
"Selamat Siang." Kata Gibran melihat Graham.
"Ada apa." Balas Graham.
"Bolehkah saya tahu nama anda." Tanya Gibran.
"Namaku Graham." Balas Graham.
"Saudara Graham. Bisakah anda ikut dengan saya ke tempat lain. Saya ingin berbicara dengan anda." Kata Gibran.
"Tidak, kamu bisa bicara disini." Balas Graham.
"Baiklah, Saudara Graham apa anda tertarik bergabung Asosiasi Hunter." Tanya Gibran.
"Aku tidak tertarik." Balas Graham berjalan pergi. Gibran terkejut melihat Graham menolak untuk bergabung ke Asosiasi Hunter.
Saat ini di sebuah pegunungan. Seorang pria terkejut melihat sebuah gate. "Wuuzz." Manusia harimau keluar dari Gate.
"Monster." Pria ketakutan dan berlari saat melihat manusia harimau yang keluar dari gate.
"Udara di planet ini sangatlah buruk." Kata manusia harimau berbicara bahasa manusia.
"Wuuzz." Manusia harimau muncul di depan pria kemudian memakan tubuhnya. "Kraauukk." "Dagingnya tidak enak." Kata manusia harimau meludahkan kepala pria ke tanah.
Saat ini Graham yang sedang duduk di kursi berkata. "Violet apa kamu merasakannya."
"Aku merasakannya. Monster tingkat Emperor muncul di pegunungan yang berjarak 10 km dari sini." Kata Violet.
"Manusia terkuat di negara ini hanya tingkat Master. Jika monster itu turun dari pegunungan. Semua manusia di negara ini akan di bunuh olehnya." Balas Graham.
"Misi Harian bunuh 1 mahluk hidup. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Kebetulan sekali. Karena ada misi membunuh mahluk hidup aku akan membunuh monster itu." Kata Graham kemudian menghilang.
"Wuuzz." Graham muncul di depan Gate.
Manusia harimau terkejut melihat Graham yang tiba-tiba muncul di depan Gate. "Mati!!!" Kata Graham memukul kepala manusia harimau. "Booomm!!" Kepala manusia harimau meledak.
"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Roti keras muncul dari udara kosong.
"Wuuzz." Graham melihat manusia serigala yang keluar dari gate. "Aland." Manusia serigala terkejut melihat tubuh manusia harimau yang tergeletak di tanah tanpa kepala.
"Mati!!" kata Graham mencabut jantung manusia serigala. "Puchhii."
"Aku tidak menyangka di planet ini ada seorang ahli manusia yang sangat kuat." Manusia serigala batuk darah kemudian tergeletak di tanah tidak bernyawa.
"Wuuzzz." "Wuuzzz." Manusia banteng dan manusia badak keluar dari gate. "Mati!!" Graham kemudian mulai membunuh semua monster yang keluar dari gate.
"Wuuzzz." Graham melihat gate menghilang. Melihat Gate menghilang, Graham berkata. "Teleport." "Wuuzz." Graham kemudian menghilang.
__ADS_1
Keesokan harinya Graham dan Violet sedang menonton siaran televisi. "Baru saja muncul sebuah gate raksasa yang muncul di Ibukota Malaysia Kuala Lumpur."
"Gate yang muncul kali ini ukurannya sangat besar." Kata Graham memakan popcorn.
Saat ini di tempat lain. "Ketua, pihak asosiasi hunter Malaysia baru saja meminta bantuan kepada kita." Kata Gibran.
"Katakan kepada pihak asosiasi hunter Malaysia. Kita baru saja kehilangan 79 Hunter ranking A. Jadi kita tidak bisa memberikan bantuan kepada Malaysia." Balas Subianto.
"Baik ketua." Gibran mengangguk.
"Malaysia hanya memiliki 2 Hunter rangking S. Aku takut Malaysia tidak bisa mengatasi dungeon rangking S yang muncul di negara mereka." Kata Subianto.
Kuala Lumpur, Malaysia. "Ketua, pihak asosiasi hunter Indonesia tidak bisa memberikan bantuan kepada kita. Mereka mengatakan bahwa telah kehilangan 79 Hunter rangking A untuk menyelesaikan dungeon rangking S yang muncul di negara mereka." Kata pria berpakaian hitam.
"Jika begitu hubungi pihak Asosiasi Hunter China dan Jepang. Katakan kepada mereka kita meminta banuan." Kata pria paruh baya berkumis.
"Baik ketua." Pria berpakaian hitam mengangguk.
Beijing, China. "Pihak asosiasi hunter Malaysia meminta bantuan kepada kita." Kata wanita berpakaian hitam.
"Katakan kepada pihak asosiasi hunter Malaysia. Di dunia ini tidak ada yang gratis. 100 Juta Yuan untuk 1 hunter rangking A. Dan 1 Miliar Yuan untuk 1 Hunter rangking S." Kata pria berusia 40an dengan mata sipit.
"Baik ketua." Wanita berpakaian hitam mengangguk.
Kuala Lumpur, Malaysia. "Kapitalis berengsek." "Bruaakk." Pria paruh baya berkumis memukul meja.
"Bagaimana dengan respon pihak asosiasi hunter Jepang." Tanya pria paruh baya berkumis.
"Pihak asosiasi Jepang masih akan mendiskusikan kepada hunter rangking S dan A di negara mereka." Kata pria berpakaian hitam.
"Ketua bagaimana jika kita meminta bantuan Negara Thailand dan Vietnam." Tanya pria berpakaian hitam.
"Negara Thailand dan Vietnam memiliki hunter yang jauh lebih sedikit dari pada negara kita. Jadi mustahil mereka akan membantu negara kita." Balas pria paruh baya berkumis.
3 Hari kemudian. Kuala Lumpur, Malaysia. "Apa sudah ada kabar dari pihak asosiasi Jepang." Tanya pria paruh baya berkumis.
"Pihak asosiasi Jepang mengirimkan 1 Hunter rangking S dan 10 Hunter rangking A untuk membantu negara kita." Kata pria berpakaian hitam.
"Jepang lebih baik dari negara China dan Indonesia." Balas pria paruh baya berkumis.
Keesokan harinya di sebuah ruangan. "Ketua, pihak asosiasi jepang membatalkan mengirimkan 1 Hunter rangking S dan 10 hunter rangking A untuk membantu negara kita. Karena di Jepang juga muncul dungeon rangking S." Kata pria berpakaian hitam.
"Sepertinya sudah tidak ada harapan lagi bagi negara Malaysia." Pria paruh baya berkumis menghela nafas.
3 Hari kemudian Kuala Lumpur, Malaysia. "Wuuzzz." Raksasa setinggi 10 meter keluar dari gate.
"Raksasa." Ekspresi puluhan Hunter yang berada di dekat Gate, menjadi buruk melihat raksasa yang keluar dari Gate.
"Semuanya serang." Teriak seorang pria.
__ADS_1
"Fire ball." "Lightning Arrow." "Wind Blade." Semua Hunter mulai menyerang raksasa. "Booomm!!!."
"Serangan kalian menggelitikku." Raksasa berbicara. Semua hunter terkejut melihat raksasa yang berbicara dan tidak terluka sama sekali.
"Sekarang giliranku menyerang kalian semua." Kata raksasa menyerang semua hunter. "Booomm!!" "Ahhhh." Raksasa dengan mudah membunuh puluhan hunter.
"Apakah ini akhir dari negara Malaysia." Kata pria paruh baya berkumis yang berada di dalam helikoper.
"Ketua, ada seorang pria yang terbang di udara." Kata pilot helicopter.
"Bagaimana manusia bisa terbang di udara." Pria paruh baya berkumis terkejut melihat Graham yang terbang di udara.
"Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian asap hijau keluar dari tubuhnya. "Wooaarr." Asap hijau membentuk seekor naga sebesar 10 meter kemudian melesat ke arah raksasa. "Sssss." Tubuh raksasa meleleh setelah terkena racun Graham.
Pria paruh baya berkumis terkejut melihat tubuh raksasa yang meleleh setelah terkena serangan Graham. "Siapa pria itu." Kata pria paruh baya berkumis melihat Graham.
"Wuuzz." "Wuuuzz." 2 raksasa keluar dari Gate. Graham kemudian mulai membunuh raksasa yang keluar dari Gate.
Jember, Indonesia. "Mama. Bukankah pria itu terlihat seperti kak Graham." Kata Geraldine melihat siaran televisi yang menunjukan Graham membunuh raksasa.
"Benar, pria itu terlihat seperti Graham." Celsi terkejut.
Jakarta, Indonesia. "Bagaimana bisa manusia terbang di udara." Kata Michelle melihat siaran televisi yang menunjukan Graham terbang di langit dan membunuh raksasa.
"Vonzy. Cari identitas pria itu." Kata Michelle melihat seorang wanita berusia 20 tahun.
"Baik pemimpin." Wanita berusia 20 tahun yang di panggil Vonzy mengangguk.
Beberapa menit kemudian Gate menghilang setelah Graham membunuh raksasa terakhir yang keluar dari Gate. "Gate menghilang." Pria paruh baya berkumis yang berada di dalam helicopter terkejut melihat Gate yang menghilang.
"Mendekat ke pria itu." Kata pria paruh baya berkumis.
"Baik." Pilot helikopter mengangguk.
Graham yang sedang terbang di udara melihat helikopter yang mendekat ke arahnya. "Pahlawan yang terhormat. Bisakah kita berbicara." Kata pria paruh baya berkumis.
"Tidak." Balas Graham kemudian menghilang. Pria paruh baya berkumis terkejut melihat Graham yang tiba-tiba menghilang.
Jakarta, Indonesia. "Saya Anwar ketua asosiasi Hunter Malaysia sangat berterimakasih kepada pahlawan yang telah membunuh semua raksasa." Kata pria paruh baya berkumis saat konferensi pers.
"Ketua, pria yang membunuh raksasa di negara Malaysia adalah pria yang membunuh monster di kota Jember." Kata Gibran melihat siaran televisi.
"Gibran, ayo kita pergi ke kota Jember untuk menemuinya." Kata Subianto.
"Baik ketua." Gibran mengangguk.
Saat ini Graham telah kembali ke rumah Celsi. "Kak Graham ada seorang pria yang mirip dengan kamu." Kata Geraldine melihat Graham.
"Aktifkan skill Memory Manipulation." "Aku akan menghapus ingatan kalian berdua hari ini." Kata Graham kemudian menghapus ingatan Celsi dan Geraldine.
__ADS_1