
"Sepertinya ibumu masih menyukaiku." kata Graham melihat Kathrine yang berjalan ke arah dapur.
"Kamu adalah pria yang luar biasa. Mustahil ibuku tidak menyukaimu." Balas Elizabeth,
Beberapa menit kemudian Graham, Elizabeth dan Kathrine berada di ruang makan. "Graham bagaimana rasa daging buatanku." Kathrine melihat Graham yang memakan daging.
"Tidak buruk. Meski masakanmu sedikit asin." Kata Graham mengigit daging. Kathrine tersenyum saat mendengar jawaban Graham.
"Mungkin kamu tidak tahu. Ini adalah pertama kali aku memasak lagi setelah 25 tahun lamannya." Kata Kathrine.
Graham mengabaikan Kathrine dan terus makan. Melihat Graham mengabaikannya, Kathrine mulai makan sayuran di atas meja.
Beberapa menit kemudian Graham, Elizabeth dan Kathrine telah selesai makan. "Elizabeth ayo ke kamarmu." Graham berdiri dari kursi.
"Baik." Elizabeth mengangguk dan berjalan k earah kamarnya.
Tidak lama kemudian Graham dan Elizabeth berada di dalam kamar. "Graham aku telah menerobos tingkat Saint. Apa kamu tidak ingin memberi hadiah kepadaku." Elizabeth tersenyum kepada Graham.
"Apa hadiah yang kamu mau." Balas Graham.
"Hadiah yang aku mau. Adalah kamu menikahiku." Elizabeth tersenyum dan memeluk Graham.
"Jika kamu menerobos demi god. Aku akan menikahimu." Graham tersenyum.
"Ahhh. Aku baru saja menerobos tingkat saint. Mungkin butuh 10 tahun lebih bagiku untuk menerobos demi god." Kata Elizabeth.
"Kultivator tingkat saint bisa hidup sampai 40 ribu tahun. Jadi 10 tahun bukan waktu yang lama." Balas Graham.
Elizabeth terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Bisakah kamu berjanji bahwa saat aku menerobos demi god. Kamu akan menikahiku."
"Aku berjanji." Graham tersenyum. Mendendengar jawaban Graham. Elizabeth tersenyum kemudian mencium bibir Graham.
Keesokan harinya Graham melihat Elizabeth yang terbaring. "Elizabeth bangunlah. Atau aku akan pergi sendiri ke benua barat." Kata Graham turun dari kasur.
"Baik." Elizabeth bangun dan mengusap matanya.
Graham ayo kita mandi bersama. Sudah lama kita tidak mandi bersama." Elizabeth memeluk Graham.
"Baiklah." Kata Graham kemudian menggendong Elizabeth dan berjalan ke arah kamar mandi. Tidak lama setelah Graham dan Elizabeth masuk ke dalam kamar mandi. Suara erangan dan rintihan mulai terdengar.
Beberapa jam kemudian Graham dan Elizabeth keluar dari kamar. "Ibu, aku akan pergi." kata Elizabeth melihat ibunya.
"Baiklah." Kathrine mengangguk. "Graham tolong jaga putriku." Kathrine melihat Graham.
"Elizabeth bukan anak kecil. Dia bisa menjaga dirinya sendiri." Balas Graham.
Kathrine tersenyum kecut saat mendengar jawaban Graham.
"Baiklah, ayo pergi." Kata Graham berjalan ke luar istana.
"Baik." Elizabeth mengangguk dan mengikuti Graham.
Saat keluar dari istana Graham melihat elf perempuan berkulit coklat. "Ahhh. Bukankah kamu manusia mesum yang melihatku saat mandir." Elf perempuan berkulit coklat berteriak saat melihat Graham.
"Oohh. Kita bertemu lagi elf berdada kecil." Graham tersenyum.
__ADS_1
"Kamu." Wajah elf perempuan menjadi merah saat Graham mengatakan dadanya kecil.
"Siapa dia Graham." Elizabeth melihat elf perempuan berkulit coklat.
Elf perempuan berkulit coklat terkejut saat mendengar Elizabeth mengatakan nama Graham. Elf perempuan berkulit coklat tahu bahwa Graham adalah kekasih Elizabeth.
"Saat kembali ke dunia ini. Aku tidak sengaja bertemu dengannya di sebuah danau." Kata Graham.
"Jadi begitu." Elizabeth mengangguk. Elizabeth tahu bahwa Graham tidak berbohong. "Siapa namamu." Elizabeth melihat elf permepuan berkulit coklat.
"Nama saya Lyra tuan putri." Kata perempuan berkulit coklat.
"Lyra apa kamu tertarik menjadi pelayan pribadiku." Elizabeth melihat perempuan berkulit coklat.
"Ahhh." Elf perempuan berkulit coklat terkejut dengan yang dikatakan Elizabeth.
"Suatu kehormatan bisa menjadi pelayan Elizabeth." Lyra menjawab dengan hormat. Lyra tahu bahwa Elizabeth telah mencapai tingkat saint.
"Lyra apa kamu punya keluarga." Elizabeth melihat Lyra.
"Tidak tuan putri." Lyra menggeleng.
"Jika begitu ikutlah denganku meninggalkan benua timur." Kata Elizabeth.
Lyra terkejut saat Elizabeth mengajak dirinya meninggalkan benua timur. "Baik tuan putri. Saya akan ikut dengan anda meninggalkan benua timur." Balas Lyra.
"Dia hanya tingkat Master. Jika kamu mengajaknya ke benua barat. Dia hanya akan memperlambat kita." Kata Graham.
"Graham bisakah kamu membawanya." Elizabeth tersenyum kepada Graham.
"Baiklah, ayo pergi." Graham memeluk Lyra kemudian terbang di langit.
"Baik." Elizabeth mengangguk kemudian terbang di langit mengikuti Graham.
"Tuan Graham bisakah anda tidak meremas dada saya." Kata Lyra dengan wajah merah.
"Oohh. Apa kamu memiliki dada." Balas Graham. Lyra tersenyum kecut saat mendengar kata Graham.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham sedang terbang di langit dengan memeluk Lyra. "Tuan Graham. Apa anda tidak lelah." Kata Lyra melihat Graham yang memeluknya.
"Mungkin kamu tidak tahu. Aku pernah terbang di luar angkasa selama 2 tahun tanpa istirahat." Kata Graham.
"Ahhh." Lyra terkejut dengan jawaban Graham. Lyra tahu bahwa Graham tidak berbohong saat mengatakan terbang selama 2 tahun tanpa istirahat.
Melihat matahari mulai terbenam, Graham melayang turun dari langit dan mendarat di tepi sungai. "Kita akan istirahat disini." kata Graham melihat Elizabeth yang melayang turun dari langit.
"Baik." Elizabeth mengangguk.
"Lyra tangkaplah hewan untuk kita makan." Graham melihat Lyra.
"Ahh. Baik tuan." Lyra mengangguk.
Tidak lama kemudian Lyra kembali dengan membawa 3 tupai. "Apa kamu pernah makan daging." Graham melihat Lyra.
"Tidak tuan. Saya belum pernah makan daging sama sekali." Lyra menggeleng.
__ADS_1
"Jika begitu, hari ini kamu akan makan daging." Kata Graham memotong tubuh tupai.
"Ahhh." Lyra terkejut dengan kata Graham.
Tidak lama kemudian Graham melihat tupai yang dia bakar telah matang. "Makanlah." Kata Graham memberikan daging tupai kepada Lyra.
Lyra mengangguk kemudian mengigit daging. "Enak." Kata Lyra kemudian memakan daging tupai dengan lahap.
"Elizabeth kamu makanlah juga." Graham melihat Elizabeth.
"Baik." Elizabeth mengangguk dan mengigit daging tupai.
Beberapa menit kemudian Graham, Elizabeth dan Lyra telah selesai makan. "Perutku sangat penuh." Kata Lyra mengusap perutnya.
"Lyra pil spirit level berapa yang telah kamu konsumsi akhir-akhir ini." Graham melihat Lyra.
"Saya telah mengkonsumsi pil spirit level 1 sampai 4." Balas Lyra.
"Jika begitu konsumsi dua pil ini." kata Graham memberikan pil spirit level 5 dan 6 kepada Graham.
"Tuan Graham apa anda serius memberikan saya pil spirit level 5 dan 6." Lyra terkejut.
"Aku serius. Cepat konsumsi dua pil spirit itu." Kata Graham.
"Baik." Lyra mengangguk kemudian menelan pil spirit level 5. Merasakan energi di dalam pil spirit. Lyra duduk di tanah dan mulai berkultivasi.
"Aku tidak menyangka kamu begitu baik padanya." Elizabeth tersenyum kepada Graham.
"Dia terlalu lemah untuk mengikuti kita. Jadi aku memberikan pil spirit agar dia bertambah kuat." Balas Graham.
"Aku tahu." Elizabeth tersenyum dan bersandar di bahu Graham. Graham dan Elizabeth saling melihat kemudian mulai berciuman.
2 Jam kemudian Graham melihat Lyra yang melayang di udara. "Singg!!." Graham melihat sinar matahari yang menyinari tubuh Lyra. Sinar matahari mulai redup dan Lyra melayang turun dari udara.
"Selamat karena telah menerobos tingkat Grand Master." Kata Elizabeth melihat Lyra.
"Tanpa bantuan tuan Graham yang memberi saya pil spirit level 5 dan 6. Lyra saat ini tidak akan menerobos tingkat Grand Master." Balas Lyra tersenyum.
"Lyra berapa usiamu saat ini." Tanya Graham. meski Graham bisa melihat status Lyra.
"Usia saya saat ini 20 tahun." Balas Lyra.
"Aku pikir usiamu 15 tahun. Karena dadamu sangat datar." Kata Graham. Lyra tersenyum kecut saat mendengar kata Graham.
"Jangan bersedih Lyra. Graham hanya bercanda." Elizabeth tersenyum.
"Saya tahu tuan putri." Lyra tersenyum.
Graham membuka tabel penyimpanan dan mengambil 1 tenda. "Elizabeth ayo masuk ke dalam tenda." Kata Graham melihat Elizabeth.
"Baik." Eliabeth mengangguk dan masuk ke dalam tenda.
"Apa kamu ingin tidur di dalam tenda juga. Tenda ini cukup untuk 5 orang." Graham melihat Lyra.
"Tidak tuan. Lyra akan tidur di luar." Lyra tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah. Jika kamu ingin tidur di luar." Kata Graham masuk ke dalam tenda. Tidak lama setelah Graham masuk ke dalam tenda. Suara erangan dan rintihan mulai terdengar. Wajah Lyra memerah saat mendengar suara erangan dan rintihan.