Villain System

Villain System
Kedatangan Qin Yu di alam immortal!!


__ADS_3

Setelah Luo Yun dan gadis itu turun.


Gadis itu berterima kasih kepada Luo Yun, dan mengatakan dia puny permintaan lagi, yaitu untuk menyembuhkan kakaknya atau saudarinya.


Luo Yun menyetujui nya, lalu gadis kecil tersebut memandunya kerumah mereka yang merupakan sebuah rumah yang lumayan mewah untuk di tinggali oleh 2 orang saja.


Hal itu membuat Luo Yun teringat dengan kehidupannya yang sebelumnya yang dimana dulu ia juga tinggal dengan rumah yang sama seperti gadis kecil itu.


Luo Yun pun masuk ke dalam gubuk itu, dan melihat kakaknya gadis itu dan setelah Luo Yun melihat hal tersebut ia tersenyum hangat karena, itu adalah racun ular yang dulu pernah mematok pak kepala desa ayah dari istri Luo Yun.


"Tenanglah nak ini adalah gejala yang sama yang dimana racun yang ada di dalam tubuh saudarimu pernah di alami oleh ayah mertuaku dulu~"Luo Yun dengan santainya ia membangunkan tubuh dari saudari gadis tersebut dan membuatnya duduk.


Luo Yun memasukkan sedikit energi nya di bagian punggung yang melebam dan berbintik bintik.


Sehingga tak lama kemudian di kaki saudari dari gadis tersebut mengeluarkan sebuah racun berwarna hitam, dan ternyata itu ada titik dimana ia terkena gigitan ular yang sama yang pernah mematok pak kepala desa.


"Sekarang sudah aman dia akan bangun besok pagi~ jadi beristirahat lah aku akan di luar dan ini juga sudah malam, tidurlah"Luo Yun beranjak dari sana dan keluar dan mencari sebuah danau untuk mencuci mukanya.


Setelah Luo Yun menemukan danau yang terletak tak jauh dari depan gubuk gadis kecil itu, ia mencuci mukanya.


Setelah itu ia menatap ke genangan air yang jernih itu dan terpampang mukanya yang sedang tersenyum.


Disitu Luo Yun tiba tiba teringan 4 tahun yang lalu.


"Selalulah tersnyum dengan tulus!! dasar murid bodoh!! jika kau terus memasang senyum palsu di wajah mu aku akan membunuhmu dasar murid yang tak berguna!" Luo Yun sekilas mengingat masa lalunya yang dan mengingat kata kata dari seorang perempuan yang sepertinya itu adalah master Luo Yun saat 4 tahun yang lalu.


Seketika Luo Yun berhenti tersenyum, dan bergumam sendiri"Humph bahkan sudah 4 tahun berlalu tapi aku sulit melupakan semua tragedi di malam itu"


Luo Yun melihat wajahnya dari pantulan air.


"Lihatlah bajingan tengik yang selalu memasang senyum palsu ini master, aku akan memainkan sebuah melodi seruling yang sangat kau sukai, ini adalah malam purnama, malam ini pas sekali dan di malam bulan purnama juga adalah malam yang dimana aku pertama kali melihat wajah sedihmu master"


Luo Yun mengeluarkan sebuah seruling yang dimana seruling ini adalah milik dari masternya sendiri.


Seruling yang berwarna emas dan di ujungnya seperti sebuah bulu dari ekor merak itu memantulkan cahaya silau itu keluar saat Luo Yun menariknya dari pinggang belakangnya.


Luo Yun mulai memainkan seruling itu.


Luo Yun sangat terbawa dengan alunan melodi yang selalu masternya mainkan setiap malam purnama.


Sehingga secara tak sadar Luo Yun tak sadar bahwa sudah 2 jam ia memainkan alunan melodi seruling itu, dan dari kejauhan sudah ada saudari dari gadis kecil itu yang bangun.


Luo Yun tak menyadari apa apa ia seolah menganggap waktu berhenti, dia memainkan seruling itu dengan sangat merdu.


Sudah sejak lama alunan melodi itu dimainkan Luo Yun pun selesai.


Air mata mengalir dari pipi Luo Yun secara perlahan, "Apa ini dosa yang harus aku tebus? master?!"


Luo Yun pun menyeka air matanya dan kembali untuk mencuci mukanya.


Sehingga ia baru menyadari kedatangan dari seseorang, yang saat itu adalah saudari perempuan gadis kecil itu.


Luo Yun melihatnya meneteskan air mata.


"Eh- mengapa air mata ku keluar" saudari dari gadis kecil itu langsung menyeka air matanya.


"Dia mengerti melodi alunan musiknitu!? setauku hanya aku dan master saja yang tau arti di dalam alunan melodi seruling yang sering di mainkan oleh master" Luo Yun yang terheran itu pun langsung bergegas menuju saudari dari gadis kecil itu.


"Siapa namamu!?" Ucap Luo Yun dengan lantang.


"A-aku Qu Hongyan-"


"Marga Qu!?? marga inikan.. sudah tak salah lagi" Luo Yun akhirnya tersenyum hangat lagi.


"A-anu tuan kalo boleh berpendapat, kau tak seharusnya memasang senyum palsu saat kau sedang sedih.. Kata mendiang ibuku dulu, "jika kau sedih lebih baik kau tumpahkan saja air matamu" begitulah katanya" Qu Hongyan entah kenapa ia harus mengatakan hal itu kepada Luo Yun.


Luo Yun terkejut dengan perkataan dari Qu Hongyan, "Tapi jika air mataku keluar, aku.."


Qu Hongyan hanya bisa tersenyum, "Kau tau tuan? terkadang kau boleh menangis itupun untuk menenangkan hatimu dan menyuarakan keluhanmu, dan ketika aku pertamakali melihatmu aku seperti pernah melihat mu di suatu tempat tapi aku tak bisa mengingatnya, jadi aku menyarankanmu untuk tetaplah berbahagia, oke? pada saat apa pun dan dimanapun itu"


Luo Yun termenung atas kata kata Qu Hongyan, dan membuatnya memikirkan kata kata masternya, ia sungguh sedang dilanda oleh dilema yang luar biasa, "Hei Qu Hongyan bolehkah aku memelukmu?"


"Eh!? untuk ap-" Tak lama Luo Yun langsung memeluk Qu Hongyan dengan erat sehingga Luo Yun berterimakasih kepada Qu Hongyan karena telah mengingatkannya tentang hal ketika Luo Yun sedang berbahagia dengan masternya dulu.


Esok hari pun tiba...


"Selamat pagi..." Luo Yun menyapa Qu Hongyan yang baru bangun dengan saudarinya.


"Selamat pagi" Qu Hongyan menyapa balik Luo Yun dengan senyum hangatnya



Ilustrasi Qu Hongyang! hanya ilustrasi!!


.............


"Ibu!! kapan ayah akan pulang?? katanya dia akan segera pulang kini aku segera berumur 11 tahun, masa ayah tidak akan pulang untuk menjenguk kita?!" Ucap dari seorang anak untuk Lin Bai Hua.


"Hehehe jika Lin Yun jika kau bertambah kuat maka kau akan bisa menemukan ayahmu~ jadi diamlah disini sementara okey anak ku yang paling pintar!?" Ucap Lin Bai Hua terhadap anak itu.


Ternyata itu adalah anak dari Luo Yun!!

__ADS_1


Boom!! Tiba tiba jatuh seorang remaja dari langit dan itu adalah Qin Yu.


"Ugh!! Aku dimana?" ucap Qin Yu sambil kesakitan.


"kau sudah sadar?" ucap Lin Bai Hua dengan ramah, sehingga membuat Qin Yu terpesona.


"Eh ehehe iya~" Qin Yu yang malu malu langsung menutupi wajahnya.


"Baiklah kalau begitu aku akan ke dapur untuk mencuci piring" Lin Bai Hua beranjak pergi meninggalkan Qin Yu.


Keesokan harinya ia sudah sehat dan bugar kembali.


Dan kini ia sedang berjalan jalan di taman di desa.


"Ohh!!! kau bocah yang terjatuh dari langit itu ya?!" ucap seorang petani yang sedang minum teh di dekat ladang yang sedang ia siapkan.


"Emm etto aku ingin bertanya" Qin Yu mendekat kepada warga petani tersebut.


"Siapa wanita cantik yang kemarin menolongku?" Ucapanya Qin Yu dengan penasaran.


"Itu adalah anak dari pak kepala desa, memangnya kenapa!?" Petani itu menanyai Qin Yu balik.


"Ugh bukan apa apa, aku hanya bertanya"


Keesokan harinya pun tiba.


Qin Yu, yang berniat menyatakan perasaannya kini ia memanggil Lin Bai Hua.


Ia menyatakan perasaannya di depan banyak orang dengan niat agar Lin Bai Hua terpaksa menerima perasaan darinya, namun Qin Yu tak tau bahwa Lin Bai Hua sudah menikah dengan musuh bebuyutannya.


"Saudari Lin kan? etto sebenarnya aku menyukaimu tolong terimalah perasaanku!" Qin Yu sudah percaya diri bahwa ia akan di terima namun...


"Maafkan aku aku tak bisa menerima perasaanmu" Ucap Lin Bai Hua dengan nada yang tegas


"Eh!?? mengapa?!"


"Karena aku sudah menikah dan mempunyai anak! sini Lin Yun" Lin Bai Hua memanggil anaknya dengan halus.


Setelah Lin Bai Hua menunjukkan anaknya Qin Yu langsung putus asa.


"T-tapi kan" Tak sampai Qin Yu selesai berbicara, Lin Bai Hua langsung memotong perkataan Qin Yu.


"Aku akan tetap menunggu suamiku yang sudah pergi berkelana selama 5 tahun!! jadi tolong jangan macam macam padaku, dan aku sudah menyelamatkan mu jadi sopanlah!" Dengan nada tegasnya membuat Qin Yu langsung mundur selangkah.


"T-tapi kan dia sudah pergi 5 tahun lalu!! jadi mungkin dia sudah mati atau mencari wanita lai-"


Tiba tiba langit mengeluarkan badai yang kencang dan petir yang menyambar dimana mana.


Qin Yu yang merasakan tekanan luar biasa dari seseorang pun langsung terjatuh dan tertunduk.


Ternyata itu adalah Luo Yun, mungkin mereka hampir tak mengenal Luo Yun karena penampilannya, namun sorot matanya tak bisa di lupakan oleh Lin Bai Hua dan Qin Yu.


"I-itu kau Luo Yun bajingan!!!!"


"Kau membantai semua anggota sekte ku dan kau bahkan menculik adik seperguruan ku!"


Lin Bai Hua yang mendengar ucapan tersebut terkejut.


Sedangkan Lin Yun menangis karena cuaca yang dimana kacau balau semua.


"Kau bajingan yang tak tau di untung~" Luo Yun kembali dengan 2 bersaudari yang telah ia bawa dari hutan dekata gunung feixian.


"Luo Yun aku akan membunuhmu agghhh!!!" Tak terduga bahwa Qin Yu menghancurkan tekanan miliknya dengan sebuah aura tombak di tato tangan kirinya, menyadari hal itu Qin Yu bangkin lalu mengeluarkan tombak surgawi peninggalan klannya dan kini tombak itu menerjang leher Luo Yun.


Clang*


Suara benturan besi datang dari tombak dan sedikit armor pada jari Luo Yun, sehingga Qin Yu yang masih melayang di udara sambil di tahan oleh Luo Yun ia terkejut.


Ketika armor dari telunjuk Luo Yun menahan tombak Qin Yu secara bersaman sebuah Qi langsung menembak tenggorokan Qin Yu seakan itu adalah sebuah pistol laser, tapi kali ini dampaknya tak terlalu besar hanya energi itu menjulang ke langit arah barat dengan tinggi sampai sampai beberapa kekuatan besar menyadarinya.


"Ap--"


Scrash* Suara darah yang berceceran keluar dari tenggorokan nya yang bolong, menyadari itu Qin Yu langsung jatuh ketanah dan akhirnya mati.


"Heh, semua sudah berakhir, dan kehidupan ku yang bebas baru saja dimulai! namun di novel yang ku tulis ini masih banyak lagi putra keberuntungan atau reinkarnasi dari immortal tingkat celestial king, jadi aku masih harus menjadi kuat" Ucap Luo Yun dalam hatinya.


Terdengar suara langkah kaki dan asal suara langkah kaki itu adalah Lin Bai Hua yang tak bisa menahan rindunya terhadap Luo Yun.


"SUAMIKU!!" Lin Bai Hua memeluk erat erat Luo Yun seakan ia tak mau melepaskannya.


"Apa ini benar-benar dirimu? kenapa dirimu berubah sekali dari gaya berbicara mu, mukamu bahkan penampilanmu!?" Lin Bai Hua terlalu senang hingga ia tak tau bahwa 2 saudari sedang memperhatikannya dari belakang.


"I-ibu apa dia ayahku!?" Lin Yun dengan gugup bertanya kepada ibunya.


"Iya tentu dia adalah ayah yang selama ini kau cari cari!"


Semua warga desa pun bahagia, Luo Yun kira tadi dia akan di takuti namun ia malah di puja karena kekuatannya.


"Itu Luo Yun!!"


"Hah Luo Yun? apa dia kembali!?"

__ADS_1


banyak warga yang terkejut atas kedatangan Luo Yun.


Karena terlalu senang, Lin Bai Hua baru menyadari tentang bersaudari itu, "Sekarang masuk di dalam rumah dan jelaskan aku dan putramu yang di sampingku ini, siapa kedua wanita di belakangmu?!!"


Luo Yun


"Ehh!?"


Note!!:


Ini sebenarnya chapter spesial, karena Qin Yu mati itu sebenarnya di chapter 20, tapi karena rasa bersalah saya ke kalian, yang up chapternya bisa ampe ampir satu bulan kagak up jadi sy panjangin dah, hehehe:v


BERSAMBUNG...


Kultivasi di ranah immortal.




Half Immortal.




Human Immortal.




Earth Immortal.




Heaven Immortal .




Golden Immortal.------- Lin Bai Hua




Taiyi Immortal.




Celestial Of The Great All - Embreacing Heaven.




Celestial King.




Celestial Prime.




Celestial Emperor.




Dao Prime/Venerable.--------Luo Yun




Dao Emperor.



__ADS_1


God Cultivation Coming Soon...


Terbagi dalam 7 tingkatan kecuali kau sudah mencapai ranah celestial king, baru tingkatannya hanya akan sampai 5 saja!


__ADS_2