
10 pria berjalan ke arah rumah Count Ferdinant. "Ehh, ada tangga yang menuju kebawah." Kata seorang pria. 10 pria saling melihat kemudian menuruni tangga yang terhubung ke ruangan bawah tanah.
Tidak lama kemudian 10 pria kembali dengan ekspresi buruk. "Apa yang kalian temukan." Tanya seorang pria. "Kami menemukan 100 mayat wanita di ruangan bawah tanah." Kata seorang pria dengan ekspresi buruk.
Semua penduduk kota terkejut dengan yang dikatakan pria. "Aku ingin lihat." 20 pria penasaran dan menuruni tangga yang terhubung ke ruang bawah tanah.
20 pria kembali dengan ekspresi buruk. "Benar, ada 100 mayat wanita di bawah sana." Kata seorang pria. "Jadi Count Ferdinant adalah dalang di balik hilangan semua wanita di kota ini." kata seorang pria.
"Berita buruk. Count Ferdinant hilang." Teriak seorang wanita keluar dari rumah. "Apa!!." Semua penduduk kota terkejut.
Saat ini Graham yang bersembunyi di balik dinding melihat Ferdinant yang melarikan diri. "Kamu ingin pergi kemana." Graham muncul di depan Ferdinant. "Menyingkir dari hadapanku." Teriak Ferdinant. "Bagaimana jika aku tidak mau." Graham menyeringai. "Jika begitu aku akan membunuhmu." Balas Ferdinant. "Hahaha, jangan bercanda. Mustahil kamu bisa membunuhku." Graham tertawa dan memegangi perutnya.
"Cepat menjauh darinya." Graham melihat notifikasi hitam yang muncul di depannya dan terkejut melihat tubuh Ferdinant yang perlahan membesar. "Aktifkan skill Transformasi naga." Kata Graham berubah menjadi manusia naga dan terbang ke langit. "Booom!!!." Tubuh Ferdinant meledak. "Wuusshh." Graham melindungi matanya dari hembusan angin kencang.
Setelah asap ledakan menghilang Graham melihat kawah seluas 10 meter. "Aku pasti akan mati jika terkena ledakan itu." Kata Graham dengan ekspresi serius. "Apa yang terjadi." Graham melihat penduduk kota yang datang beramai-ramai.
"Ferdinant meledakan diri." Kata Graham melihat para penduduk. Penduduk kota terkejut dengan jawaban Graham. "Karena Ferdinant telah mati aku akan pergi dari kota ini." Balas Graham terbang ke langit. "Bagaimana dia bisa terbang." "Apa dia bukan manusia." Semua penduduk kota terkejut dengan Graham yang terbang ke langit.
Sementara itu di kerajaan Avalon. "Apa kamu sudah menemukan identitas pemuda yang membunuh Count Bernard dan keluarganya." Kata seorang pria paruh baya yang memakai mahkota.
"Saya menemukannya yang mulia. Pemuda itu bernama Graham. Saat ini dia berusia 15 tahun. Pemuda itu menjadi buronan kerajaan Britania karena percobaan pembunuh seorang Count." Balas seorang pria.
"Di usia yang sangat muda, dia sudah menjadi pembunuh." Kata pria paruh baya. "Berikan 1.000 koin emas pada siapapun yang berhasil membunuh atau menangkapnya hidup-hidup." Kata pria paruh baya. "Baik yang mulia." Pria mengangguk.
Saat ini Graham sedang berada di luar kota dan melihat tabel shop di depannya. "Skll Observasi level 3. Efek membuat anda dapat melihat informasi kultivator tingkat Advanced dan dibawahnya. Konsumsi 30 poin ki setiap menggunakan skill. Syarat mendapatkan skill membunuh 10 kultivator tingkat Advanced. Pelajari Ya/Tidak." Ya." Graham menekan notifikasi.
Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepalanya.
Graham membuka matanya dan melihat skill lainnya. "Skill Shadow level 3. Efek membuat anda dapat menyatu dengan bayangan. Agility + 30% saat dalam mode shadow. Konsumsi 30 poin ki setiap 60 detik menggunakan skill. Pelajari Ya/Tidak." "Ya." Graham menekan notifikasi.
__ADS_1
Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepalanya.
"Saatnya meninggalkan kerajaan ini." Kata Graham masuk ke dalam hutan. Graham tahu dirinya akan menjadi buronan setelah membunuh seorang bangsawan. Karena bangsawan di lindungi oleh kerajaan.
Keesokan harinya di ibukota Britania. "Apa kamu dengar dalang di balik hilangnya semua wanita di kota Cale adalah Count Ferdinant." Kata seorang pria. "Aku tidak menyangka seorang bangsawan melakukan hal sekeji itu." Balas pria lain. "Jika Graham tidak membunuh Count Ferdinandt. Mungkin korban wanita yang meninggal di kota Cale terus bertambah hingga saat ini." Balas pria lain.
"Aku tidak menyangka dia membunuh seorang Count." Kata perempuan berambut merah. "Aku dengar pemuda bernama Graham itu pernah tinggal di kota yang di pimpin ayahmu. Apa kamu mengenalnya Alice." Tanya seorang perempuan berambut hitam. "Aku sangat mengenalnya." Balas perempuan berambut merah yang tidak lain adalah Alice.
Sementara itu di istana kerajaan Britania. "Yang mulia. Apa yang harus kita lakukan pada pemuda bernama Graham itu. Seharusnya dia menyerahkan Count Ferdinant pada kerajaan. Dan tidak membunuhnya." Kata seorang pria berkumis.
"Graham pemuda berusia 15 tahun yang mencapai tingkat Advanced. Dia bisa merubah wujudnya menjadi monster dan terbang ke langit." Kata pria berjenggot yang memakai mahkota. "Dan kamu pasti tahu bahwa hanya kultivator tingkat master yang bisa terbang ke langit." Kata pria berjenggot. "Saya tahu yang mulia." Pria berkumis mengangguk.
"Berapa banyak kultivator tingkat master di kerajaan kita." Tanya pria berjenggot. "Kultivator tingkat master di kerajaan kita hanya ada 3 yang mulia. Duke Paul, tuan Lucas ayah anda yang saat ini berkeliling dunia. Dan yang mulia sendiri." Kata pria berkumis.
"Karena ayahku tidak ada di kerajaan. Maka hanya diriku dan Paul yang bisa mengalahkan pemuda itu." Kata pria berjenggot. "Dari pada membuatnya menjadi musuh. Mengapa tidak menjadikannya sebagai pasukan kerajaan kita." Kata pria berjenggot.
Saat ini Graham sedang berada di sebuah hutan. Graham berhenti di depan sebuah gua dan berteriak. "Gumiho." "Kuuu." Seekor rubah kecil keluar dari gua dan melompat ke arah Graham.
"Apa kamu merindukanku." Graham mengelus kepala bayi rubah. "Kuuu." Bayi rubah menjilati tangan Graham. "Sepertinya kamu merindukanku." Graham tersenyum.
3 Hari telah berlalu. Saat ini Graham sedang berada di tepi sungai. "Munculkan tabel shop." Kata Graham kemudian tabel shop muncul di depannya. Graham menekan gambar buku dan melihat skill di level 3.
"Skill Poison level 3. Anda dapat mengeluarkan racun dari kedua tangan anda. Efek kultivator tingkat Advanced dan di bawahnya akan mati dalam hitungan detik saat terkena racun anda. Konsumsi 30 poin ki setiap 60 detik menggunakan skill. Syarat mendapatkan skill adalah membunuh 20 kultivator peringkat Advanced. Pelajari Ya/Tidak." "Ya." Graham menekan notifikasi.
Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepalanya.
"Eehh, ada orang disini." Graham melihat seorang perempuan berambut hitam berjalan ke arahnya. "Kuu." Bayi rubah tiba-tiba keluar dari pakaian Graham. "Sungguh imut." Kata perempuan berambut hitam melihat bayi rubah.
"Bolehkah aku menyentuhnya." Perempuan berambut hitam melihat Graham. "Kamu bisa menyentuhnya." Balas Graham. "Terimakasih." Perempuan tersenyum dan mengelus kepala bayi rubah. "Kuuu." Bayi rubah memejamkan matanya.
__ADS_1
Graham melihat perempuan dan bergumam. "Aktifkan skill observasi, munculkan status perempuan." Layar status kemudian muncul di depan Graham.
Nama : Viola
Usia : 16 tahun
Tingkat : Intermediate
Ras : Manusia
Strength : 210
Agility : 210
Vitalitas : 210
Stamina : 190/210
Ki : 200/210
Informasi : Anak dari seorang Count, melarikan diri dari rumah
"Siapa namamu." Graham melihat perempuan. "Aahh, aku lupa mengenalkan diri. Namaku Viola." Perempuan berambut hitam tersenyum dan mengulurkan tangannya. "Namaku Graham." Graham menjabat tangan Viola. "Graham, namamu terasa tidak asing." Kata Viola.
"Aahh. Apa kamu Graham yang membunuh Count Ferdinant." Viola terkejut. "Benar, aku Graham yang membunuh Count Ferdinant. Apa kamu takut padaku." Graham tersenyum. "Mengapa aku harus takut padamu." Balas Viola. Graham terkejut mendengar kata Viola.
"Aku adalah seorang pembunuh." Balas Graham. "Benar, kamu adalah seorang pembunuh. Tapi kamu membunuh orang yang pantas untuk di bunuh." Balas Viola.
"Melihat dari responmu. Kamu pasti tidak tahu bahwa raja mengundangmu ke istana." Kata Viola. "Ehh, aku tidak tahu." Graham menggeleng.
__ADS_1