Villain System

Villain System
88. Menghancurkan Kultivasi Chen Fan


__ADS_3

"Kamu membunuh senior Hajin." Pria berambut hitam tidak percaya dengan yang di lihatnya.


"Mengapa kamu begitu terkejut. Aku juga akan membunuhmu." Graham muncul di depan pria berambut hitam kemudian merobek tubuhnya menjadi dua. "Crasshh."


"Aaahhh." Wanita berambut pink berteriak saat melihat Graham merobek tubuh pria berambut hitam menjadi dua.


"Apa kamu masih ingin memanggilku adik kecil." Graham melihat wanita berambut pink.


"Tidak senior." Wanita berambut pink menggeleng ketakutan.


"Bagus." Graham mengangguk kemudian mengambil rubah putih.


"Senior apakah anda tahu siapa saudara Chen Hao." Wanita berambut pink melihat Graham.


"Chen Hao adalah saudaranya Chen Fan." Balas Graham.


"Ahhh, jadi senior tahu." Wanita berambut pink terkejut.


"Aku membunuhnya. Karena dia saudaranya Chen Fan." Balas Graham.


"Lalu mengapa anda membunuh senior Hajin."


Tanya wanita berambut pink.


"Aku tidak suka dengan seseorang yang suka mencampuri masalah orang lain." Balas Graham. Wanita berambut pink terdiam saat mendengar kata Graham.


Saat ini di tempat lain. Seorang pria berkulit putih dan berambut hitam sedang duduk berkultivasi. "Kraaakk." Pria berambut hitam terkejut melihat giok bewarna biru yang hancur.


"Buzzz." "Bajingan mana yang berani membunuh adikku." Pria berambut hitam berteriak marah dan mengeluarkan auranya.


"Ada apa Chen Fan." Seorang pria dengan telinga harimau melihat pria berambut hitam yang marah.


"Seseorang telah membunuh adikku." Balas pria berambut hitam.


"Bagaimana bisa Chen Hao terbunuh. Apa pembunuh adikmu tidak tahu bahwa Chen Hao adalah adikmu." Pria dengan telinga harimau terkejut.


"Bai Long katakan kepada anggota yang lain. Aku pergi mencari pembunuh adikku." Kata pria berambut hitam.


"Baiklah. Aku akan mengatakannya kepada anggota yang lain." Balas pria bertelinga harimau.


Saat keluar dari villa, pria berambut hitam melihat dua penjaga yang berjalan ke arahnya. "Tuan Chen Fan. Kami memiliki berita." Kata salah satu penjaga.


"Masuklah ke dalam dan temui Bai Long." Balas pria berambut hitam dengan ekspresi buruk.


"Baik." 2 penjaga mengangguk.


"Wuusshh." Pria berambut hitam kemudian terbang ke langit.


2 penjaga masuk ke dalam villa dan melihat pria dengan telinga harimau. "Tuan Bai Long kami memiliki berita." Kata salah satu penjaga.


"Bicaralah. Berita apa yang kalian punya." Balas pria dengan telinga harimau yang di panggil Bai Long.


"Grace seorang wanita yang di usir dari benua suci. Baru saja kembali ke benua suci." Balas salah satu penjaga.


"Apa dia menerobos tingkat saint." Balas pria dengan telinga harimau.


"Tidak tuan. Dia masih belum menerobos tingkat saint." Balas penjaga.

__ADS_1


"Oohh. Dia memiliki keberanian untuk kembali ke benua suci. Sebelum menerobos tingkat saint." Balas pria dengan telinga harimau.


"Ada dimana dia sekarang." Kata pria dengan telinga harimau.


"Sepertinya dia telah meninggalkan benua suci." Balas salah satu penjaga.


"Cari dia. Jika dia belum meninggalkan benua suci. Tangkap wanita bernama Grace itu." Kata pria dengan telinga harimau.


"Baik tuan." 2 penjaga mengangguk.


Saat ini Graham sedang bersama wanita berambut pink di sebuah hutan. "Senior, jika boleh tahu siapa nama anda." Tanya wanita berambut pink.


"Namaku adalah Graham." Balas Graham.


"Nama saya adalah Yu Jie." Wanita berambut pink mengenalkan dirinya.


"Aku sudah tahu. Pria yang aku bunuh telah menyebutkan namamu sebelumnya." Balas Graham.


Yu Jie tersenyum kecut saat mendengar jawaban Graham. "Senior Graham, apa anda memiliki masalah dengan senior Chen Fan." Tanya Yu Jie.


"Tidak, tapi orang tua temanku memiliki masalah dengannya. Dia ingin diriku membunuh pria bernama Chen Fan." Balas Graham. Yu Jie terkejut dengan kata Graham.


"Yu Jie apa kemampuan pria bernama Chen Fan ini." Tanya Graham.


"Kemampuan senior Chen Fan adalah 5 elemen." Balas Yu Jie.


"Oohh, pria bernama Chen Fan ini tidak buruk." Graham terkejut.


"Senior apa anda serius ingin bertarung dengan Chen Fan." Tanya Yu Jie.


"Aku serius. Aku akan membunuhnya." Graham menyeringai.


"Apa di divine hall ada demi god." Tanya Graham.


"Ada. Pemimpin divine hall adalah demi god." Yu Jie mengangguk.


"System berapa persen peluangku menang jika bertarung dengan demi god." Gumam Graham.


"Peluang anda mengalahkan demi god saat ini adalah 43%." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Yu Jie ayo kita tinggalkan benua suci." Graham melihat wanita berambut pink.


"Ahh. Mengapa aku harus meninggalkan benua suci." Yu Jie terkejut.


"Semua orang di kota melihatmu pergi bersama Chen Hao. Jika kamu kembali ke kota seorang diri. Kamu akan di curigai oleh Chen Fan. Chen Fan tidak akan percaya jika kamu mengatakan aku melepaskanmu." Balas Graham. Yu Jie tekejut saat mendengar kata Graham.


"Bagaimana. Apa kamu masih ingin kembali ke kota." Graham melihat Yu Jie.


Yu Jie mengigit bibirnya dan berkata. "Baiklah, aku akan ikut dengan senior meninggalkan benua suci."


"Bagus." Graham mengangguk.


"Ayo kita pergi." kata Graham terbang ke arah barat.


"Baik." Yu Jie mengangguk dan mengikuti Graham.


"Yu Jie ada berapa kota di benua suci." Graham melihat Yu Jie yang terbang di sampingnya.

__ADS_1


"Di benua suci ada 10 kota. Dan setiap kota ada 2 anggota divine hall." Balas Yu Jie.


"Ada di kota mana Chen Fan sekarang." Tanya Graham.


"Senior Chen Fan ada di kota Han. Kota dimana senior Graham makan di restoran dan bertemu dengan saya." Balas Yu Jie.


Saat ini di sebuah hutan. Pria berambut berambut hitam melihat pepohonan yang hancur. "Ada pertarungan disini." kata pria berambut hitam.


Pria berambut hitam turun dari langit dan melihat potongan kain. "Ini potongan pakaian Chen Hao." Kata pria berambut hitam dengan ekspresi buruk. Pria berambut hitam mencengkram potongan kain, kemudian terbang ke arah barat.


"Sepertinya dia menemukan kita." Graham melihat Yu Jie.


"Ahhh." Yu Jie terkejut dengan perkataan Graham.


Tidak lama kemudian Graham melihat pria berambut hitam yang terbang ke arahnya.


"Yu Jie kamu ingin pergi kemana." Pria berambut hitam melihat wanita berambut pink.


"Saya ingin pergi ke pantai senior Chen Fan." Balas wanita berambut pink dengan gugup.


"Siapa pemuda di sebelahmu. Aku tidak pernah melihatnya." Pria berambut hitam melihat Graham.


"Dia adalah Graham senior Chen Fan. Graham baru saja tiba di benua suci." Balas wanita berambut pink.


"Misi harian hancurkan kultivasi Chen Fan. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Graham melihat notifikasi hitam yang muncul di depannya.


"Sudahi sandiwaranya. Kamu pasti sudah tahu bahwa akulah yang membunuh Chen Hao." Graham melihat pria berambut hitam.


"Mengapa kamu membunuh adikku." Pria berambut hitam menatap Graham.


"Karena dia adalah adikmu. Jadi aku membunuhnya." Graham tersenyum.


"Sepertinya aku telah membuat banyak musuh." Kata pria berambut hitam.


"Benar, kamu sudah membuat banyak musuh." Graham mengangguk.


"Wuusshh." Graham melihat tubuh pria berambut hitam di selimuti api, air, angin, tanah dan petir.


"Aktifkan skill transformasi light dragon." Kata Graham kemudian berubah menjadi manusia.


"Ras naga ya." Pria berambut hitam menatap Graham.


"Aku bosan mendengar kalimat itu." Graham muncul di depan pria berambut hitam kemudian meninju wajahnya. "Booomm!!." Pria berambut hitam terlempar sejauh 100 meter.


"Tidak buruk. Kamu dapat melukaiku." Pria berambut hitam mengusap darah yang menetes di bibirnya.


"Aku ingin melihat apa kamu masih bisa sombong setelah menerima seranganku ini." Graham membuka mulutnya kemudian menembakan bola cahaya bertubi-tubi ke arah pria berambut hitam.


"Berengsek." Pria berambut hitam mengutuk kemudian menciptakan perisai yang terbuat dari api, angin, air, tanah dan petir.


"Aku ingin melihat. Berapa lama perisai 5 elemenmu dapat menahan seranganku." Kata Graham menembakan bola cahaya bertubi-tubi. "Booomm!!." 'Booomm!!."


"Kraakk." Perisai 5 elemen yang melindungi pria berambut hitam hancur. "Booomm!!." Pria berambut hitam terkena ledakan bola cahaya.


"Ahhhh." Pria berambut hitam berteriak kesakitan.


Graham terbang ke arah pria berambut hitam kemudian mencengkram lehernya. "Kamu beruntung. Karena misi yang aku dapat bukan membunuhmu. Melainkan menghancurkan kultivasimu." Kata Graham kemudian menghancurkan kultivasi pria berambut hitam.

__ADS_1


"Tidakk!!!." Pria berambut hitam berteriak saat Graham menghancurkan kultivasinya.


__ADS_2