor tersenyum.


"Nona Lily setelah sekian lama tidak bertemu. Anda semakin bertambah cantik saja." Eleanor memuji Lily.


"Kamu juga semakin bertambah cantik Eleanor." Lily tersenyum.


"Nona Lily anda ingin pergi kemana." Tanya Eleanor.


"Ahh, apa anda mengenal Graham." tanya Eleanor.


"Semua kultivator di benua suci pasti mengenal Graham. Terlebih lagi Graham adalah pemimpin menara pil." Kata Lily.


"Ahhh." Eleanor terkejut mendengar Graham menjadi pemimpin menara pil.


"Baiklah, aku akan pergi menemui Graham." Kata Lily berjalan ke arah rumah Graham.


"Tok." "Tok." Graham yang sedang bersantai dan memakan anggur mendengar suara ketukan pintu.


"Elizabeth buka pintunya." Graham melihat Elizabeth yang duduk di sampingnya.


"Baik." Elizabeth mengangguk kemudian membuka pintu.


"Nona Lily." Elizabeth melihat wanita berambut biru.


"Masuklah." Teriak Graham. Mendengar kata Graham Lily masuk ke dalam rumah.


"Apa ada yang ingin kamu bicarakan." Kata Graham melihat Lily duduk di depannya.


"Sudah 3 hari anda tidak datang ke menara pil." Lily melihat Graham.


"Aku sibuk berkultivasi." Balas Graham. Lily menghela nafas saat mendengar kata Graham. Graham dan Lily kemudian mulai mengobrol.


Beberapa menit kemudian Lily berdiri dan berkata. "Aku akan kembali ke menara pil."


"Baiklah, besok aku akan pergi ke menara pil." Balas Graham.


"Saya tunggu kedatangan anda." Balas Lily berjalan keluar rumah.

__ADS_1


Melihat Lily keluar dari rumah Graham berkata. "Baiklah, saatnya pergi menemui Eleanor."


Saat ini Eleanor sedang mengobrol bersama kedua orang tuanya. "Ibu, ayah dimana Yu Jie." Tanya Eleanor.


"Yu Jie tinggal di rumah Graham." Balas ibu Eleanor.


"Apa Yu Jie dan Graham menjadi sepasang kekasih." Eleanor terkejut.


"Yu Jie bukan kekasihku." Kata Graham masuk ke dalam rumah.


"Graham." Eleanor dan kedua orang tuanya terkejut saat melihat kedatangan Graham.


"Selamat karena telah menerobos tingkat saint." Kata Graham melihat Eleanor.


"Terimakasih Graham." Eleanor tersenyum.


"Eleanor ikutlah denganku. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Graham melihat Eleanor.


"Mengapa kita tidak bicara disini." balas Eleanor.


"Eleanor ikutlah dengan Graham." Kata ibu Eleanor. Ibu Eleanor takut Graham akan melukai Eleanor. Jika Eleanor tidak menuruti kata Graham.


"Baiklah, aku akan ikut denganmu." Balas Eleanor.


Graham dan Eleanor kemudian keluar dari rumah. "Kita akan pergi kemana." Tanya Eleanor.


"Jangan banyak tanya. Cukup ikuti saja aku." Balas Graham.


"Baiklah." Balas Eleanor.


Beberapa menit kemudian Graham dan Eleanor berada di sebuah danau. "Kita berhenti disini." kata Graham melihat Eleanor.


"Apa yang ingin kamu bicarakan sampai membawaku kesini." Eleanor melihat Graham.


"Buuukk." Graham memukul perut Eleanor.


"Uuuhh." "Mengapa kamu memukulku." Eleanor memegangi perutnya.


"Slasshh." Graham melukai jarinya kemudian meneteskan darah di dahi Eleanor. "Aktifkan skill kontrak budak." "Singg!!." Darah di dahi Eleanor kemudian bersinar.


"Graham apa yang kamu lakukan padaku." Eleanor menatap Graham.


"Aku menjadikanmu budakku." Graham tersenyum.


"Graham bercandamu tidak lucu." Eleanor tersenyum.


"Aku tidak bercanda Eleanor." Graham tersenyum dan merobek pakaian Eleanor.


"Graham apa yang kamu lakukan." Eleanor berteriak. "Aaahhh." Eleanor tiba-tiba berteriak kesakitan dan memegangi kepalanya.


"Kamu akan kesakitan jika ingin menyerangku." Kata Graham melihat Eleanor yang kesakitan.


"Berhenti menangis dan lepaskan pakaianmu." Graham melihat Eleanor.


"Baik." Eleanor mengangguk kemudian melepas pakaiannya.


"Graham kumohon lepasku. Bukankah kita berteman." Eleanor tersenyum.


Graham mengabaikan Eleanor dan berkata. "Kamu memiliki tubuh dan dada yang bagus."


"Eemmm." Eleanor mengerang saat Graham meremas dadanya.


"Cium aku." kata Graham melihat Eleanor.

__ADS_1


"Baik." Eleanor mengangguk dan mencium Graham.


__ADS_2