Villain System

Villain System
54. Elena


__ADS_3

"Tok." "Tok." "Graham apa kamu ingin ikut ke restoran." Kata sebuah suara perempuan.


Graham turun dari kasur dan melihat Alice, Viola dan Fanny yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Baiklah, ayo kita pergi." Balas Graham.


Tidak lama kemudian Graham, Alice, Viola dan Fanny berada di restoran. "Aku pesan 1 porsi ayam dan sebotol anggur." Kata Graham melihat pelayan restoran.


"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan berjalan pergi.


"Apa kamu tahu. Tuan putri Elena menerobos tingkat master." Kata seorang pria.


"Aku dengar saat ini dia berusia 20 tahun." Kata pria lain.


Graham yang mendengar obrolan di restoran berkata. "Dia tidak buruk menerobos tingkat master di usia 20 tahun."


"Ini pesanan anda." Pelayan restoran mengantarkan pesanan Graham, Alice, Viola dan Fanny.


"Kuuu." Rubah putih keluar dari pakaian Graham saat mencium bau daging.


"Ini bagianmu." Graham memotong daging dan memberikan kepada rubah putih. "Kuuu." Rubah putih mengigit daging.


30 menit kemudian Graham telah selesai makan. "Aku ingin pergi ke ibukota. Siapa yang ingin ikut denganku." Kata Graham melihat Alice, Fanny dan Viola.


"Aku." Alice, Fanny dan Viola mengangkat tangan secara bersamaan.


"Baiklah, ayo kita pergi ke ibukota Evora Bersama-sama." Kata Graham.


"Baik." Alice, Viola dan Fanny mengangguk. Graham kemudian keluar dari restoran di ikuti Alice, Viola dan Fanny.


"Graham ku dengar di ibukota banyak pil spirit level 1 yang di jual di toko-toko apotik. Sementara pil spirit level 2 dan 3 di jual di pelelangan." Kata Alice.


"Kerajaan Evora berada di urutan 80 besar. Wajar jika pil spirit level 2 dan 3 muncul di pelalangan." Kata Graham.


Beberapa menit kemudian Graham telah keluar dari kota. "Ayo kita terbang." Kata Graham melihat Alice, Fanny dan Viola.


"Baik." Alice, Fanny dan Viola mengangguk.


Graham kemudian terbang di langit di ikuti Alice, Fanny dan Viola.


12 Jam kemudian Graham yang sedang terbang di langit melihat sebuah kota di kejauhan. "Ayo kita turun. Aku tidak ingin membuat kehebohan." Kata Graham melayang turun dari langit.


"Baik." Alice, Fanny dan Viola mengangguk dan melayang turun dari langit.


Graham kemudian berjalan ke arah gerbang kota. "Tunjukan identitas kalian." Kata penjaga gerbang melihat Graham, Alice, Fanny dan Viola.


Tanpa basa-basi Graham memberikan 4 koin emas kepada penjaga. "Kalian bisa masuk." Kata penjaga.


Graham kemudian masuk ke dalam kota di ikuti Alice, Fanny dan Viola. "Ibukota kerajaan Evora 2 kali lebih besar dari pada ibukota kerajaan Britania." Kata Alice setelah memasuki kota.


"Kerajaan Evora berada di urutan 80 besar. Jangan bandingkan dengan kerajaan Britania yang berada di urutan 98." Kata Graham.


"Bukankah dia John, anak duke paul." Kata Alice menunjuk pemuda berambut coklat.


"Aku tidak menyangka akan bertemu dengannya disini." kata Graham melihat John.


"Dia telah menerobos tingkat Expert." kata Viola melihat John.


"Memang apa yang special dengan tingkat Expert. Bukankah kamu sudah menerobos tingkat Master." Balas Graham.


"Benar, apa yang special dari tingkat Expert." Viola tersenyum.

__ADS_1


"Bukankah kamu John anak duke paul." Kata Graham berjalan ke arah John di ikuti Alice, Fanny dan Viola.


"Benar, aku John." John berhenti bicara saat melihat pemuda yang berbicara dengannya.


"Graham." John berteriak.


"Lama tidak berjumpa John." Graham tersenyum.


Melihat senyum Graham John secara reflek berjalan mundur. John takut Graham akan menghajar dirinya.


"Tidak perlu takut. Aku tidak akan menghajar dirimu." Graham tersenyum.


"Aku tidak percaya dengan dirimu." Gumam John di pikirannya. "Ahh, iya." John berkeringat dan mengangguk.


"Apa kamu berada di kota ini bersama orang tuamu." Graham melihat John.


"Benar, aku berada di kota ini bersama orang tuaku." John mengangguk.


"Sampaikan salamku kepada orang tuamu." Graham menepuk bahu John kemudian berjalan pergi.


"Ahh, baik." John mengangguk.


"Aku pikir kamu akan menghajar John." kata Fanny melihat Graham.


"Dia tidak membuatku kesal. Jadi aku tidak menghajarnya." Balas Graham.


Alice, Fanny dan Viola tersenyum kecut saat mendengar kata Graham.


"Ayo kita makan dulu." Kata Graham melihat restoran di depannya.


"Baik." Alice, Fanny dan Viola mengangguk. Graham kemudian masuk ke dalam restoran di ikuti Alice, Fanny dan Viola.


Graham melihat pelayan restoran kemudian memesan makanan. "Silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran berjalan ke arah dapur.


"Kreekk." Graham melihat seorang perempuan berkulit putih yang memiliki rambut abu-abu masuk ke dalam restoran.


"Putri Elena." Semua orang di dalam restoran terkejut saat melihat perempuan berambut abu.-abu.


"Jadi dia putri Elena." Kata Graham melihat perempuan berambut abu-abu yang di kawal oleh wanita paruh baya.


"Aktifkan skill observasi munculkan status Elena." Gumam Graham kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Elena


Usia : 20 tahun


Tingkat : Master


Ras : Manusia


Strength : 1.010


Agility : 1.010


Vitalitas : 1.010


Stamina : 990/1.010


Ki : 1.000/1.010


Informasi : Putri kerajaan Evora

__ADS_1


Seperti yang di rumorkan dia mencapai tingkat Master di usia 20 tahun." Gumam Graham melihat status Elena.


Graham melihat wajah Elena dan tersenyum. "Sepertinya aku telah menemukan target yang bisa kuambil kesuciannya."


Alice yang melihat senyum Graham berkata. "Graham jangan bilang kamu ingin membuatnya sebagai budakmu." Fanny dan Viola terkejut saat mendengar kata Alice.


"Benar, aku akan membuatnya menjadi budakku." Graham menyeringai.


"Aahh." Alice, Fanny dan Viola terkejut.


"Ini pesanan anda." Kata pelayan mengantar pesanan Graham.


"Terimakasih." Kata Graham melihat pelayan. Pelayan restoran tersenyum dan berjalan ke dapur.


"Kuuu." Rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham. "Ini bagianmu." Graham memberikan sepotong daging bebek kepada rubah putih.


"Kuuu." Rubah putih mengigit daging.


"Kamu memiliki hewan peliharaan yang lucu." Graham melihat perempuan berambut abu-abu berbicara kepadanya.


"Nama rubah kecil ini adalah Gumiho, Usianya baru 1 tahun." Graham tersenyum.


"Bolehkah aku mengelus Gumiho." Kata perempuan berambut abu-abu.


"Tentu saja boleh." Graham tersenyum dan memberikan gumiho.


Perempuan berambut abu-abu kemudian mengelus bulu Gumiho. "Bulunya sangat lembut." Kata Perempuan berambut abu-abu.


"Tuan putri ini pesanan anda." Kata pelayan restoran mengantar makanan.


"Aku akan makan dulu." Kata perempuan berambut abu-abu.


"Bolehkah aku bergabung Bersama anda." Graham tersenyum.


"Tidak masalah." Balas perempuan berambu abu-abu. Graham membawa makanannya kemudian duduk di depan Elena.


"Benar, aku belum mengenalkan diri. Namaku adalah Graham." Kata Graham mengulurkan tangannya.


"Namaku Elena." Perempuan berambut abu-abu menjabat tangan Graham.


"Graham aku pernah mendengar nama ini." kata wanita paruh baya di samping Elena.


"Kerajaan Evora cukup jauh dari kerajaan Britania. Jadi namaku tidak terlalu terkenal di sini." Kata Graham tersenyum.


"Kerajaan Britania. Jangan bilang kamu adalah Graham raja Britania." Wanita paruh baya terkejut.


"Ahhh, kamu adalah Graham yang terkenal itu." Perempuan berambut abu-abu terkejut.


"Benar, aku adalah Graham raja Britania." Graham mengangguk.


"Pantas saja aku tidak bisa memeriksa kekuatanmu." Wanita paruh baya menatap Graham.


"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan raja Britania." Perempuan berambut abu-abu tersenyum.


"Kerajaan Britania sudah hancur. Jadi aku bukan lagi seorang raja." Graham tersenyum.


Perempuan berambu abu-abu dan wanita paruh baya terdiam mendengar kata Graham. Mereka tahu sekte demonic menyerang kerajaan Britania. Yang membuat semua penduduk Britania meninggalkan kerajaan Britania.


"Apa ketiga perempuan itu adalah wanitamu." Perempuan berambut abu-abu melihat Alice, Fanny dan Viola yang sedang makan.


"Benar, mereka bertiga adalah wanitaku." Graham mengangguk. Perempuan berambut abu-abu dan wanita paruh baya sekali lagi terkejut mendengar kata Graham.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka anda seorang playboy." Perempuan berambut abu-abu menghela nafas.


__ADS_2