
Graham memejamkan matanya dan merasakan mahluk hidup dalam jarak 100 ribu km. "Akhirnya aku menemukan planet berpenghuni." Kata Graham merasakan banyak mahluk hidup dalam jarak 100 ribu km. "Wuusshh." Graham kemudian terbang dengan cepat ke arah barat.
Beberapa menit kemudian Graham melihat sebuah pemukiman manusia. "Semua manusia di desa ini hanyalah tingkat Beginner." Kata Graham melihat semua manusia desa.
"Halo." Graham melihat seorang perempuan berkulit coklat dengan rambut hitam berbicara kepadanya.
"Dia cantik." Gumam Graham melihat perempuan berkulit coklat.
"Aku belum pernah melihatmu. Apakah kamu berasal dari desa lain." Perempuan berkulit coklat melihat Graham.
"Benar, aku berasal dari desa lain." Balas Graham.
"Amori siapa dia." Graham melihat seorang pria berkulit coklat berjalan ke arahnya.
"Bolehkah aku mengetahui namamu." Perempuan berkulit coklat melihat Graham.
"Namaku Graham." Balas Graham.
"Namaku Amori." Kata perempuan berkulit coklat.
"Apa kamu berasal dari desa lain." Pria berkulit coklat melihat Graham.
"Benar, aku berasal dari desa lain." Balas Graham.
"Karena kamu berasal dari desa lain. Pergilah dari sini. Desa kami tidak menerima orang asing. Terlebih lagi orang berkulit putih sepertimu." Pria berkulit coklat melihat Graham.
"Bagaimana jika aku tidak mau pergi." Balas Graham.
"Kami akan mengusirmu secara paksa." Balas pria berkulit coklat. Graham kemudian melihat puluhan pria berkulit coklat mengelilingi dirinya.
Graham menghela nafas kemudian membuat api. "Apa kalian ingin aku bakar. Sudah lama aku tidak membakar manusia." Perempuan berkulit coklat dan puluhan pria terkejut melihat Graham menciptakan api di tangannya.
"Apa anda adalah penyihir." Perempuan berkulit coklat melihat Graham.
"Benar. Aku adalah penyihir." Balas Graham.
"Amori memberi hormat kepada penyihir." Perempuan berkulit coklat tiba-tiba bersujud kepada Graham.
"Kami memberi hormat kepada penyihir." Graham melihat puluhan pria juga bersujud kepadanya.
"Kalian bisa berdiri." Kata Graham melihat perempuan berkulit coklat dan puluhan pria.
"Baik." Perempuan berkulit coklat dan puluhan pria berdiri.
"Bruuakk." "Bruuaakk." Graham melihat ratusan mahluk hijau menuju arahnya dengan menunggangi kadal.
"Goblin." Perempuan berkulit coklat ketakutan saat melihat ratusan mahluk hijau menuju arahnya.
"Aku tidak menyangka di desa ini memiliki perempuan cantik." Salah satu goblin menjilati bibirnya saat melihat Amori.
"Penyihir tolong kami." Seorang pria paruh baya memohon kepada Graham.
"Oohh. Apa kamu penyihir." Goblin setinggi 2 meter melihat Graham.
__ADS_1
"Benar, aku adalah penyihir yang baru saja tiba di desa ini." Balas Graham.
"Hehe, sudah lama aku tidak membunuh seorang penyihir manusia." Goblin dengan tinggi 2 meter tertawa.
"Misi Harian bunuh semua goblin. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Hanya goblin tingkat Expert berani bermimpi membunuhku." Graham mencibir kemudian menciptakan api.
"Matilah." Kata Graham membakar goblin.
"Wuusshh." "Ahhhh." Goblin berteriak saat dirinya terbakar.
Ratusan goblin terkejut melihat pemimpin mereka terbakar. "Semuanya bunuh penyihir itu." Teriak salah satu goblin.
"Mati." Kata Graham kemudian membakar ratusan goblin.
"Ahhhh." Ratusan goblin berteriak saat mereka terbakar.
Perempuan berkulit coklat dan puluhan pria terkejut melihat Graham membunuh ratusan goblin dengan mudah.
"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi dan roti keras muncul di depan Graham.
"Kami memberi hormat kepada penyihir agung." Graham melihat perempuan berkulit coklat dan puluhan pria sekali lagi berlutut kepadanya.
"Kalian bisa berdiri." Kata Graham melihat perempuan berkulit coklat dan puluhan pria.
Mendengar kata Graham perempuan berkulit coklat dan puluhan pria berdiri. "Penyihir agung terimakasih sudah menyelamatkan kami." Kata pria paruh baya berkulit coklat.
"Goblin-goblin itu akan menculik para perempuan, membunuh para pria dan menghancurkan desa." Kata pria paruh baya berkulit coklat.
"Oohh. Apa kamu pemimpin desa ini." Graham melihat pria paruh baya.
"Benar penyihir agung. Saya Gyas kepala desa." Pria paruh baya mengenalkan dirinya.
"Penyihir agung jika anda tidak keberatan. Saya dan penduduk desa akan menjamu anda. Karena anda telah menyelamatkan kami dari para goblin." Kata pria paruh baya.
"Baiklah, aku juga belum makan sama sekali selama 1 tahun." Balas Graham.
Perempuan berambut coklat dan puluhan pria terkejut mendengar Graham tidak makan selama 1 tahun.
"Penyihir agung, mari ikuti saya." Kata pria paruh baya. Graham kemudian mengikuti pria paruh baya.
"Penyihir agung. Mari masuk ke dalam." Kata pria paruh baya masuk ke dalam sebuah rumah. Graham kemudian masuk ke dalam rumah.
"Amori, bantu ibumu dan penduduk lain menyiapkan jamuan untuk penyihir agung." Kata pria paruh baya.
"Baik ayah." Perempuan berkulit coklat mengangguk kemudian keluar dari rumah.
"Kamu memiliki anak yang cantik." Kata Graham melihat Amori keluar dari rumah.
"Jika penyihir agung tertarik dengan anak saya. Penyihir agung bisa memiliki anak saya." Kata pria paruh baya.
"Apa kamu tidak masalah jika aku menjadikan anakmu sebagai budakku." Graham melihat pria paruh baya.
__ADS_1
"Saya tidak keberatan penyihir agung. Karena penyihir agung telah menyelamatkan semua penduduk dari para goblin." Balas pria paruh baya.
Beberapa menit kemudian Graham melihat beberapa wanita masuk ke dalam rumah dengan membawa buah-buahan dan makanan. "Maafkan saya penyihir agung. Hanya ini yang bisa kami berikan kepada anda." Kata pria paruh baya.
"Tidak masalah. Aku suka makan buah-buahan." Kata Graham memakan anggur.
"Amori, temani penyihir agung. Ayah akan keluar sebentar." "Penyihir agung saya akan keluar sebentar. Amori akan menemani anda." Kata pria paruh baya.
"Kamu bisa pergi." Kata Graham. Graham tahu pria paruh baya ingin dirinya menghabiskan waktu berdua dengan anaknya.
"Baik penyihir agung." Pria paruh baya mengangguk kemudian berjalan keluar.
"Apa kamu takut kepadaku." Graham melihat perempuan berkulit coklat.
"Tidak penyihir agung. Amori tidak takut dengan penyihir agung." Amori menggeleng.
"Apa kamu memiliki kekasih." Kata Graham memakan Anggur.
"Saya tidak memiliki kekasih penyihir agung." Balas Amori.
"Apa kamu tertarik denganku." Kata Graham memakan apel.
"Gadis rendahan ini tidak berani tertarik dengan penyihir agung." Balas Amori.
"Aku mencari seorang pelayan. Apa kamu tertarik menjadi pelayanku." Graham melihat Amori. Amori terkejut saat Graham ingin menjadikannya pelayan.
"Suatu kehormatan bisa menjadi pelayan penyihir agung." Amori bersujud.
"Karena kamu adalah pelayanku. Aku akan mengajarimu metode kultivasi tingkat rendah." Graham memegang kepala Amori kemudian mentransfer pengetahuan tentang metode kultivasi tingkat rendah.
Amori terkejut saat menerima metode kultivasi dari Graham. "Jika kamu berkultivasi menggunakan metode yang aku ajarkan. Suatu saat kamu dapat membunuh goblin dengan mudah." Kata Graham.
"Terimakasih penyihir agung." Amori bersujud.
"Apa kamu masih virgin." Graham melihat Amori.
"Saya masih virgin penyihir agung." Balas Amori dengan wajah merah.
"Jika aku mengambil kesucianmu. Apa kamu akan marah." Graham melihat Amori.
"Saya tidak akan marah penyihir agung. Saat ini penyihir agung adalah tuan saya. Penyihir agung juga telah mengajarkan saya metode kultivasi." Balas Amori.
"Bagus. Aku suka dengan jawabanmu." Graham mengangguk.
"Duduklah dan temani aku makan." Graham melihat Amori.
"Baik penyihir agung." Amori mengangguk kemudian duduk di samping Graham.
"Berapa usiamu saat ini." kata Graham memakan daging ayam.
"Usia saya saat ini adalah 19 tahun penyihir agung." Balas Amori.
"Kamu satu tahun lebih muda dariku." Balas Graham memakan daging ayam.
__ADS_1