
"Skill Special Observation. Sebuah kemampuan yang membuat penggunanya dapat melihat semua informasi mahluk hidup. Pelajari/Tidak."
"Pelajari." Graham menekan notifikasi. Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepala Graham.
"Sekarang aku bisa melihat semua informasi seluruh mahluk hidup. Meski mahluk hidup itu lebih kuat dariku." Graham tersenyum. Graham terdiam beberapa detik kemudian melihat skil lainnya.
"Skill Special kontrak jiwa. Anda dapat menjadikan 100 mahluk hidup menjadi budak anda. Efek mahluk hidup yang menjadi budak anda. Akan melakukan semua yang anda perintahkan. Budak akan kesakitan saat melawan perintah anda. Peringatan : Skill kontrak jiwa hanya bisa dilakukan kepada mahluk hidup yang jauh lebih lemah dari anda. Pelajari/Tidak."
"Pelajari." Graham menekan notifikasi. Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepala Graham.
"Dengan begini aku bisa membuat demi god menjadi budakku." Graham tersenyum.
"Dan saat aku memiliki 1 pengikut demi god. Aku akan mendapatkan peta alam semesta." Graham tersenyum.
"Munculkan tabel skill." Kata Graham kemudian tabel skil muncul di depannya.
"Skill Special Observation. Skill Special Kontrak Jiwa. Skill Poison Level 9 dan Skill Transformasi Dark Dragon Level 9."
"Saat ini aku mempunyai 2 skill Special dan 2 Skill Level 9." Kata Graham melihat skill yang di milikinya.
"Graham." "Paman." Graham melihat Grace dan Gumiho terbang ke arahnya.
"Graham apa kamu mengalahkan mereka semua." Tanya Grace.
"Mengapa kamu bertanya. Tentu saja aku mengalahkan mereka semua." Balas Graham.
"Grace, Gumiho kalian pergilah ke benua barat. Aku akan pegi ke benua suci untuk menyelamatkan Eleanor." Kata Graham.
"Baik." Grace mengangguk dan terbang ke arah timur dengan memeluk Gumiho.
"Paman, kembalilah dengan selamat." Teriak Gumiho.
"Aku pasti akan kembali dengan selamat." Graham tersenyum.
"Chen Sang aku akan membunuhmu." Kata Graham dengan serius kemudian terbang ke arah barat dengan cepat.
3 Hari telah berlalu saat ini di benua Timur. "Dimana Elizabeth." Kata pria berambut merah melihat Kathrine yang tergeletak di tanah.
"Aku tidak akan memberitahu kalian keberadaan anakku." Balas Kathrine memegangi dadanya.
"Jika begitu kamu bisa mati." Kata pria berambut merah kemudian membakar Kathrine. "Ahhhh." Kathrine berteriak saat dirinya terbakar.
Sementara itu di benua barat. Elizabeth menjatuhkan sebuah gelas. "Centarr." "Aku tiba-tiba teringat dengan ibu." Kata Elizabeth.
"Flora, Elena katakan pada Graham aku kembali ke benua timur." Elizabeth melihat Flora, dan Elena.
"Baiklah, jika Graham kembali dari benua suci. kami akan mengatakan pada Graham, bahwa kamu kembali ke benua timur." Kata Flora.
__ADS_1
"Lyra, kamu tinggalah disini." Kata Elizabeth melihat Elf perempuan berkulit coklat. "Baik tuan putri." Lyra mengangguk.
Sementara itu. Graham sedang terbang di langit dan melewati sebuah kabut. "Buuusshh." Setelah melewati kabut Graham melihat sebuah pantai.
"System berapa persen peluangku menang jika bertarung dengan Low God." Tanya Graham.
"Peluang anda menang adalah 85%." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Sepertinya hari ini aku akan membunuh Low God." Graham tersenyum dan terbang ke arah utara.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham sedang melayang di atas sebuah kota. "Chen Sang keluarlah. Aku Graham ada disini untuk membunuhmu." Teriak Graham.
"Misi Harian kalahkan 80 demi god. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Misi Mingguan kalahkan Low God Chen Sang. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 20 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Wuusshh." "Wuusshh." Graham melihat 80 demi god mengelilingi dirinya. "Apa kamu yang membunuh Bai Long." Kata pria berambut putih dengan telinga hewan.
"Aku tidak tahu siapa Bai Long. Mungkin dia kultivator tingkat saint yang mati di tanganku." Balas Graham.
"Berengsek, hari ini aku akan membunuhmu." Teriak pria berambut putih melesat ke arah Graham.
Graham menghindari serangan pria berambut putih dan memukul wajahnya. "Booomm!!." Kepala pria berambut putih hancur setelah terkena pukulan Graham.
79 demi god terkejut melihat Graham membunuh pria berambut putih dengan satu pukulan. "Dia lebih kuat dari perkiraanku." Kata wanita berambut ungu dengan ekspresi serius.
"Bodoh. Mengapa kamu masih bertanya. Kami semua kembali ke planet azure untuk membunuhmu. Apa kamu pikir kami akan takut padamu. Setelah kamu membunuh demi god yang lemah." Kata pria berotot.
"Wuusshh." Graham muncul di depan pria berotot kemudian merobek tubuhnya menjadi dua. "Crasshhh." "Kamu juga lemah." Kata Graham melempar mayat pria berotot.
"Apa dia benar-benar demi god." Kata wanita berambut ungu dengan ekspresi serius.
"Kalian semua ingin bertarung sekaligus. Atau bertarung 1 lawan 1." kata Graham melihat 78 demi god.
"Sombong. Semuanya serang dia." Teriak salah satu pria.
"Wuusshh." Graham muncul di depan pria kemudian meninju wajahnya. "Booomm." Kepala pria hancur setelah terkena pukulan Graham.
"Mati." Teriak salah satu pria menembakan bola api raksasa ke arah Graham. "Booomm!!." Bola api meledak saat mengenai tubuh Graham.
Saat asap ledakan menghilang pria terkejut melihat Graham tidak memiliki luka sama sekali di tubuhnya.
"Seranganmu terlalu lemah." Kata Graham membuang pakaiannya yang hangus terbakar.
"Aktifkan skill transformasi black dragon." Kata Graham kemudian berubah menjadi manusia naga bewarna hitam.
"Kalian semua matilah." Kata Graham menembakan bola hitam bertubi-tubi ke arah 78 demi god. "Buusshh." "Buusshh."
__ADS_1
"Bahaya." Kata wanita berambut ungu kemudian membuat perisai yang terbuat dari elemen tanah. "Booomm!!!." "Booommm!!." "Booomm!!!." Bola hitam meledak saat mengenai 78 demi god.
Setelah asap ledakan menghilang Graham melihat wanita berambut ungu yang memiliki luka di seluruh tubuhnya. "Tidak buruk. Kamu berhasil selamat setelah menerima seranganku."
"Chen Sang. Apa kamu ingin terus bersembunyi." Teriak wanita berambut ungu.
"Aku tidak menyangka kamu bisa mengalahkan 79 demi god dengan mudah." Pria berambut hitam melayang di langit dengan membawa Eleanor.
"Graham." Eleanor berbicara dengan lemah.
"Lepaskan Eleanor." Kata Graham melihat pria berambut hitam.
"Bagaimana jika aku tidak mau melepaskannya." Pria berambut hitam tersenyum.
"Aku akan membunuhmu." Graham menatap pria berambut hitam.
"Apa kamu pikir aku takut dengan ancamanmu. Aku berbeda dengan 79 demi god yang kamu bunuh." Pria berambut hitam tersenyum kemudian menusuk dada Eleanor.
"Bajingan. Aku akan membunuhmu." Teriak Graham melesat ke arah pria berambut hitam.
"Booomm!!." Pria berambut hitam terdorong mundur 10 meter setelah menahan pukulan Graham.
"Bagaimana bisa aku terdorong mundur." Pria berambut hitam terkejut.
Graham memeluk Eleanor dan berkata. "Makan ini." Graham memberikan pil pemulihan level 9 kepada Eleanor.
Setelah mengkonsumsi pil pemulihan level 9 luka di dada Eleanor sembuh dengan cepat. "Graham, Fanny telah meninggal." Eleanor menatap Graham.
"Aku tahu." Balas Graham. "Kamu pergilah dari sini." Kata Graham melihat Eleanor.
"Baik." Eleanor mengangguk dan terbang menjauh dari Graham.
"Chen Sang apa kamu memiliki kata-kata terakhir." Kata Graham melihat pria berambut hitam.
"Seharusnya aku yang berkata seperti itu kepadamu." Kata pria berambut hitam kemudian tubuhnya diselimuti aura hitam.
"Ohh. Aku tidak menyangka kamu juga menguasai elemen kegelapan." Kata Graham melihat pria berambut hitam.
"Sepertinya aku harus mengkonsumsi pil power, speed dan vitalitas untuk mengalahkanmu." Kata Graham menelan 3 pil.
"Anda telah mengkonsumsi pil power level 9. Kekuatan anda meningkat 90% selama 9 menit."
"Anda telah mengkonsumsi pil speed level 9. Kecepatan anda meningkat 90% selama 9 menit."
"Anda telah mengkonsumsi pill vitalitas level 9. Daya hidup anda meningkat 90% selama 9 menit." Notifikasi muncul di depan Graham.
"Buusshh." Graham melesat ke arah Chen Sang. "Dia bertambah cepat." Chen Sang terkejut dengan kecepatan Graham.
__ADS_1
"Booomm!!!." Graham memukul Chen Sang. "Uuuhh." Chen Sang terlempar sejauh 1.000 meter setelah terkena pukulan Graham.