
"Ayo masuk." Kata Graham masuk ke dalam istana.
"Baik." Lucy mengangguk dan mengikuti Graham masuk ke dalam istana.
"Berhenti." Graham melihat beberapa penjaga berlari ke arahnya.
"Wuusshh." Graham menciptakan api di tangannya kemudian membakar semua penjaga.
"Ahhh." Semua penjaga berteriak saat Graham membakar tubuh mereka.
"Bruaakk." Graham menendang pintu dan melihat pria paruh baya berambut pirang yang duduk di singgasana.
"Siapa kamu." Pria paruh baya berdiri dari singgasana dan melihat Graham.
"Apa dia anakmu." Graham melempar mayat pria berambut pirang ke lantai.
"Rudeus." Pria paruh baya berteriak saat melihat mayat pria berambut pirang.
"Dia menganggu waktu istirahatku. Jadi aku membunuhnya." Graham melihat pria paruh baya. Badan pria paruh baya gemetar saat mendengar kata Graham.
"Jika kamu memiliki kehidupan kedua. Kamu harus mendidik anakmu dengan benar. Jangan suruh anakmu untuk menganggu istirahat seseorang." Kata Graham menunjuk dahi pria paruh baya.
"Tinggg!!." Graham melihat pria paruh baya mengeluarkan pedang dan menangkis jarum angin miliknya.
"Apa kamu pikir aku takut denganmu. Hanya karena dirimu ksatria 10 star." Kata pria paruh baya dengan ekspresi buruk.
"Hahaha." Graham tertawa dan mengeluarkan auranya. "Uuuhhh." Pria paruh baya kesulitan bernapas saat merasakan aura Graham.
"Bagaimana. Apa kamu masih tidak takut kepadaku." Graham menyeringai.
"Uuuhh." Pria paruh baya menggertakan giginya kemudian jatuh pingsan.
"Ciihh. Aku tidak menyangka dia akan pingsan." Graham mencibir melihat pria paruh baya yang tidak sadarkan diri di lantai.
"Wuusshh." Graham menciptakan api di tangannya. "Jika kamu bertemu anakmu di neraka. Sampaikan salamku kepadanya." Kata Graham kemudian membakar tubuh pria paruh baya.
"Ayo pergi dari sini." Kata Graham berjalan ke luar ruangan.
"Baik." Lucy mengangguk dan mengikuti Graham.
Saat ini luar angkasa seorang wanita berambut ungu melihat perahu yang mendekat ke arahnya. "Apa kamu butuh tumpangan." Kata pria berambut hitam yang berada di atas perahu.
"Chen Sang." Wanita berambut ungu terkejut saat melihat pria berambut hitam. Wanita berambut ungu tahu pria berambut hitam adalah low god.
"Apa kamu akan kembali ke planet azure." Tanya pria berambut hitam.
"Benar. Aku akan kembali ke planet azure." Balas wanita berambut ungu.
"Kami juga akan kembali ke planet azure, naiklah ke kapal." Kata pria berambut hitam.
"Kami." Wanita berambut ungu bingung kemudian naik ke atas kapal.
Saat naik ke atas kapal, wanita berambut ungu melihat seratus demi god. "Apa Luo Cheng terbunuh." Kata pria berambut hitam.
"Bagaimana kamu bisa tahu." Wanita berambut ungu terkejut.
"Semua yang berada di kapal ini sama sepertimu. Mereka semua telah kehilangan orang berharga mereka." Kata pria berambut hitam.
Wanita berambut ungu terkejut saat mendengar kata pria dengan dua tanduk hitam. "Jangan bilang Chen Fan juga terbunuh." Tanya wanita berambut ungu.
"Benar, si bodoh itu juga terbunuh." Kata pria berambut hitam.
__ADS_1
Waktu perlahan berlalu dan sudah 1 tahun Graham tiba di planet Siren. Saat ini Graham sedang bersandar di bawah pohon kelapa dan melihat layar status yang muncul di depannya.
Nama : Graham De Lopez
Usia : 23 tahun
Tingkat : Demi God
Ras : Manusia Setengah Dewa
Strength : 850.000
Agility : 850.000
Vitalitas : 850.000
Stamina : 840.000/850.000
Ki : 845.000/850.000
Poin : 0
"Sudah 1 tahun setelah aku tiba di dunia ini." Kata Graham melihat usianya 23 tahun.
"Sudah waktunya aku kembali ke planet Azure. Lily pernah bilang bahwa keluarga kultivator tingkat saint yang aku bunuh. Akan balas dendam dan datang mencariku." Kata Graham.
"Lucy." Kata Graham melihat Lucy yang sedang berjemur.
"Iya." Lucy melihat Graham.
"Ambil ini." Graham melempar kantong ruang kepada Lucy.
"Di dalamnya ada 100 pil spirit level 1 sampai 9." Kata Graham.
"Benar, aku akan meninggalkan dunia ini dan kembali ke duniaku." Balas Graham.
"Ahhh. Apa kamu serius ingin pergi." Lucy terkejut dengan jawaban Graham.
"Benar, aku telah meninggalkan duniaku terlalu lama. Sudah waktunya untukku kembali." Graham mengangguk.
"Kapan kamu akan kembali kedunia ini." Tanya Lucy.
"Aku tidak tahu." Balas Graham. Lucy mengigit bibirnya saat mendengar jawaban Graham.
"Pergilah." Kata Lucy.
"Jaga dirimu baik-baik. Jika aku tahu kamu memiliki pria lain. Aku akan membunuh pria itu dan seluruh keluarganya." Kata Graham terbang di langit.
"Bodoh. Aku sudah menjadi milikmu. Aku tidak akan tertarik dengan pria selain dirimu." Lucy meneteskan air matanya.
"Wuusshh." Graham melewati atmosfer dan berada di luar angksa.
"System aku harus pergi ke arah mana jika ingin kembali ke planet Azure." Tanya Graham. Sebuah tanda panah hitam muncul di depan Graham. "Wuusshh." Graham kemudian terbang dengan cepat ke arah tanda panah.
2 Tahun telah berlalu setelah Graham meninggalkan planet Siren. Saat ini Graham yang sedang berada di luar angkasa melihat planet bewarna biru. "Wuusshh." Graham terbang dengan cepat ke planet bewarna biru.
"Buusshh." Graham menembus atmosfer dan melihat sebuah danau. "Akhirnya aku kembali ke planet Azure." Graham tersenyum.
"Ahhh. Mengapa ada manusia di sini." Graham melihat elf perempuan yang berteriak kepadanya.
"Sepertinya aku berada di benua timur." Kata Graham melihat elf perempuan berkulit coklat yang sedang mandi di danau.
__ADS_1
"Manusia mesum tutup matamu." Elf perempuan berteriak.
"Dadamu sangat kecil. Aku tidak tertarik padamu." Kata Graham melihat elf perempuan berkulit coklat yang menutup dadanya.
"Kamu." Elf perempuan mengigit bibirnya saat Graham mengatakan dadanya kecil.
"Baiklah, sampai jumpa elf berdada kecil." Graham tersenyum dan terbang di langit.
"Manusia jangan sampai aku melihatmu lagi. Atau aku akan menghajarmu." Teriak elf perempuan berkulit coklat.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham yang sedang terbang di langit melihat sebuah kota. "Kota ini tidak berubah sama sekali." Kata Graham melayang turun di depan istana.
"Manusia mengapa kamu kemari." Puluhan elf mengelilingi Graham.
"Tunggu. Wajahnya terlihat tidak asing." Kata salah satu elf.
"Ahhh. Bukankah dia Graham kekasih putri Elizabeth." Teriak elf lain.
"Rupanya ada yang masih mengingat diriku." Kata Graham.
"Mengapa kalian semua masih belum pergi. Apa kalian ingin bertarung denganku." Graham tersenyum.
Mendengar kata Graham semua elf mulai pergi. Mereka semua telah mendengar bahwa Graham menerobos demi god. Bertarung dengan demi god hanya mencari kematian.
Melihat semua elf yang pergi, Graham masuk ke dalam istana. "Katakan pada Elizabeth. Bahwa Graham telah kembali." kata Graham melihat elf pelayan.
"Baik." Elf pelayan mengangguk dan berlari ke dalam istana.
"Graham." Graham melihat elf berambut pirang berlari ke arahnya.
"Graham aku sangat merindukanmu." Elf berambut pirang tersenyum dan memeluk Graham.
"Aku juga merindukanmu Elizabeth." Graham tersenyum dan memeluk Elizabeth.
"Graham kapan kamu kembali." Tanya Elizabeth.
"Aku baru saja kembali." Balas Graham.
"Jika begitu aku yang pertama kali kamu temui. Ketika kamu kembali ke dunia ini. " Elizabeth melihat Graham.
"Benar, kamu adalah wanita yang pertama kali aku temui. Ketika aku kembali ke dunia ini." Graham tersenyum.
Mendengar dirinya adalah perempuan pertama yang di temui Graham, Elizaebth tersenyum bahagia.
"Graham." Graham melihat Elf wanita berambut pirang yang tidak lain Kathrine berjalan ke arahnya.
"Ibu." Kata Elizabeth melihat ibunya.
"Ada apa." Graham melihat Kathrine.
"Tidak ada. Aku senang melihatmu kembali." Kathrine tersenyum.
"Aku juga senang melihatmu baik-baik saja." Graham melihat Kathrine.
Mendengar kata Graham. Kathrine tersenyum Bahagia. Kathrine tidak menyangka bahwa Graham juga senang melihat dirinya.
"Graham apa kamu memaafkanku." Kathrine melihat Graham.
"Aku memaafkanmu sejak dulu." Balas Graham. Kathrine tersenyum bahagia saat mendengar Graham memaafkan dirinya.
"Graham apa kamu lapar. Jika kamu lapar aku akan memasakan daging buatmu." Kata Kathrine penuh semangat.
__ADS_1
"Kamu bisa memasakanku daging. Aku juga belum makan sama sekali selama 2 tahun." Balas Graham.
"Baiklah, aku akan memasakan daging untukmu." Kathrine tersenyum dan berjalan ke arah dapur.