Villain System

Villain System
81. Menerobos Tingkat Saint


__ADS_3

Pria dengan dua tanduk biru terkejut mendengar Victor di kalahkan oleh manusia tingkat kaisar.


"Seperti apa penampilan manusia yang mengalahkanmu." Pria dengan dua tanduk biru melihat pria berambut biru.


"Namanya adalah Graham dia saat ini berusia 17 tahun." Balas pria berambut biru kemudian menggambarkan penampilan Graham.


"Apa dia bisa berubah menjadi manusia naga." Tanya pria dengan dua tanduk biru.


"Benar, dia bisa berubah menjadi manusia naga." Pria berambut biru mengangguk.


"Sepertinya kita memiliki musuh yang sama." Balas pria dengan dua tanduk biru.


"Julian apa kamu pernah bertemu Graham." Tanya pria berambut biru.


"Kami tidak pernah bertemu. Dia mungkin yang membunuh semua naga di benua selatan." Pria bertanduk biru menceritakan bahwa semua naga di benua selatan telah terbunuh.


"Karena kita memiliki musuh yang sama. Ayo kita bekerja sama untuk membunuhnya." Balas pria berambut biru.


"Apa tidak memalukan bagi 2 kulivator tingkat saint untuk mengeroyok kultivator tingkat kaisar." Balas pria bertanduk biru.


"Jika kamu bertarung 1 vs 1 dengannya. Kamu tidak akan bisa mengalahkannya." Kata pria berambut biru.


"Aku semakin penasaran sekuat apa dirinya. Sampai kamu mengatakan aku akan kalah melawannya." Balas pria bertanduk biru.


3 hari telah berlalu. Saat ini Graham berada sebuah pantai. "Akhirnya aku kembali ke benua timur." Elizabeth berkata dengan senang.


"Elizabeth pergilah bersama Elena, Flora dan Fanny." Graham melihat Elizabeth.


"Lalu bagaimana denganmu." Tanya Elizabeth.


"Aku akan berkultivasi disini. Setelah Victor sadar aku tidak ada di benua utara. Dia pasti akan mencariku di benua timur. Jadi aku akan menunggunya disini." Balas Graham.


"Kuuu." Rubah putih melompat ke pelukan Graham.


"Kamu juga pergi dengan Elizabeth." Graham memberikan rubah putih kepada Elizabeth.


"Tunggu apa lagi. Cepat pergi dari sini." Graham melihat Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny.


"Baik" Ke empat wanita mengangguk kemudian berlari memasuki hutan.


Melihat kepergian Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny. Graham duduk dan mulai berkultivasi.


4 Hari telah berlalu. Saat ini di dalam istana. Elf berambut pirang sedang melihat Elizabeth yang berdiri di depannya. "Aku tidak menyangka kamu masih berani memiliki keberanian untuk kembali. Terlebih lagi kamu kembali dengan membawa 3 manusia." Elf berambut pirang menatap Elizabeth.


"Maafkan Elizabeth bu." Elizabeth tersenyum kecut mendengar kata elf berambut pirang.


Elf berambut pirang menghela nafas dan berkata. "Karena kamu yang membawa 3 manusia itu. Kamu harus memperlakukan mereka dengan baik."


"Baik bu." Elizabeth mengangguk.


Saat ini di benua barat. Eleanor sedang mengobrol dengan pria berambut biru dan pria bertanduk biru. "Eleanor di mana Graham. Dia tidak ada di kekaisaran." Pria berambut biru menatap Eleanor.


"Graham mengatakan padaku bahwa dia pergi ke benua utara." Eleanor melihat pria berambut biru.


Merasakan bahwa Eleanor tidak berbohong pria berambut biru berkata. "Julian ayo pergi." Pria berambut biru kemudian meninggalkan istana bersama pria bertanduk biru.


"Victor apa kita akan pergi ke benua utara." Tanya pria bertanduk biru.

__ADS_1


"Eleanor tidak berbohong. Graham pasti menunggu kita di benua utara." Balas Pria berambut biru yang di panggil Victor.


"Bagaimana jika Graham yang berbohong kepada Eleanor." Balas pria bertanduk biru.


"Kita cari Graham di benua barat terlebih dulu. Jika dia tidak ada di benua barat. Kita akan pergi ke benua utara." Balas pria berambut biru.


"Baiklah." Pria dengan dua tanduk biru mengangguk.


10 hari telah berlalu. Saat ini pria berambut biru dan pria bertanduk biru sedang melayang di langit.


"Dia tidak ada di benua barat." Kata pria dengan dua tanduk biru di kepalanya.


"Jika begitu ayo kita pergi ke benua utara." Balas pria berambut biru.


"Wuusshh." Pria berambut biru dan pria bertanduk biru terbang dengan cepat ke arah utara.


14 hari telah berlalu. Saat ini pria berambut biru dan pria dengan dua tanduk biru berada di benua utara.


"Julian ayo kita istirahat terlebih dulu. Kita harus bertarung dalam kondisi maksimal." Kata pria berambut biru.


"Baiklah." Pria dengan dua tanduk biru mengangguk.


10 hari telah berlalu. Saat ini pria berambut biru dan pria bertanduk biru sedang berdiri di gunung es.


"Sial, dia juga tidak ada di benua barat." Pria berambut biru mengutuk.


"Sepertinya dia membohongi Eleanor." kata pria dengan dua tanduk biru.


"Victor apa yang akan kita lakukan sekarang." Tanya pria dengan dua tanduk biru.


"Kita akan kembali ke benua barat. Kita cari informasi kemana dia pergi." Balas pria berambut biru.


"Baiklah. 7 hari dari sekarang aku akan menunggumu di kekaisaran." Balas pria dengan dua tanduk biru.


"Baik. 7 hari dari sekarang kita akan bertemu di kekaisaran." Pria berambut biru mengangguk.


3 hari telah berlalu. Saat ini pria dengan dua tanduk biru berada di kota yang terletak di tepi pantai. "Apa kamu mengenal Graham." Pria dengan dua tanduk biru melihat pria botak.


"Saya mengenalnya. Graham adalah seorang duke." Pria botak mengangguk.


"Apa kamu tahu dimana dia sekarang." Pria dengan dua tanduk biru menatap pria botak.


"Saya tidak tahu." Pria botak menggeleng.


"Kapten. Bukankah 2 bulan yang lalu kita mengantar duke Graham pergi ke benua timur." Kata pria kurus.


"Dasar bodoh." Pria botak mengutuk mendengar pria kurus.


"Rupanya dia pergi ke benua timur." Pria dengan dua tanduk biru tersenyum.


"Aku tidak menyangka manusia jelek sepertimu berani berbohong kepadaku." Pria dengan dua tanduk biru menatap pria botak. "Kraakkk." Tubuh pria botak perlahan membeku dan menjadi patung es.


Pria dengan dua tanduk biru menjentikan jarinya kemudian pria botak hancur menjadi serpihan kecil.


"Kapten." Pria kurus berteriak melihat pria botak yang hancur menjadi serpihan es.


"Aku harus memberitahu Victor bahwa Graham pergi ke benua timur." Kata Pria dengan dua tanduk biru kemudian terbang ke langit.

__ADS_1


4 hari kemudian pria dengan dua tanduk biru melihat pria berambut biru terbang ke arahnya. "Julian apa kamu mendapatkan informasi tentang Graham." Tanya pria berambut biru.


"Aku mendapatkannya. Graham pergi ke benua timur 2 bulan lalu." Balas pria dengan dua tanduk biru.


"Kalau begitu tunggu apa lagi. Ayo kita pergi ke benua timur." Balas pria berambut biru.


"Wuusshh." Pria berambut biru dan pria bertanduk biru terbang ke arah timur dengan cepat.


10 Hari kemudian di benua timur. Graham yang sedang berkultivasi tiba-tiba melayang di udara. "Sing!!!!." Sinar matahari menyinari tubuh Graham. Graham membuka matanya kemudian melayang turun dari langit.


"Selamat anda mencapai tingkat Saint."


"Anda mendapatkan 2 kotak hadiah."


"Akhirnya aku menerobos tingkat Saint. Tidak sia-sia aku berkultivasi selama 6 jam lebih setiap hari." Graham tersenyum kemudian menekan 2 kotak hadiah.


"Selamat anda mendapat metode pembuatan pil tingkat tinggi."


"Selamat anda mendapatkan metode pembuatan senjata tingkat tinggi." 2 buku kuno muncul di depan Graham.


"Apa anda ingin mempelajari metode pembuatan pil tingkat tinggi Ya/Tidak."


"Apa anda ingin mempelajari metode pembuatan senjata tingkat tinggi Ya/Tidak." Notifikasi muncul saat Graham menyentuh 2 buku kuno.


Graham kemudian menekan Ya. Dua buku kuno menjadi cahaya dan masuk ke dalam kepala Graham.


"Sekarang aku bisa membuat semua pil dan senjata yang berada di tabel shop level 9." Kata Graham membuka matanya.


Graham terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Munculkan tabel status." Layar status kemudian muncul di depan Graham.


Nama : Graham


Usia : 17 tahun


Tingkat : Saint


Ras : Manusia


Strength : 40.000


Agility : 40.000


Vitalitas : 40.000


Stamina : 40.000/40.000


Ki : 40.000/40.000


Poin : 0


Melihat statusnya Graham berkata. "System apa ada tingkat yang lebih tinggi dari Saint."


"Ada. Tingkat yang lebih tinggi dari Saint adalah Demi God." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Berapa banyak point yang aku butuhkan untuk mencapai Demi God." Tanya Graham.


"Anda membutuhkan 100.000 poin untuk mencapai alam Demi God." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.

__ADS_1


"Aku tidak tahu butuh waktu berapa lama untuk mencapai alam Demi God." Gumam Graham.


__ADS_2