Villain System

Villain System
130. Membunuh Polisi


__ADS_3

"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Roti keras muncul di depan Graham.


"Violet, ayo kita pergi dari sini." Kata Graham melihat Violet.


"Baik." Violet mengangguk. Graham dan Violet kemudian terbang ke langit.


"Dia membunuh Harimurti." Anwar terkejut melihat Graham yang membunuh Harimurti hanya dengan jentikan jari.


"Ahhhh." Seorang wanita berteriak melihat mayat Harimurti yang tergeletak di tanah tanpa kepala.


Jakarta, Indonesia. Subianto yang sedang duduk di kursi melihat smartphonenya berbunyi. "Ada apa." Kata Subianto menjawab panggilan.


"Graham membunuh Harimurti." Kata Penelpon.


"Apa!!" Subianto terkejut mendengar kata penelpon.


"Jangan berbohong kepadaku." Kata Subianto.


"Buat apa aku berbohong kepadamu." Balas Penelpon.


"Saat ini 45 personil polisi sedang menuju ke tempat Graham berada." Kata Penelpon.


"Tarik kembali 45 polisi yang sedang menuju ke tempat Graham. Graham adalah hunter yang jauh lebih kuat dari rangking S. Polisi biasa tidak akan bisa melawannya." Kata Subianto kemudian menutup telepon.


"Gibran." Kata Subianto.


"Iya ketua." Pria berpakaian hitam masuk ke dalam ruangan.


"Ayo kita pergi ke Bali." Kata Subianto.


"Baik ketua." Gibran mengangguk.


Saat ini Graham yang sedang berjalan bersama Violet, melihat 45 polisi mengelilingi dirinya dan Violet.


"Graham ikut kami ke kantor polisi." Kata seorang polisi.


"Bagaimana jika aku tidak mau ikut dengan kalian." Balas Graham melihat 45 polisi.


"Kami akan menggunakan kekerasan untuk membawamu ke kantor polisi." Balas seorang polisi.


"Bodoh, apa kalian pikir bisa menangkapku." Graham mencibir. "Duaarr." Graham melihat peluru mengenai bahunya.


"Siapa yang menembak." Seorang polisi berteriak melihat ada temannya yang menembak Graham.


"Sepertinya kalian semua ingin mati." Graham mencibir kemudian berkata. "Aktifkan skill poison." Asap hijau kemudian keluar dari tubuh Graham.


"Mati!!" Kata Graham kemudian asap hijau menyebar ke arah 45 polisi. "Ahhh." Dalam hitungan detik semua polisi mati setelah menghirup racun milik Graham.


"Itu adalah akibatnya jika mencari masalah denganku." Kata Graham berjalan pergi.


"Ahhh. Pembunuhan." Seorang wanita berteriak melihat 45 polisi yang tergeletak tidak bernyawa di tanah.


Saat ini Subianto sedang berada di sebuah bandara. "Kring!!" Subianto melihat smartphonenya berbunyi.


"Ada apa." Kata Subianto menjawab panggilan.


"Graham baru saja membunuh 45 polisi." Kata penelpon.


"Bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk menarik kembali 45 polisi yang menuju ke lokasi Graham. Mengapa kamu tidak mendengarkanku." Kata Subianto.


"Aku akan pergi ke Bali untuk berbicara dengan Graham. Jadi kamu tidak perlu mengirim polisi untuk menangkap Graham." Kata Subianto kemudian menutup panggilan.


Keesokan harinya Graham dan Violet sedang berjalan di tengah kota. "Lihat, bukankah dia Graham."

__ADS_1


"Cepat menjauh darinya. Aku mendengar dari berita dia membunuh Harimurti dan 45 polisi." Semua orang mulai berlari saat melihat Graham.


"Critt." Graham melihat mobil Sport Sedan berhenti di depannya.


"Graham." Subianto keluar dari mobil.


"Oohh, ternyata kamu." Kata Graham melihat Subianto.


"Graham, bisakah kita bicara di suatu tempat." Kata Subianto melihat Graham.


"Baiklah, ayo kita bicara ke cafe itu." Kata Graham menunjuk sebuah cafe.


"Baiklah." Balas Subianto. Graham, Violet dan Subianto kemudian masuk ke dalam cafe.


"Ahhh." Pelayan Cafe terkejut saat melihat Graham masuk ke dalam cafe.


"Kamu ingin pesan apa." Tanya Subianto.


"Capuccino." Kata Graham.


"Violet kamu ingin pesan apa." Kata Graham melihat Violet.


"Aku juga pesan minuman yang sama denganmu." Balas Violet.


"Kami pesan 3 Capuccino." Kata Subianto.


"Baik." Pelayan cafe mengangguk.


"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku." Kata Graham melihat Subianto.


"Mengapa kamu membunuh Harimurti." Tanya Subianto.


"Aku tidak suka dengannya. Jadi aku membunuhnya." Balas Graham. Subianto terkejut mendengar jawaban Graham.


"Mereka menembakku. Jadi aku membunuh mereka semua." Balas Graham. Subianto terdiam mendengar jawaban Graham.


"Graham apa kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan." Subianto melihat Graham.


"Ini pesanan anda." Pelayan Cafe mengantar kopi pesanan Graham, Violet dan Subianto.


"Subianto, jika kamu masih ingin hidup. Berhentilah bertanya. Apa kamu pikir aku tidak berani membunuhmu." Graham melihat Subianto. Subianto terkejut mendengar kata Graham.


"Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi." Balas Subianto.


Washington, Amerika Serikat. "Indonesia sangat bodoh. Bisa-bisanya mereka memperlakukan hunter yang menyelamatkan negara Malaysia dengan buruk." Kata pria paruh baya berambut putih membaca sebuah berita.


"Antony pergilah ke negara Indonesia. Dan buat Graham menjadi warga negara Amerika." Kata pria paruh baya berambut putih.


"Baik ketua." Pria berambut pirang mengangguk.


"Graham, besok datanglah ke gedung asosiasi untuk melakukan konferensi pers." Kata Subianto melihat Graham.


"Jika aku tidak sibuk. Aku akan melakukan konferensi pers." Balas Graham. Mendengar jawaban Graham, Subianto kemudian masuk ke dalam mobil.


Keesokan harinya Graham sedang melakukan konferensi pers. "Graham mengapa kamu membunuh Harimurti pemimpin guild Blue Shark dan 45 personil polisi." Tanya Seorang reporter.


"Aku tidak suka dengan Harimurti. Jadi aku membunuhnya." Balas Graham. Semua reporter terkejut mendengar jawaban Graham.


"Lalu mengapa kamu membunuh 45 personil polisi." Tanya seorang reporter.


"Salah satu polisi menembakkku. Jadi aku membunuh mereka semua." Balas Graham.


"Graham apa kamu tahu. Membunuh manusia adalah tindakan melanggar hukum." Tanya seorang reporter.

__ADS_1


"Oohh. Apakah aku membunuh manusia. Aku pikir Harimurti dan 45 personil polisi yang aku bunuh adalah serangga." Balas Graham. Semua reporter terkejut mendengar jawaban Graham.


Saat ini di tempat lain Michelle sedang melihat siaran televisi. "Dia Gila." Kata Michelle melihat Graham yang mengatakan Harimurti dan 45 personil adalah serangga.


Keesokan harinya di depan Gedung asosiasi hunter berkumpul ratusan orang yang sedang berdemo. "Hukum mati Graham."


"Usir Graham dari negara Indonesia."


"Kami tidak membutuhkan seorang pembunuh gila."


"Jangan samakan manusia dengan serangga." Semua orang berteriak.


"Ketua bagaimana ini." Kata Gibran melihat ratusan orang yang berdemo di depan Gedung asosiasi hunter.


Saat hendak menjawab perkataan Gibran. Subianto melihat gate yang muncul di depan gedung asosiasi.


"Ahhhh." Ratusan orang terkejut melihat gate yang muncul di depan mereka.


"Gibran, periksa gate itu." Kata Subianto.


"Baik ketua." Gibran mengangguk kemudian berjalan ke arah Gate.


"Dungeon tingkat S." Kata Gibran dengan ekspresi buruk.


Bali, Indonesia. Graham dan Violet sedang berada di tepi pantai. "Apakah anda tuan Graham." Pria berambut pirang berjalan ke arah Graham.


"Benar, aku adalah Graham." Balas Graham melihat pria asing.


"Perkenalkan. Saya Antony dari asosiasi hunter Amerika Serikat." Pria berambut pirang mengenalkan dirinya.


"Ada perlu apa kamu menemuiku." Tanya Graham.


"Tuan Graham, bisakah kita bicara di tempat lain." Tanya Antony.


"Baiklah, ayo kita bicara di tempat lain." Balas Graham. Graham, Violet dan Antony kemudian meninggalkan pantai.


Tidak lama kemudian Graham, Violet dan Antony berada di sebuah cafe. "Bicaralah." Kata Graham melihat Antony.


"Tuan Graham, Amerika Serikat tertarik dengan anda. Jika anda bersedia bergabung dengan asosiasi hunter Amerika Serikat. Asosiasi hunter Amerika Serikat akan memberikan apapun yang tuan Graham inginkan."


"Jika kamu memberiku 1 Triliun setiap bulan. Aku akan bergabung dengan asosiasi hunter Amerika Serikat." Kata Graham.


"Apakah anda serius akan bergabung dengan asosiasi hunter Amerika serikat. Jika kami memberi anda 1 Triliun setiap bulannya." Tanya Antony.


"Benar, aku akan bergabung dengan asosiasi hunter Amerika." Balas Graham.


"Tuan Graham. saya akan menghubungi ketua terlebih dulu." Kata Antony.


"Aku lupa memberitahumu. Aku tidak suka di perintah. Aku hanya akan menyelesaikan dungeon rangking S yang muncul di Amerika." Kata Graham.


Antony mengangguk kemudian menghubungi ketua asosiasi hunter Amerikat Serikat.


"Ketua setuju dengan persyaratan anda." Kata Antony menutup panggilan.


"Tuan Graham. Kapan anda akan pergi ke Amerika Serikat." Tanya Antony. Antony tahu Graham memiliki kemampuan teleportasi dan terbang.


"Kita bisa pergi ke Amerika sekarang juga." Balas Graham.


Graham memegang bahu Violet dan Antony kemudian berkata. "Teleportasi." "Wusshh." Graham, Violet dan Antony kemudian menghilang.


Washington, Amerika Serikat. Graham, Violet dan Antony muncul di tengah kota. "Ahhh." Antony terkejut melihat dirinya teleportasi di tengah kota Washington.


"Suruh ketua Asosiasimu untuk menemui kita." Kata Graham melihat Antony.

__ADS_1


"Baik." Antony mengangguk kemudian menghubungi ketua asosiasi hunter Amerika Serikat.


__ADS_2