
"Ada apa kak." Kata Alice melihat Graham.
"Aktifkan Skill Memory Manipulation." Kata Graham memegang kepala Alice. "Wuusshh." Graham kemudian mengetahui semua ingatan Alice.
"Aku tidak menyangka kedua orang tua Alice meninggal karena di bunuh monster yang keluar dari dungeon break." Kata Graham melihat Alice.
"Alice." Graham melihat beberapa anak kecil berlari ke arah Alice.
"Siapa kamu." Kata seorang wanita paruh baya berjalan ke arah Graham.
"Namaku Graham. Aku tertarik dengan Alice dan ingin mengadopsinya." Balas Graham. Alice terkejut mendengar Graham ingin mengadopsinya.
"Dari pakaianya, dia terlihat kaya." Gumam wanita paruh baya melihat Graham.
"Ayo kita bicara di dalam." Kata wanita paruh baya masuk ke dalam sebuah rumah. Graham kemudian mengikuti wanita paruh baya.
"Jika kamu memberiku 100 Ribu Pound. Aku akan membiarkanmu mengadopsi Alice. Kata wanita paruh baya melihat Graham.
"Berikan nomor rekeningmu. Aku akan mentransfernya sekarang juga." Balas Graham.
Wanita paruh kemudian memberikan nomor rekeningnya. Graham kemudian mentransfer 50 Juta atau 100 Ribu Pound lebih ke rekening wanita paruh baya.
"Sudah aku duga dia adalah orang kaya." Wanita paruh baya tersenyum melihat 100 ribu pound lebih masuk ke dalam rekeningnya.
"Tuan Graham, silakan tanda tangan." Kata wanita paruh baya memberikan Graham kertas. Graham kemudian tanda tangan.
"Alice." Kata wanita paruh baya.
"Iya Ibu." Kata Alice berjalan ke arah wanita paruh baya.
"Alice Tuan Graham adalah pria yang baik. Dia bersedia mengadopsimu." Wanita paruh baya tersenyum.
"Apa kak Graham akan mengadopsiku." Tanya Alice melihat Graham.
"Benar, aku akan mengadopsi Alice." Graham tersenyum dan mengelus Alice.
"Apa sekarang aku bisa pergi bersama Alice." Kata Graham melihat wanita paruh baya.
"Anda bisa pergi bersama Alice." Wanita paruh baya tersenyum.
Graham memegang bahu Alice dan berkata. "Teleportasi." "Wuussh." Graham dan Alice kemudian menghilang.
"Ahhh." Wanita paruh baya terkejut melihat Graham dan Alice yang menghilang.
Washington, Amerika Serikat. "Wuusshh." Graham dan Alice muncul di tengah kota. "Ahhh." Alice terkejut saat dirinya tiba-tiba berada di tengah kota.
"Alice apa kamu sudah makan." Tanya Graham.
"Alice belum makan kak." Alice menggeleng.
"Karena kamu belum makan. Ayo kita cari makan." kata Graham menggandeng tangan Alice.
"Baik kak." Alice mengangguk.
Tidak lama kemudian Graham dan Alice masuk ke dalam restoran. "Ahh, tuan Graham." Semua pelayan restoran terkejut melihat Graham masuk ke dalam restoran mereka.
"Alice kamu ingin makan apa." Tanya Graham.
"Terserah kakak." Alice tersenyum.
"Aku pesan 2 Hamburger, 2 Hot Dog dan 2 Cholado." Kata Graham.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda tuan Graham." Kata pelayan restoran berlari ke dapur.
__ADS_1
"Kak, sepertinya kamu sangat terkenal." Kata Alice melihat semua orang melihat ke arah Graham.
"Aku adalah seorang hunter. Jadi wajar jika aku terkenal." Balas Graham.
"Ahhh, jadi kakak seorang Hunter." Alice terkejut.
"Benar, aku seorang Hunter. Dan salah satu kemampuanku berpindah tempat. Kita telah berpindah tempat dari negaramu Mesir ke Amerika Serikat." Balas Graham. Alice terkejut mendengar kata Graham.
"Tuan Graham, ini pesanan anda." Pelayan restoran mengantarkan pesanan Graham.
"Alice ayo kita makan." kata Graham melihat Alice.
"Baik kak." Alice mengangguk kemudian memakan Hamburger.
"Enak." Kata Alice memakan Hamburger.
"Makanlah pelan-pelan. Tidak ada yang akan mengambil makananmu." Graham tersenyum dan mengusap saus di bibir Alice. Alice tersipu malu saat mendengar kata Graham.
Tidak lama kemudian Graham dan Alice telah selesai makan. "Ayo kita pergi." Kata Graham melihat Alice.
"Baik kak." Alice mengangguk. Graham dan Alice kemudian keluar dari restoran.
Graham kemudian masuk ke dalam toko pakaian bersama Alice. "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu." Wanita tersenyum saat melihat Graham.
"Aku ingin membeli pakaian untuk gadis kecil ini." Kata Graham mengelus kepala Alice.
"Baik, silakan ikuti saya." Kata wanita. Graham dan Alice kemudian mengikuti wanita.
"Alice, pilihlah pakaian yang kamu suka." Kata Graham melihat Alice.
"Baik kak." Alice mengangguk.
Tidak lama kemudian Graham dan Alice telah selesai membeli pakaian. "Kak, kita akan pergi kemana lagi." Tanya Alice.
"Kamu ingin pergi kemana." Tanya Graham.
"Baiklah, jika begitu ayo kita pergi ke taman bermain." Graham tersenyum.
Tidak lama kemudian Graham dan Alice berada di taman bermain. Alice kemudian naik ayunan. "Hiks." "Hiks."
"Mengapa kamu menangis." Graham melihat Alice yang menangis.
"Alice teringat mama dan papa kak. Setiap hari libur Alice pergi ke taman bermain bersama mama dan papa." Alice menangis.
"Jangan bersedih, setiap hari libur aku akan mengajak Alice pergi ke taman bermain." Kata Graham mengusap air mata Alice.
"Kak Graham." Alice menatap Graham.
"Ayo kita pulang." Kata Graham mengelus menggandeng tangan Alice.
"Baik kak." Alice mengangguk.
"Teleportasi." Kata Graham kemudian dirinya dan Alice menghilang.
"Wuusshh." Graham muncul di dalam rumahnya. "Graham, siapa gadis kecil itu." Kata Violet melihat Alice.
"Dia adalah Alice, aku baru saja mengadopsinya." Kata Graham.
"Alice, dia adalah Violet wanita kakak." Kata Graham.
"Halo Kak Violet. Kak Graham beruntung mempunyai wanita secantik kakak." Alice tersenyum.
"Alice kamu sungguh imut. Di masa depan aku yakin kamu menjadi wanita yang sangat cantik." Violet tersenyum dan mengelus kepala Alice.
__ADS_1
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham sedang berada di dalam kamarnya. "Kak." Graham melihat Alice membuka pintu.
"Ada apa Alice." Kata Graham melihat Alice.
"Alice takut tidur sendiri. Bolehkah Alice tidur bersama kakak." Tanya Alice.
"Tentu saja boleh. Naiklah ke kasur." Graham tersenyum.
"Baik kak." Alice tersenyum kemudian naik ke atas kasur.
"Kak, bisakah kamu menceritakan dongeng tidur kepada Alice. Sebelum tidur Mama biasanya menceritakan dongeng tidur kepada Alice." Kata Alice.
"Baiklah, kakak akan menceritakan dongeng tidur." Graham tersenyum kemudian menceritakan dongeng tidur. Tidak lama setelah menceritakan dongeng tidur. Alice kemudian tertidur.
"Alice, di kehidupan keduamu kali ini. Aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkanmu mati." Graham tersenyum dan mengelus rambut Alice.
1 Bulan telah berlalu. Jakarta, Indonesia. "Sangat aneh. Selama 1 Bulan tidak ada dungeon rangking S yang muncul di Indonesia." Kata Subianto.
"Bukankah itu bagus ketua. Jika tidak ada dungeon rangking S yang muncul di Indonesia." Kata Gibran.
"Benar, karena tidak ada dungeon rangking S yang muncul di Indonesia. Indonesia saat ini baik-baik." Balas Subianto.
Washington, Amerika Serikat. Graham saat ini sedang mengobrol dengan Ling Feng. "Berapa jumlah manusia di bumi saat ini." Tanya Graham.
"Jumlah manusia di bumi saat ini 4 Milyar 100 Juta jiwa. Indonesia dan Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar di Dunia." Balas Ling Feng.
"Graham, jangan pindahkan dungeon rangking S yang muncul di Amerika Serikat." Kata Ling Feng.
"Baiklah, aku tidak akan memindahkan dungeon rangking S yang muncul di Amerika Serikat." Balas Graham.
"Kakak." Graham melihat Alice dan Violet berjalan ke arahnya.
"Ada apa Alice." Tanya Graham.
"Ayo kita pergi ke pantai. Alice ingin berenang di pantai." Kata Alice.
"Baiklah, ayo kita pergi ke pantai." Graham tersenyum.
"Aku pergi dulu." Kata Ling Feng melihat Graham.
"Baiklah." Balas Graham.
"Wuusshh." Ling Feng kemudian menghilang.
Graham memegang pundak Violet dan Alice kemudian berkata. "Teleportasi." "Wuusshh." Graham, Violet dan Alice kemudian menghilang.
"Wuusshh." Graham, Violet dan Alice kemudian muncul di tepi pantai.
"Yeee, pantai." Alice berteriak senang melihat dirinya berada di pantai.
"Bukankah kamu Graham." Seorang wanita berambut pirang berjalan ke arah Graham.
"Apa aku mengenalmu." Balas Graham melihat wanita berambut pirang.
"Aku adalah Michelle Hunter rangking S dan pemimpin Guild Emperor. Aku pernah melihatmu saat dungeon rangking S muncul di kota Jember." Balas wanita berambut pirang.
"Oohh. Ternyata kamu hunter yang menyelesaikan dungeon rangking S di kota Jember." Balas Graham.
"Kak Graham, ayo kita berenang." Kata Alice melihat Graham.
"Baiklah, ayo kita berenang." Graham tersenyum.
"Aku tidak menyangka kamu mempunyai seorang adik." Kata Michelle melihat Graham.
__ADS_1
Graham mengabaikan Michelle dan berenang di pantai bersama Violet dan Alice.
"Sial, dia mengabaikanku." Michelle mengigit bibirnya melihat Graham mengabaikan dirinya.