Villain System

Villain System
34. Bertemu Orang Tua Viola


__ADS_3

6 Jam kemudian Graham, Alice, Viola dan Varel keluar dari kereta kuda. "Kita akan bersitirahat disini." kata Varel. "Viola berapa lama lagi kita akan sampai ke rumahmu." Tanya Graham. "Sekitar 6 jam lagi." balas Viola.


"Kuuu." Bayi rubah melompat dari pakaian Graham dan mengelilingi kereta. "Kamu punya hewan peliharaan yang lucu." Kata Varel melihat bayi rubah. Melihat Graham mengabaikannya Varel tersenyum kecut.


30 menit kemudian Varel berkata. "Ayo masuk ke dalam kereta." "Gumiho." Kata Graham memanggil bayi rubah. "Kuuu." Bayi rubah berlari dan melompat ke pelukan Graham. Graham menggendong bayi rubah dan masuk ke dalam kereta di ikuti Alice, Viola dan Varel.


"Jalan." Kata Varel berbicara kepada kusir. "Baik." Balas kusir kemudian mencambuk kereta. "Nggiikk." Kereta kuda mulai berjalan.


6 Jam kemudian Graham melihat kereta berhenti. "Ini aku." Kata Varel keluar dari kereta. "Oohh, ternyata tuan Varel. Silakan masuk." Kata penjaga gerbang. "Kita sudah sampai." Kata Varel masuk ke dalam kereta.


"Keluarlah dari kereta." "Huuhh." Varel terkejut dengan kata Graham. "Keluarlah dari kereta." Graham menatap Varel. "Baiklah." Balas Varel turun dari kereta. "Kamu lanjut ke rumah. Aku ingin pergi ke suatu tempat." Kata Varel melihat kusir. "Baik." Balas kusir kemudian mencambuk kuda. "Nggikk." Kereta kuda mulai berjalan kembali.


"Selamat anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi dan roti keras muncul di depan Graham. "Mengapa kamu mengusir kakak ku." Tanya Viola. "Aku bosan melihat wajahnya." Balas Graham. Viola tersenyum kecut mendengar jawaban Graham.


Beberapa menit kemudian Graham melihat kereta berhenti. "Kita sudah sampai." Kata kusir. Graham kemudian turun dari kereta. "Selamat datang Baron Graham." Graham melihat pria berusia 50an dengan rambut sedikit putih menyambutnya.


"Apa anda Count Vasco ayah Viola." Tanya Graham. "Benar, saya Vasco ayah Viola." Balas pria berusia 50an. "Viola." Pria berusia 50an terkejut melihat Viola yang turun dari kereta. "Ayah." Balas Viola melihat pria berusia 50an. Pria berusia 50an kemudian melihat Alice yang turun dari kereta.


"Baron Graham. Ayo kita berbicara di dalam." Kata Vasco. "Alice ayo ke dalam." Kata Graham melihat Alice. "Baik." Alice mengangguk. Vasco melihat Viola kemudian masuk ke dalam rumahnya. Graham memberikan isyarat untuk Viola mengikutinya. Viola mengangguk dan mengikuti Graham ke dalam rumah.


Saat masuk ke dalam rumah. Graham melihat wanita berusia 30an berlari ke arah Viola. "Viola." "Ibu" Kata Viola. Wanita berusia 30an memeluk Viona dan berkata. "Saat kamu melarikan diri dari rumah. Ibu sangat mengkhawatirkanmu." Kata ibu Viola. "Maafkan Viola bu. Karena membuat ibu khawatir" Viola tersenyum kecut.


"Apa kamu Baron Graham." Ibu Viola melihat Graham. "Benar nyonya saya Baron Graham." Balas Graham. "Kamu sangat muda seperti yang dirumorkan." Kata ibu Viola. "Apa kamu Alice anak Baron Austin." Ibu Viola melihat Alice.


"Benar nyonya saya Alice anak dari Baron Austin." Alice tersenyum. "Kamu cantik seperti ibumu saat muda." Balas Ibu Viola. "Ibu!!." Viola melihat Ibunya. "Maaf, apa tante membuatmu teringat ibumu." Kata Ibu Viola. Ibu Viola tahu bahwa ibu Alice telah meninggal. "Tidak tante. Tante tidak perlu khawatir." Alice tersenyum.

__ADS_1


"Baron Graham. Ayo mengobrol di ruanganku." Kata Vasco ayah Viola. "Oke." Graham berjalan mengikuti Vasco. "Viola temani Alice." Kata ibu Viola. "Baik bu." Viola mengangguk.


Tidak lama kemudian Graham masuk ke dalam ruangan. "Apa kamu tahu alasanku mengundangmu kemari Baron Graham." Vasco melihat Graham. "Apa karena aku mengatakan Viola adalah wanitaku di depan anak duke Paul." Balas Graham.


"Benar, aku mengundangmu kemari karena kamu mengatakan anakku adalah wanitamu." Balas Vasco. "Apa kamu tahu bahwa Viola telah dijodohkan dengan John anak duke Paul." Kata Vasco. "Aku tahu." Balas Graham. "Jika kamu sudah tahu tolong jauhi Viola. Aku lihat kamu sangat dekat dengan anak Baron Austin." Kata Vasco.


"Aku tidak bisa menjauhi Viola." Graham menggeleng. "Mengapa kamu tidak bisa menjauhi anakku." Tanya Vasco. "Karena aku menyukai Viola." Balas Graham. Vasco terdiam mendengar kata Graham.


"Saat berusia 19 tahun Viola akan menikah dengan John anak duke Paul. Jika 3 tahun lagi Viola berusia 19 tahun, sementara kamu tidak bisa mencapai tingkat Master. Tolong jauhi Viola." Kata Vasco.


"Apa kamu takut dengan duke Paul." Graham melihat Vasco. "Kamu sudah tahu jawabannya." Balas Vasco. "Baiklah, aku akan mencapai tingkat master sebelum Viola berusia 19 tahun." Kata Graham penuh percaya diri.


Tidak lama kemudian Graham dan Vasco keluar dari ruangan. "Apa kalian berdua sudah selesai mengobrol." Tanya ibu Viola. "Kami sudah selesai mengobrol." Balas Vasco. "Baron Graham ayo kita makan bersama." Ibu Viola tersenyum. "Oke." Graham mengangguk.


Graham berjalan ke arah ruang makan mengikuti Ibu Viola. "Bibi, tolong panggilkan Viola dan Alice." Kata Ibu Viola. "Baik nyonya." Balas wanita berusia 40an. "Silakan duduk Baron Graham." Ibu Viola tersenyum. Graham mengangguk dan duduk di kursi.


Tidak lama kemudian Graham melihat Alice dan Viola yang datang. Alice duduk di samping Graham sedangkan Viola duduk di samping ibunya. "Karena semuanya sudah berkumpul. Ayo kita makan." Kata Ibu Viola. "Baik." Balas Alice dan Viola.


"Viola dimana kakakmu." Tanya Ibu Viola. "Setelah tiba di kota, kakak turun dari kereta. Dia bilang ingin pergi ke suatu tempat." Balas Viola. "Jangan bilang dia pergi ke tempat pelacuran." Kata ibu Viola. "Uhuukk." Vasco tersedak mendengar kata istrinya. "Jika dia sampai pergi ke tempat pelacuran. Aku akan menghajarnya." Kata Vasco.


30 menit kemudian Graham telah selesai makan. "Viola antarkan Baron Graham ke kamarnya." Kata Ibu Viola. "Baik bu." Viola mengangguk. "Ikuti aku." Viola melihat Graham. Graham kemudian mengikuti Viola.


"Ini kamarmu." Kata Viola berdiri di depan kamar. "Datanglah ke kamarku saat tengah malam." Bisik Graham di telinga Viola. "Baik." Viola tersipu malu dan mengangguk. Graham tersenyum dan masuk ke dalam kamar.


"Kuuu." Bayi rubah keluar dari dalam pakaian Graham dan melompat ke kasur. "Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.

__ADS_1


Nama : Graham


Usia : 15 tahun


Tingkat : Advanced


Ras : Manusia


Strength : 570


Agility : 570


Vitalitas : 570


Stamina : 550/570


Ki : 560/570


Poin : 10


Graham melihat 10 poin yang dia miliki kemudian menambahkan 2 poin di Strength, 2 poin di Agility, 2 Poin di Vitalitas, 2 Poin di Stamina dan 2 Poin di Ki." Cahaya hitam kemudian menyinari tubuh Graham. "Saatnya berkultivasi." Graham duduk di kasur kemudian memejamkan matanya.


6 Jam kemudian Graham berhenti berkultivasi saat mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." Graham turun dari kasur dan membuka pintu. "Masuklah." Kata Graham melihat Viola yang berdiri di depan pintu. "Baik." Viola tersipu malu dan masuk ke dalam kamar.


"Apa kedua orang tuamu sudah tidur." Tanya Graham. "Kedua orang tuaku sudah tidur." Viola mengangguk. "Jika begitu kita bisa tidur Bersama." Balas Graham kemudian mencium bibir Viola. "Eeemm." Viola memeluk Graham dan memejamkan matanya.

__ADS_1


1 Jam kemudian Graham melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Semua status meningkat 1 poin." "Malam ini sudah cukup. Kamu bisa kembali ke kamarmu." Kata Graham melihat Viola yang terbaring di sampingnya. "Baik." Viola mengangguk.


Melihat Viola pergi dari kamarnya Graham bergumam. "Vasco tidak tahu bahwa anaknya sudah kutiduri berkali-kali." Graham menyeringai. Graham memejamkan matanya dan tidak lama kemudian tertidur.


__ADS_2