
Penjaga melihat kartu yang diberikan Grace. Kemudian membaca sebuah buku. "Grace, 22 tahun lalu kamu di usir dari benua suci. Mengapa kamu kembali ke benua suci sebelum mencapai tingkat saint." Penjaga menatap Grace dengan tajam.
"Aku ingin membeli pil spirit level 8 dan 9 di benua suci. Karena di benua barat tidak ada yang menjual pil spirit level 8 dan 9." Balas Grace.
"Aku tidak peduli dengan alasanmu. Pergilah dari sini sebelum aku melaporkanmu kepada anggota divine hall." Penjaga menatap Grace.
Ekspresi Grace menjadi buruk saat mendengar penjaga akan melaporkannya kepada anggota divine hall.
"Grace kembalilah ke benua barat. Saat aku kembali ke benua barat. Aku akan memberikanmu pil spirit level 8 dan 9." Graham melihat Grace.
"Baiklah, aku akan kembali ke benua barat." Grace menghela nafas kemudian terbang ke arah barat.
Penjaga melihat Graham dan berkata. "Tunjukan identitasmu."
"Ini pertama kali aku ke benua suci." Balas Graham.
Penjaga terkejut dengan jawaban Graham. Penjaga melihat Graham dan terkejut saat tidak bisa merasakan kekuatan Graham.
"Apa anda kultivator tingkat saint." Penjaga bertanya kepada Graham.
"Benar, aku kultivator tingkat saint." Balas Graham.
"Silakan masuk." Penjaga berkata dengan hormat. Penjaga tidak pernah melihat kultivator tingkat saint yang begitu muda.
"Bagaimana caranya aku membuat kartu seperti milik Grace." Graham melihat penjaga.
"Anda hanya perlu pergi ke divine hall dan divine hall akan membuat kartu identitas anda." Balas penjaga.
"Terimakasih informasinya." Graham menepuk bahu penjaga kemudian memasuki kota.
Melihat Graham yang masuk ke dalam kota penjaga melihat 2 temannya. "Laporkan ke anggota divine hall. Bahwa Grace kembali ke benua suci meski belum menerobos tingkat Saint."
"Baik." 2 penjaga mengangguk kemudian masuk ke dalam kota.
"Semua penduduk di kota ini adalah kultivator tingkat kaisar dan saint." kata Graham merasakan kekuatan penduduk kota.
"Kuuu." Rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham.
"Apa kamu lapar." Graham melihat rubah putih.
"Kuuu." Rubah putih mengangguk.
"Baiklah, ayo kita cari restoran." Kata Graham mencari restoran.
Tidak lama kemudian Graham menemukan restoran. "Aku pesan 2 porsi ayam dan segelas teh hijau." Graham melihat pelayan.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Balas pelayan berjalan ke arah dapur.
"Bahkan pelayan restoran adalah kultivator tingkat kaisar." Graham terkejut saat merasakan kekuatan pelayan restoran.
Tidak lama kemudian Graham melihat pesanannya datang.
"Kuuu." Rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham dan duduk di atas meja.
"Adik kecil kamu memiliki hewan peliharaan yang lucu." Graham melihat seorang wanita berkulith putih dan berambut pink berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Apa kita saudara." Graham mengigit ayam dan melihat wanita berambut pink.
"Huuhh." Wanita berambut pink bingung dengan perkataan Graham.
"Jika kita bukan saudara. Jangan memanggilku adik kecil. Kamu bukanlah saudaraku." Balas Graham mengigit ayam.
Wanita berambut pink terkejut mendengar kata Graham. "Baiklah, aku tidak akan memanggilmu adik kecil." Wanita berambut pink melihat Graham.
"Yu Jie rupanya kamu disini." Seorang pria berkulit putih dan berambut hitam masuk ke dalam restoran.
"Chen Hao mengapa kamu selalu mengikutiku." Wanita beramput pink berteriak saat melihat pria berambut hitam.
"Dia terlihat mirip dengan gambar pria bernama Chen Fan." Gumam Graham melihat pria berkulit putih dan berambut hitam.
"Yu Jie siapa dia." Pria berambut hitam melihat Graham.
"Dia adalah kekasihku." Balas wanita berambut pink.
"Aku tidak percaya pemuda ini adalah kekasihmu." Pria berambut hitam mencibir.
Mendengar kata pria berambut hitam, wanita berambut pink duduk di samping Graham dan berbisik. "Sayang aku juga ingin makan daging."
"Buka mulutmu." Kata Graham melihat wanita berambut pink.
"Baik." Wanita berambut pink mengangguk dan membuka mulutnya.
Graham kemudian menyuapi wanita berambut pink. "Bocah. Kamu memiliki keberanian untuk menyuapi wanitaku." Pria berambut hitam menatap Graham.
"Jika kamu tidak suka denganku. Ayo kita bertarung di luar." Graham melihat pria berambut hitam.
"Mengapa aku tidak bisa melihat kekuatannya. Jangan bilang pria yang terlihat di bawah usia 20 tahun ini kultivator tingkat saint." Gumam pria berambut hitam.
"Adik kecil, mengapa kakak tidak bisa melihat kekuatanmu." Wanita berambut pink terkejut saat tidak bisa melihat kekuatan Graham.
"Aku adalah kultivator tingkat saint. Wajar jika kamu tidak bisa melihat kekuatanku." Balas Graham mengigit daging.
Pria berambut hitam dan wanita berambut pink terkejut dengan jawaban Graham.
"Jangan berbohong. Di benua suci tidak ada kultivator tingkat saint yang berusia di bawah 30 tahun." Pria berambut hitam menatap Graham.
"Bodoh. Aku bukan dari benua suci." Graham mencibir dan berjalan ke arah kasir.
"Berapa total makanan dan minuman yang aku pesan." Graham melihat pelayan restoran.
"Total makanan dan minuman yang anda pesan adalah 3.000 coin emas." Balas pelayan restoran.
"Aku tidak memiliki banyak uang. Jadi aku membayarnya dengan ini." kata Graham memberikan pil spirit level 3 kepada pelayan.
"Terimakasih pelanggan terhormat. Silakan datang lagi ke restoran kami." Pelayan restoran berkata dengan sopan.
"Baiklah, ayo kita selesaikan masalah kita berdua di luar." Graham melihat pria berambut hitam.
Ekspresi pria berambut hitam menjadi buruk saat mendengar kata Graham.
Melihat pria berambut hitam tidak menjawabnya Graham berkata. "Ternyata kultivator di benua suci sangat pengecut."
__ADS_1
"Siapa yang mengatakan kultivator di benua suci adalah pengecut." Seorang pria berotot masuk ke dalam restoran.
"Ha Jin." Wanita berambut pink terkejut saat melihat pria berotot.
"Senior Ha Jin dia yang mengatakan bahwa orang-orang di benua suci adalah pengecut." Pria berambut hitam menunjuk Graham.
"Apa kamu bukan dari benua benua suci." pria berotot melihat Graham.
"Benar, aku dari benua barat." Balas Graham.
"Aku tidak menyangka seorang monster lahir di benua barat." Pria berotot menatap Graham.
"Jika kamu tidak terima dengan perkataanku. Kita bisa bertarung di luar kota." Graham menatap pria berotot.
Wanita berambut pink dan pria berambut hitam terkejut saat Graham menantang pria berotot bertarung.
"Hahaha. Sudah lama tidak ada yang menantangku bertarung." Pria berotot tertawa terbahak-bahak.
"Baiklah, ayo kita bertarung di luar." Pria berotot menyeringai dan keluar dari restoran.
"Gumiho ayo kita pergi." Kata Graham melihat rubah putih yang masih makan.
"Kuuu." Rubah putih mengangguk dan melompat ke pelukan Graham.
Graham kemudian keluar restoran mengikuti pria berotot. Wanita berambut pink dan pria berambut hitam saling melihat kemudian mengikuti Graham.
Tidak lama kemudian Graham dan pria berotot berada di luar kota. "Disini tempat yang bagus untuk bertarung." Pria berotot melihat Graham.
"Wanita berambut pink aku titipkan Gumiho padamu." Graham memberikan rubah putih kepada wanita berambut pink.
"Baik." Wanita berambut pink mengangguk.
"Karena kamu kultivator tingkat saint. Aku tidak akan menahan diri." Graham melihat pria berotot.
"Aku juga tidak akan menahan diri." Pria berotot menyeringai.
"Bagus." Graham mengangguk dan berkata.
"Aktifkan skill transformasi light dragon." Graham kemudian berubah menjadi manusia naga.
"Manusia naga." Pria berotot, wanita berambut pink dan pria berambut hitam terkejut melihat perubahan Graham.
"Ternyata kamu dari ras naga." Ekspresi pria berotot menjadi serius.
"Wuusshh." Graham melesat ke arah pria berotot kemudian memukul wajahnya. "Booomm!!." Pria berotot melesat sejauh 1.000 meter.
"Berengsek." Pria berotot mengutuk kemudian tubuhnya di selimuti api.
"Mati." Kata Graham menembakan bola cahaya ke arah pria berotot. "Booomm!!."
"Aahhh." Pria berotot berteriak kesakitan.
"Mati." Kata Graham kemudian menembakan bola cahaya bertubi-tubi ke arah pria berotot. "Booomm!." "Booomm!!.
"Dia lebih lemah dari Victor dan naga es." Kata Graham melihat pria berotot mati tanpa meninggalkan mayat utuh.
__ADS_1