Villain System

Villain System
79. Melawan Kultivator Tingkat Saint


__ADS_3

7 hari telah berlalu. Saat ini Graham telah meninggalkan benua utara dan berada di sebuah pulau kecil. "Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Graham


Usia : 17 tahun


Tingkat : Kaisar


Ras : Manusia


Strength : 33.000


Agility : 33.000


Vitalitas : 33.000


Stamina : 31.000/33.000


Ki : 32.000/33.000


Poin : 0


"Kurang 7.000 poin lagi. aku akan mencapai tingkat Saint." Kata Graham melihat statusnya.


Graham terdiam beberapa detik kemudian berkata. "System berapa persen peluangku menang jika bertarung melawan kultivator tingkat Saint." Graham teringat wanita berambut biru mengatakan memiliki saudara yang berada di benua suci.


"Peluang anda mengalahkan kultivator tingkat Saint bertarung 1 vs 1 adalah 43%." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"43%." Gumam Graham.


Graham terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Munculkan tabel shop." Tabel shop kemudian muncul di depan Graham.


Graham kemudian menekan gambar buku dan melihat semua skill di level 8 yang masih terkunci.


"Skll Observasi level 8. Efek membuat anda dapat melihat informasi mahluk hidup tingkat Kaisar dan dibawahnya. Konsumsi 80 poin ki setiap menggunakan skill. Syarat mendapatkan skill adalah membunuh 10 mahluk hidup tingkat Kaisar."


"Saat ini aku sudah membunuh 8 mahluk hidup tingkat kaisar. Jika aku membunuh 2 mahluk hidup tingkat kaisar lagi. Aku dapat mempelajari skill Observasi level 8." Kata Graham mengingat dirinya membunuh 6 naga tingkat kaisar dan 2 kultivator manusia tingkat kaisar.


"Baiklah, saatnya melanjutkan perjalanan." Graham menutup tabel shop kemudian terbang ke arah barat.


7 hari kemudian Graham telah kembali kekaisaran. "Graham." Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny melihat Graham telah kembali.


"Dimana Alice dan Viola." Tanya Fanny.


"Alice dan Viola telah meninggal." Balas Graham dengan ekspresi buruk.


"Aahhhh." Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny terkejut mendengar kabar bahwa Alice dan Viola telah meninggal.


Caroline yang sedang membersihkan ruang tamu terkejut mendengar Viola telah meninggal. "Graham. Candaanmu tidak lucu." Caroline berjalan ke arah Graham.


"Aku tidak bercanda. Alice dan Viola telah meninggal." Graham menatap Caroline.


"Buuukk." Caroline jatuh pingsan saat mendengar Viola telah meninggal.


"Alice, Viola." Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny menangis saat mendengar bahwa Alice dan Viola telah meninggal.

__ADS_1


"Berikan ini pada Caroline." Graham memberikan pil pemulihan level 2 kepada Fanny.


"Baik." Fanny mengangguk kemudian memasukan pil pemulihan kedalam mulut Caroline.


Setelah menelan pil pemulihan Caroline tersadar. "Hiks hiks. Graham ceritakan bagaimana putriku bisa meninggal." Caroline menangis.


Graham kemudian menceritakan bahwa pemimpin sekte Frozen menjadikan Alice dan Viola kristal es. Setelah menjadi kristal es pemimpin sekte frozen menghancurkan Alice dan Viola menjadi serpihan es kecil.


Badan Caroline gemetar saat mengetahui Viola meninggal tanpa menyisahkan mayat utuh.


"Pemimpin sekte frozen lebih kuat dari dugaanku. Tapi jangan khawatir. Aku sudah membunuh pemimpin sekte frozen dan Lilith pemimpin sekte demonic." Kata Graham menepuk bahu Caroline.


"Hiks hiks." Caroline menangis.


Saat ini di benua utara. Seorang pria dengan dua tanduk biru di kepalanya melihat ratusan mayat wanita. "Mereka semua mati karena racun." Kata pria dengan dua tanduk biru.


"Victor apa kamu menemukan tubuh adikmu." Pria dengan dua tanduk biru melihat pria berambut biru.


"Aku tidak menemukan tubuh adikku." Balas pria berambut biru dengan ekspresi buruk.


"Julian aku akan pergi ke benua barat." Kata pria berambut biru.


"Baiklah, aku akan menunggumu di benua selatan." Kata pria dengan dua tanduk biru.


"Baiklah." Balas pria berambut biru.


13 Hari telah berlalu. Saat ini di dalam istana, Eleanor sedang mengobrol dengan pria berambut biru. "Setelah sekian lama kita tidak bertemu, kamu semakin cantik Eleanor." Pria berambut biru menatap Eleanor.


"Kak Victor terlalu memujiku. Di benua suci ada banyak wanita yang lebih cantik dari Eleanor." Wanita berambut putih tersenyum.


"Ada perlu apa kak Victor menemuiku." Eleanor melihat Victor.


"Aaahh." Eleanor terkejut mendengar kata pria berambut biru.


Melihat reaksi terkejut Eleanor, pria berambut biru berkata. "Adikku telah di bunuh oleh seseorang."


"Kak Elsa adalah kultivator tingkat kaisar yang hampir menerobos tingkat Saint. Siapa yang bisa membunuhnya." Eleanor terkejut.


Eleanor kemudian teringat dengan Graham yang pergi ke benua utara 1 bulan lalu. "Mungkinkah Graham yang membunuh kak Elsa." Gumam Eleanor.


"Siapa itu Graham." Tanya pria berambut biru.


"Dia ada pemuda yang berbakat. Di usia 17 tahun dia mencapai tingkat kaisar." Jawab Eleanor.


"Apa!!." Pria berambut terkejut mendengar kata Eleanor.


"Graham juga pernah bertarung dengan Lilith." Kata Eleanor.


"Maksudmu Lilith manusia setengah iblis itu." Kata pria berambut biru.


"Benar." Eleanor mengangguk.


"Eleanor apa kemampuan yang dimiliki Graham." Tanya pria berambut biru.


"Graham bisa berubah menjadi manusia setengah naga." Balas Eleanor.

__ADS_1


"Oohh. Apa dia hasil persilangan naga dan manusia." Kata pria berambut biru.


"Aku juga tidak tahu." Eleanor menggeleng.


"Apa Graham juga menggunakan racun." Tanya pria berambut biru.


"Benar, Graham juga terkenal dengan racunnya yang mematikan." Eleanor mengangguk.


"Buuzzz." Mendengar kata Eleanor pria berambut biru mengeluarkan auranya. "Tidak salah lagi. Dia yang membunuh adikku." Pria berambut biru berkata dengan nada menyeramkan.


Eleanor terkejut saat mendengar kata pria berambut biru.


"Eleanor dimana pemuda itu sekarang." Pria berambut biru menatap Eleanor.


"Dia ada di kekaisaran." Balas Eleanor.


"Bawa aku menemuinya." Balas pria berambut biru.


"Baik." Eleanor mengangguk.


Saat ini Graham yang sedang berkultivasi melihat notifikasi muncul di depannya. "Misi harian bunuh kultivator tingkat Saint. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."


"System apa kamu sudah gila." Graham berteriak melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Graham keluarlah." Graham mendengar suara teriakan. Graham keluar dari kamarnya dan melihat Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny.


"Kalian berempat pergilah dari sini." Kata Graham melihat Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny.


"Baik." Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny mengangguk.


Graham keluar dari rumahnya dan melihat pria berambut biru terbang di udara. "Graham apa kamu membunuh adikku." Teriak pria berambut biru mengeluarkan auranya.


"Jika boleh tahu siapa adikmu." Balas Graham dengan sopan.


"Jangan pura-pura bodoh. Adikku adalah Elsa pemimpin sekte frozen di benua utara." Teriak pria berambut biru.


"Jadi laacur itu adalah adikmu." Balas Graham menghina.


"Graham. Aku akan membunuhmu." Pria berambut biru berteriak dan melesat ke arah Graham.


"Aktifkan skill transformasi light dragon." Kata Graham kemudian berubah menjadi manusia naga.


"Booomm!!." Graham menahan pukulan pria berambut biru dengan tangannya. "Bruaakk." Graham terlempar sejauh 700 meter.


"Sial, perbedaan kekuatanku dengannya sangat jauh." Kata Graham merasakan kedua tangannya kesakitan.


"Seperti yang di katakan Eleanor. Kamu dapat berubah menjadi manusia naga." Pria berambut biru melayang di udara.


"Sepertinya Eleanor menjualku." Graham tersenyum kecut mendengar kata pria berambut biru.


"Wuusshh." Melihat pria berambut biru melesat ke arahnya. Graham menembakan bola cahaya bertubi-tubi. "Booomm!!." "Booomm!!." Bola cahaya meledak.


"Dia tidak terluka sama sekali." Ekspresi Graham menjadi serius melihat pria berambut biru tidak terluka setelah terkena ledakan bola cahayanya.


"Naga cahaya ya." Pria berambut biru melihat Graham.

__ADS_1


"Karena kamu sudah menyerangku. Sekarang giliranku untuk menyerangmu." Kata Pria berambut biru menggerakan jarinya.


"Wuussh." Graham melihat ratusan pedang es tiba-tiba muncul di udara.


__ADS_2