Villain System

Villain System
64. Menjadikan Elizabeth Budak


__ADS_3

"Aku memiliki nama. Jadi panggil aku Graham." Balas Graham.


"Graham kamu berbohong." Kata elf berambut pirang.


"Berbohong adalah sifat alami manusia." Balas Graham.


"Benar, mengapa ras elf tidak suka dengan manusia." Graham melihat elf berambut pirang.


"Manusia selalu menculik perempuan ras elf dan menjual mereka menjadi budak. Itulah yang menyebabkan ras elf membenci manusia." Kata elf berambut pirang mencengkram tinjunya.


"Jadi begitu." Graham mengangguk.


"Elizabeth apa kamu tertarik menjadi budakku." Graham melihat elf berambut pirang.


"Apa yang kamu katakan." Elf berambut pirang menatap Graham.


"Crashh." Graham melukai jarinya kemudian memukul perut elf berambut pirang.


"Uuhh." "Manusia mengapa kamu memukulku." Teriak elf berambut pirang.


Graham meneteskan darah di dahi elf berambut pirang kemudian berkata. "Aktifkan skill kontrak budak." "Singg!!." Darah di dahi elf berambut pirng bersinar.


"Dengan begini kamu sekarang menjadi budakku." Graham tersenyum.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Roti keras muncul di depan Graham.


"Manusia aku akan menghajarmu." Teriak elf berambut pirang.


"Aaahh." Elf berambut pirang tiba-tiba berteriak kesakitan.


"Manusia apa yang kamu lakukan padaku." Elf berambut pirang meneteskan air matanya.


"Aku menjadikanmu budakku." Graham tersenyum dan memakan roti keras.


"Manusia cepat lepaskan aku." Teriak elf berambut pirang.


"Aaahhh." Elf berambut pirang menjerit kesakitan.


"Tidak." Graham tersenyum.


"Aku akan membunuhmu." Kata elf berambut pirang.


"Aaahhh." Elf berambut pirang berteriak kesakitan.


"Aku ingin lihat sampai berapa lama kamu bisa bertahan dari rasa sakit." Graham tersenyum.


Mendengar kata Graham elf berambut pirang menggertakan giginya. "Graham tolong lepaskan aku." Elf berambut pirang memohon. Elf berambut pirang terkejut melihat dirinya tidak lagi kesakitan.


"Aku tidak mau." Balas Graham.


"Elizabeth buka bajumu." Kata Graham melihat elf berambut pirang.


"Baik." Elf berambut pirang mengangguk kemudian melepas pakaiannya.


"Kamu memiliki dada yang besar serta tubuh yang bagus." Graham melihat dada bulat Elizabeth dan kulitnya yang putih bersih.


"Mengapa aku menuruti perintahmu." Elf berambut pirang menatap Graham.


"Saat ini kamu adalah budakku. Jadi wajar jika kamu menuruti perintahku." Graham tersenyum.


Elf berambut pirang mengigit bibirnya saat mendengar kata Graham.


"Cium aku." kata Graham melihat Elizabeth.


"Baik." Elizabeth mengangguk kemudian mencium bibir Graham.


"Aaaahhh." Elizabeth berteriak kesakitan saat hendak mengigit lidah Graham.

__ADS_1


"Apa kamu mencoba mengigit lidahku." Kata Graham melihat Elizabeth yang meneteskan air mata.


"Benar, saya mencoba mengigit lidah anda." Elizabeth mengangguk.


"Sepertinya aku harus memberimu pelajaran." Kata Graham membuka tabel shop dan menekan gambar senjata.


Graham melihat semua senjata di level 5 telah terbuka. Graham kemudian mengambil cambuk level 5 yang memiliki damage +5.000. Sebuah cambuk bewarna hitam muncul di depan Graham.


"Apa yang mau kamu lakukan." Kata Elizabeth melihat Graham.


"Aku akan memberimu sedikit pelajaran." Graham tersenyum kemudian mencambuk pantat Elizabeth.


"Plasshh." "Aaahh" Elizabeth berteriak.


"Plassshh." Graham mencambuk pantat Elizabeth sekali lagi.


"Aaahh." Elizabeth berteriak.


"Graham aku akan membunuhmu." Elizabeth menangis.


"Aaahh." Elizabeth kemudian berteriak kesakitan.


"Apa kamu masih ingin membunuhku." Kata Graham mencambuk pantat Elizabeth.


"Plasshh." "Aaahh." Elizabeth berteriak.


"Tidak. Aku tidak akan membunuhmu." Elizabeth menggeleng.


"Cium aku." kata Graham melihat Elizabeth.


"Baik." Elizabeth mengangguk dan mencium bibir Graham. Graham dan Elizabeth mulai bericuman.


"Bagus, kamu tidak mencoba mengigit lidahku." Kata Graham melihat Elizabeth.


"Aku sudah menuruti perintahmu. Bisakah kamu melepaskanku." Elizabeth tersenyum.


"Berbaring di tanah dan lebarkan kakimu." Kata Graham.


"Baik." Elizabeth mengangguk kemudian berbaring di tanah.


Melihat Elizabeth yang berbaring di tanah Graham membuka celananya. "Graham apa yang akan kamu lakukan." Kata Elizabeth dengan panik.


"Tentu saja berhubungan badan denganmu." Graham tersenyum kemudian menusuk pussy Elizabeth.


"Aaahhh." Elizabeth berteriak.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi bulanan. Anda mendapatkan 30 poin dan berbagai macam roti.


"Karena anda sedang berhubungan badan roti akan di simpan di tabel penyimpanan." Notifikasi muncul di depan Graham.


"Bagaimana rasanya berhubungan badan." Graham melihat Elizabeth.


Elizabeth mengigit bibirnya dan mendorong Graham. "Aaahh." Elizabeth berteriak kesakitan kemudian pingsan.


"Ehhh, dia pingsan." Graham melihat Elizabeth.


"Sepertinya dia tidak kuat menahan rasa sakit di kepalanya dan berakhir pingsan." Gumam Graham.


Graham mengambil pil pemulihan level 1 dari tabel penyimpanan dan memasukan ke dalam mulut Elizabeth.


"Uuuhh." Elizabeth tersadar dan memegangi kepalanya memegangi kepalanya.


"Jika kamu melawanku. Kamu akan pingsan lagi." kata Graham melihat Elizabeth.


Mendengar kata Graham Elizabeth mengigit bibirnya. "Graham kamu sudah mengambil kesucianku. Jadi lepaskan aku."


"Jika kamu memuaskanku. Aku akan melepaskanmu." Balas Graham.

__ADS_1


"Kamu berbohong." Balas Elizabeth. Elizabeth tahu bahwa Graham membohonginya.


"Aku lupa ras elf bisa mendeteksi kebohongan." Kata Graham.


"Baiklah, lebarkan kakimu." Kata Graham.


"Baik." Elizabeth mengangguk dan melebarkan kakinya sekali lagi.


"Aaahh." Elizabeth berteriak saat Graham menusuk pussynya. Melihat Elizabeth tidak mendorongnya, Graham mencium bibir Elizabeth.


"Eeemm." Elizabeth menerima ciuman Graham.


"Bagus, aku suka wanita yang penurut." Graham tersenyum dan mencium bibir Elizabeth.


"Eeemm." Elizabeth memejamkan matanya.


3 Jam telah berlalu, saat ini Graham melihat Elizabeth yang berbaring di tanah dengan telanjang. "Karena sudah lama tidak berhubungan badan. Aku melakukan hubungan badan tanpa henti selama 3 jam." Gumam Graham.


"Apa kamu membenciku." Kata Graham melihat Elizabeth.


"Mengapa masih bertanya. Tentu saja aku membencimu. Terlebih lagi kamu seperti binatang buas saat berhubungan badan." Elizabeth menatap Graham.


"Konsumsilah semua pil spirit ini satu persatu." Kata Graham memberikan 1 pil spirit level 1, 1 pil spirit level 2, 1 pil spirit level 3 dan 1 pil spirit level 4 kepada Elizabeth.


"Baik." Elizabeth mengangguk kemudian menelan pil spirit level 1. Setelah menelan pil spirit level 1. Elizabeth kemudian menelan pil spirit level 2, 3 dan 4.


"Sepertinya kamu sudah mengkonsumsi pil spirit level 1, 2, 3, dan 4." Kata Graham melihat Elizabeth.


"Benar, 1 bulan lalu aku sudah mengkonsumsi pil spirit level 1, 2, 3, dan 4. Jadi pil spirit level 1, 2 , 3 dan 4 tidak akan memberiku manfaaat selama 11 bulan kedepan." Balas Elizabeth.


"Jika begitu konsumsilah pil spirit ini." kata Graham memberikan pil spirit level 5.


"Baik." Elizabeth mengangguk dan menelan pil spirit level 5.


"Aku juga sudah mengkonsumsi pil spirit level 5 1 bulan lalu." kata Elizabeth.


"Aku lupa kamu anak dari ratu elf." Kata Graham melihat Elizabeth.


Graham terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Munculkan tabel shop."


Melihat tabel shop muncul di depannya Graham menekan gambar pil. Graham melihat semua pil di level 6 telah terbuka.


"Pil spirit level 6. Efek memakannya dapat meningkatkan Strength, Agility, Vitalitas, Stamina dan Ki sebesar 600 poin. Hanya bisa di konsumsi 1 tahun sekali. Mengkonsumsi 2 kali dalam satu tahun tidak akan memberikan efek apapun. Stock pil : 1.


Graham mengambil pil spirit level 6. Kemudian sebuah pil muncul di depan Graham.


"Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Graham


Usia : 16 tahun


Tingkat : Raja


Ras : Manusia


Strength : 9.400


Agility : 9.400


Vitalitas : 9.400


Stamina : 6.300/9.400


Ki : 9.100/9.400


Poin : 40

__ADS_1


__ADS_2