
"Aku tidak menyangka kepalaku di hargai 100 pil spirit level 9." Kata Graham.
"Apa kalian percaya diri bisa membunuhku. Bahkan Luo Cheng tidak bisa membunuhku." Graham melihat 100 kultivator tingkat saint. 100 Kultivator tingkat saint terkejut saat mendengar kata Graham.
"Sepertinya Luo Cheng tidak memberitahu kalian. Bahwa dia tidak bisa membunuhku." Graham tersenyum.
"Jangan dengarkan dia. Dia ingin membuat kita semua kehilangan semangat bertarung." Teriak pria berotot.
"System berapa peluangku menang melawan 100 kultivator tingkat saint." Gumam Graham.
"Peluang anda menang melawan 100 kultivator tingkat saint adalah 62%." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Karena peluang menangnya di atas 50%. Aku tidak akan menahan diri." Graham tersenyum.
"Aktifkan skill transformasi lightning dragon." Kata Graham kemudian berubah menjadi manusia naga bewarna ungu.
Melihat Graham yang berubah menjadi manusia naga pria berambut hitam berteriak. "Semuanya bersiap bertarung."
"Terlambat." Kata Graham menembakan puluhan bola petir ke arah 100 kultivator tingkat saint.
"Semuanya hancurkan bola petir itu." Teriak pria berambut hitam melihat puluhan bola petir yang melesat ke arahnya.
"Wuusshh." "Wuuushh." Graham melihat ratusan bola api, air, angin, petir dan tanah tiba-tiba muncul di udara dan melesat ke arah bola petir miliknya. "Booomm!!." "Booomm!!." Ledakan terjadi di langit.
"Sepertinya aku harus mengkonsumsi pil power, speed, dan vitalitas untuk mengalahkan mereka semua." Kata Graham kemudian menelan 3 pil.
"Anda telah mengkonsumsi pil power level 8. Kekuatan anda meningkat 80% selama 8 menit."
"Anda telah mengkonsumsi pil speed level 8. Kecepatan anda meningkat 80% selama 8 menit."
"Anda telah mengkonsumsi pill vitalitas level 8. Daya hidup anda meningkat 80% selama 8 menit." Notifkasi muncul di depan Graham.
"Aneh, aku merasa dia bertambah kuat." Pria berambut hitam panjang melihat Graham.
"Mati." Teriak Graham kemudian menembakan puluhan bola petir ke arah 100 kultivator tingkat saint.
Melihat Graham menembakan puluhan bola petir ke arah mereka. 100 kultivatot tingkat saint menciptakan ratusan bola api, air, angin, petir dan tanah.
"Booomm!!." "Booomm!!." "Aahhh." "Aaahhh." Bola petir Graham menghancurkan bola api, air, angin, petir dan tanah yang diciptakan 100 kultivator tingkat saint.
"Pemimpin ayo kita tolong mereka." Kata wanita berambut kuning saat melihat 100 kultivator tingkat saint terkena ledakan bola petir milik Graham.
"Kalian berempat tetaplah disini. Biar aku yang melawannya." Kata pria paruh baya dengan ekspresi buruk. Pria paruh baya tidak menyangka bahwa Graham bisa mengalahkan 100 kultivator tingkat saint dengan mudah.
"Berhenti." Pria paruh baya berteriak saat melihat Graham akan menembakan bola petir.
"Mati." Graham mengabaikan pria paruh baya dan menembakan puluhan bola petir ke arah 100 kultivator tingkat saint. "Booomm!!." "Booomm!!." "Aaahhh." Ledakan terjadi.
"Berhenti bajingan." Pria paruh baya mengutuk dan memukul Graham.
__ADS_1
"Booomm!!." Pria paruh baya terkejut melihat Graham baik-baik saja setelah terkena pukulannya.
"Pukulanmu menggelitikku." Graham tersenyum.
"Bajingan, jika begitu terima seranganku." "Booomm!!." Graham meninju wajah pria paruh baya sebelum menyelesaikan perkataannya. "Wuusshh." Pria paruh baya terlempar sejauh 100 meter.
"Sial, saat terakhir kami bertarung dia tidak sekuat ini." kata pria paruh baya mengusap darah di bibirnya.
"Mati." Kata Graham menembakan puluhan bola petir ke arah pria paruh baya.
Pria paruh baya mengangkat tangannya di udara kemudian ratusan tombak api, air, angin, dan tanah muncul di udara.
"Wuusshh." Ratusan tombak api, air, angin dan tanah melesat kea rah puluhan bola petir yang di tembakan Graham. "Booomm!!." "Booomm!!." Ledakan terjadi di langit.
Saat asap ledakan menghilang Graham melihat pria paruh baya melayang di langit dengan badan penuh luka.
"Graham tunggu saja pembalasanku." kata pria paruh baya terbang ke arah timur.
"Kali ini aku tidak akan membiarkanmu melarikan diri." Kata Graham mengejar pria paruh baya.
"Pemimpin cepatlah lari. Biar kami yang menahannya." Wanita berambut kuning dan 2 pria muncul di depan Graham.
"Ayah, ayo cepat lari." Kata pria berambut ungu muncul di samping pria paruh baya yang terluka.
"Kalian cari mati." Kata Graham menembakan bola petir ke arah wanita berambut kuning dan 2 pria.
Melihat bola petir yang melesat ke arah mereka. Wanita berambut kuning dan 2 pria membuat perisai. "Booomm!!." "Kraakk." Perisai hancur setelah terkena 1 bola petir Graham.
"Bajingan tua. Aku tidak akan membiarkanmu melarikan diri." Kata Graham menelan 3 pil.
"Anda telah mengkonsumsi pil power level 8. Kekuatan anda meningkat 80% selama 8 menit."
"Anda telah mengkonsumsi pil speed level 8. Kecepatan anda meningkat 80% selama 8 menit."
"Anda telah mengkonsumsi pill vitalitas level 8. Daya hidup anda meningkat 80% selama 8 menit." Notifkasi muncul di depan Graham.
"Wuusshh." Graham terbang dengan cepat ke arah pria paruh baya dan pria berambut ungu.
"Ayah dia mengejar kita." Kata pria berambut ungu melihat Graham yang semakin mendekat ke arahnya.
"Luo Zheng, pergilah dari sini. Ayah akan melawannya." Pria paruh baya tersenyum.
"Tidak yah. Ayo kita pergi bersama." Teriak pria berambut ungu.
"Sungguh drama yang menarik." Kata Graham melihat pria paruh baya dan pria berambut ungu.
"Graham biarkan anakku pergi. Dia tidak memiliki masalah denganmu." Pria paruh baya melihat Graham.
"Jangan katakan omong kosong. Dia adalah anggota divine hall. Jadi dia harus mati." Balas Graham kemudian melesat ke arah pria berambut ungu.
__ADS_1
"Graham lawanmu adalah aku." teriak pria paruh baya berdiri di depan pria berambut ungu.
"Bodoh." Graham mencibir kemudian membuka mulutnya. "Buusshh." Graham menembakan bola petir ke arah pria paruh baya yang berdiri di depan pria berambut ungu. "Booomm!!." Ledakan terjadi.
Saat asap ledakan menghilang Graham melihat pria paruh dengan badan penuh luka. "Uuhuukk." Pria paruh baya batuk darah.
"Ayah." Pria berambut ungu berteriak melihat pria paruh baya batuk darah.
"Apa kalian berdua memiliki kata-kata terakhir." Graham melihat pria paruh baya dan pria berambut ungu.
"Jika kamu membunuh kami berdua. Nenekku akan membunuhmu." Teriak pria berambut ungu.
"Aku tidak peduli." Graham menyeringai kemudian menembakan bola petir ke arah pria paruh baya dan pria berambut ungu. "Booomm!!." ledakan terjadi.
"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Selamat anda telah menyelesaikan misi mingguan. Anda mendapatkan 20 poin dan sepotong roti manis." Notfikasi dan dua potong roti muncul di depan Graham.
Graham memakan roti manis dan berkata. "Aku sudah membunuh 100 lebih kultivator tingkat saint. Seharusnya semua skill di level 9 terbuka."
"Sebelum mempelajari skill baru. Aku akan menambahkan 30 poin yang baru saja kudapatkan." "Munculkan layar status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Graham
Usia : 17 tahun
Tingkat : Saint
Ras : Manusia
Strength : 55.900
Agility : 55.900
Vitalitas : 55.900
Stamina : 26.900/55.900
Ki : 27.900/55.900
Poin : 30
Graham melihat statusnya kemudian menambahkan 6 poin di Strength, 6 poin di Agility, 6 Poin di Vitalitas, 6 Poin di Stamina dan 6 Poin di Ki." Cahaya hitam menyinari tubuh Graham.
"Baiklah, saat mempelajari skill baru." Kata Graham kemudian membuka tabel shop.
Saat ini di alam semesta lain. Seorang wanita berambut ungu melihat 2 giok yang hancur. "Kraakk." "Kraakk." "Aku tidak menyangka Luo Cheng dan Luo Zheng terbunuh." Kata wanita berambut ungu.
"Sepertinya aku harus pergi ke dunia bawah dan melihat siapa yang berani membunuh anak dan cucuku." Kata wanita berambut ungu kemudian menghilang dari ruangan.
__ADS_1
Saat ini Graham telah memperbarui semua skillnya. "Munculkan tabel skill." Kata Graham kemudian tabel skill muncul di depannya.
"Skill Observasi level 9. Skill Poison level 9. Skill Kontrak budak level 9. Skill 5 elemen level 9. Dan skill Transformasi Dark Dragon level 9."