
"Karena bakat kami bertiga buruk kami di usir dari benua suci." Kata wanita berambut putih. Graham terkejut Eleanor di usir dari benua suci.
"Jika boleh tahu berapa usia yang mulia saat menerobos tingkat kaisar." Graham penasaran.
"Aku menerobos tingkat kaisar di usia 30 tahun." Balas wanita berambut putih.
"Sial, menerobos tingkat kaisar 30 di anggap memiliki bakat yang buruk." Graham terkejut.
"Graham apa kamu tertarik menjadi seorang Duke." Wanita berambut putih menatap Graham.
"Jika saya menjadi Duke bagaimana dengan Britania." Tanya Graham.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku akan mengurus Britania." balas wanita berambut putih.
"Baiklah, saya menerima tawaran anda." Balas Graham.
Jessica kumpulkan semua penduduk di kekaisaran. Aku akan mengumumkan berita penting." Kata wanita berambut putih.
"Baik yang mulia." Balas Jessica yang berdiri di luar pintu.
"Graham, elf yang ada di luar apakah Elizabeth anak dari ratu elf di benua timur." Wanita berambut putih menatap Graham.
"Bagaimana yang mulia bisa tahu." Graham terkejut.
"Dulu aku pernah pergi ke benua timur dan bertemu Elizabeth saat masih kecil." Balas wanita berambut putih.
Mendengar jawaban wanita berambut putih Graham berkata. "Elizabeth masuklah ke dalam."
"Baik." Elizabeth mengangguk dan masuk ke dalam ruangan.
Wanita berambut putih terkejut saat Elizabeth menuruti perintah Graham. "Elizabeth bagaimana kabarmu. Sudah lama kita tidak bertemu." Wanita berambut putih tersenyum.
"Kabar saya baik kak Eleanor." Elizabeth tersenyum.
Graham terkejut saat Elizabeth memanggil Eleanor kak. "Tidak perlu terkejut. Aku yang menyuruh Elizabeh untuk memanggilku kakak." Kata wanita berambut putih melihat Graham.
"Elizabeth mengapa kamu bisa bersama Graham." Eleanor melihat Elizabeth.
"Graham mengajak saya untuk pergi ke benua barat." Balas Elizabeth.
"Apa Graham melakukan sesuatu yang aneh kepadamu." Eleanor menatap Graham.
"Tidak kak." Elizabeth menggeleng. Elizabeth tidak bisa mengatakan bahwa Graham telah menjadikannya budak.
"Baguslah jika Graham tidak melakukan hal aneh padamu." Wanita berambut putih menghela nafas. Wanita berambut putih tahu bahwa elf tidak pernah berbohong.
"Kuuu." Rubah putih tiba-tiba keluar dari dalam pakaian Graham. "Kamu memiliki hewan peliharaan yang lucu." Kata wanita berambut putih melihat rubah putih.
"Nama rubah putih ini adalah Gumiho." Balas Graham mengelus kepala rubah putih.
Beberapa menit kemudian Graham melihat Jessica kembali. "Yang mulia, semua penduduk telah berkumpul di alun-alun kota." Kata Jessica.
"Ayo kita pergi." kata wanita berambut putih melihat Graham dan Elizabeth.
"Baik kak." Elizabeth mengangguk. Graham dan Elizabeth kemudian mengikuti Eleanor.
Tidak lama kemudian Graham tiba di alun-alun kota dan melihat jutaan penduduk. "Selamat siang semuanya. Hari ini saya Eleanor mengumumkan berita penting." Kata wanita berambut putih berdiri di atas panggung.
__ADS_1
"Pemuda di samping saya adalah Graham. Sebagian dari kalian mungkin sudah mendengar rumor bahwa Graham telah mengalahkan pemimpin sekte demonic yang mencapai tingkat kaisar." Kata wanita berambut putih melihat Graham.
"Jadi pemuda itu adalah Graham."
"Dia lebih muda dari yang aku pikirkan."
"Menurut informasi saat ini usianya 16 tahun."
"16 tahun mencapai tingkat kaisar. Apa dia sungguh manusia." Semua penduduk mulai mengobrol.
"Mulai hari ini saya akan memberikan gelar Duke kepada Graham. Jika kekaisaran menghadapi masalah atau bencana. Duke Graham di wajibkan untuk membantu." Kata Eleanor memasangkan sebuah lencana di dada Graham.
"Waahh." Semua penduduk terkejut mendengar Graham mendapat gelar duke.
"Menurutku Graham pantas mendapatkan gelar duke. Dia adalah kultivator tingkat kaisar."
"Aku dengar Graham adalah penguasa di kerajaan kecil bernama Britania. Lalu bagaimana dengan kerajaannya." Penduduk mulai mengobrol.
"Duke Graham apa ada sepatah kata yang ingin anda sampaikan." Kata Eleanor melihat Graham.
Graham melihat semua penduduk kekaisaran dan berkata. "Pemimpin sekte demonic, jika kita bertemu lagi itu adalah akhir bagimu."
"Waahh." Semua penduduk kekaisaran terkejut dengan yang di ucapkan Graham.
"Hidup duke Graham." "Hidup yang mulia Eleanor." "Hidup duke Graham." "Hidup yang mulia Eleanor." Tiba-tiba semua penduduk kekaisaran berteriak.
"Ayo kita pergi." kata Eleanor melihat Graham.
"Baik." Balas Graham. Eleanor, Graham dan Elizabeth kemudian meninggalkan alun-alun kota.
"Jika Graham menerobos tingkat Saint. Aku yakin Graham akan merebut takhta Eleanor." Kata pria berjenggot yang tidak lain Arthur. Mantan raja Britania yang takhtanya di rebut oleh Graham.
Tidak lama kemudian Graham telah kembali ke istana. "Graham rumah mana yang kamu sukai." Kata Eleanor memberikan 3 gambar rumah kepada Graham.
"Rumah ini cukup bagus." Kata Graham menunjuk gambar rumah.
"Jessica antar duke Graham ke rumah barunya." Eleanor menunjukan gambar rumah kepada Jessica.
"Baik yang mulia." Jessica mengangguk.
"Duke Graham ikuti saya." Kata Jessica keluar dari ruangan.
"Elizabeth ayo pergi." kata Graham berjalan keluar ruangan.
"Baik." Elizabeth mengangguk dan mengikuti Graham.
Beberapa menit kemudian Graham berada di sebuah rumah mewah. "Ini adalah rumah anda duke." Kata Jessica.
"Rumah ini 5x lebih besar dari pada rumah milikku di Britania." kata Graham.
"Duke Graham apa anda membutuhkan pelayan. Saya akan mencarikan anda beberapa pelayan." Jessica melihat Graham.
"Tidak perlu. Aku memiliki beberapa wanita yang bisa membersihkan rumah." Kata Graham mengingat Alice, Elena, Fanny dan Viola.
"Baik. Jika begitu saya ijin pergi." Kata Jessica.
"Kamu bisa pergi." balas Graham. Jessica mengangguk kemudian keluar dari rumah.
__ADS_1
"Apa kamu ingin Alice, Elena, Fanny dan Viola membersihkan rumah ini." Elizabeth melihat Graham.
"Benar. Mereka berempat bisa membersihkan rumah ini 7 hari sekali." Balas Graham.
"Elizabeth aku akan menjemput Alice, Elena, Fanny dan Viola. Kamu tunggulah disini." kata Graham melihat Elizabeth.
"Baik." Elizabeth mengangguk.
Saat keluar dari rumahnya Graham melihat seorang pria berjenggot. "Arthur." Kata Graham.
"Aku pikir kamu sudah melupakanku Graham." Pria berjenggot tersenyum saat Graham masih mengingat dirinya.
"Bagaimana kabarmu." Graham melihat Arthur.
"Kabarku buruk setelah kamu merebut takhtaku." Balas Arthur. Sebelum Graham sempat menjawab Arthur tertawa "Hahaha, aku hanya bercanda. Kabarku baik Graham."
"Baguslah jika kabarmu baik." Graham dan Arthur berjabat tangan.
"Graham ayo pergi kerumahku. Banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu." Arthur tersenyum.
"Baiklah." Balas Graham. Graham kemudian mengikuti Arthur ke rumahnya.
Tidak lama kemudian Graham tiba di rumah Arthur. "Kamu memiliki rumah yang bagus." Kata Graham melihat rumah Arthur.
"Aku menggunakan seluruh tabunganku untuk membeli rumah ini." Balas Arthur.
"Arthur kamu telah kembali." Graham melihat wanita berusia 30an dengan rambut pirang.
"Aaahh, duke Graham." wanita berambut pirang terkejut melihat Graham.
"Lama tidak bertemu nona Rebecca, kamu cantik seperti biasanya." Graham tersenyum dan mencium tangan Rebecca. Rebecca tersipu malu saat Graham mencium tangannya.
"Uhuukk." "Mengapa kamu tiba-tiba mencium tangan istriku. Kami berdua bukan lagi seorang raja dan ratu. Terlebih lagi saat di Britania aku tidak pernah melihatmu berkomunikasi dengan istriku." Arthur melihat Graham.
"Arthur apa kamu cemburu denganku." Graham tersenyum dan memeluk pinggang Rebecca.
"Aaahh." Rebecca terkejut saat Graham memelukya.
"Bajingan ini. Aku menyesal mengundangnya ke rumahku." Arthur mengutuk.
"Hahaha. Aku hanya bercanda Arthur." Graham tertawa.
"Nona Rebecca maafkan kelancanganku." Graham tersenyum dan melepas pelukannya.
"Tidak masalah Graham." Rebecca tersipu malu.
"Benar, kamu ingin minum apa." Tanya Rebecca.
"Aku ingin meminum susumu." Bisik Graham di telinga Rebecca. Rebecca tersipu malu saat mendengar kata Arthur.
"Graham." Arthur marah dan mengeluarkan auranya.
"Hahaha, jangan marah Arthur. Aku hanya bercanda." Graham tertawa.
"Aahh. Graham." Graham melihat Flora dan adiknya kembali. Flora tahu bahwa Graham baru saja di nobatkan menjadi duke.
"Halo Flora. Sudah lama kita bertemu." Graham berjalan ke arah Flora dan mencium tangannya.
__ADS_1