
"Kamu ingin makan apa." Tanya Graham.
"Hunter Graham, aku ingin makan-makanan jepang." Balas Silvy.
Graham memegang bahu Silvy kemudian berkata. "Teleport." "Wuusshh." Graham dan Silvy kemudian menghilang.
Honsu, Japan. Graham dan Silvy muncul di tepi jalan. "Hunter Graham, apa kita berada di japan." Tanya Silvy melihat bunga sakura dan orang-orang yang memakai kimono.
"Benar, saat ini kita berada di pulau Honsu, Japan." Balas Graham.
"Ayo kita cari tempat makan." Kata Graham menggandeng tangan Silvy.
"Baik." Silvy tersipu malu dan mengangguk.
Tidak lama kemudian Graham dan Silvy masuk ke dalam restoran. "Kami pesan 2 Porsi Sushi, 2 porsi Sashimi, 2 porsi ramen dan 2 teh sakura." Kata Graham.
"Baik, silakan tunggu pesanan." Kata pelayan restoran berjalan ke arah dapur.
"Hunter Graham, karena kita berada di jepang. Ayo kita ke tempat pemandian air panas setelah kita selesai makan." Kata Silvy.
"Baik, setelah selesai makan ayo kita ke tempat pemandian air panas." Graham mengangguk.
Tidak lama kemudian Graham melihat pesanannya datang. "Ayo kita makan." Kata Graham melihat Silvy.
"Baik." Silvy mengangguk.
"Apa ini pertama kali kamu memakai sumpit." Tanya Graham melihat Silvy yang kesulitan memegang sumpit.
"Tidak, sebelumnya aku pernah makan menggunakan sumpit." Silvy tersipu malu.
"Aku akan menyuapimu." Kata Graham melihat Silvy yang kesulitan menyumpit makanan. Silvy tersipu malu mendengar Graham akan menyuapi dirinya.
"Buka mulutmu." Kata Graham melihat Silvy.
"Aaahh." Silvy kemudian membuka mulutnya. Graham kemudian menyuapi Silvy. Silvy tersipu malu Graham menyuapi dirinya.
"Bagaimana rasanya." Tanya Graham.
"Enak." Balas Silvy.
"Buka mulutmu." Kata Graham melihat Silvy. "Aahh." Silvy kemudian membuka mulutnya lagi. Graham kemudian mulai menyuapi Silvy.
Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Graham dan Silvy telah selesai makan. "Jarak pemandian air panas dari sini cukup jauh. Jadi kita akan teleport saja." Kata Graham melihat Silvy.
"Baik." Silvy mengangguk.
Graham menepuk bahu Silvy dan berkata. "Teleport." "Wuusshh." Graham dan Silvy kemudian menghilang.
"Wuusshh." Graham dan Silvy muncul di depan pemandian air panas. "Ayo masuk." Kata Graham masuk ke dalam pemandian air panas.
"Baik." Silvy mengangguk kemudian masuk ke dalam pemandian air panas.
"Selamat datang." Seorang wanita berpakaian kimono menyambut Graham dan Silvy.
"Aktifkan skill Control Time." Kata Graham kemudian memperlambat waktu.
__ADS_1
"Aktifkan skill Memory Manipulation." Kata Graham memegang kepala wanita. "Wuusshh." Graham kemudian mengetahui semua ingatan wanita.
"Aku akan merubah ingatanmu. Aku adalah pemilik tempat pemandian air panas ini." kata Graham merubah ingatan wanita. "Clacck." Graham menjentikan jarinya kemudian waktu berjalan normal kembali.
"Usir semua orang yang berada di pemandian air panas hari ini." Kata Graham melihat wanita.
"Baik bos." Wanita mengangguk.
"Hunter Graham, apa kamu pemilik pemandian air panas ini." Silvy terkejut mendengar wanita memanggil Graham bos.
"Benar, aku pemilik pemandian air panas ini." Graham mengangguk.
Graham kemudian melihat beberapa orang keluar dari pemandian air panas dengan wajah kesal. "Bos, silakan ikuti saya." Kata wanita melihat Graham. Graham dan Silvy kemudian mengikuti wanita.
"Nona, silakan pakai ini." Wanita memberikan pakaian renang kepada Silvy. Silvy tersipu malu saat melihat pakaian renang yang di berikan wanita.
"Dimana ruang ganti pakaian." Tanya Silvy.
"Ikuti saya." Kata wanita. Silvy kemudian mengikuti wanita.
Tidak lama kemudian Silvy kembali dengan memakai pakaian renang. "Ayo kita mandi." Kata Graham memegang tangan Silvy.
"Baik." Silvy tersipu malu. Graham dan Silvy kemudian berendam di air panas.
"Hunter Graham, apa kamu masih bersama wanita itu." Kata Silvy melihat Graham.
"Maksudmu Violet." Tanya Graham.
"Benar." Silvy mengangguk.
"Benarkah." Silvy terkejut mendengar jawaban Graham.
"Benar." Graham mengangguk.
"Hunter Graham, apa kamu tertarik dengan perempuan yang jauh lebih muda darimu." Tanya Silvy dengan malu.
Graham tersenyum dan berkata. "Jika perempuan itu kamu. Aku sangat tertarik kepadamu." Silvy tersenyum bahagia saat mendengar jawaban Graham.
Graham dan Silvy saling menatap kemudian mulai berciuman. "Bibirmu sangat manis." Kata Graham memegang bibir Silvy. Silvy tersipu malu saat mendengar kata Graham.
Graham mencium bibir Silvy kemudian meremas pantatnya. "Eeemm." Silvy mengerang saat Graham meremas pantatnya.
"Ayo kita pergi ke kamar." Kata Graham mengelus bibir Silvy. "Emm." Silvy mengangguk dengan malu.
Graham dan Silvy kemudian berjalan ke arah kamar. Graham menutup pintu kamar kemudian membaringkan Silvy ke ranjang. "Ahhhh."
Graham melepas pakaian Silvy kemudian menghisap dada mungilnya. "Emmm." Silvy mengerang.
Setelah puas menghisap dada Silvy, Graham kemudian menjilati pussy Silvy. "Hunter Graham itu kotor, Ahhhh." Silvy mendesah.
Setelah puas menjilati pussy Silvy. Graham kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Silvy. "Ahhh, Sakit." Silvy berteriak dan meneteskan air mata.
"Makan ini." kata Graham memasukan pil pemulihan ke mulut Silvy.
"Gleekk." Silvy menelan pil yang di berikan Graham kepadanya. Setelah menelan pil pemulihan Silvy merasakan pussynya tidak sakit lagi.
__ADS_1
Melihat Silvy yang sudah tidak kesakitan lagi, Graham kemudian menusuk pussy Silvy dengan keras. "Ahhh." Silvy mendesah dan memeluk Graham dengan erat.
1 Jam kemudian Graham dan Silvy sedang berciuman di ranjang. "Hunter Graham, apa sekarang kita menjadi sepasang kekasih." Tanya Silvy menatap Graham.
"Jika kita melakukan sekali lagi. Kita akan menjadi sepesang kekasih." Balas Graham meremas pantat Silvy.
"Baiklah, ayo kita lakukan sekali lagi." Kata Silvy tersipu malu.
Beberapa jam kemudian Graham dan Silvy masih berhubungan badan. "Aku keluar." Kata Graham mengeluarkan spermnya ke dalam pussy Silvy. "Ahhh." Badan Silvy gemetar.
"Graham, kamu berulang kali keluar di dalamku. Bagaimana jika aku hamil." Kata Silvy terengah-engah.
"Aku akan bertanggung jawab. Jika kamu hamil." Balas Graham. Silvy tersenyum saat mendengar jawaban Graham.
Keesokan harinya. New York, Amerika Serikat. "Aku pergi." Kata Graham melihat Silvy. "Baik." Silvy tersenyum.
"Wusshh." Graham kemudian menghilang. Melihat Graham yang menghilang Silvy kemudian masuk ke dalam tempat tinggalnya.
19 Hari kemudian. Wengen, Swiss. Graham melihat smartphonenya berbunyi. "Asosiasi Hunter Swiss." Kata Graham melihat nama penelpon.
"Ada apa." Kata Graham menjawab panggilan.
"Hunter Graham, lawan anda telah di umumkan. Anda besok akan melawan Ali Kan Hunter dari negara India." Kata penelpon.
"Terimakasih sudah memberitahuku. Tapi aku tidak peduli dengan hunter yang akan aku lawan. Aku akan mengalahkan semua hunter yang aku lawan dengan satu serangan." Jawab Graham kemudian menutup panggilan.
Graham duduk di ruang tamu kemudian menghidupkan televisi. "Hunter Ali Khan. Bagaimana perasaan anda saat mengetahui lawan anda besok adalah Hunter Graham. Hunter yang di sebut sebagai hunter terkuat di dunia dan hunter terburuk di dunia." Tanya Reporter.
"Perasaanku bisa saja. Aku percaya diri tidak akan kalah olehnya." Balas pria berkulit coklat.
"Manusia itu sangat bodoh. Dia tidak menyadari perbedaan kekuatannya denganmu." Kata Violet.
"Orang India dari dulu memang bodoh." Balas Graham.
2 Hari kemudian, Hari Kompetisi Hunter Rangking S. "Halo Semuanya Pertadingan pertama hari ini adalah Hunter Ali Khan yang berasal dari India melawan Hunter Graham yang di juluki hunter terkuat di dunia. Aku benar-benar merasa terhormat menjadi komentator pertadingan yang panas hari ini." Kata komentator pria berjaz hitam.
"Apa kita perlu menjelaskan lebih banyak tentang Hunter Ali Khan. Dia merupakan Hunter rangking S yang telah menyelesaikan 10 Dungeon rangking A dan 20 dungeon rangking B. Dan Hunter yang melawannya adalah Hunter Graham. Hunter yang menyelesaikan banyak dungeon rangking S seorang diri." Kata Komentator wanita berjaz hitam.
"Untuk kedua Hunter di harapkan segera memasuki arena pertadingan." Kata komentator pria berjaz hitam.
Graham kemudian berjalan ke arah arena pertadingan seluas 25x25 meter.
"Hunter Ali kalahkan dia." Teriak Penonton laki-laki.
"Hunter Graham, aku sangat menyukaimu." Teriak penonton perempuan.
"Hunter Graham, jika aku mengalahkanmu. Aku akan menjadi hunter terkuat di dunia." Kata pria berkulit coklat melihat Graham.
"Tiga, Dua, Satu, Mulai." Teriak Komentator pria.
"Wuusshh." Graham muncul di depan pria berkulit coklat kemudian menjentik kepalanya. "Booomm!!" Kepala pria berkulit coklat meledak setelah terkena jentikan jari Graham.
Seketika seluruh stadion menjadi sepi ketika kepala Ali Khan meledak setelah terkena jentikan jari Graham.
"Waaahhhhh." "Aku tidak percaya dengan yang aku lihat. Hunter Graham baru saja membunuh Hunter Ali Khan dengan satu jentikan jari." Teriak komentator perempuan
__ADS_1