
"Oohh. Aku tidak menyangka kalian mempunyai kemampuan yang menarik. Di tabel shop milikku juga ada skill pembaca pikiran." Kata Graham.
Semua elf terkejut mendengar kata Graham. Mereka semua tahu bahwa Graham tidak mengatakan kebohongan.
"karena kalian sudah menyebutku manusia hina. Kalian harus siap untuk menanggung konsekuensinya." Kata Graham dengan ekspresi serius.
Mendengar kata Graham elf paruh baya berteriak. "Semuanya serang dia."
Graham mengambil pedang tingkat 4 dari tabel penyimpanan dan melesat ke arah para elf. "Wuusshh." "Wuusshh." Graham menghindari panah angin yang melesat ke arahnya. "Kraaakk." Graham melihat akar raksasa muncul dari tanah dan mengikat kedua kakinya. "Booomm!!!." Puluhan panah angin meledak saat mengenai Graham.
"Apa dia mati." Kata salah satu elf wanita.
"Elf berengsek." Graham memotong akar yang mengikat kakinya dan melesat ke arah puluhan elf. "Slasshh." Graham menebas tubuh seorang elf menjadi dua.
"Manusia hina kami akan membunuhmu." Teriak elf menyerang Graham.
"Justru aku yang akan membunuh kalian semua." Kata Graham menebas elf yang menyerangnya. "Slasshh." Tubuh elf terpotong menjadi dua.
"Terlalu lama. Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian tubuhnya diselimuti asap hijau. "Menyebar." "Wuusshh." Asap hijau kemudian mulai menyebar.
"Aaahhh." "Aahhh." Semua elf menjerit kesakitan saat menghirup asap hijau.
"Manusia hina kamu menggunakan racun." Kata elf paruh baya melihat darah mulai keluar dari mata, hidung dan telinganya.
"Benar, aku menggunakan racun." Graham menyeringai.
"Uuuhh." Elf paruh baya muntah darah kemudian tergelatak di tanah.
"Aktifkan skill 5 elemen." Kata Graham kemudian api muncul di kedua tangannya. "Wuusshh." Graham kemudian membakar semua mayat elf yang tergeletak di tanah dengan mata, hidung dan telinga yang mengeluarkan darah.
"Jika kalian tidak menyerangku. Kalian saat ini tidak akan mati." Kata Graham melihat semua mayat elf yang terbakar api.
Graham memejamkan matanya dan merasakan area sekitarnya. "Ternyata masih ada yang hidup." Kata Graham berjalan ke arah desa.
Graham masuk ke dalam rumah dan melihat 5 elf anak kecil yang bersembunyi di bawah meja. "Kumohon jangan bunuh kami." kata salah satu elf anak kecil.
"Di masa depan apa kalian akan membalas kematian orang tua kalian kepadaku." Graham tersenyum.
5 elf anak kecil gemetar ketakutan saat melihat senyum Graham. "Aku tidak akan membunuh kalian. Jika kalian ingin membalas kematian orang tua kalian. Pergilah ke benua barat dan cari pria bernama Graham." Graham menyeringai dan berjalan keluar rumah.
"Kuuu." Rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham.
"Apa kamu lapar." Graham melihat rubah putih. "Kuuu." Rubah putih mengangguk.
"Baiklah, ayo kita pergi ke sungai dan menangkap ikan." Kata Graham.
"Kuuu." Rubah putih mengangguk.
Keesokan harinya Graham melihat sebuah desa di depannya.
__ADS_1
"Misi Harian bunuh semua elf di dalam desa. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Misi Mingguan bunuh 1 kultivator tingkat Raja. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 20 poin dan sepotong roti manis."
Graham mengabaikan notifikasi dan berjalan ke arah desa. "Desa ini 2x lebih besar dari pada desa yang aku temui kemarin." Gumam Graham.
"Ada manusia." Teriak elf pria saat melihat Graham. Graham kemudian melihat 100 elf keluar dari desa.
"Manusia mengapa kamu bisa berada di benua timur." Kata elf pria berambut panjang.
"Aku datang ke benua timur untuk membunuh kalian semua." Graham tersenyum.
Mendengar kata Graham ekspresi semua elf berubah. Graham tidak berbohong sama sekali. "Semuanya serang dia." Teriak elf pria berambut panjang.
"Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian tubuhnya diselimuti asap hijau.
"Menyebar." "Wuusshh." Asap hijau kemudian mulai menyebar.
"Aaahhh." "Aahhh." Semua elf berteriak kesakitan saat menghirup asap hijau.
"Manusia hina kamu menggunakan racun." Elf pria berambut panjang berteriak melihat semua rasnya tergeletak di tanah dengan mata, hidung dan telinga yang mengeluarkan darah.
"Benar, aku menggunakan racun." Graham tersenyum.
"Manusia hina aku akan membunuhmu." Teriak Elf pria berambut panjang. "Kraakk." "Kraaak." Graham melihat ratusan akar raksasa muncul dari tanah dan mengikut tubuhnya. Akar kemudian membentuk sebuah pohon raksasa.
"Aktifkan skill 5 elemen." Gumam Graham kemudian mulai membakar pohon raksasa. "Wuusshh."
"Benar, aku menguasai elemen api. Apa sekarang kamu takut padaku." Graham tersenyum.
Mendengar kata Graham elf pria berambut panjang batuk darah. "Aku tidak menyangka akan mati di tangan manusia hina." Kata elf pria berambut panjang kemudian terjatuh ke tanah dengan mata, hidung dan telinga yang mengeluarkan darah.
"Selamat anda telah menyelesaikan misi mingguan. Anda mendapatkan 20 poin dan sepotong roti manis."
Melihat notifikasi dan roti manis yang muncul di depannya Graham berkata. "Kultivator tingkat raja dari ras elf lebih lemah dari pada kultivator tingkat raja dari ras manusia." Graham mengingat petinggi sekte demonic yang dapat bertahan lama saat terkena racunnya.
Melihat mayat semua elf yang tergeletak di tanah Graham berkata. "Aktifkan skill 5 elemen." "Wuusshh." Api muncul di kedua tangan Graham. "Wuusshh." Graham membakar semua mayat elf.
"Sekarang waktunya membunuh elf yang bersembunyi di dalam desa." Kata Graham berjalan masuk ke dalam desa.
Graham masuk ke dalam rumah dan melihat 10 elf anak kecil yang bersembunyi. "Kumohon jangan bunuh." Sebelum menyelesaikan perkataannya Graham membakar 10 elf anak kecil.
"Aaahhh." "Panass." 10 elf anak kecil berteriak saat tubuh mereka terbakar api. "Wuusshh." Api mulai menyebar dan membakar rumah.
Graham berjalan ke luar rumah dan melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Aku tidak merasa bersalah setelah membunuh mereka semua. Apa karena mereka bukan manusia." gumam Graham.
__ADS_1
Graham terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Munculkan tabel status." Layar status kemudian muncul di depan Graham.
Nama : Graham
Usia : 16 tahun
Tingkat : Raja
Ras : Manusia
Strength : 7.500
Agility : 7.500
Vitalitas : 7.500
Stamina : 7.300/7.500
Ki : 7.200/7.500
Poin : 30
Melihat 30 poin yang dia miliki Graham kemudian menambahkan 6 poin di Strength, 6 poin di Agility, 6 Poin di Vitalitas, 6 Poin di Stamina dan 6 Poin di Ki." Cahaya hitam menyinari tubuh Graham.
"Kuuu." Rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham.
"Hari ini kita akan makan daging kelinci." Kata Graham melihat rubah putih.
"Kuuu." Rubah putih mengangguk.
7 hari telah berlalu saat ini Graham sedang bersandar di bawah pohon dan melihat tabel skill di depannya.
"Skill Observasi Level 6. Skill Poison Level 6. Skill Kontrak Budak Level 6. Skill 5 Elemen Level 6. Skill Transformation Black Dragon Level 6."
"Kurang dari 10 hari aku sudah membunuh puluhan kultivator tingkat Grand Master, dan mempelajari skill level 6 yang menurutku bagus." Kata Graham melihat skill miliknya.
"Tidak sia-sia aku meninggalkan benua barat dan pergi ke benua timur." Graham tersenyum.
"Setelah membunuh 100 kultivator tingkat raja dan membuka semua skill di level 7. Aku akan meninggalkan benua timur dan kembali ke benua barat." Graham berdiri dan melihat langit biru.
Saat ini di tempat lain seorang elf pria berambut hijau melihat sebuah desa di depannya. "Mengapa sangat sepi." Kata elf masuk ke dalam desa.
Elf masuk ke dalam rumah dan melihat 5 elf anak kecil. "Kak Elan." 5 elf anak kecil berteriak saat melihat elf pria berambut hijau.
"Mengapa desa sangat sepi. Pergi kemana semua orang." Kata elf pria berambut hijau.
5 elf anak kecil menangis kemudian menceritakan bahwa semua penduduk desa telah di bunuh oleh Graham.
Mendengar cerita 5 elf anak kecil. Elf pria berambut hijau mencengkram tinjunya. "Kalian berlima ikut aku meninggalkan desa. Kita akan pergi ke desa lain."
__ADS_1
"Baik." 5 elf anak kecil mengangguk.