Villain System

Villain System
55. Menjadikan Elena Budak


__ADS_3

"Jika aku bukan seorang jenius yang mencapai tingkat Grand Master di usia 16 tahun. Saat ini aku tidak akan memiliki wanita." Graham tersenyum.


"Yang anda katakan benar." Perempuan berambut abu-abu mengangguk,


"Tuan putri ayo kita makan terlebih dulu. Setelah itu tuan putri bisa mengobrol lagi." kata wanita paruh baya.


"Tuan Graham ayo kita makan terlebih dulu." Kata perempuan berambut abu-abu.


"Baik." Graham mengangguk dan mulai makan.


30 menit kemudian Graham telah selesai makan. "Tuan putri saya pamit pergi." kata Graham melihat putri Elena.


"Jika anda memiliki waktu luang. Datanglah ke istana." Perempuan berambut abu-abu tersenyum.


"Baik, besok saya akan datang ke istana." Graham tersenyum kemudian keluar restoran di ikuti Alice, Fanny dan Viola.


"Bibi, ayo kita pergi juga." Kata perempuan berambut abu-abu."


"Baik." Wanita paruh baya mengangguk.


"Sepertinya putri Elena tertarik padamu." Kata Fanny melihat Graham.


"Jika aku bukan kultivator tingkat Grand Master. Dia tidak akan tertarik padaku." Balas Graham.


Tidak lama kemudian Graham menemukan sebuah penginapan. Graham masuk ke dalam penginapan kemudian memesan 3 kamar. "2 coin emas untuk 1 kamar." kata pemilik penginapan.


"Aku pesan 3 kamar untuk 2 hari." Kata Graham memberikan 12 coin emas.


"Silakan ikuti saya." Kata pemilik penginapan.


Graham, Alice, Fanny dan Viola kemudian mengikuti pemilik penginapan.


"Ini kamar kalian." Kata pemilik melihatkan 3 kamar.


"Alice ayo masuk ke kamar." kata Graham.


"Baik." Alice tersipu malu dan masuk ke dalam kamar. Melihat Graham dan Alice masuk ke dalam kamar. Fanny dan Viola kemudian masuk ke kamar mereka.


Keesokan harinya Graham terbangun dan melihat Alice di sampingnya. "Selamat pagi." Alice tersenyum kepada Graham.


"Selamat pagi juga." Balas Graham.


"Misi Harian ambil kesucian Elena. Hadiah menyelesaikan misi 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi muncul di depan Graham.


"Alice." Kata Graham.


"Iya." Bala Alice.


"Aku akan pergi ke istana. Aku titipkan Gumiho padamu." Kata Graham melihat rubah putih yang masih tertidur.


"Baik." Alice mengangguk.


Sementara itu di istana kerajaan Evora. "Kamu bilang Graham ada di ibukota ini." kata pria paruh baya dengan rambut abu-abu.


"Benar yang mulia. Kemarin Graham dan putri Elena makan bersama di restoran." Balas seorang pria.


"Panggil Elena untuk menemuiku." Kata pria paruh baya berambut abu-abu.


"Baik yang mulia." Pria mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


Tidak lama kemudian perempuan berambut abu-abu masuk ke dalam ruangan. "Ada apa ayah memanggilku." Kata perempuan berambut abu-abu.


"Apa kamu kemarin bertemu Graham." Kata pria paruh baya berambut abu-abu.


"Benar, kemarin aku bertemu Graham." Perempuan berambut abu-abu mengangguk.


"Apa kamu bertanya mengapa dia datang ke kerajaan ini." tanya pria paruh baya berambut abu-abu.

__ADS_1


"Saya lupa bertanya alasan dia datang ke kota ini." Perempuan berambut abu-abu menggeleng.


Saat ini Graham melihat istana di depannya. "Katakan pada putri Elena, aku Graham ingin pergi menemuinya." Kata Graham melihat penjaga.


"Silakan tunggu. Saya akan memberi tahu kepada putri Elena terlebih dulu." Balas salah satu penjaga kemudian masuk ke dalam istana.


"Yang mulia, Graham dari Britania ada di luar istana. Dia mengatakan ingin bertemu putri Elena." Kata pria masuk ke dalam ruangan.


"Kemarin saat di restoran aku mengundangnya ke istana." Kata perempuan berambut abu-abu.


"Karena kamu mengundangnya. Maka temuilah dia." Balas pria paruh baya berambut abu-abu.


"Baik yah." Perempuan berambut abu-abu mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


Graham yang berada di luar istana melihat perempuan berambut abu-abu keluar dari istana. "Mengapa kamu tidak masuk ke dalam." Tanya perempuan berambu abu-abu.


"Aku tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga." Balas Graham.


"Apa itu benar." Perempuan berambut abu-abu menatap penjaga.


"Maafkan saya tuan putri. Saya tidak tahu tahu bahwa dia adalah teman tuan putri." Penjaga meminta maaf.


"Jangan meminta maaf padaku. Minta maaflah kepada Graham."


"Graham tolong maafkan saya." Kata penjaga meminta maaf.


"Aku tidak memaafkanmu." "Aku ingin dia berhenti menjadi penjaga." Balas Graham melihat perempuan berambut abu-abu.


Perempuan berambut abu-abu dan penjaga terkejut mendengar kata Graham.


"Mulai sekarang kamu berhenti menjadi penjaga." Kata perempuan berambut abu-abu.


"Tuan putri jangan pecat saya. Saya memiliki anak dan istri yang harus di beri makan." Penjaga memohon.


Perempuan berambut abu-abu melihat ke arah Graham. "Baiklah, kamu tidak perlu memecatnya." Kata Graham.


"Terimakasih putri Elena." Penjaga berterimakasih.


"Berterimakasihlah juga kepada Graham." Kata perempuan berambut abu-abu.


"Terimakasih Graham." Penjaga berterimakasih kepada Graham.


"Elena ayo ikut denganku." Kata Graham melihat perempuan berambut abu-abu.


"Ehh, kamu ingin mengajakku kemana." Balas perempuan berambut abu-abu yang di panggil Elena.


"Ke suatu tempat." Graham tersenyum.


"Baiklah." Elena mengangguk. Graham dan Elena kemudian berjalan bersama.


"Graham mengapa kita kemari." Kata Elena melihat Graham masuk ke dalam gang.


Graham melukai jarinya kemudian memukul perut Elena. "Buukk." "Uugghh." Graham meneteskan darah di dahi Elena dan berkata. "Aktifkan skill kontrak budak." Darah di dahi Elena kemudian bersinar.


"Graham mengapa kamu memukulku." Elena menatap Graham.


"Makan ini." Graham memberikan pil pemulihan level 1 kepada Elena.


"Baik." Elena mengangguk kemudian memakan pil pemulihan.


"Ahh, mengapa aku menuruti perkataanmu." Elena terkejut.


"Jawabannya sederhana. Kamu saat ini sudah menjadi budakku." Graham menyeringai.


"Graham leluconmu tidak lucu." Elena tersenyum.


"Aku tidak bercanda Elena." Graham tersenyum.

__ADS_1


"Cium aku." kata Graham melihat Elena.


"Baik." Elena mengangguk kemudian mencium bibir Graham.


"Ahh, apa yang aku lakukan." Elena mendorong Graham.


"Aahhh." Elena tiba-tiba berteriak kesakitan.


"Aku lupa mengatakan bahwa kamu akan kesakitan jika menolak perintahku." Graham menyeringai.


"Graham mengapa kamu melakukan ini padaku." Elena menangis.


"Tidak ada alasan khusus. Aku hanya ingin menjadikanmu budakku." Graham tersenyum dan mengelus wajah Elena.


Elena menangis saat mendengar kata Graham.


"Pakai ini." Graham memberikan jubah kepada Elena.


"Baik." Elena mengangguk dan memakai jubah.


"Ikuti aku." kata Graham berjalan keluar dari gang.


"Baik." Elena mengangguk kemudian mengikuti Graham.


Graham kemudian masuk ke dalam penginapan bersama Elena. "Graham mengapa kita pergi ke penginapan." Tanya Elena.


"Graham membuka pintu kamar dan melihat Alice yang sedang merias wajah. "Kamu sudah kembali." Kata Alice melihat Graham.


"Alice pergilah ke kamar Viola atau Fanny." Kata Graham melihat Alice.


"Baik." Alice mengangguk kemudian keluar dari kamar.


Melihat Alice yang keluar dari kamar Elena berkata. "Apa dia sama sepertiku."


"Benar, dia sama sepertimu." Graham tersenyum.


"Kamu adalah pria terburuk yang pernah aku temui." Elena mengigit bibirnya.


"Baiklah, lepas pakaianmu." Kata Graham melihat Elena.


"Baik." Elena mengangguk kemudian melepas pakaiannya.


"Kamu memiliki tubuh yang indah." Kata Graham melihat dada bulat Elena dan tubuhnya yang langsing.


"Graham apa yang mau kamu lakukan." Kata Elena berjalan mundur.


"Tentu saja mengambil kesucianmu." Graham tersenyum.


"Naik ke kasur." Kata Graham.


"Baik." Elena kemudian naik ke kasur. Melihat Elena yang naik ke kasur Graham melepas pakaiannya.


"Graham kumohon jangan lakukan ini." Elena panik melihat Graham yang melepas pakaiannya.


Graham mengabaikan kata Elena kemudian menjilati dada bulat Elena. "Eeemm." Elena mengerang.


Graham melihat pussy Elena dan berkata. "Pussymu sungguh harum." Kata Graham mencium pussy milik Elena.


"Graham kumohon jangan lakukan ini." kata Elena mendorong Graham.


"Aahhh." Elena berteriak kesakitan setelah mendorong Graham.


"Sudah kubilang kamu akan kesakitan jika melawanku." Kata Graham melihat Elena yang memegangi kepalanya.


"Lebarkan kakimu." Kata Graham melihat Elena.


"Baik." Elena mengangguk kemudian melebarkan kakinya.

__ADS_1


Graham melihat pussy Elena kemudian menusuknya. "Aaahh." Elena berteriak saat Graham menusuk miliknya.


__ADS_2