
Beberapa bulan telah berlalu saat ini Graham sedang berkultivasi di kamarnya. "Semua status meningkat 10 poin." Notifikasi muncul di depan Graham.
"Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Graham
Usia : 17 tahun
Tingkat : Kaisar
Ras : Manusia
Strength : 25.000
Agility : 25.000
Vitalitas : 25.000
Stamina : 24.000/25.000
Ki : 24.500/25.000
Poin : 0
"Aku tidak menyangka 2 tahun sudah berlalu setelah aku merebut tubuh pemuda ini." kata Graham melihat layar statusnya.
"Aku bertambah tinggi lagi." kata Graham melihat tubuhnya di cermin.
"System berapa tinggiku saat ini." tanya Graham.
"Tinggi anda saat ini 175 cm." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"175 ya." Kata Graham melihat dirinya di cermin.
"Aku semakin tampan." Kata Graham melihat wajah putih, hidung mancungnya dan matanya yang hitam.
"Tok." "Tok." "Graham ayo kita makan." Graham membuka pintu dan melihat Flora berdiri di depan pintu.
"Apa makanan hari ini." kata Graham berjalan ke arah ruang makan.
"Sup, daging ayam, telur, mie dan pangsit." Balas Flora mengikuti Graham.
"Apa kalian menungguku." Kata Graham melihat Alice, Elena, Elizabeth, Fanny dan Viola.
"Benar, kami munggumu." Balas 5 wanita secara bersamaan.
"Baiklah, ayo kita makan." kata Graham duduk di kursi. "Baik." 6 wanita mengangguk. "Kuuu." Rubah putih mengangguk dan mengigit daging ayam.
"Elizabeth apa kamu mendapatkan kabar tentang keberadaan Lilith." Graham melihat Elizabeth.
"Tidak ada kabar sama sekali tentang Lilith." Elizabeth menggeleng.
"Sepertinya dia meninggalkan benua barat." Balas Graham mengigit daging.
"Hari ini aku akan meninggalkan benua barat." Kata Graham memakan pangsit.
"Aahhh." Semua wanita terkejut mendengar Graham ingin meninggalkan benua barat.
"Kalau kamu pergi ke benua timur. Aku ikut denganmu." Elizabeth menatap Graham.
"Aku akan pergi ke benua selatan." Balas Graham.
"Graham ajak aku ke benua selatan." Kata Alice penuh semangat.
"Ajak aku juga Graham." kata Viola.
__ADS_1
"Aku akan mengajak Elizabeth." Balas Graham.
"Aahh. Mengapa selalu kak Elizabeth." Alice tersenyum kecut.
"Karena Elizabeth adalah yang terkuat dari kalian semua." Balas Graham. Alice, Elena, Fanny, Flora dan Viola tersenyum kecut saat mendengar jawaban Graham.
"Elizabeth apa kamu ingin ikut bersamaku ke benua selatan." Graham melihat Elizabeth.
"Aku ingin ikut. Aku penasaran seperti apa benua selatan itu." Elizabeth mengangguk.
Beberapa jam kemudian Graham berada di luar rumahnya. "Kalian semua telah aku berikan masing-masing 1 pil spirit level 1, 2, 3, 4 , 5 dan 6. Setelah aku kembali. Aku ingin lihat kalian semua menerobos tingkat Raja." Kata Graham melihat Alice, Elena, Flora, Fanny dan Viola.
"Saat kamu kembali. Kita semua pasti akan mencapai tingkat Raja." Kata Fanny.
"Bagus. Jika begitu aku pergi." Graham mengangguk kemudian terbang ke langit bersama Elizabeth.
Sementara itu di istana. "Yang mulia duke Graham telah meninggalkan kekaisaran." Kata perempuan berambut merah yang tidak lain Jessica.
"Ke arah mana Graham pergi." balas wanita berambut putih yang tidak lain Eleanor.
"Duke Graham pergi ke arah Selatan yang mulia." Balas Jessica.
"Sepertinya dia akan pergi ke benua selatan." Balas Eleanor.
3 hari telah berlalu. saat ini Graham dan Elizabeth berada di sebuah kota yang terletak di tepi pantai. "Berapa biaya menyewa kapal untuk pergi ke Benua selatan." Kata Graham melihat pria gemuk.
"Biaya menyewa kapal ke benua selatan adalah 500.000 coin emas Duke." Balas pria gemuk tersenyum.
"Mengapa begitu murah. Aku dulu menghabiskan 1 juta coin emas untuk menyewa kapal ke benua timur." Balas Graham.
"Saya adalah penggemar Duke Graham. Jadi saya memberikan diskon kepada Duke Graham." Pria gemuk tersenyum.
"Siapa namamu." Graham melihat pria gemuk.
"Ambilah." Graham memberikan 100 pil spirit level 1 , 2 dan 3.
"Aku tidak memiliki banyak coin emas. Jadi aku membayarmu dengan pil spirit." Kata Graham.
"Ini terlalu banyak duke." Balas pria gemuk.
"Jika aku berkata ambil. Maka ambilah." Graham melihat pria gemuk.
"Terimakasih duke." Pria gemuk tersenyum.
"Kapan anda akan pergi ke benua selatan Duke." Tanya pria gemuk.
"Hari ini. Semakin cepat kita berangkat. Semakin cepat aku sampai di benua selatan." Kata Graham
"Siap Duke." Balas pria gemuk.
Beberapa menit kemudian Graham dan Elizabeth berada di atas kapal bewarna coklat sebesar 20 meter. "Boby berapa lama kita akan sampai di benua selatan." Kata Graham melihat kapal yang mulai berlayar dan menjauh dari pantai.
"Jika tidak ada masalah. Kita akan sampai di benua selatan dalam 9 hari duke." Balas ria gemuk tersenyum.
"Sepertinya benua selatan lebih dekat dari benua timur." Graham mengingat butuh waktu 10 hari berlayar untuk sampai ke benua timur.
"Jika boleh tahu mengapa anda ingin pergi ke benua selatan duke." Tanya pria botak.
"Aku bosan tinggal di benua barat." Balas Graham. Pria gemuk terkejut mendengar jawaban Graham.
"Kuuu." Rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham.
"Anda memiliki hewan peliharaan yang lucu duke." Kata pria gemuk melihat rubah putih.
"Boby aku akan istirahat di kabin. Jangan ganggu aku jika tidak ada yang penting." Graham melihat pria gemuk.
__ADS_1
"Siap duke." Pria gemuk mengangguk.
"Elizabeth ayo ke kabin." Graham berjalan ke arah kabin.
"Baik." Elizabeth mengangguk dan berjalan ke arah kabin.
Graham dan Elizabeth kemudian masuk ke dalam kabin. "Elizabeth lepas pakaianmu." Kata Graham menutup pintu kabin.
"Baik." Elizabeth mengangguk dan melepas pakaiannya.
"Graham apa kita akan melakukan di siang hari." Tanya Elizabeth.
"Benar, kita akan melakukan di siang hari." Balas Graham mencium bibir Elizabeth.
1 Jam telah berlalu Graham masih berhubungan badan dengan Elizabeth. "Graham jarang sekali kamu mengeluarkannya di luar. Biasanya kamu selalu mengeluarkannya di dalam." Elizabeth melihat carian putih di perutnya.
"Jika aku mengeluarkannya di dalam milikmu. Kamu pasti akan hamil." Balas Graham mencium bibir Elizabeth.
"Eeemm, aku lupa kamu sudah berusia 17 tahun." Kata Elizabeth.
"Baiklah, ayo kita lanjut ronde ke dua." Graham menarik kaki Elizabeth.
"Ahhh." Elizabeth menjerit.
6 Jam jam kemudian Graham dan Elizabeth keluar dari kabin. "Duke Graham anda sungguh luar biasa. Anda melakukan selama 6 jam tanpa henti." Boby mengacungkan jempol kepada Graham.
"Jika aku mau. Aku bisa berhubungan badan selama 7 hari tenpa henti." Balas Graham.
9 Hari telah berlalu saat ini Graham dan Elizabeth berada di dek kapal. "Duke Graham kita telah sampai di benua selatan." Kata pria gemuk melihat sebuah pantai.
"Boby apa kamu akan langsung pergi." Graham melihat pria gemuk.
"Benar duke. Saya akan langsung pergi." Pria gemuk mengangguk.
"Aku harap kamu bisa kembali ke benua barat dengan selamat." Graham menjabat tangan pria gemuk.
"Saya juga berharap petualangan duke Graham di benua selatan berjalan dengan lancar." Pria gemuk tersenyum.
Melihat kapal mulai berlayar Graham berkata. "Elizabeth ayo pergi."
"Baik." Elizabeth mengangguk. Graham dan Elizabeth berlari ke arah selatan.
Tidak lama setelah meninggalkan pantai Graham melihat harimau dengan ekor api. "Grrr, mengapa manusia dan elf bisa ada di benua selatan." Harimau dengan ekor api berbicara.
"Dia berbicara." Elizabeth terkejut.
"Mengapa kamu terkejut. Setelah mencapai tingkat raja monster mendapatkan kemampuan untuk berbicara bahasa manusia." Graham melihat harimau dengan ekor api.
"Manusia kamu lebih berpengetahuan dari pada elf itu." Harimau dengan ekor api menatap Graham.
"Manusia kamu masih belum menjawab pertanyaanku. Mengapa kamu dan elf perempuan itu ada di benua selatan." Harimau dengan ekor api menatap Graham.
"Aku datang kesini untuk membunuh monster sepertimu." Graham menyeringai.
"Grrr. Manusia kamu ingin mati." Harimau meraung kemudian melesat ke arah Graham.
"Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian tubuhnya di selimuti asap hijau. "Menyebar." Asap hijau menyebar ke arah harimau dengan ekor api.
"Manusia, beraninya kamu menggunakan racun." Harimau terjatuh ke tanah setelah menghirup asap hijau.
"Tidak ada larangan menggunakan racun di dunia ini." kata Graham kemudian menginjak kepala harimau. "Bruaakkk."
"Elizabeth ayo pergi." kata Graham melihat harimau yang sudah tidak bernyawa.
"Baik." Elizabeth mengangguk. Graham dan Elizabeth kemudian berlari ke arah hutan.
__ADS_1