
"Misi Harian bunuh 1 manusia. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"System, lebih baik kamu tidak memberiku misi. Jika hadiahnya hanya 10 poin." Kata Graham melihat notifikasi hitam yang muncul di depannya.
"Wuuzzz." Graham melihat sebuah lubang hitam yang muncul di depannya. "Violet ayo kita masuk ke dalam lubang itu." Kata Graham penasaran.
"Baik." Violet mengangguk. Graham dan Violet kemudian masuk ke dalam lubang.
Melihat Graham dan Violet masuk ke dalam lubang hitam. Pria bernama Arthur kemudian masuk ke dalam lubang.
Saat masuk ke dalam lubang Graham melihat dirinya berada di sebuah hutan. "Booomm." "Booomm." Graham melihat ogre bewarna merah sebesar 10 meter berjalan ke arahnya.
"Violet bunuh dia." Kata Graham melihat Violet.
"Baik Sayang." Violet tersenyum kemudian mencipatkan bola api dari udara kosong.
"Mati!!" Teriak Violet menembakan bola api ke arah ogre bewarna merah. "Booomm!" Bola api meledak dan membakar ogre hingga menjadi abu.
"Manusia beraninya kamu membunuh temanku." Graham melihat ogre lain berlari ke arahnya.
"Oohh, ternyata mereka bisa berbicara." Balas Graham.
"Terbakarlah." Kata Graham menjentikan jarinya. "Wuusshh." Tubuh ogre kemudian tiba-tiba terbakar.
"Violet, ayo kita pergi." Kata Graham terbang ke langit.
"Baik." Violet mengangguk kemudian terbang ke langit mengikuti Graham.
Graham yang sedang terbang di langit melihat sebuah desa yang di huni ratusan Ogre. "Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian asap hijau keluar dari tubuhnya.
"Menyebar." Kata Graham kemudian asap hijau mulai menyebar dengan cepat ke arah desa yang di huni ratusan ogre.
"Ahhh." "Ahhh." Ratusan ogre mati setelah menghirup racun.
"Dia membunuh ratusan ogre dengan mudah." Pria bernama Arthur terkejut melihat Graham membunuh ratusan ogre dengan racun.
"Wuuzzz." Graham melihat lubang hitam yang muncul di tengah desa. "Violet ayo masuk ke dalam lubang itu." Kata Graham terbang ke arah lubang hitam.
"Baik sayang." Violet mengangguk kemudian terbang mengikuti Graham.
Saat masuk ke dalam lubang hitam. Graham melihat dirinya berada di tepi jalan. "Tunjukin identitas kalian berdua." Graham melihat 2 pria berpakaian hitam bertanya kepadanya dan Violet.
"Wuuzzz." Pria bernama Arthur keluar dari lubang hitam.
"Wuuzz." Beberapa detik setelah pria bernama Arthur keluar dari lubang hitam. Lubang hitam kemudian menghilang.
Dua pria berpakaian hitam terkejut melihat lubang hitam yang tiba-tiba menghilang.
Graham memegang kepala dua pria berpakaian hitam dan berkata. "Aktifkan skill Memory Manipulation." "Wuusshh." Graham kemudian mengetahui semua ingatan kedua pria berpakaian hitam.
"1 tahun lalu muncul terowongan yang menghubungkan planet bumi dengan planet lain. Dan terowongan itu di sebut Gate. Sementara planet lain di dalam terowongan di sebut dungeon." Kata Graham.
"Setelah Gate muncul semua manusia mendapatkan kekuatan. Dan manusia yang berburu monster di dalam dungeon di panggil Hunter." Kata Graham.
__ADS_1
"Aku akan menghapus semua ingatan kalian di hari ini." Kata Graham kemudian menghapus ingatan kedua pria berpakaian hitam.
"Ehhh. Mengapa kita berdua ada disini." Pria berpakaian hitam kebingungan.
"Sekarang giliranmu." Kata Graham melihat Arthur.
"Apa yang ingin kamu lakukan kepadaku." Kata Arthur berjalan mundur. Arthur tahu dirinya bukan lawan Graham.
"Aktifkan skill Memory Manipulation." Kata Graham kemudian membaca ingatan Arthur.
Graham terkejut saat membaca ingatan Arthur. "Pria ini sungguh menarik." Kata Graham melihat Arthur.
Graham kemudian melepaskan Arthur dan tidak menghapus ingatannya.
"Dia melepaskanku." Arthur terkejut melihat Graham.
"Aku tidak memiliki tempat tinggal. Jadi ayo pergi ke rumahmu." Kata Graham melihat Arthur.
"Baik." Arthur mengangguk tanpa ragu. Arthur tahu dirinya akan berada dalam bahaya jika tidak menuruti perintah Graham. Graham dan Violet kemudian mengikuti Arthur.
Beberapa menit kemudian Graham berada di depan sebuah rumah. "Teettt." Arthur menekan sebuah bel.
"Siapa." Kata sebuah suara. "Kreekk." Seorang perempuan berkulit putih berambut hitam pendek membuka pintu.
"Ahhhh." Perempuan berambut hitam pendek terkejut saat melihat Arthur.
"Lama tidak berjumpa Geraldine." Arthur tersenyum.
"Kakak." Perempuan berambut hitam pendek yang di panggil Geraldine memeluk Arthur.
"Ibu." Kata Arthur melihat wanita berambut hitam panjang.
"Arthur." Ibu Arthur menangis saat melihat Arthur.
Arthur tersenyum kemudian memeluk ibunya.
"Graham masuklah ke dalam." Kata Arthur melihat Graham.
Graham dan Violet kemudian masuk ke dalam rumah. Saat hendak bercerita, cahaya putih tiba-tiba menyinari tubuh Arthur.
"Singg!!" Arthur kemudian menghilang. "Ahhh." Ibu dan adik Arthur terkejut melihat Arthur menghilang.
Melihat Arthur yang tiba-tiba menghilang. Graham kemudian memegang kepala Ibu dan adik Arthur. "Aktifkan skill Memory Manipulation." "Wuusshh." Graham kemudian mengetahui semua ingatan ibu dan adik Arthur.
"Aku akan menghapus semua ingatan kalian di hari ini." Kata Graham kemudian menghapus ingatan ibu dan Adik Arthur.
"Aku akan menambahkan ingatan bahwa aku dan Violet adalah sepupu kalian." Kata Graham merubah ingatan Ibu dan Adik Arthur.
"Graham, Violet apa kamu sudah makan." Celsi ibu Arthur melihat Graham dan Violet.
"Kami berdua belum makan." Balas Graham.
"Tunggu sebentar. Aku akan membuatkan makanan untuk kalian." Ibu Arthur tersenyum kemudian berjalan ke dapur.
__ADS_1
"Kak Violet. Setelah tidak lama bertemu kamu semakin cantik saja." Geraldine adik Arthur melihat Violet.
"Terimakasih, kamu juga semakin cantik." Violet tersenyum. Violet tahu Graham merubah ingatan Ibu dan adik Arthur.
Beberapa menit kemudian Graham, Violet, Celsi dan Geraldine sedang berada di ruang makan. "Graham, apa kamu sudah memiliki pasangan." Tanya Celsi ibu Arthur.
"Aku belum memiliki pasangan." Balas Arthur.
"Graham usiamu tidak muda lagi. Kamu harus segera mencari pasangan." Kata Celsi.
"Aku tahu." Balas Graham memakan telur.
Tidak lama kemudian Graham telah selesai makan. Graham masuk ke dalam kamar dan berbaring di kasur. "Aku tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu. Sampai Bumi berubah total." Kata Graham mengingat kenangan Arthur, Celsi, dan Geraldine.
Keesokan harinya Graham keluar dari kamarnya. "Graham bisakah kamu mengantarkan Geraldine ke sekolahnya." Kata Celsi melihat Graham.
"Tidak masalah, aku akan mengantarkannya." Balas Graham.
Celsi kemudian memberikan kunci mobil kepada Graham. Graham berjalan ke arah garasi kemudian masuk ke dalam mobil sedan. "Ibu aku pergi." Kata Geraldine masuk ke dalam mobil.
"Baik." Celsi mengangguk.
"Brooomm." Graham kemudian mengendarai mobil.
Saat ini Violet sedang duduk di ruang tamu bersama Celsi. "Violet, ayo kita menonton telivisi." Kata Celsi.
Violet bingung dengan perkataan Celsi. Celsi kemudian menghidupkan televisi. "Ahhh." Violet terkejut melihat manusia yang ada di dalam televisi.
"Kita sudah sampai." Kata Graham menghentikan mobilnya.
"Terimakasih Kak Graham." Geraldine tersenyum kemudian turun dari mobil.
"Misi Harian bakar satu sekolah. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"System aku sudah berulang kali memberitahumu. Lebih baik kamu tidak memberiku misi. Jika hadiahnya hanya 10 poin." Kata Graham melihat notifikasi hitam yang muncul di depannya.
"Brooomm." Graham kemudian mengendarai mobil. "Criittt." Graham tiba-tiba menghentikan mobilnya.
"Ada monster. Lari selamatkan diri." Graham melihat semua orang berlari.
"Bruaakk." Graham melihat serigala bewarna merah melompat ke atas mobil yang ada di depannya.
"Sepertinya terjadi dungeon break." Kata Graham. Graham tahu jika dalam waktu 7 hari hunter tidak menyelesaikan dungeon yang muncul. Maka monster di dalam dungeon akan keluar dari gate.
Graham keluar dari mobil kemudian berkata. "Terbakarlah." "Wuuusshh." Tubuh serigala kemudian terbakar api. "Auuuu." Serigala berguling-guling ke tanah saat tubuhnya terbakar api.
"Roooaarrr." Seekor serigala melesat ke arah Graham. Graham kemudian memegang kepala serigala. "Mati!!" Kata Graham menghancurkan kepala serigala. "Craattt." Kepala serigala meledak.
"Ayah." Graham melihat seorang perempuan berambut hitam panjang berteriak saat serigala merah berlari ke arahnya.
"Wuusshh." Graham muncul di depan perempuan berambut hitam panjang kemudian memukul kepala serigala. "Booomm!!" Kepala serigala hancur setelah terkena pukulan Graham.
"Apa kamu baik-baik saja." Kata Graham melihat perempuan berambut hitam yang memakai seragam sekolah. "Aku baik-baik saja." Perempuan berambut hitam mengangguk.
__ADS_1
Graham kemudian berjalan ke sebuah bangunan tua. "Sepertinya tidak ada yang tahu bahwa Gate muncul di dalam bangunan tua." Kata Graham melihat lubang hitam di dalam bangunan.
"Grrrr." "Sepertinya serigala ini bosnya." Kata Graham melihat serigala merah sebesar 3 meter yang keluar dari dalam lubang. "Rooaarrr." Serigala merah melesat ke arah Graham.