Villain System

Villain System
63. Elf Elizabeth


__ADS_3

Keesokan harinya elf pria berambut hijau dan 5 elf anak kecil tiba di sebuah desa. "Ada tumpukan abu." Elf pria berambut hijau melihat tumpukan abu di luar desa.


"Kak Elan abu itu berasal dari tubuh penduduk desa." Kata salah satu anak kecil kemudian menceritakan Graham yang membakar semua elf.


"Apa ras manusia ingin memulai perang." Elf berambut hijau marah saat mendengar cerita elf anak kecil.


Sementara itu di tempat lain Graham sedang membakar puluhan mayat elf yang baru saja dia bunuh. "Di setiap desa hanya ada 1 kultivator tingkat raja. Jika begini butuh 100 hari bagiku untuk membuka semua skill level 7." Gumam Graham berjalan pergi dari desa.


7 hari telah berlalu saat ini Graham sedang berbaring di rumput dan melihat langit biru. "Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Graham


Usia : 16 tahun


Tingkat : Raja


Ras : Manusia


Strength : 8.300


Agility : 8.300


Vitalitas : 8.300


Stamina : 8.000/8.300


Ki : 8.100/8.300


Poin : 0


"Kurang 1.700 poin lagi aku akan mencapai tingkar kaisar." Kata Graham melihat statusnya.


Graham menutup layar status kemudian berkata. "Munculkan tabel skill." Tabel skill kemudian muncul di depan Graham.


"Skill Observasi Level 7. Skill Poison Level 6. Skill Kontrak Budak Level 6. Skill 5 Elemen Level 6. Skill Transformation Black Dragon Level 6."


"Saat ini aku sudah membunuh 10 kultivator tingkat raja. Jika aku membunuh 20 kultivator tingkat raja. Aku bisa mempelajari skill poison level 7." Kata Graham melihat tabel skill di depannya.


Sementara itu di tempat lain seorang elf pria berambut abu-abu melihat elf pria berambut hijau dan 5 elf anak kecil di depannya. "Duke Grey seorang manusia datang ke benua timur dan membunuh semua elf di desa yang kami tempati." Kata elf berambut hijau.


Elf pria berambut abu-abu terkejut saat mendengar kata elf berambut hijau. "Seperti apa ciri-ciri manusia itu." Kata elf pria berambut abu.


"Manusia itu bernama Graham memiliki kulit putih dan rambut hitam. " Kata Salah satu elf anak kecil.


"Gambar wajah manusia itu." Kata elf pria berambut abu-abu kemudian memberikan selembar kertas dan kuas.


"Baik duke." Anak kecil mengangguk kemudian menggambar wajah Graham.


"Seperti ini wajah manusia itu duke." Kata anak kecil memberikan selembar kertas kepada elf pria berambut abu-abu.


"Aku tidak menyangka manusia yang membunuh semua elf di desamu sangat muda." Kata elf berambut abu-abu melihat gambar wajah Graham.


"Kalian bisa pergi. Biar aku yang mengurus manusia itu." Kata elf berambut abu-abu.


"Baik duke." Balas Elf berambut hijau dan 5 elf anak kecil secara bersamaan.

__ADS_1


Melihat elf berambut hijau dan 5 elf anak kecil keluar dari ruangan, elf berambut abu-abu berkata. "Felix."


"Iya tuan." Elf pria berambut hitam muncul di depan elf berambut abu-abu.


"Pergilah bersama Beck, Carl dan Hugo untuk menangkap manusia ini." Kata elf berambut abu-abu memberikan gambar wajah Graham.


"Baik tuan." Elf berambut hitam mengangguk saat melihat gambar wajah Graham.


10 hari kemudian Graham yang sedang berada di tepi sungai melihat 4 elf terbang ke arahnya. "Akhirnya kita menemukanmu manusia." Kata elf berambut hitam melihat Graham.


"Mengapa kalian mencariku. Aku tidak mengenal kalian berempat." Balas Graham.


"Manusia hina jangan pura-pura bodoh. Bukankah kamu yang membunuh semua elf di desa-desa." Teriak elf berambut hitam.


"Benar, aku yang membunuh semua elf di desa-desa." Graham tersenyum.


"Bunuh dia." Teriak elf berambut hitam.


"Bukankah tuan Felix ingin kita menangkapnya hidup-hidup." Kata elf berambut merah.


"Sigh, aku terbawa emosi. Ayo kita tangkap dia hidup-hidup." Kata elf berambut hitam.


"Aktifkan skill transformasi black dragon." "Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian tubuhnya menjadi manusia naga dan diselimuti asap hijau. 4 elf terkejut saat melihat perubahan Graham."


"Mati." Kata Graham menembakan bola hitam yang diselimuti racun.


"Beck, Carl, Hugo hindari bola hitam itu." Teriak elf berambut hitam.


"Felix kamu terlambat memberitahu." Balas Beck, Carl dan Hugo menembakan panah api, panah angin dan panah petir. "Booomm!!." Ledakan terjadi.


"Uhhuukk." 4 elf muntah darah setelah menghirup racun yang di tembakan Graham.


"Kamu menggunakan racun." Kata elf berambut hitam melihat kulitnya menjadi ungu.


"Benar, aku menggunakan racun." Graham tersenyum.


"Manusia adalah mahluk yang menjijikan." Kata elf berambut hitam kemudian jatuh dari langit. "Buuukk."


Graham kemudian melihat 3 elf lainnya jatuh dari langit. "Skill poison level 7 sungguh mengerikan. Dapat membunuh 4 kultivator tingkat raja dalam hitungan detik." Gumam Graham melihat 4 mayat elf yang tergeletak di tanah.


Sementara itu di sebuah istana. "Yang mulia tuan putri kabur lagi." kata elf wanita paruh baya.


"Mengapa dia sangat susah untuk tinggal di istana." Kata elf wanita berambut pirang yang memakai mahkota.


"Nana temukan Elizabeth dan suruh dia pulang." Kata elf berambut pirang.


"Baik yang mulia." Balas elf wanita berambut hitam yang tiba-tiba muncul di depan elf berambut pirang.


7 Hari telah berlalu saat ini Graham sedang duduk di tepi danau. "Munculkan tabel shop." Kata Graham kemudian tabel shop muncul di depannya.


Graham kemudian menekan gambar dan melihat 30 skill level 7 telah terbuka.


"Skill Kontrak budak level 7. Anda dapat menjadikan 7 kultivator tingkat Raja menjadi budak anda. Efek : kultivator yang menjadi budak anda, akan melakukan semua yang anda katakan. Budak akan kesakitan saat melawan perintah anda. Syarat mendapatkan skill adalah membunuh 30 kultivator peringkat Raja. Pelajari Ya/Tidak."


"Pelajari." Graham menekan notifikasi.

__ADS_1


Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepala Graham.


"Dengan begini aku dapat menjadikan kultivator tingkat raja menjadi budakku." Graham tersenyum.


"Kuuu." Graham melihat rubah putih yang di kejar elf perempuan berambut pirang.


"Aahhh. Mengapa ada manusia disini." elf perempuan berambut pirang terkejut saat melihat Graham.


"Misi Harian jadikan Elizabeth sebagai budak anda. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."


"Misi Bulanan ambil kesucian Elizabeth. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 30 poin dan berbagai macam roti."


Graham melihat elf berambut pirang dan berkata. "Aktifkan skill observasi munculkan status elf berambut pirang." Layar status kemudian muncul di depan Graham.


Nama : Elizabeth


Usia : 20 tahun


Tingkat : Raja


Ras : Elf


Strength : 6.000


Agility : 6.000


Vitalitas : 6.000


Stamina : 5.700/6.000


Ki : 5.800/6.000


Informasi : Putri ratu elf


"Dia tingkat raja. Terlebih lagi seorang anak dari ratu elf." Graham terkejut melihat status Elizabeth.


"Heii, mengapa kamu tidak menjawabku. Mengapa manusia bisa berada di benua timur." Elf berambut pirang menatap Graham.


"Sebelum bertanya sebaiknya kamu memperkenalkan diri terlebih dulu." Kata Graham meski sudah mengetahui nama elf berambut pirang.


"Namaku adalah Elizabeth putri ratu Mary pemimpin para elf." Elf berambut pirang mengenalkan diri.


"Manusia aku sudah mengenalkan diri. Sekarang giliranmu mengenalkan diri dan menjawab pertanyaanku." kata Elizabeth.


"Namaku Graham dari Britania." Graham mengenalkan diri.


"Aku memiliki musuh yang kuat di benua barat. Lalu aku memutuskan untuk pergi dari benua barat." Kata Graham.


Melihat Graham tidak berbohong elf berambut pirang berkata. "Cepat tinggalkan benua timur. Jika kamu bertemu elf selain diriku. Kamu pasti akan di bunuh."


"Terimakasih atas peringatannya. Tapi aku sudah bertemu elf selain dirimu." Graham tersenyum.


"Ahhh. Apa elf lainnya membiarkanmu pergi." balas elf berambut pirang.


"Benar, mereka membiarkanku pergi." Graham mengangguk.

__ADS_1


"Manusia kamu berbohong." Balas elf berambut pirang.


__ADS_2