Villain System

Villain System
113. Pergi Bersama Lucy


__ADS_3

“Aku bukan penyihir.” Kata Graham melihat Lucy,


“Bukankah kamu bilang seseorang yang bisa menciptakan api, angin, air, tanah dan petir adalah penyihir.” Balas Lucy.


“Bukan hanya penyihir saja yang bisa menciptakan api, angin, air, tanah dan petir. Kultivator juga bisa menciptakan api, angin, air, tanah dan petir dari udara kosong.” Balas Graham.


“Oohh.” Lucy terkejut dengan jawaban Graham.


“Apa kamu seorang kultivator.” Lucy melihat Graham.


“Dulu aku adalah kultivator. Tapi sekarang aku adalah demi god.” Balas Graham.


“Ahhh.” Lucy terkejut Graham menyebut dirinya demi god.


“Wuusshhh.” Graham menciptakan bola api raksasa kemudian melemparkan bola api ke laut. “Boooommm!!! Ledakan besar terjadi.


“Graham apa semua manusia di duniamu sekuat dirimu.” Lucy terkejut melihat ledakan bola api.


“Tidak. Aku adalah manusia tekuat di duniaku. Terlebih lagi aku sekarang bukan manusia.” Balas Graham. “Baiklah, ayo pergi dari sini.” Graham memeluk Lucy kemudian terbang di langit.


Beberapa menit kemudian Graham yang terbang di langit melihat sebuah pantai. “Wuusshh.” Graham melayang turun dari langit dan mendarat di tepi pantai.


“Ayo kita jalan.” Graham melihat Lucy.


“Baik.” Lucy mengangguk.


Beberapa menit kemudian Graham telah meninggalkan tepi pantai dan melihat sebuah desa. “Hei, bisakah kalian berdua tidak berdiri di tengah jalan.” Graham berbalik ke belakang dan melihat seorang wanita berkulit kuning yang membawa ikan.


“Lucy beri dia jalan.” Kata Graham melihat wanita berkulit kuning yang memiliki rambut hitam.


“Baik.” Lucy mengangguk kemudian berdiri di belakang Graham.


“Aku tidak pernah melihat kalian berdua. Apa kalian berdua berasal dari desa lain.” Kata wanita berkulit kuning.


“Benar, kami berasal dari desa lain.” Balas Graham.


“Apa kalian datang ke desa ini untuk membeli ikan.” Kata wanita berkulit kuning.


“Benar, aku ingin membeli ikan yang kamu bawa.” Balas Graham.


“Kamu bisa membeli semua ikan ini seharga 100 koin perak.” Kata wanita berkulit kuning menaruh ikan yang dia bawa ke tanah.


Graham kemudian memberikan 1 koin emas kepada wanita berkulit kuning. “Apa kamu tidak memiliki 100 koin perak. Aku tidak memiliki 900 koin perak.” Kata wanita berkulit kuning.


“Ambil saja kembaliannya.” Graham membawa ikan dan berjalan pergi.


“Graham tunggu aku.” Teriak Lucy mengejar Graham.


“Pria yang dermawan.” Kata wanita berkulit kuning melihat Graham.


“Graham apa kamu berencana memakan ikan-ikan itu.”  Lucy melihat Graham.


“Benar. Aku berencana memakan ikan-ikan ini.” Balas Graham. Lucy mengigit bibirnya saat mendengar kata Graham.


Graham bisakah kamu mengubur ikan-ikan itu.” Lucy melihat Graham.


“Jika aku mengubur ikan-ikan ini. lalu apa yang akan kita makan.” Balas Graham.


“Kita bisa makan buah-buahan dan tumbuhan.” Balas Lucy.

__ADS_1


“Baiklah, kuburlah ikan-ikan ini.” Graham melempar ikan ke tanah. “Apa semua fish man tidak memakan ikan.” Graham melihat Lucy yang mengubur ikan.


“Tidak, ada juga beberapa fish man yang suka memakan ikan.” Balas Lucy.


“Baiklah, ayo pergi.” kata Graham melihat Lucy yang telah selesai mengubur ikan.


“Baik.” Lucy mengangguk.


Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Graham sedang membakar daging tupai di tepi sungai. “Apa kamu juga tidak suka daging hewan.” Graham melihat Lucy.


“Selama hidupku. Aku belum pernah mencoba daging hewan.” Balas Lucy.


“Lalu apa yang kamu makan di dalam laut.” Tanya Graham.


“Aku memakan Alga dan tumbuhan laut.” Balas Lucy.


“Jadi kamu adalah vegetarian.” Balas Graham.


“Cobalah.” Kata Graham memberikan sepotong daging kepada Lucy.


Lucy melihat daging kemudian mengigitnya. “Enak. Jadi seperti ini rasanya daging hewan.” Kata Lucy memakan daging.


“Makanlah daging ini. Aku akan menangkap tupai lagi.” Graham memberikan daging tupai yang sudah matang kepada Lucy.


“Baik.” Lucy mengangguk dan mengigit daging.


Beberapa menit kemudian Graham dan Lucy telah selesai makan. “Jika aku tahu daging hewan seenak ini. Dari dulu aku akan pergi ke daratan dan menangkap tupai.” Kata Lucy mengusap perutnya.


“Apa kamu pernah minum anggur.” Graham mengeluarkan dua botol anggur.


“Aku belum pernah.” Lucy menggeleng.


“Cobalah.” Graham memberikan 1 botol anggur kepada Lucy.


“Manusia biasa akan sedikit pusing jika meminum anggur. Karena kamu tingkat Intermediate. kamu tidak akan pusing jika minum sebotol anggur.” Kata Graham meminum anggur.


“Apa itu tingkat Intermediate.” Lucy bingung.


“Intermediate adalah tingkat ke 2 kultivator.” Kata Graham kemudian menjelaskan tingkat kultivator dan kultivasi kepada Lucy.


“Graham bisakah kamu mengajariku metode kultivasi.” Lucy menatap Graham.


“Apa keuntungan yang aku dapat jika mengajarimu metode kultivasi.” Graham melihat Lucy.


“Ahhh. Mengapa kamu bicara seperti itu. Beberapa jam lalu kita telah berhubungan badan. Apa kamu berbohong saat mengatakan menyukaiku.” Lucy menatap Graham.


Melihat Lucy yang hampir menangis, Graham berkata. “Aku hanya bercanda. Aku akan mengajarimu metode kultivasi.” Graham tersenyum kemudian mentransfer metode kultivasi tingkat rendah kepada Lucy.


“Jadi seperti ini metode kultivasi.” Kata Lucy merasakan pengetahuan masuk ke dalam otaknya.


“Karena aku sudah mengajarimu metide kultivasi. Kamu harus memberiku sesuatu.” Kata Graham memeluk Lucy.


“Ahhh. Kamu masih meminta sesuatu dariku.” Lucy terkejut.


“Benar, aku memintamu untuk memberikan tubuhmu padaku.” Kata Graham mencium bibir Lucy.


“Emmm.” Lucy memejamkan matanya dan memeluk Graham.


“Ayo kita mandi bersama.” Kata Graham menatap wajah Lucy.

__ADS_1


“Jika kakiku terkena air. Kakiku akan berubah menjadi ekor ikan.” Balas Lucy.


“Tidak masalah.” Kata Graham menggendong Lucy dan berjalan ke arah sungai. “Byuurr.” Graham dan Lucy masuk ke dalam sungai.


Graham melihat kaki Lucy mulai berubah menjadi ekor ikan. “Aku akan membasuh tubuhmu.” Kata Graham membasuh ekor ikan Lucy.


“Emmm.” Lucy mengerang saat Graham membasuh ekor ikannya.


“Sepertinya ekor ikanmu. Adalah bagian sensitifmu.” Bisik Graham di telinga Lucy.


“Benar, jadi berhentilah membasuh ekor ikanku.” Kata Lucy dengan wajah merah.


Wajahmu tidak mencerminkan perkataanmu.” Kata Graham mencium bibir Lucy. Lucy memejamkan matanya dan memeluk Graham dengan erat.


“Graham ayo kita buat anak.” Kata Lucy dengan wajah merah.


“Aku tidak akan membuat anak sebelum menikah.” Balas Graham.


“Jika begitu. Ayo kita menikah.” Balas Lucy.


“Jika kamu menerobos tingkat Saint. Aku akan menikahimu.” Balas Graham.


“Jika begitu. Berikan aku banyak pil yang dapat meningkatkan kekuatanku.” Kata Lucy.


“Maksudmu pil spirit yang aku berikan beberapa jam tadi.” Balas Graham.


“Benar.” Lucy mengangguk.


“Baiklah, setelah kita selesai berhubungan badan. Aku akan memberimu pil spirit.” Kata Graham meremas dada Lucy.


“Emmm.” Lucy mengerang saat Graham meremas dadanya.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham dan Lucy sedang berada di tepi sungai. “Sesuai yang aku janjikan. Aku akan memberimu pil spirit setelah kita berhubungan badan.” Kata Graham memberikan pil spirit level 2 kepada Lucy. Lucy menelan pil spirit level 2 yang di berikan Graham. Kemudian duduk dan mulai berkultivasi.


Melihat Lucy mulai menyerap energi di dalam pil spirit Graham berkata. “Munculkan tabel status.” Layar status kemudian muncul di depan Graham.


Nama : Graham De Lopez


Usia : 22 tahun


Tingkat : Demi God


Ras : Manusia Setengah Dewa


Strength : 485.000


Agility : 485.000


Vitalitas : 485.000


Stamina : 460.000/485.000


Ki : 480.000/485.000


Poin : 0


“Selama 1 tahun berada di luar angkasa, aku tidak berkultivasi sama sekali.” Kata Graham melihat statusnya.


“Karena aku sudah menemukan planet berpenghuni. Aku akan mulai berkultivasi kembali.” kata Graham duduk di tanah dan mulai berkultivasi.

__ADS_1


1 Jam kemudian Graham melihat Lucy selesai menyerap energi di dalam pil spirit. “Tubuhku di penuhi kekuatan.” Kata Lucy melihat tubuhnya.


“Dengan kekuatanmu sekarang. Apa kamu bisa mengalahkan ksatria 2 star.” Graham melihat Lucy. “Aku tidak yakin.” Lucy menggeleng.


__ADS_2