
"Graham." Graham melihat Elizabeth terbang ke arahnya.
"Kuuu." Rubah putih melompat ke pelukan Graham.
"Aku tidak menyangka kamu berhasil mengalahkan 5 naga tingkat kaisar tanpa terluka sama sekali." Elizabeth melihat Graham yang baik-baik saja.
"Tidak. Aku terluka melawan mereka berlima." Graham menggeleng.
"Aku telah mengkonsumsi pil pemulihan level 7. Jadi semua luka ku sembuh." Graham mengelus kepala rubah putih.
"Elizabeth ayo pergi." Graham terbang ke arah barat.
"Baik." Elizabeth mengangguk dan terbang mengikuti Graham.
Tidak lama setelah Graham dan Elizabeth pergi. Seekor bunglon sebesar 7 meter muncul di dekat mayat naga hitam.
"Manusia itu berhasil mengalahkan tuan Casius, Denzel, Eramus, Ignatus dan Malovire. Ini bencana bagi benua selatan." Kata bunglon dengan panik.
1 Bulan telah berlalu setelah Graham membunuh 5 naga. Saat ini Graham sedang duduk di bawah pohon dan memakan anggur. "Sepertinya di benua selatan sudah tidak ada monster tingkat kaisar lagi." kata Graham memakan anggur.
Graham telah berkeliling benua selatan namun tidak menemukan monster tingkat kaisar selain 6 naga yang dia bunuh.
"Elizabeth." Graham melihat Elizabeth yang bermain dengan rubah putih.
"Iya." Elizabeth melihat ke arah Graham.
"Ayo kita kembali ke benua barat. Tidak ada gunanya kita tinggal di benua selatan lebih lama lagi." Kata Graham membuang anggur.
"Baik." Elizabeth mengangguk.
17 hari kemudian Graham dan Elizabeth telah kembali kekaisaran. "Graham." Alice, Elena, Flora, Fanny dan Viola melihat Graham yang kembali bersama Elizabeth.
"Kalian belum menerobos tingkat raja." Graham melihat Alice, Elena, Flora, Fanny dan Viola.
"1 tahun lagi kita pasti akan menerobos tingkat raja." Kata Alice penuh percaya diri.
"Baiklah, "Aku akan istirahat. Kalian berlima jangan ganggu aku." Balas Graham berjalan ke arah kamarnya.
"Baik." Alice, Elena, Flora, Fanny dan Viola mengangguk.
Setelah masuk ke dalam kamarnya. Graham berbaring di kasur. "Sudah lama aku tidak tidur di Kasur." Graham tersenyum dan memejamkan matanya.
Sementara itu di istana. "Yang mulia duke Graham telah kembali." Kata perempuan berambut merah yang tidak lain Jessica.
"Dia kembali lebih cepat dari perkiraanku." Balas wanita berambut putih yang tidak lain Eleanor.
Keesokan harinya Graham yang sedang berkultivasi di kamarnya mendengar suara ketukan pintu.
"Tok." "Tok." "Graham ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." Graham berhenti berkultivasi dan membuka pintu kamarnya.
"Siapa yang ingin bertemu denganku." Graham melihat Alice yang berdiri di depan pintu.
"Dia adalah pemilik pelelangan gelap." Balas Alice.
"Oohh. Jarang sekali pemilik pelelangan gelap datang menemuiku." Kata Graham berjalan ke arah ruang tamu.
__ADS_1
"Selamat pagi duke Graham. Saya adalah Volmir pemilik pelelangan gelap." Pria berjaz hitam tersenyum saat melihat Graham.
"Volmir mengapa kamu ingin bertemu denganku." Graham duduk di kursi.
"Duke Graham saya mendapatkan informasi tentang keberadaan pemimpin sekte demonic." Pria berjaz hitam tersenyum kepada Graham.
"Oohhh." Graham terkejut dengan kata pria berjaz hitam.
"Dimana keberadaan pemimpin sekte demonic." Graham menatap pria berjaz hitam.
"Pemimpin sekte demonic berada di benua utara. Tepatnya berada di sekte Frozen." Balas pria berjaz hitam.
"Sekte Frozen." Gumam Graham. Graham mengetahui sekte Frozen adalah sebuah kelompok yang berisi kutlivator wanita yang mempelajari elemen es.
"Terimakasih sudah memberitahuku keberadaan pemimpin sekte demonic." Graham berterimakasih.
"Sama-sama duke." Pria berjaz hitam tersenyum.
"Jika anda memiliki waktu luang datanglah ke pelelangan gelap duke." Pria berjaz hitam tersenyum.
"Setelah aku membunuh pemimpin sekte demonic. Aku akan datang ke pelelangan gelapmu." Balas Graham.
"Jika begitu saya menunggu kabar tentang anda berhasil membunuh pemimpin sekte demonic." Pria berjaz hitam tersenyum.
"Duke saya pamit pergi." Pria berjaz hitam tersenyum kepada Graham.
"Aku tidak bisa mengantarmu keluar." Balas Graham.
"Tidak masalah duke." Pria berjaz hitam tersenyum kemudian berjalan ke arah pintu depan.
"Iya." Alice dan Viola berjalan ke arah Graham.
"Aku akan pergi ke benua utara untuk membunuh Lilith." Graham melihat Alice dan Viola.
"Graham aku ikut denganmu ke benua utara. Aku ingin melihat kematian pemimpin sekte demonic di depan mataku." Alice menatap Graham.
"Aku juga ikut ke benua utara. Aku ingin melihat secara langsung kamu membunuh pemimpin sekte demonic." Viola menatap Graham.
"Elizabeth aku titipkan Gumiho padamu." Graham memberikan rubah putih kepada Elizabeth.
"Baik." Elizabeth mengangguk.
"Alice, Viola ayo kita pergi." Graham berjalan ke pintu depan.
"Baik." Alice dan Viola mengangguk.
Sementara itu di istana. "Yang mulia duke Graham baru saja meninggalkan kekaisaran." Jessica membungkuk kepada Eleanor.
"Aku tidak menyangka dia sudah pergi lagi. Ke arah mana Graham pergi." Balas Eleanor.
"Duke Graham pergi ke arah utara." Balas Jessica.
"Sepertinya Graham akan pergi ke sekte Frozen. Tempat kak Elsa berada." Balas Eleanor.
3 Hari telah berlalu saat ini Graham, Alice dan Viola berada di sebuah kota yang terletak di tepi pantai. "Berapa biaya menyewa kapal untuk pergi ke Benua utara." Kata Graham melihat wanita berotot berkulit coklat.
__ADS_1
"Biaya menyewa kapal ke benua utara adalah 1.000.000 coin emas Duke." Balas wanita berotot. Wanita berotot tahu Graham adalah seorang duke.
"Apa boleh aku membayar dengan pil spirit." Graham melihat wanita berotot.
"Tentu saja boleh duke." Wanita berotot mengangguk.
"Apa itu cukup." Graham memberikan 100 pil spirit level 1 , 2 dan 3 kepada wanita berotot.
"Cukup duke." Wanita berotot tersenyum saat menerima pil.
"Kapan anda akan pergi ke benua selatan Duke." Tanya wanita berotot.
"Hari ini. Semakin cepat kita berangkat. Semakin cepat aku sampai di benua utara." Balas Graham
"Baik Duke. Saya akan menyiapkan kapal terlebih dulu." Wanita berotot mengangguk.
Beberapa menit kemudian Graham, Alice dan Viola berada di atas kapal bewarna putih sebesar 20 meter. "Berapa lama kita akan sampai di benua utara." Kata Graham melihat kapal yang mulai berlayar dan menjauh dari pantai.
"Jika tidak ada masalah. Kita akan sampai ke benua utara dalam 11 hari duke." Balas wanita berotot.
11 hari kemudian Graham melihat lautan yang membeku. "Duke Graham kami hanya bisa mengantar sampai sini." Wanita berotot melihat Graham.
"Tidak masalah." Balas Graham.
"Alice, Viola ayo pergi." Kata Graham terbang ke langit.
"Baik." Alice dan Viola mengangguk kemudian terbang mengikuti Graham.
Tidak lama setelah terbang Graham melihat sebuah pulau es. "Ayo kita turun." Kata Graham melayang turun dari langit.
"Baik." Alice dan Viola turun dari langit.
"Woaarrr." Graham melihat beruang es yang tiba-tiba muncul dan menyerangnya.
"Matii!!." Kata Graham memukul beruang es.
"Craattt!!." Tubuh beruang es hancur akibat pukulan Graham.
"Ayo kita pergi." Graham melihat Alice dan Viola.
"Baik." Alice dan Viola mengangguk.
3 Hari kemudian Graham yang sedang berlari melihat sebuah istana yang terbuat dari es. "Siapa kalian." Graham melihat 2 wanita berpakaian biru keluar dari istana dan terbang ke arahnya.
"Kami bertiga dari benua barat." Balas Graham.
"Ada perlu apa kalian bertiga kesini." Balas salah satu wanita.
"Kami kesini mencari wanita bernama Lilith. Apa di istana kalian ada perempuan bernama Lilith." Graham melihat 2 wanita berpakaian biru.
"Tidak ada wanita bernama Lilith di sekte kami." Balas salah satu wanita.
Graham memejamkan matanya dan merasakan seluruh mahluk hidup dalam jarak 10.000 meter. "Sepertinya kalian berbohong." Graham menyeringai saat melihat Lilith yang sedang berkultivasi.
2 wanita saling melihat kemudian menyerang Graham. "Bodoh." Graham mencibir kemudian memukul 2 wanita.
__ADS_1
"Booomm!!." "Booomm!!." 2 Wanita melesat sejauh 50 meter dan menghantam gerbang istana.