
"Sayangnya aku tidak pernah pergi ke benua suci." Elf wanita berambut pirang menggeleng.
"Hanya orang-orang yang berasal dari benua suci. Yang tahu lokasi benua suci berada." Elf wanita berambut pirang melihat Graham.
"Sepertinya aku harus bertanya kepada Eleanor atau Grace paus gereja cahaya tentang lokasi benua suci." Gumam Graham.
"Benar, seperti apa penampilan kultivator yang membunuh suamimu. Jika aku bertemu dengannya di benua suci. Aku akan membunuhnya." Graham melihat elf wanita berambut pirang.
Badan elf wanita berambut pirang gemetar saat mendengar Graham akan membunuh pembunuh suaminya.
"Namanya adalah Chen Fan." Kata elf wanita berambut pirang kemudian menggambar wajah pembunuh suaminya.
"Jika aku bertemu dengannya di benua suci. Aku akan membunuhnya." Graham menyimpan Gambar ke dalam tabel penyimpanannya.
"Terimakasih Graham." elf wanita berambut pirang tersenyum.
"Baiklah, ratu elf. Aku akan pergi." kata Graham berjalan keluar ruangan.
"Graham, apa yang kamu bicarakan dengan ibuku." Graham melihat Elizabeth yang menunggunya di luar ruangan.
"Ibumu membicarakan pernikahan kita." Balas Graham.
"Ahh. Apa kita akan menikah." Elizabeth berkata dengan wajah merah.
"Kita tidak akan menikah." Graham menggeleng. Mendengar jawaban Graham ekspresi Elizabeth menjadi sedih.
"Apa kamu sangat ingin menikah denganku." Graham melihat Elizabeth.
"Siapa yang ingin menikah denganmu." Elizabeth mendengus.
"Tenang saja. Suatu saat aku akan menikahimu." Graham mengelus kepala Elizabeth.
"Jika kamu berencana menikahi Elizabeth. Kamu juga harus menikahi kami bertiga." Graham melihat Elena, Flora dan Fanny yang berjalan ke arahnya.
"Uhuukk. Elizabeth aku akan pergi ke benua suci. Kamu ingin tinggal disini atau di benua barat."
"Aahhh." Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny terkejut mendengar Graham akan pergi ke benua suci.
"Aku telah menerobos tingkat Saint. Jadi aku ingin pergi ke benua suci." Graham melihat Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny.
"Ahhhh." Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny sekali lagi terkejut dengan Graham yang menerobos tingkat saint.
"Graham apa kamu tidak bisa mengajakku pergi ke benua suci." Elizabeth menatap Graham.
"Tidak, saat ini aku masih terlalu lemah. Aku takut peristiwa di benua utara terulang lagi." Graham menatap Elizabeth.
Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny terdiam mendengar kata Graham. Mereka tahu peristiwa di benua utara adalah meninggalnya Alice dan Viola.
"Graham aku akan tinggal disini." Elizabeth melihat Graham.
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik." Graham melihat Elizabeth.
"Elena, Flora, Fanny. Ayo kita pergi." kata Graham berjalan keluar istana.
"Baik." Elena, Flora dan Fanny mengangguk.
"Apa kalian bertiga tidak ingin mengucapkan perpisahan dengan Elizabeth." Graham melihat Elena, Flora dan Fanny.
"Tidak perlu, karena kami yakin akan berkumpul kembali dengan Elizabeth cepat atau lambat." Elena menggeleng.
"Yang kamu katakan benar. Setelah aku kembali dari benua suci. Aku akan menjemput Elizabeth dan membawanya ke benua barat." Graham mengangguk.
__ADS_1
14 hari telah berlalu. Saat ini Graham Elena, Flora dan Fanny berada di sebuah kota yang terletak di tepi pantai.
"Ahhh. Duke Graham." Pria kurus terkejut saat melihat Graham.
"Dimana baldy." Graham melihat pria kurus.
"Kapten baldy telah meninggal." Balas pria kurus dengan sedih.
"Bagaimana bisa dia meninggal. Aku ingat 3 bulan lalu dia sehat-sehat saja." Balas Graham.
"Kapten baldy di bunuh oleh pria dengan dua tanduk biru di kepalanya." Balas pria kurus.
"Nasib baldy sungguh tidak beruntung." Graham menghela nafas. Graham tahu bahwa pembunuh baldy adalah naga es yang dia bunuh di benua timur.
"Apa baldy memiliki keluarga." Tanya Graham.
"Baldy tidak memiliki keluarga duke." Pria kurus menggeleng.
"Pria yang menyedihkan. Bahkan dia tidak memiliki keluarga." Graham menghela nafas.
"Elena, Flora, Fanny ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Graham melihat 3 perempuan.
"Baik." Elena, Flora dan Fanny mengangguk. Graham kemudian terbang ke langit di ikuti Elena, Flora dan Fanny.
3 Hari kemudian Graham telah kembali kekaisaran. "Sepertinya Rebecca selalu membersihkan rumah ini." kata Graham melihat rumahnya yang bersih.
"Flora berikan pil ini kepada ibumu." Graham memberikan 10 pil spirit level 1 , 2 dan 3 kepada Flora.
"Baik." Flora mengangguk kemudian keluar dari rumah.
"Aku ingin istirahat. Kalian berdua jangan mengangguku." Kata Graham berjalan ke kamarnya.
"Baik." Balas Elena dan Fanny.
Saat ini di dalam istana. "Yang mulia duke Graham telah kembali kekaisaran." Kata perempuan berambut berambut merah.
"Sepertinya Graham berhasil mengalahkan Victor dan Julian." Balas wanita berambut putih yang tidak lain Eleanor.
Saat ini di suatu tempat seorang wanita berambut kuning sedang duduk di singgasana. "Paus, saya mendapatkan informasi bahwa duke Graham telah kembali kekaisaran." Kata wanita berjubah putih.
"Sepertinya Graham berhasil mengalahkan Victor dan Julian." Balas wanita berambut kuning yang di panggil Paus.
"Sepertinya aku harus pergi kekaisaran dan menemuinya." Gumam wanita berambut kuning.
Keesokan harinya Graham yang sedang berkultivasi di kamarnya mendengar suara ketukan pintu. Graham membuka matanya dan membuka pintu.
"Graham kamu mendapat undangan dari Volmir." Elena memberikan undangan kepada Graham.
"Siapa itu Volmir." Graham bingung.
"Apa kamu lupa. Volmir adalah pemilik pelelangan gelap." Balas Elena.
"Aku ingat dia. Dia mengatakan keberadaan Lilith padaku." Graham mengangguk kemudian membaca undangan.
"Oohh. Dia mengundangku ke pelelangan gelap miliknya." Kata Graham membaca undangan.
"Apa kamu akan pergi ke pelelangan gelap." Tanya Elena.
"Aku akan pergi. Dulu aku berjanji pergi ke pelelangan gelap setelah membunuh Lilith." Balas Graham menyimpan undangan ke tabel penyimpanan.
Graham keluar dari kamarnya dan berjalan ke pintu depan. "Graham kamu ingin pergi kemana." Tanya Elena.
__ADS_1
"Aku ingin menemui Eleanor." balas Graham keluar dari rumahnya.
Beberapa menit kemudian Graham telah berada di istana. Graham masuk ke dalam ruangan dan melihat wanita berambut putih yang duduk di singgasana.
"Aktifkan skill observasi. Munculkan informasi Eleanor." Gumam Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Eleanor
Usia : 47 tahun
Tingkat : Kaisar
Ras : Manusia
Strength : 37.000
Agility : 37.000
Vitalitas : 37.000
Stamina : 36.000/37.000
Ki : 36.500/37.000
Informasi : Penguasa Benua Barat
"Dia lebih muda dari ibu Elizabeth." Gumam Graham melihat usia Eleanor 47 tahun.
Eleanor menatap Graham dan bergumam. "Aku tidak bisa merasakan kekuatannya. Jangan bilang Graham telah mencapai tingkat Saint."
Melihat Eleanor menatap dirinya Graham berkata. "Mengapa kamu menatapku seperti itu. Apa kamu tertarik denganku."
Eleanor tersenyum kecut saat mendengar kata Graham. "Graham apa kamu menerobos tingkat Saint." Tanya Eleanor.
"Benar, aku menerobos tingkat Saint." Graham mengangguk.
"Kamu sungguh mengerikan. Bahkan di benua suci tidak ada yang menerobos tingkat Saint di bawah usia 20 tahun." Balas Eleanor.
"Graham apa kamu mengalahkan Victor dan Julian." Eleanor melihat Graham.
"Benar, aku membunuh mereka berdua." Graham mengangguk.
"Aku sudah menduganya." Eleanor menghela nafas.
"Eleanor apa kamu masih ingat lokasi benua suci." Graham melihat Eleanor.
"Aku masih ingat." Balas Eleanor.
"Jika begitu jadilah pemandu ku ke benua suci." Balas Graham.
"Biar aku saja yang menjadi pemandu mu ke benua suci." Kata wanita berambut kuning masuk ke dalam ruangan.
"Grace." Kata Eleanor melihat wanita berambut kuning.
"Lama tidak berjumpa Eleanor." Wanita berambut kuning tersenyum.
"Duke Graham. Biar aku saja yang menjadi pemandu mu ke benua suci." Wanita berambut kuning tersenyum kepada Graham.
"Apa kamu paus gereja cahaya." Graham melihat wanita berambut kuning.
"Benar. Saya Grace paus gereja cahaya." Wanita berambut kuning mengangguk."
__ADS_1
"Dia cantik dan memiliki dada besar." Gumam Graham melihat dada wanita berambut kuning.