
"Kalian berdua mulai sekarang harus mengikuti duke Graham. Jika duke Graham ingin kalian berdua bunuh diri. Kalian berdua harus bunuh diri." Volmir menatap Silvia dan Margaret.
"Baik." Silvia dan Margaret mengangguk ketakutan.
"Kamu menakuti mereka." Graham menepuk bahu Volmir.
Mendengar kata Graham, Volmir berkata. "Kalian berdua sangat beruntung karena di beli oleh duke Graham yang lembut dan baik hati."
Graham tersenyum kecut saat mendengar Volmir mengatakan dirinya lembut dan baik hati. "Volmir ambil ini." Graham memberikan 1 pil spirit level 7 kepada Volmir.
"Apa anda serius memberi saya pil spirit level 7." Volmir melihat Graham.
"Itu sebagai tanda terimakasih karena kamu sudah memberitahu lokasi pemimpin sekte demonic." Balas Graham.
"Terimakasih duke. Saya semakin menyukai anda." Volmir tersenyum.
"Aku tidak tertarik dengan pria." Balas Graham.
"Haha. Saya tahu." Volmir tertawa.
"Baiklah, aku akan pergi." Gaham menepuk bahu Volmir.
"Saya akan mengantar anda duke." Balas Volmir.
Graham kemudian meninggalkan ruangan bersama Flora, Volmir dan dua budak yang baru di beli oleh Graham.
"Duke Graham 1 bulan lagi datanglah ke pelalangan gelapku. Aku akan mencari budak-budak yang bagus buat anda." Volmir tersenyum.
"Sepertinya aku tidak bisa datang ke pelelangan gelapmu. Karena besok aku akan pergi ke benua suci." Graham melihat Volmir.
Volmir terkejut mendengar kata Graham. "Apa duke Graham sudah menerobos tingkat Saint." Tanya Volmir.
"Benar, aku sudah menerobos tingkat Saint." Graham mengangguk.
Volmir dan kedua budak terkejut saat mendengar jawaban Graham. "Hahaha. Seperti yang di harapkan dari duke Graham. Anda sangat luar biasa." Volmir tertawa.
"Kalian berdua sangat beruntung karena bisa mengikuti manusia terkuat di benua barat." Volmir melihat Silvia dan Margaret.
"Baiklah, aku pergi Volmir." "Kalian berdua ikuti aku." kata Graham berjalan ke arah rumahnya.
"Baik." Silvia dan Margaret mengangguk kemudian mengikuti Graham.
Tidak lama kemudian Graham kembali ke rumahnya. Graham duduk di kursi dan melihat Silvia serta Margaret. "Aku memberi kalian dua pilihan. Pilihan pertama kalian menjadi pelayanku dan membersihkan rumah ini setiap hari. Aku akan membayar kalian berdua 1 pil spirit level 1 setiap hari 7 hari sekali. Pilihan kedua kalian bisa menjalani hidup bebas. Tapi aku tidak akan memberikan kalian apapun."
"Aku memilih pilihan pertama." Kata Silvia.
"Pilihan yang bagus." Graham mengangguk.
"Aku memilih pilihan kedua." Kata Margaret elf perempuan berusia 15 tahun.
"Baiklah, jika begitu kamu bisa pergi dari sini." Graham melihat Margaret. Margaret mengangguk dan keluar dari rumah.
"Di rumah ini ada 14 kamar kosong. Pilihlah kamar yang kamu sukai." Graham melihat Silvia.
"Baik." Silvia mengangguk.
"Flora ayo ke kamar." kata Graham berjalan ke arah kamarnya.
__ADS_1
"Baik." Flora mengangguk dan mengikuti Graham.
Melihat Graham yang masuk ke dalam kamarnya Silvia berkata. "Aku tidak menyangka pemuda yang dulunya pembuat masalah. Saat ini menjadi manusia terkuat di benua barat.
Keesokan harinya Graham berada di depan rumahnya bersama Grace. "Saat aku kembali. Aku ingin melihat kalian bertiga mencapai tingkat raja." Kata Graham melihat Elena, Flora dan Fanny.
"Setelah kamu kembali kita bertiga pasti akan mencapai tingkat raja." Balas Fanny.
"Bagus." Graham mengangguk.
"Ayo pergi." kata Graham melihat Grace paus gereja cahaya.
"Ayo." Grace mengangguk. Graham dan Grace kemudian terbang di langit.
10 Jam kemudian. Graham yang sedang terbang di langit melihat matahari mulai terbenam. "Ayo kita istirahat di pulau itu." Kata Graham melihat pulau kecil tidak berpenghuni.
"Baik." Grace mengangguk.
Graham dan Grace melayang turun dari langit dan mendarat di pulau.
"Kuuu." Setelah mendarat di pulau rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham.
"Kamu memiliki hewan peliharaan yang lucu." Grace melihat rubah putih.
"Namanya adalah Gumiho. Aku merawatnya dari bayi." Balas Graham mengelus kepala rubah putih.
"Graham mengapa kamu ingin pergi ke benua suci." Grace melihat Graham.
"Aku ingin membunuh seseorang di benua suci." Balas Graham.
"Siapa yang ingin kamu bunuh." Grace penasaran.
Grace terkejut mendengar Graham ingin membunuh Chen Fan. "Melihat dari reaksimu. Sepertinya kamu mengenalinya." Graham melihat Grace.
"Aku mengenalnya." Grace mengangguk.
"Chen Fan adalah salah satu kultivator yang bergabung ke dalam kelompok divine hall." Grace melihat Graham.
"Apakah di benua suci juga banyak kelompok seperti gereja cahayamu." Graham melihat Grace.
"Tidak. Di benua suci hanya ada 1 organisasi yaitu divine hall. Divine hall adalah kelompok yang mengatur benua suci." Balas Grace.
"Oohh. Apakah di divine hall juga ada demi god." Graham menatap Grace.
"Bagaimana kamu bisa mengetahui Demi God." Grace terkejut. Hanya orang-orang yang berasal dari benua suci. Yang tahu mengenai Demi God.
"Sebelum Victor mati. Dia mengatakan bahwa di atas tingkat saint ada alam demi god." Balas Graham berbohong.
"Jadi begitu." Grace mengangguk.
Graham mengambil tenda dari tabel penyimpanan dan berkata. "Apa kamu mau bergabung."
"Tidak, terimakasih." Grace menggeleng.
"Baiklah, jika kamu ingin bergabung bilang saja padaku." Balas Graham masuk ke dalam tenda bersama rubah putih. Grace tersenyum kecut saat mendengar kata Graham.
Keesokan harinya Graham keluar dari tenda. "Apa kamu tidak kedinginan tidur di luar." Graham melihat Grace.
__ADS_1
"Apa kamu bercanda. Bagaimana bisa kultivator tingkat kaisar kedinginan karena tidur di luar." Balas Grace.
"Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Graham menaruh rubah putih ke dalam pakaiannya.
"Baik." Grace mengangguk.
14 Hari telah berlalu. Saat ini Graham dan Grace sedang terbang di langit. "Apa benua suci masih jauh." Tanya Graham.
"Tidak, kita hampir tiba di benua suci." Balas Grace melihat kabut yang begitu tebal di depannya.
"Apakah benua suci ada di balik kabut tebal itu." Tanya Graham.
"Kamu akan segera tahu." Balas Grace terbang ke arah kabut. Graham kemudian mengikuti Grace terbang ke arah kabut.
"Busshh." Saat melewati kabut Graham melihat sebuah pantai.
"Kita sampai." Kata Grace melayang turun ke tepi pantai.
"Energi alam di sini 10x lebih murni dari pada di 4 benua." Kata Graham merasakan energi alam.
"Siapa kalian berdua." Seorang pria melayang turun dari langit.
"Aku Grace dan dia Graham dari benua barat." Balas Grace.
"Oohh. Apakah kamu Grace yang di usir 22 tahun lalu." Balas pria.
"Benar, aku Grace yang di usir 22 tahun." Balas Grace.
"Kamu belum mencapai tingkat saint. Mengapa kamu kembali ke benua saint." Pria menatap Grace.
"Aku mengantarnya ke benua suci." Grace melihat Graham. Pria melihat Graham dan terkejut saat tidak bisa merasakan kekuatan Graham.
"Dia terlihat sangat muda." Gumam pria melihat Graham.
"Aku tidak menyangka seorang jenius lahir di benua barat." Pria tersenyum kepada Graham.
"Grace, kamu bisa kembali ke benua barat. Biar aku yang menjadi pemandunya." Pria melihat Grace.
"Aku tidak suka bepergian bersama seorang pria. Biar Grace yang menjadi pemanduku." Balas Graham.
Pria terkejut mendengar jawaban Graham. "Baiklah jika itu keinginanmu." Balas pria.
"Ayo Grace." Graham melihat Grace.
"Baik." Grace mengangguk. Graham dan Grace kemudian terbang di langit.
"Pria itu juga kultivator tingkat kaisar. Mengapa dia tidak di usir dari benua suci." Graham melihat Grace.
"Divine hall memberi peraturan siapapun yang belum menerobos tingkat kaisar di usia 25 tahun akan di usir dari benua suci. Dan mereka di perbolehkan kembali ke benua suci setelah menerobos tingkat Saint. Pria tadi menerobos tingkat kaisar sebelum berusia 25 tahun. Jadi dia tidak di usir dari benua suci." Balas Grace.
"Jadi kamu di usir karena belum menerobos tingkat kaisar saat berusia 25 tahun." Graham melihat Grace.
"Benar, saat usia 25 tahun aku hanya mencapai tingkat raja." Balas Grace.
Beberapa jam kemudian Graham yang sedang terbang di langit melihat sebuah kota. "Ayo kita turun." Grace melihat Graham.
"Baiklah." Balas Graham. Graham dan Grace melayang turun dari langit.
__ADS_1
"Bahkan penjaga gerbang adalah kultivator tingkat kaisar." Graham terkejut melihat penjaga gerbang kota.
"Tunjukan identitas kalian." Penjaga gerbang melihat Graham dan Grace. Grace kemudian menunjukan sebuah kartu.