Villain System

Villain System
94. Skill Observasi Level 9


__ADS_3

"Dengan begini aku sudah membunuh 10 kultivator tingkat saint." Gumam Graham.


"Munculkan tabel shop." Kata Graham kemudian tabel shop muncul di depannya. Graham menekan gambar buku dan melihat 10 skill di level 9 telah terbuka.


"Skill Observasi level 9. Efek membuat anda dapat melihat informasi mahluk hidup tingkat Saint dan dibawahnya. Konsumsi 90 poin ki setiap menggunakan skill. Pelajari/Tidak." "Pelajari." Graham menekan notifikasi.


Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepala Graham.


Graham membuka matanya dan berkata. "Dengan begini aku dapat melihat informasi mahluk hidup tingkat Saint."


Saat ini di benua suci seorang pria paruh baya dengan rambut abu-abu melihat 4 giok bewarna biru yang hancur. "Kraaakk." "Kraaakk." "Kraaakkk." "Kali ini Miya, Ah Da, Bao han, dan Huan Lao telah terbunuh." Kata pria paruh baya dengan rambut abu-abu.


"Luo Zheng." Kata pria paruh baya berambut abu-abu.


"Ada apa ayah." Pria berambut ungu masuk ke dalam ruangan.


"Kumpulkan semua anggota divine hall yang masih berada di benua suci." Kata pria paruh baya.


"Baik." Pria berambut ungu mengangguk kemudian menghilang.


Saat ini Graham yang sedang terbang di langit melihat Elizabeth dan Katherine yang berada di sebuah pulau kecil.


"Graham." Elizabeth berteriak saat melihat Graham. Graham melayang turun dan mendarat di depan Elizabeth dan Katherine.


"Katherine apa kamu baik-baik saja." Graham melihat Katherine.


"Graham." Katherine menangis dan memeluk Graham. "Hiks hiks." Katherine menangis di pelukan Graham. Elizabeth terkejut melihat ibunya menangis di pelukan Graham.


"Ceritakan apa yang terjadi kepadamu." Graham melihat Katherine.


"Bibi Zoya dan Nana terbunuh." Katherine kemudian menceritakan anggota divine hall yang membunuh bibi Zoya dan nana.


"Apa mereka membunuh semua elf di benua timur." Tanya Graham.


"Tidak, mereka hanya membunuh bibi Zoya dan Nana." Katherine menggeleng.


"Setiap mahluk hidup pasti akan mati. Jadi kamu tidak perlu bersedih." Balas Graham mengusap air mata Katherine.


"Aku telah membunuh mereka berempat dan membalaskan dendam elf berambut hitam dan elf tua itu." Kata Graham.


"Terimakasih Graham." Katherine memeluk Graham.


"Jika kamu ingin kembali ke benua timur. Aku akan mengantarmu ke benua timur." Graham melihat Katherine.


"Aku akan kembali ke benua timur. Dan menguburkan mayat Nana dan bibi Zoya." Katherine mengangguk.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita kembali ke benua timur." Balas Graham.


"Baik." Katherine dan Elizabeth mengangguk.


Saat ini di benua suci 10 pria dan 3 wanita sedang berkumpul di sebuah ruangan. "Bai Long, Fang Rui, Gu Hen, Miya, Ah Da, Bao Han, dan Huan Lao mereka semua terbunuh." Kata pria paruh baya berambut abu-abu.


"Apa!!." Semua yang berada di dalam ruangan terkejut mendengar kata pria paruh baya.


"Mungkinkah pembunuh Bai Long dan yang lainnya sama seperti pemimpin seorang Demi God." Kata wanita berambut putih yang memiliki dua tanduk di kepalanya.


"Aku juga tidak tahu apakah dia demi god atau bukan." Balas Pria paruh baya. Semua orang terdiam saat mendengar kata pria paruh baya.

__ADS_1


"Persiapkan diri kalian. Besok kita akan meninggalkan benua suci dan menangkap pembunuh Bai Long dan yang lain." Kata pria paruh baya.


"Baik pemimpin." Balas semua orang yang berada di dalam ruangan.


7 hari telah berlalu. Saat ini Graham, Katherine dan Elizabeth sedang terbang di langit. "Lihat, yang mulia telah kembali." Semua elf di kota berteriak saat melihat Graham, Katherine dan Elizabeth melayang turun dari langit.


Graham, Katherine dan Elizabeth kemudian masuk ke dalam istana. "Yang mulia." Semua pelayan dan penjaga di istana membungkuk saat melihat Katherine.


"Dimana mayat Nana dan Bibi Zoya." Teriak Katherine.


"Kami sudah menguburkan mayat Nana dan Bibi Zoya." Balas seorang pelayan.


"Bawa aku ke makam Nana dan Bibi Zoya." Balas Katherine.


"Baik yang mulia." Pelayan mengangguk.


"Aku akan menunggumu disini." kata Graham duduk di kursi.


"Baiklah." Katherine mengangguk.


Melihat kepergian Katherine dan Elizabeth Graham berkata. "Munculkan tabel status." Layar status kemudian muncul di depan Graham.


Nama : Graham


Usia : 17 tahun


Tingkat : Saint


Ras : Manusia


Strength : 49.900


Vitalitas : 49.900


Stamina : 47.900/49.900


Ki : 48.900/49.900


Poin : 0


Melihat statusnya Graham berkata. "System berapa persen peluangku menang jika bertarung dengan demi god."


"Peluang menang anda bertarung 1 vs 1 dengan demi god adalah 57%." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Sepertinya pemimpin divine hall. Adalah demi god pertama yang akan aku bunuh." Graham tersenyum.


Tidak lama kemudian Graham melihat Elizabeth dan Katherine telah kembali. "Graham ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Katherine melihat Graham.


"Kamu bisa membicarakannya disini." Balas Graham.


"Tidak, aku ingin bicara empat mata denganmu." Balas Katherine.


"Baiklah, ayo bicarakan di ruanganmu." Kata Graham.


"Baik." Katherine mengangguk.


"Mengapa kamu mengajakku ke kamarmu." Kata Graham melihat Katherine.

__ADS_1


"Graham. Aku ingin berterimakasih kepadamu." Kata Katherine kemudian mencium bibir Graham.


"Katherine apa kamu sudah gila. Putrimu adalah wanitaku." Graham mendorong Katherine.


"Aku tahu. Tapi aku juga butuh pria yang bisa melindungiku." Katherine menangis.


"Graham, aku tidak ingin mati seperti nana dan bibi zoya." Katherine menangis.


"Jika begitu kamu hanya perlu turun dari takhta dan ikut denganku ke benua barat." Graham menghapus air mata Katherine.


"Baiklah, aku akan turun dari takhta dan mengikutimu ke benua barat." Katherine menatap Graham.


Graham terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Karena kamu setuju mengikutiku ke benua barat. Aku akan menjadikanmu budakku." "Slasshh." Graham melukai jarinya.


Graham meneteskan darah di dahi Katherine dan berkata. "Aktifkan skill kontrak budak." "Singg!!." Darah di dahi Katherine bersinar.


"Graham apa yang kamu lakukan padaku." Katherine menyentuh dahinya.


"Aku menjadikanmu budakku." Balas Graham.


"Graham kamu bercanda kan." Katherine tersenyum.


"Katherine lepaskan pakaianmu." Graham melihat Katherine.


"Baik." Katherine mengangguk kemudian melepaskan pakaiannya.


"Ahhh, mengapa aku menuruti perintahmu." Katherine terkejut.


"Karena kamu sekarang adalah budakku." Balas Graham.


"Graham mengapa kamu melakukan ini padaku. Aku ingin memiliki hubungan yang normal denganmu." Katherine menatap Graham.


"Aku tidak sebaik apa yang kamu pikir Katherine. Elizabeth dan semua perempuan yang aku bawa ke benua timur semuanya adalah budakku." Balas Graham.


"Aaahhh." Katherine terkejut.


"Jadi selama ini Elizabeth adalah budakmu." Katherine menatap Graham.


"Benar, selama ini Elizabeth adalah budakku." Balas Graham duduk di kursi.


"Apa kamu masih tertarik denganku." Graham melihat Katherine.


Katherine mengigit bibirnya dan berkata. "Graham bisakah kamu melepaskan Elizabeth dan hanya menjadikanku sebagai budakmu."


"Tidak, karena aku lebih tertarik dengan Elizabeth dari pada kamu. Lebih tepatnya aku tidak suka dengan wanita yang sudah kehilangan kesuciannya." Graham melihat Katherine.


Mendengar kata Graham Katherine mengigit bibirnya. "Jika begitu lepaskan kontrak budak pada diriku." Katherine melihat Graham.


"Baiklah, setelah aku melepaskan kontrak budak padamu. Aku tidak peduli dengan hidup dan matimu." Balas Graham.


"Lepaskan kontrak budak Katherine." Kata Graham. "Singg!!." Dahi Katherine bersinar.


"Aku sudah melepaskan kontrak budak. Mulai saat ini aku tidak akan membantumu. Meski Elizabeth memohon kepadaku untuk membantumu." Kata Graham berjalan ke luar kamar.


"Elizabeth apa kamu sudah tahu bahwa ibumu menyukaiku." Graham melihat Elizabeth.


"Aku sudah tahu." Elizabeth mengangguk.

__ADS_1


"Apa kamu tidak masalah jika aku menjadikan ibumu sebagai budakku." Balas Graham.


"Aku yakin kamu tidak akan menjadikan ibukku sebagai budakmu. Karena kamu hanya tertarik dengan perempuan muda." Balas Elizabeth. Elizabeth tahu Rebecca yang tidak kalah cantik dengan ibunya tertarik dengan Graham. Tapi Graham tidak menjadikan Rebecca sebagai budaknya.


__ADS_2