Villain System

Villain System
110. Melatih Amori


__ADS_3

Graham menghilangkan auranya saat melihat pria paruh baya dan wanita berambut pirang yang kesulitan bernapas. "Senior tolong maafkan saya. Saya tidak tahu bahwa anda adalah penyihir 10 star." Pria paruh baya meminta maaf.


"Baiklah, aku memaafkanmu." Balas Graham.


"Katakan mengapa kamu mengundangku kesini." Graham melihat wanita berambut pirang.


"Saya ingin mengenalkan senior kepada ayahku. Dan meminta bantuan senior untuk berperang melawan kerajaan Barren." Kata wanita berambut pirang.


"Apa kamu tidak takut. Bahwa aku berasal dari kerajaan Barren." Graham melihat wanita berambut pirang.


"Kerajaan Barren hanya memiliki penyihir 9 star dan tidak memiliki penyihir 10 star yang menguasai 2 elemen." Balas wanita berambut pirang.


"Apa kamu berpikir bahwa aku hanya menguasai 2 elemen." Kata Graham menciptakan bola api, air dan angin.


"3 elemen." Pria paruh baya dan wanita berambut pirang terkejut melihat bola api, air dan angin yang diciptakan Graham.


"Senior, jika boleh tahu anda berasal dari negara mana." Tanya pria paruh baya.


"Indonesia." Balas Graham mengingat kenangannya saat berada di bumi.


"Indonesia." Pria paruh baya dan wanita berambut pirang terkejut dengan jawaban Graham. Mereka berdua tidak pernah mendengar negara bernama Indonesia.


"Siapa penyihir terkuat di negara ini." Graham melihat pria paruh baya dan wanita berambut pirang.


"Saya penyihir terkuat di negara ini senior." Balas pria paruh baya.


"Aktifkan skill observasi. Munculkan status pria." Gumam Graham kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Baron


Usia : 55 tahun


Tingkat : Penyihir 9 Star


Ras : Manusia


Strength : 90


Agility : 90


Vitalitas : 90


Stamina : 80/90


Mana : 89.000/90.000


Informasi : Penguasa Kerajaan Moniyan


"Dia memiliki mana 90.000 poin selevel tingkat Saint. Namun Strenght, Agility, Vitalitas dan Stamina hanya 90 poin selevel tingkat Beginner." Gumam Graham melihat status pria paruh baya.


"Misi harian menjadi penguasa Kerajaan Moniyan. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Aku tidak tertarik menjadi penguasa di kerajaan ini." Gumam Graham di pikirannya.

__ADS_1


"Baron." Graham melihat pria paruh baya.


"Iya senior." Balas pria paruh baya.


"Saat ini aku kekurangan uang." Graham melihat pria paruh baya.


Mendengar kata Graham pria paruh baya memberikan sebuah kantong kepada Graham.


"Oohh. Di dunia ini tidak ada cincin ruang melainkan kantong ruang." Gumam Graham melihat 10.000 coin emas di dalam kantong ruang.


"Senior apa coin emas yang saya berikan terlalu sedikit." Tanya pria paruh baya.


"Tidak, ini sudah cukup untuk biaya hidup selama 1 tahun." Kata Graham menaruh kantong ruang ke saku celananya.


"Karena kamu sudah memberiku 10.000 coin emas. Aku akan terlihat buruk jika tidak memberimu sesuatu." Kata Graham kemudian memberikan 1 pil spirit level 1 kepada pria paruh baya dan wanita berambut pirang.


"Senior pil apa ini." Pria paruh baya melihat pil putih di tangannya.


"Makanlah, pil itu dapat meningkatkan kekuatan dan manamu." Balas Graham. Mendengar kata Graham pria paruh baya menelan pil spirit. Merasakan energi di dalam pil. Pria paruh baya duduk di lantai dan memejamkan matanya.


"Kamu makanlah pil itu juga." Graham melihat wanita berambut pirang.


"Baik senior." Wanita berambut pirang mengangguk dan menelan pil spirit. Merasakan energi di dalam pil. Wanita berambut pirang duduk di samping pria paruh baya dan memejamkan matanya.


1 Jam kemudian Graham melihat pria paruh baya dan wanita berambut pirang selesai menyerap energi di dalam pil spirit.


"Terimakasih senior. Anda telah memberi kami pil yang luar biasa." Pria paruh baya dan wanita berambut pirang berterimakasih kepada Graham.


"Ahhh. Senior cairan hitam apa ini." Wanita berambut pirang melihat cairan hitam di tubuhnya.


"Di buku yang saya baca. Kotoran di dalam tubuh akan keluar jika penyihir menerobos 10 star." Kata pria paruh baya.


"Amori ayo pergi." Kata Graham berjalan ke arah pintu.


"Senior tunggu. Kami belum menjamu anda." Kata pria paruh baya.


"Tidak perlu. Kami berdua sudah makan sebelum kemari." Kata Graham keluar ruangan di ikuti Amori.


"Bella. Antar senior pergi." Pria paruh baya melihat wanita berambut pirang.


"Baik yah." Wanita berambut pirang membersihkan kotoran di tubuhnya dengan sihir air. Kemudian mengejar Graham.


"Senior, jika anda memiliki waktu luang. Datanglah ke istana. Kami selalu menyambut anda." Wanita berambut pirang tersenyum kepada Graham.


"Baiklah." Balas Graham. Graham memeluk Amori kemudian terbang ke langit.


Beberapa menit kemudian Graham telah meninggalkan kota, dan melayang turun ke arah air terjun. "Amori makanlah ini." kata Graham memberikan pil spirit level 2 kepada Amori.


"Baik tuan." Amori mengangguk dan menelan pil. Merasakan energi di dalam pil. Amori duduk dan memejamkan matanya.


Melihat Amori yang sedang menyerap energi di dalam pil. Graham duduk di tanah dan mulai berkultivasi.


1 Jam kemudian Graham melihat Amori selesai menyerap energi di dalam pil. "Setiap mengkonsumsi pil spirit yang tuan berikan. Amori merasa semakin kuat." Kata Amori.

__ADS_1


"Amori tinju pohon itu." Graham menunjuk sebuah pohon.


"Baik tuan." Amori mengangguk dan meninju sebuah pohon. "Booomm." "Kraakk." Pohon tumbang setelah terkena pukulan Amori.


"Ahhh." Amori terkejut melihat dirinya menumbangkan pohon besar dengan sekali pukul.


"Dalam kultivasi ada 9 tingkat. Tingkat terlemah yaitu Beginner atau setara manusia biasa. Tingkat kedua yaitu Intermediate. Setelah menerobos tingkat Intermediate kotoran di tubuhmu akan keluar. Dan tingkat ketiga yaitu Advanced. Saat ini kamu mencapai tingkat Advanced." Graham melihat Amori.


"Ahhh." Amori terkejut mendengar penjelasan Graham.


"Dengan kekuatanmu saat ini. Kamu bisa mengalahkan 1 goblin dengan mudah." Kata Graham. Amori tersenyum saat mendengar dirinya bisa mengalahkan goblin.


"Baiklah, sekarang waktunya kita mencari goblin." Graham memeluk Amori kemudian terbang di langit.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham sedang terbang di langit dengan memeluk Amori. "Akhirnya kita menemukan goblin juga." Kata Graham melayang turun ke sebuah desa.


"Ada penyihir manusia." Salah satu goblin berteriak melihat Graham yang turun dari langit. "Buukk." Graham muncul di belakang goblin dan menepuk lehernya. "Uuuhh." Goblin jatuh pingsan.


Graham mengangkat tangannya kemudian mencipatakan bola api raksasa. "Matilah." Graham melemparkan bola api raksasa ke arah desa. "Booomm!!." Bola api meledak dan menghancurkan desa.


"Ayo pergi dari sini." Graham menyeret goblin yang pingsan dan berjalan menjauh dari desa yang hancur.


"Baik." Amori mengangguk dan mengikuti Graham.


Tidak lama kemudian Graham berhenti berjalan dan memberi goblin pil pemulihan. "Uuuhh." Goblin tersadar setelah mengkonsumsi pil pemulihan.


"Manusia." Goblin berteriak saat melihat Graham.


"Wuuusshh." Graham menciptakan api di tangannya dan berkata. "Apa kamu ingin hidup."


"Saya ingin hidup." Jawab Goblin ketakutan.


"Jika kamu bisa mengalahkannya. Aku akan membiarkanmu hidup." Graham melihat Amori.


"Apa kamu serius." Goblin terkejut dengan kata Graham.


Graham mengabaikan goblin dan berkata. "Amori kalahkan goblin ini. Dia lebih lemah darimu."


"Baik tuan." Amori mengangguk.


"Baiklah, kalian bisa bertarung." Kata Graham melihat Amori dan Goblin.


Mendengar kata Graham, Amori berlari ke arah goblin. "Sial, mengapa perempuan ini sangat cepat." Goblin terkejut dengan kecepatan Amori.


Amori meninju wajah goblin. "Buuukk." Goblin terlempar sejauh 10 meter dan menghantam pohon. "Buukk." "Uuhhh." Goblin muntah darah kemudian pingsan.


"Tuan, Amori berhasil mengalahkan goblin." Amori tersenyum bahagia melihat dirinya dapat mengalahkan goblin dengan sekali pukul.


"Tuan, karena Amori berhasil mengalahkan goblin. Tuan harus memberi saya hadiah." Amori tersenyum.


"Hadiah apa yang kamu inginkan." Tanya Graham.


"Saat berhubungan badan, Amori ingin tuan keluar di dalam milik Amori." Kata Amori tersipu malu.

__ADS_1


"Jika aku mengeluarkan di dalam. Kamu akan hamil." Balas Graham.


"Justru Amori ingin hamil anak tuan." Amori berkata dengan wajah merah.


__ADS_2