Villain System

Villain System
47. Membuat Pil Spirit


__ADS_3

"Tidak yang mulia. Dia terbang di langit dalam wujud manusianya." Balas pria berkumis.


"Jangan bilang dia menerobos tingkat Master." Pria berjenggot terkejut.


"Panggil Graham untuk menemuiku. Aku ingin memeriksa kekuatannya." Kata pria berjenggot.


"Baik yang mulia." Pria berkumis mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


"Jika dia menerobos tingkat Master. Aku harus menaikan gelar bangsawannya." Gumam pria berjenggot.


Saat ini Graham yang berada di kamarnya mendengar suara ketukan pintu. "Masuklah, pintu tidak di kunci." Kata Graham.


"Kreekk." Graham melihat Viola membuka pintu.


"Ada apa." Tanya Graham.


"Tuan Rudeo ingin bertemu dengan anda." Balas Viola.


"Oohh." Graham turun dari kasur kemudian berjalan ke ruang depan.


"Tuan Rudeo mengapa anda tidak masuk ke dalam. Kita bisa mengobrol di dalam." Kata Graham melihat pria berkumis yang berdiri di depan pintu.


"Aku tidak bisa melihat kekuatannya." Gumam Rudeo melihat Graham.


"Terimakasih Baron Graham. Tujuan saya datang kesini untuk menyampaikan pesan. Yang mulia mengundang Baron Graham ke istana." Kata Rudeo.


"Oohh, sudah lama Raja Arthur tidak mengundangku ke istana." Kata Graham.


"Baiklah, ayo kita ke istana." Kata Graham keluar dari rumahnya.


"Baik." Balas Rudeo berjalan pergi.


Tidak lama kemudian Graham dan Rudeo tiba di istana. "Saya Graham senang bisa bertemu lagi dengan yang mulia." Kata Graham melihat pria berjenggot yang tidak lain Raja Arthur. Raja Arthur dan Rudeo terkejut melihat Graham tidak membungkuk.


Raja Arhur sekali lagi terkejut saat tidak bisa memeriksa kekuatan Graham. "Baron Graham apa kamu menerobos tingkat Master." Tanya Raja Arthur.


"Benar yang mulia. Saya menerobos tingkat master beberapa bulan lalu." Balas Graham. Raja Arthur dan Rudeo terkejut dengan jawaban Graham.


"Menerobos tingkat Master di usia 15 tahun apa dia masih bisa di anggap manusia." Rudeo terkejut.


"Baron Graham apa anda mengkonsumsi pil spirit level 2." Raja Arthur melihat Graham.


"Bukan hanya pil spirit level 2. Aku juga mengkonsumsi pil spirit level 3 dan 4." Kata Graham.


"Apa!!." Raja Arthur dan Rudeo terkejut dengan jawaban Graham.


"Dengan mengkonsumsi pil spirit level 1, 2, 3 dan 4. Wajar jika Baron Graham mencapai tingkat Master di usia yang sangat muda." Kata Raja Arthur.


"Jika boleh tahu dari mana Baron Graham mendapatkan pil spirit level 2, 3 dan 4. Karena di kerajaan Britania hanya menjual pil spirit level 1." Raja Arthur melihat Graham.


"Apa yang mulia percaya jika pil spirit level 1, 2, 3 dan 4 tiba-tiba muncul di depan mataku." Balas Graham.


"Aku tidak percaya, bagaimana bisa pil tiba-tiba muncul dari udara kosong." Raja Arthur menggeleng.


"Benar, bagaimana bisa pil spirit muncul dari udara kosong." Graham mengangguk.

__ADS_1


Graham menatap Raja Arthur dan berkata. "Sebenarnya saya seorang alkemis."


"Apa!!." Raja Arthur dan Rudeo terkejut mendengar kata Graham.


"Aku baru tau jika Baron Graham adalah seorang alkemis." Raja Arthur terkejut.


"Baron Graham bisakah anda membuatkan saya pil spirit level 2, 3 dan 4." Raja Arthur menatap Graham.


"Berapa banyak Raja Arthur akan membayar saya." Tanya Graham.


"Saya akan memberikan anda gelar Duke dan 10.000 coin emas." kata Raja Arthur.


"Misi harian menggulingkan Arthur dari takhta dan menjadi kerajaan Britania. Hadiah menyelesaikan misi 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi muncul di depan Graham.


"Jika anda memberikan takhta kerajaan kepadaku. Aku akan memberikan pil spirit level 2, 3 dan 4 kepada anda." Graham menyeringai.


"Apa yang kamu katakan." Arthur dan Rudeo terkejut dengan jawaban Graham.


"Graham jaga bicaramu." Rudeo berteriak dan mengeluarkan auaranya.


"Rudeo apa kamu ingin mati." Graham mengeluarkan auranya.


"Buzzz." Badan Arthur dan Rudeo gemetar saat merasakan tekanan dari aura Graham.


"Tingkat Grand Master." Arthur berkeringat menatap Graham.


"Benar, aku adalah kultivator tingkat Grand Master bukan tingkat Master." Kata Graham menghilangkan auranya.


"Bagaimana Arthur. Apa kamu setuju untuk menyerahkan takhta kerajaan padaku." Graham menatap Arthur.


"Aku akan menjadikan Flora sebagai budak nafsuku." Graham menjilati bibirnya.


"Buzz." Arthur mengeluarkan auaranya saat mendengar kata Graham.


"Sepertinya kamu ingin bertarung." Graham tersenyum.


Mendengar kata Graham Arthur segera menghilangkan auranya. Arthur tahu tidak akan bisa menang melawan Graham yang mencapai tingkat Grand Master.


"Jika kamu memberiku 5 pil spirit level 2, 5 pil spirit level 3, dan 5 pil spirit level 4. Aku akan menyerahkan takhta padamu." Kata Raja Arthur.


"Yang mulia." Rudeo berteriak mendengar kata Raja Arthur.


"Nafsu makanmu sungguh besar. Saat ini aku kehabisan stock dan hanya mempunyai 1 pil spirit level 4." Balas Graham.


"Jika kamu bisa memberikan tanaman obat. Aku akan membuat pil spirit level 4." Kata Graham.


Mendengar kata Graham Raja Arthur berkata. "Rudeo ambil semua tanaman obat di apotik."


"Baik yang mulia." Rudeo mengangguk kemudian berjalan pergi.


Tidak lama kemudian Graham melihat Rudeo telah kembali. "Berikan tanaman obat padanya." Kata Arthur melihat Graham.


"Baik yang mulia." Rudeo mengangguk kemudian memberikan cincin ruang kepada Graham. Graham memeriksa cincin ruang dan melihat puluhan tanaman obat di dalamnya.


"Berikan aku sebuah ruangan." Kata Graham melihat Raja Arthur."

__ADS_1


"Rudeo antar Graham ke kamar tamu." Kata Raja Arhur.


"Baik yang mulia." Rudeo mengangguk.


"Ikuti aku." Kata Rudeo. Graham kemudian mengikuti Rudeo.


Tidak lama kemudian Graham masuk ke dalam kamar. "Jangan ganggu aku." Graham melihat Rudeo.


"Aku tahu." Balas Rudeo.


Graham menutup pintu kemudian duduk di lantai. "Pertama-tama aku akan membuat pil spirit level 1." Kata Graham mengeluarkan 10 tanaman obat dari cincin ruang.


"Aktifkan skill 5 elemen." Kata Graham kemudian kedua tangannya di selimuti angin. "Wuusshh." Graham membuat 10 tanaman obat melayang di udara.


"Aku harap berhasil membuat pil spirit di percobaan pertamaku." Kata Graham kemudian api muncul di tengah-tengah 10 tanaman obat.


10 Menit kemudian Graham menciptakan pil bewarna putih. "Selamat anda menciptakan pil spirit level 1." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Hahaha, aku tidak menyangka bisa membuat pil spirit level 1 di percobaan pertamaku." Graham tertawa.


"Baiklah, sekarang saatnya membuat pil spirit level 2." Kata Graham mengeluarkan 10 tanaman obat dari cincin ruang.


30 menit kemudian Graham melihat pil berwarna putih di depannya. "Selamat anda menciptakan pil spirit level 4." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Bagus, aku berhasil menciptakan pil spirit level 1, 2, 3, dan 4." Graham tersenyum.


"Untuk membuat pil spirit level 5. Aku harus mempelajari skill fire level 5. Sementara saat ini aku hanya mempelajari skill fire level 4." Graham menghela nafas.


Graham menyimpan pil spirit level 4 ke dalam cincin ruang miliknya kemudian keluar dari ruangan. "Apa anda sudah selesai membuat pil spirit." tanya Rudeo yang berdiri di depan pintu.


"Aku sudah selesai." Balas Graham.


"Jika begitu, ayo kita pergi menemui yang mulia." Balas Rudeo berjalan pergi.


"Ini belum 1 jam berlalu. Apa kamu sudah selesai membuat pil spirit." Raja Arthur terkejut dengan kedatangan Graham.


"Aku sudah selesai menciptakan 1 pil spirit level 4." Balas Graham.


"Mengapa kamu hanya menciptakan 1 pil spirit level 4." Kata Raja Arthur.


"Kualitas tanaman obat yang kamu berikan terlalu buruk. Jadi aku hanya bisa menciptakan 1 pil spirit level 4." Balas Graham berbohong. Raja Arthur dan Rudeo terkejut dengan kata Graham.


"Karena aku hanya mempunyai 2 pil spirit level 4. Sebagai gantinya aku akan memberimu 10 pil spirit level 1, 10 pil spirit level 2, 5 pil spirit level 3 dan 2 pil spirit level 4." Kata Graham melihat Raja Arthur.


Raja Arthur terdiam beberapa detik kemudian mengangguk. "Aku setuju."


"Bagus." Graham mengangguk kemudian melemparkan cincin ruang kepada Raja Arthur.


Raja Arthur menangkap cincin ruang dan melihat pil spirit di dalamnya. "Rudeo kumpulkan semua penduduk di ibukota. Aku akan mengumumkan berita penting." Kata raja Arthur.


"Baik yang mulia." Rudeo mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


"Silakan duduk Graham." Raja Arthur melihat Graham.


Graham mengangguk kemudian duduk di kursi. "Aku harap setelah kamu menjadi raja. Kamu akan memerintah kerajaan dengan baik." Arthur menatap Graham.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu khawatir Arthur." Balas Graham.


__ADS_2