Villain System

Villain System
30. Menjadi Baron


__ADS_3

"Baik." Viola mengangguk dan berbaring di samping Graham. Graham melihat wajah Viola kemudian mencium bibir pinknya. "Eemm." Viola terkejut Graham tiba-tiba menciumnya.


"Bibirmu sangat manis." Kata Graham berbisik di telinga Viola. "Jangan merayuku, aku tidak akan jatuh kepadamu." Balas Viola. "Tapi kamu sudah jadi budakku." Balas Graham meremas dada Viola. "Eemmm." Viola mengerang.


Keesokan harinya Graham yang sedang berpakaian melihat Viola yang tertidur di kasur. "Aku akan ke istana. Apa kamu ingin ikut." Tanya Graham. "Tidak, kamu bisa pergi sendiri." Balas Viola.


"Jika begitu, aku titipkan Gumiho padamu." Balas Graham mengelus bayi rubah yang sedang tertidur. "Baik, kamu bisa mempercayakan Gumiho padaku." Viola mengangguk dan mengelus kepala bayi rubah. "Bagus." Kata Graham keluar dari kamar.


Graham keluar dari penginapan dan melihat istana. "Aku penasaran hadiah seperti apa yang akan diberikan raja Britania." Gumam Graham berjalan ke arah istana.


Beberapa menit kemudian Graham tiba di depan istana. "Berhenti." Penjaga istana menghentikan Graham. "Aku adalah Graham. Yang mulia mengundangku ke istana." Kata Graham melihat penjaga istana. Penjaga istana terkejut saat Graham menyebutkan Namanya.


Penjaga istana melihat lukisan wajah Graham dan berkata. "Ikut saya ke dalam." "Baik." Balas Graham mengikuti penjaga. "Sungguh mewah." Kata Graham saat dirinya memasuki istana.


Tidak lama kemudian penjaga berhenti di depan sebuah pintu. "Masuklah." Graham mendengar suara dari balik pintu. "Masuklah." Kata penjaga melihat Graham. Graham mengangguk dan masuk ke dalam ruangan.


Saat masuk ke dalam ruangan Graham melihat pria berjenggot yang duduk di kursi dan memakai mahkota di kepalanya. "Saya Graham sangat senang karena bisa bertemu yang mulia." Kata Graham menundukan kepalanya.


"Ternyata etikamu tidak buruk." Kata pria berjenggot melihat Graham. "Apa kamu tahu alasanku mengundangmu ke istana." Kata pria berjenggot. "Menurut informasi yang saya dapatkan. Yang mulia ingin memberikan saya hadiah karena berhasil mengungkap kejahatan Ferdinant." Balas Graham.


"Benar, aku ingin memberikanmu hadiah karena berhasil mengungkap kejahatan Ferdinant." Kata pria berjenggot. "Apa hadiah yang kamu inginkan." Tanya pria berjenggot. "Terserah yang mulia ingin memberiku hadiah apa." Balas Graham.


Pria berjenggot tersenyum mendengar jawaban Graham. "Karena kamu berhasil mengungkap kejahatan Ferdinant. Aku akan memberimu hadiah gelar Baron dan sebuah rumah di ibukota." Pria berjenggot melihat Graham. Graham terkejut saat raja Britania memberinya hadiah gelar Baron.


"Apa kamu tidak suka dengan hadiah yang aku berikan." Tanya pria berjenggot. "Saya sangat menyukainya yang mulia." Balas Graham. "Rudeo." Kata pria berjenggot. "Iya yang mulia." Pria berkumis tiba-tiba muncul di belakang Graham.


Graham terkejut saat pria berkumis tiba-tiba muncul di belakangnya. "Antarkan Graham ke rumah barunya." Kata pria berjenggot. "Baik yang mulia." Balas pria berkumis. "Ikuti aku." Kata pria berkumis melihat Graham.

__ADS_1


"Saya ijin pergi yang mulia." Graham melihat pria berjenggot. "Pergilah." Balas pria berjenggot. Graham mengangguk kemudian mengikuti pria berkumis meninggalkan ruangan.


Saat keluar ruangan Graham melihat seorang perempuan berkulit putih dan berambut pirang. "Sungguh cantik." Gumam Graham.


Perempuan berambut pirang masuk ke dalam ruangan dan melihat pria berjenggot. "Ayah, apa pemuda itu adalah Graham." Tanya perempuan. "Benar, dia adalah Graham." Balas pria berjenggot. "Apa hadiah yang ayah berikan padanya." Tanya perempuan. "Aku memberinya gelar baron dan sebuah rumah." Balas pria berjenggot. "Aahh." Perempuan terkejut dengan kata pria berjenggot.


Beberapa menit kemudian Graham berada di sebuah rumah mewah. "Ini adalah rumahmu." Kata pria berkumis. "Aku tidak menyangka akan memiliki rumah mewah seperti ini." Gumam Graham. Graham kemudian melihat 2 pelayan wanita berusia 40an berjalan ke arahnya.


"Pemuda ini bernama Graham. Mulai saat ini dia adalah tuan kalian." Kata pria berkumis. "Baik tuan Rudeo." 2 pelayan mengangguk. "Ambilah." Pria berkumis memberikan sebuah cincin kepada Graham. "Di dalamnya ada 1.000 koin emas." Kata pria berkumis.


"Terimakasih." Kata Graham memakai cincin ruang di jari telunjuknya. Pria berkumis mengangguk dan berjalan pergi. "Misi harian berhentikan 2 pelayan dari pekerjaannya. Hadiah menyelesaikan misi 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi muncul di depannya.


"Siapa nama kalian berdua." Graham melihat 2 pelayan wanita berusia 40an. "Nama saya Laras." "Nama saya Sutri." balas 2 pelayan wanita. "Mulai saat ini kalian bisa berhenti bekerja." Kata Graham.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." "Karena 2 kutlivator tingkat Expert mengawasi anda. Roti keras otomatis di simpan di tabel penyimpanan." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"System, menurutmu aku harus tinggal di kota ini. Atau pergi dari kota ini." Tanya Graham. "Terserah anda." Notifikasi hitam muncul di depannya. "Karena kamu bilang begitu. Aku akan tinggal di kota ini." Balas Graham. "Pertama-tama aku akan pergi ke penginapan." Kata Graham keluar dari rumahnya.


Beberapa menit kemudian Graham telah kembali ke penginapan. "Kuu." Bayi rubah melompat ke pelukan Graham. Graham mengelus kepala bayi rubah dan berkata. "Viola ikuti aku." "Baik." Viola mengangguk. Graham keluar dari kamar di ikuti Viola.


Beberapa menit kemudian Graham kembali ke rumah barunya. "Apa raja memberi rumah ini." Tanya Viola. "Benar, raja memberiku rumah ini. Dia juga memberiku gelar Baron." Balas Graham. "Aahh." Viola terkejut mendengar kata Graham.


"Di rumah ini ada 10 kamar. Kamu bisa memilih kamar yang kamu sukai." Graham melihat Viola. "Baik." Viola mengangguk. "Kuuu." Bayi rubah melompat dari pelukan Graham. "Kuu." Bayi rubah menjulurkan lidahnya ke arah Graham kemudian mengelilingi rumah.


Graham tersenyum melihat bayi rubah dan duduk di sofa. "Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Graham

__ADS_1


Usia : 15 tahun


Tingkat : Advanced


Ras : Manusia


Strength : 540


Agility : 540


Vitalitas : 540


Stamina : 540/540


Ki : 540/540


Poin : 10


Graham melihat statusnya kemudian menambahkan 2 poin di Strength, 2 poin di Agility, 2 Poin di Vitalitas, 2 Poin di Stamina dan 2 Poin di Ki." Cahaya hitam kemudian menyinari tubuh Graham. "Kurang 58 poin lagi aku akan mencapai tingkat Expert." Kata Graham menutup layar statusnya.


Saat ini di istana "Yang mulia Graham mengusir 2 pelayan yang anda berikan padanya." Kata pria berkumis. "Oohh." Pria berjenggot yang memakai mahkota terkejut dengan kata pria berkumis.


"Apa kamu tahu alasan Graham mengusir 2 pelayan yang aku berikan." Tanya pria berjenggot. "Saya tidak tahu yang mulia." Pria berkumis menggeleng. "Itu bukan masalah besar, jika dia mengusir 2 pelayan yang aku berikan." Kata pria berjenggot.


Keesokan harinya Graham yang sedang berada di kamar mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." "Graham apa kamu sudah bangun." Kata Viola. Graham turun dari kasur dan membuka pintu. "Ada apa." "Di luar ada beberapa prajurit kerajaan." Kata Viola. "Oohh." Mendengar jawaban Viola Graham berjalan ke arah pintu keluar.


Graham membuka pintu dan melihat 5 prajurit kerajaan. "Apa anda Graham." Tanya seorang prajurit. "Benar, aku Graham." Balas Graham. Mendengar jawaban Graham prajurit membaca sebuah kertas.

__ADS_1


"Sebagai hadiah karena berhasil mengungkap kejahatan Count Ferdinant. Yang mulia memberi anda hadiah gelar Baron. Mulai saat ini anda resmi menjadi Baron kerajaan Britania. Jika kerajaan Britania menghadapi masalah atau bencana Baron Graham di wajibkan untuk membantu." Graham terkejut dengan yang dibicarakan prajurit.


__ADS_2