Villain System

Villain System
27. Bunuh Diri


__ADS_3

1 Jam kemudian Graham membuka mata dan melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Semua status anda meningkat 1 poin."


"Aku mendapatkan 1 poin setelah berkultivasi selama 1 jam. Berbeda dengan metode kultivasi tingkat rendah yang membutuhkan 10 jam berkultivasi untuk mendapatkan 1 poin." Graham tersenyum kemudian memejamkan matanya.


7 Jam kemudian Graham membuka mata dan melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Semua status anda meningkat 1 poin." "Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Graham


Usia : 15 tahun


Tingkat : Advanced


Ras : Manusia


Strength : 460


Agility : 460


Vitalitas : 460


Stamina : 450/460


Ki : 440/460


Poin : 0


"Semua statusku meningkat 8 poin setelah berkultivasi selama 8 jam." Kata Graham melihat statusnya. "System berapa poin yang aku butuhkan untuk mencapai tingkat Expert." Tanya Graham.


"Membutuhkan 600 poin untuk mencapai tingkat Expert." Notifikasi hitam muncul di depan Graham. "Kurang 140 poin lagi aku akan menerobos tingkat Expert." Graham berdiri dan berjalan keluar kamar.

__ADS_1


"Slyvie, apa kamu masih tidur." Kata Graham berdiri di depan kamar Slyvie. Melihat Slyvie tidak menjawabnya Graham masuk ke dalam kamar Slyvie. Saat masuk ke dalam kamar, Graham melihat darah yang mengalir di lantai.


"Slyvie apa yang kamu lakukan." Teriak Graham berlari ke arah Slyvie. "Graham terimakasih sudah menyelamatkanku dari serangan pembunuh. Tapi setelah kematian ayahku, aku tidak memiliki alasan untuk hidup lagi." Slyvie tersenyum dan menghembuskan napas terakhirnya.


"Uuhh." Graham memegangi kepalanya. Graham merasakan koneksi dirinya dan Slyvie terputus. "Sial, mengapa kamu harus bunuh diri." Kata Graham mencengkram tinjunya.


"Meski aku baru mengenalmu sehari. Tapi aku sudah menyukaimu." Graham meneteskan air matanya. "Aku akan menguburmu di samping makam ayahmu." Graham menggendong Slyvie dan keluar dari kamar.


Graham keluar dari rumah Slyvie dan berjalan ke arah makam. Tidak lama kemudian Graham tiba di makam. "Aktifkan skill Earth." Gumam Graham. "Bruakk." Graham menginjak tanah. Tanah kemudian terbelah dan menjadi lubang sedalam 2 meter.


Graham melihat mayat Slyvie kemudian menaruhnya ke dalam lubang. "Bruaakk." Graham menginjak tanah kemudian lubang tertutup. "Slyvie aku senang mengenalmu." Graham tersenyum dan berjalan pergi.


10 menit kemudian Graham berada di luar kota. Graham melihat langit malam dan berkata. "Munculkan tabel shop." Melihat tabel shop yang muncul di depannya. Graham menekan gambar senjata. Graham melihat semua senjata level 2 yang awalnya terbuka, terkunci kembali. "Karena Slyvie telah mati aku dihitung memiliki 1 pengikut tingkat Intermediate dan senjata level 2 di kunci lagi." gumam Graham. Graham melihat senjata level 3.


"Pedang Tingkat 3. Damage +3000. Efek khusus dapat melukai jiwa. Syarat mendapatkan senjata adalah memiliki 3 pengikut tingkat Advanced." "3 tingkat Advanced ya." Gumam Graham menutup tabel shop. "Saatnya kembali ke kerajaan Britania dan membunuh Count Ferdinant." Graham melihat langit malam dan berjalan ke dalam hutan.


Beberapa menit kemudian Graham telah menyelinap ke dalam rumah Count Ferdinant. "Sepertinya dia ada di ruang bawah tanah." Kata Graham menyelinap ke dalam ruang bawah tanah.


Saat berada di ruang bawah tanah, Graham melihat Count Ferdinant mandi di bak yang penuh dengan darah. Sementara 100 mayat wanita berada di sampingnya.


"Dia memang pantas untuk di bunuh." Kata Graham mencengkram tinjunya. "Aktifkan skill transformasi naga." Kata Graham kemudian tubuhnya berubah menjadi manusia naga. "Buusshh." Graham menembakan bola hitam ke arah Ferdinandt. "Booom!!." Bola hitam meledak saat mengenai Ferdinant.


"Siapa yang berani menyerangku." Teriak Ferdinant melepaskan aura merah dari tubuhnya. "Semuanya lindungi Count." 5 pria berjubah hitam melindungi Ferdinant. "Aku tidak menyangka kamu masih hidup setelah terkena seranganku." Graham muncul dari balik dinding.


"Kamu." Ferdinant terkejut melihat Graham. "Lama tidak bertemu Count." Graham menyeringai. "Semuanya bunuh dia." Teriak Ferdinant. "Baik count." 5 pria berjubah hitam mengangguk dan melesat ke arah Graham.


Graham mengambil pedang tingkat 2 dari tabel penyimpanan dan menebas 5 pria berjubah hitam. "Slassh." "Slasshh." "Craatt." "Craatt." Tubuh 5 pria berjubah hitam terpotong menjadi dua. "Bagaimana bisa kamu membunuh 5 kultivator tingkat Advanced dengan mudah." Ferdinant terkejut.


"Jawabannya mudah. Karena aku lebih kuat dari mereka berlima." Kata Graham mengeluarkan auranya. "Tingkat Advanced." Ferdinant terkejut saat merasakan aura Graham. "Count Ferdinant apa kamu memiliki kata-kata terakhir." Graham menyeringai.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu." Kata Ferdinant kemudian tubuhnya mulai berotot dan kulitnya menjadi merah. "Mati!!." Ferdinant melesat ke arah Graham. "Lambat." Graham menghindari serangan Ferdinant kemudian menebas tangannya. "Slasshh."


"Aku tidak tahu bagaimana kamu bisa memiliki lengan lagi." Graham melihat Ferdinant. "Kamu tidak perlu tahu. Karena sebentar lagi kamu akan mati." Kata Ferdinant menyerang Graham. "Slasshh." Graham memotong lengan kiri Ferdinant.


"Percuma saja melawan. Saat ini aku lebih kuat darimu." Graham melihat Ferdinant. "Bagaimana bisa kamu lebih kuat dariku. 1 bulan lalu kamu lebih lemah dariku." Ferdinant menatap Graham.


"Karena aku memiliki system." Balas Graham menembakan bola hitam dari mulutnya. "Buusshh." "Booom!!." Bola hitam meledak saat mengenai tubuh Ferdinant.


Graham melihat Ferdinant yang tidak sadarkan diri setelah terkena bola hitam miliknya. "Aku tidak akan mengizinkanmu mati dengan mudah Ferdinant." Graham menarik rambut Ferdinant dan berjalan keluar dari ruang bawah tanah.


Tidak lama kemudian Graham meninggalkan ruang bawah tanah dan berada di ruangan Count Ferdinant. "Aktifkan skill Fire." Gumam Graham. "Wusshh." "Wusshh" api muncul di kedua tangan Graham. "Wuusshh." Graham mulai membakar kamar Ferdinand. Tidak butuh waktu lama bagi Graham untuk membakar rumah Ferdinant.


Graham yang berada di luar rumah Ferdinant melihat penduduk kota yang mulai bermunculan. "Mengapa rumah Count Ferdinant terbakar." Kata seorang pria. "Eehhh, bukankah dia Count Ferdinant." Seorang pria menunjuk Ferdinant yang terbaring di tanah.


"Aahh, bukankah dia Graham. Pemuda yang menyerang Count Ferdinant 1 bulan lalu." Pria lain menunjuk Graham.


"Halo semuanya." Graham tersenyum melihat penduduk kota. "Ayo kita serang dia." Seorang pria berteriak. "Aku tidak akan ragu untuk membunuh siapapun yang menyerangku." Kata Graham mengeluarkan auranya. "Tingkat Advanced." Semua penduduk kota terkejut merasakan kekuatan Graham.


"Memangnya kenapa jika dia tingkat Advanced. Meskipun kita tingkat Intermediate, tapi kita berjumlah ratusan." Teriak seorang pria. "Benar, dia tidak akan menang jika melawan ratusan tingkat Intermediate." teriak pria lain.


"Apa kalian ingat yang dulu aku katakan." Graham melihat semua penduduk. "Memangnya apa yang kamu katakan." Teriak seorang pria. "Count Ferdinant adalah dalang di balik menghilangnya semua wanita di kota ini." Balas Graham. Semua penduduk terkejut dengan kata Graham.


"Ada ruang bawah tanah di dalam rumah Ferdinant. Di dalam ruang bawah tanah terdapat mayat 100 wanita." Kata Graham. "Kami tidak percaya denganmu." Teriak seorang pria.


"Setelah api yang membakar rumah Ferdinant padam. Kalian bisa memeriksa apakah perkataanku benar atau selah." Kata Graham berlari. "Jangan lari." Teriak beberapa orang mengejar Graham.


"Selamatkan Count Ferdinant terlebih dulu." Kata seorang pria melihat Ferdinant yang tergeletak di tanah. "Baik." Balas beberapa orang.


1 Jam telah berlalu penduduk kota melihat api yang membakar rumah Count Ferdinant telah padam. "Ayo kita periksa rumah Count Ferdinant. Aku ingin tahu apakah yang dikatakan pemuda itu benar atau tidak." kata seorang pria. "Baik." Balas beberapa penduduk kota.

__ADS_1


__ADS_2