Villain System

Villain System
114. Menyelamatkan Seorang Wanita


__ADS_3

Melihat matahari mulai terbenam Graham berkata. "Hari ini kita akan tidur disini."


"Tidak masalah." Balas Lucy.


Graham mengambil tenda dari tabel penyimpanan dan berkata. "Ayo masuk ke dalam. Kamu akan kedinginan jika tidur di luar."


"Baik." Lucy mengangguk kemudian masuk ke dalam tenda bersama Graham.


Tidak lama setelah Graham dan Lucy masuk ke dalam tenda. Suara erangan dan rintihan mulai terdengar.


Keesokan harinya Graham dan Lucy keluar dari tenda. "Setelah kita makan. kita akan lanjutkan perjalanan." Kata Graham menyimpan tenda ke dalam tabel penyimpanan.


"Baik." Lucy mengangguk.


Beberapa menit kemudian Graham dan Lucy telah selesai makan. "Ayo kita pergi." Graham melihat Lucy.


"Baik." Lucy mengangguk.


Graham memeluk Lucy kemudian terbang di langit. "Graham kapan aku bisa terbang di langit sepertimu." Tanya Lucy.


"Setelah kamu mencapai tingkat Master. Kamu bisa terbang di langit." Balas Graham.


"Graham di bawah ada pertempuran." Kata Lucy melihat sebuah pertempuran.


"Sepertinya mereka semua adalah ksatria." Kata Graham melihat semua manusia bertarung menggunakan pedang.


"Slasshh." Pria berambut coklat memotong tubuh seorang pria menjadi dua. "Apa kamu memiliki kata-kata terakhir." Kata pria berambut coklat melihat wanita berambut hitam yang memegangi dadanya.


"Jika kamu membunuhku. Kamu akan menjadi buronan kerajaan Brigham." Kata wanita berambut hitam memegangi dadanya.


"Hahaha. Apa kamu pikir aku takut dengan kerajaan Brigham." Pria berambut coklat tertawa.


"Bos lihatlah di langit." Pria botak berteriak.


Mendengar teriakan pria botak. Pria berambut coklat dan wanita berambut hitam melihat ke langit. "Bagaimana manusia bisa terbang di langit." Pria berambut coklat terkejut melihat Graham yang melayang di udara.


"Kami berdua hanya kebetulan lewat. Kalian bisa melanjutkan pertempuran." Kata Graham melihat pria berambut coklat.


"Graham. Apa kamu tidak ingin menolong perempuan itu." Kata Lucy melihat wanita berambut hitam yang memegangi dadanya.


"Wanita berambut hitam. Apa kamu butuh pertolonganku." Graham melihat wanita berambut hitam.


Pria berambut coklat dan wanita berambut hitam terkejut mendengar kata Graham. "Tuan yang bisa terbang di langit. Jika anda menolong saya. Saya akan memberikan hadiah kepada anda." Kata wanita berambut hitam.


"Tuan, jangan dengarkan dia." Kata pria berambut coklat dengan panik. Pria berambut coklat tahu bahwa Graham bukanlah manusia biasa.


"Kalian semua pergilah. Tinggalkan wanita itu kepadaku." Graham melihat pria berambut coklat dan teman-temannya.


Pria berambut coklat mengigit bibirnya saat mendengar Graham menyuruh dirinya pergi. "Saya akan pergi setelah membunuh dirinya." Kata pria berambut coklat.


"Sepertinya kalian semua sangat ingin mati." Kata Graham menunjuk pria berambut coklat dan teman-temannya.


"Buusshh." Jarum angin keluar dari jari Graham dan menembus kepala pria berambut coklat dan teman-temannya.


"Aku sudah membunuh mereka semua." Kata Graham melayang turun dari langit dan mendarat di depan wanita berambut hitam.

__ADS_1


"Tuan, terimakasih sudah menyelamatkan saya." kata wanita berambut hitam kemudian jatuh pingsan.


"Ahhh." Lucy terkejut melihat wanita berambut hitam yang jatuh pingsan.


"Jangan khawatir. Dia hanya pingsan." kata Graham melihat wanita berambut hitam.


"Masukan pil ini kedalam mulutnya." Graham melempar pil pemulihan level 2 kepada Lucy.


"Baik." Lucy menangkap pil dan memasukan pil kedalam mulut wanita berambut hitam. Setelah menelan pil pemulihan wanita berambut hitam membuka matanya.


"Semua luka di tubuhku menghilang dan dadaku tidak sakit lagi." Wanita berambut hitam terkejut melihat semua luka di tubuhnya menghilang.


"Aku telah memberimu obat yang luar biasa. Jadi semua luka di tubuhmu menghilang." Graham melihat wanita berambut hitam.


"Terimakasih tuan. Anda sudah menyelamatkan saya dan memberikan saya obat yang luar biasa." Wanita berambut hitam berterimakasih kepada Graham.


"Aku telah menyalamatkanmu. Jadi apa yang akan kamu berikan kepadaku." Graham melihat wanita berambut hitam.


"Jika tuan mengantar saya kembali ke kerajaan Brigham. Saya akan memberikan hadiah kepada tuan." Kata wanita berambut hitam.


"Baiklah, aku juga ingin melihat seperti apa kerajaan Brigham ini." Balas Graham.


"Apa kamu tidak ingin mengubur mayat mereka." Kata Graham melihat mayat beberapa pria yang mati demi melindungi wanita berambut hitam.


"Tuan, bisakah anda membantu saya mengubur mayat mereka." Wanita berambut hitam melihat Graham.


Mendengar kata wanita berambut hitam Graham kemudian menginjak tanah. "Bruaakk." Graham membuat 8 lubang di tanah.


"Taruh mayat mereka di dalam lubang." Graham melihat wanita berambut hitam. Wanita berambut hitam mengangguk kemudian menaruh 8 mayat ke dalam lubang.


"Baiklah, ayo pergi ke kerajaan Brigham." Kata Graham melihat wanita berambut hitam.


"Tuan, bagaimana dengan mayat mereka." Wanita berambut hitam melihat mayat pria berambut coklat dan pria lainnya.


Graham menciptakan api kemudian membakar mayat pria berambut coklat dan pria lainnya. "Apa ada hal lain yang ingin kamu katakan." Graham melihat wanita berambut hitam.


"Jika boleh tahu siapa nama tuan." Tanya wanita berambut hitam.


"Sebelum bertanya nama orang lain. Sebaiknya kamu memperkenalkan diri terlebih dulu." Balas Graham.


"Nama saya Adalah Veronica putri raja Veldora penguasa kerajaan Brigham." Wanita berambut hitam mengenalkan dirinya.


"Aku Graham seorang penjelajah." Kata Graham.


"Aku Lucy Fish Man." Lucy mengenalkan dirinya.


"Ahhh." Wanita berambut hitam terkejut saat Lucy mengenalkan dirinya.


"Ini adalah pertama kali saya melihat Fish Man." Wanita berambut hitam melihat Lucy.


"Seberapa jauh kerajaan Brigham dari sini." Graham melihat Veronica.


"Jika berjalan kaki. Kita membutuhkan waktu 3 jam untuk tiba di kerajaan Brigham." Veronica menatap Graham.


"Apa kamu ingin aku membawamu terbang." Graham melihat Veronica.

__ADS_1


"Jika tuan tidak keberatan." Veronica tersenyum malu.


"Baiklah, mendekatlah kepadaku." Graham melihat Veronica.


"Baik." Veronica mengangguk dan mendekat ke Graham.


"Ahhh." Veronica berteriak saat Graham tiba-tiba memeluknya.


"Ke arah mana lokasi kerajaan Brigham." Graham melihat Veonica.


"Ke arah barat." Balas Veronica.


"Wuuusshh." Graham terbang ke langit dengan memeluk Lucy dan Veronica.


"Jadi seperti ini rasanya terbang di langit." Kata Veronica melihat dirinya terbang di udara.


Beberapa menit kemudian Graham yang sedang terbang di langit melihat sebuah kota. "Apa itu kerajaan Brigham." Kata Graham melihat sebuah kota.


"Benar, ini adalah ibukota kerajaan Brigham." Veronica mengangguk.


"Wuusshh." Graham melayang turun dari langit dan mendarat di depan gerbang. "Putri Veronica." Penjaga gerbang terkejut melihat Veronica yang melayang turun dari langit.


"Tuan Graham, Lucy ayo masuk." Veronica melihat Graham dan Lucy. Graham dan Lucy masuk ke dalam kota mengikuti Veronica.


"Jadi seperti ini kota manusia." kata Lucy melihat bangunan di kota.


"Tuan Graham, Lucy. Ayo kita ke istana." Veronica melihat Graham dan Lucy.


"Baiklah." Balas Graham.


Graham, Lucy dan Veronica berjalan ke arah istana.


Tidak lama kemudian Graham, Lucy dan Veronica tiba di istana. "Putri Veronica." Penjaga membungkuk saat melihat Veronica.


"Ayo masuk." Kata Veronica masuk ke dalam istana. Graham dan Lucy masuk ke dalam istana mengikuti Veronica.


"Aku ingin bertemu ayahku." Kata Veronica melihat penjaga yang berdiri di depan pintu. "Krekkk." Penjaga kemudian membuka pintu.


"Ayo masuk." Kata Veronica masuk ke dalam ruangan. Graham dan Lucy kemudian masuk ke dalam ruangan mengikuti Veronica.


"Ayah." Kata Veronica melihat pria paruh baya berambut hitam yang duduk di singgasana.


"Veronica siapa mereka berdua." Pria paruh baya melihat Graham dan Lucy.


"Dia adalah tuan Graham dan Lucy. Tuan Graham telah menyelamatkan Veronica dari serangan pembunuh." Kata Veronica mulai bercerita.


Pria paruh baya terkejut saat mendengar cerita. "Terimakasih telah menyelamatkan anak saya." Pria paruh baya berterimakasih kepada Graham.


"Ayah, aku telah berjanji akan memberi tuan Graham hadiah." Veronica melihat pria paruh baya berambut hitam.


"Tuan Graham hadiah apa yang ingin anda inginkan." Tanya pria paruh baya.


"Aku ingin 10.000 coin emas. Saat ini aku kekurangan uang." Balas Graham.


"Ahhh. Apa tuan Graham serius hanya ingin imbalan 10.000 coin emas." Veronica terkejut.

__ADS_1


__ADS_2