Villain System

Villain System
72. Flora


__ADS_3

"Graham mengapa kamu mencium tanganku." Flora tersipu malu.


"Saat bertemu perempuan cantik. Aku secara relflek mencium tangannya." Graham tersenyum. Flora tersipu malu mendengar kata Graham.


"Graham apa kamu masih mengingatku." kata adik Flora.


"Siapa kamu." Graham pura-pura lupa ingatan.


"Aku Chris adik kak Flora. Kita pernah bertemu di pesta ulang tahun kakakku." Kata adik Flora.


"Ternyata kamu bocah waktu itu. Kamu semakin bertambah tinggi." Graham mengelus kepala Chris.


"Graham aku membuatkanmu teh." Kata Rebecca membawa secangkir teh.


"Mengapa bukan susu." Kata Graham meminum secangkir teh.


"Saat ini aku tidak memiliki susu." Balas Rebecca tersipu malu.


"Benar Arthur, apa yang ingin kamu bicarakan denganku." Graham melihat Arthur.


"Tidak jadi. Setelah menghabiskan minumanmu. Kamu bisa pergi." Balas Arthur dengan kesal.


"Rebecca, Flora. Apa kalian berdua ingin berkeliling kota denganku." Graham tersenyum melihat ibu dan anak.


"Graham." Arthur marah dan mencengkram pakaian Graham.


"Ayah apa yang kamu lakukan." Teriak Flora.


"Arthur. Graham adalah seorang duke. Perhatikan sikapmu." Teriak Rebecca.


Arthur terkejut melihat anak dan istrinya membela Graham.


"Arthur apa kamu lupa aku kultivator tingkat kaisar." Graham tersenyum. Mendengar kata Graham, Arthur melepaskan pakaian Graham.


"Flora, Rebecca aku akan pergi." kata Graham melihat Flora dan Rebecca.


"Graham aku akan ikut denganmu berkeliling kota." Kata Flora.


"Jika begitu, ikuti aku." Balas Graham keluar dari rumah. Flora melihat kedua orang tuanya kemudian mengikuti Graham.


Melihat Graham yang pergi Arthur berkata. "Rebecca apa kamu sudah gila."


"Kamu yang sudah gila Arthur. Semenjak kamu tidak menjadi raja. Sikapmu berubah drastis." Balas Rebecca masuk ke dalam kamar.


"Graham mengapa kita menuju keluar kota. Bukankah kamu ingin berkeliling kota." Flora melihat Graham.


"Aku berbohong padamu tentang berkeliling kota. Sebenarnya aku ingin pergi menuju kerajaan Evora." Balas Graham.


"Aaahh." Flora terkejut.


"Apa kamu ingin ikut denganku menuju kerajaan Evora." Graham melihat Flora.


Flora terdiam beberapa detik kemudian mengangguk. "Aku akan ikut denganmu."


"Bagus." Balas Graham berjalan ke arah gerbang.


8 Jam kemudian Graham melihat matahari mulai terbenam. "Kita akan beristirahat disini." kata Graham berhenti di tepi sungai.


"Baik." Flora mengangguk kemudian membasuh wajahnya.


"Dia tidak buruk." Kata Graham melihat wajah dan tubuh Flora.


"Flora." Graham melihat Flora.

__ADS_1


"Iya." Flora melihat Graham.


"Makan ini." Graham memberikan pil spirit level 1, 2 , 3 dan 4 kepada Flora.


"Aahh. Mengapa kamu memberiku pil spirit." Flora terkejut.


"Jika kamu kamu menerobos tingkat Grand Master. Kita akan semakin cepat sampai di kerajaan Evora." Balas Graham.


"Apa kamu serius memberiku pil spirit." Flora menatap Graham.


"Aku serius." Balas Graham.


"Terimakasih Graham." Flora tersenyum kemudian menelan pil spirit level 1. Merasakan energi di dalam pil, Flora duduk dan berkultivasi.


Melihat Flora yang sedang berkultivasi Graham berkata. "Munculkan tabel status." Layar status kemudian muncul di depan Graham.


Nama : Graham


Usia : 16 tahun


Tingkat : Kaisar


Ras : Manusia


Strength : 12.800


Agility : 12.800


Vitalitas : 12.800


Stamina : 11.800/12.800


Ki : 12.300/12.800


Melihat 10 poin yang dia miliki Graham kemudian menambahkan 2 poin di Strength, 2 poin di Agility, 2 Poin di Vitalitas, 2 Poin di Stamina dan 2 Poin di Ki." Cahaya hitam menyinari tubuh Graham.


"Kuuu." Rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham.


"Gumiho tangkaplah ikan di sungai. Malam ini kita akan makan ikan." Kata Graham menutup layar status.


"Kuuu." Rubah putih mengangguk kemudian melompat ke sungai.


4 Jam kemudian. Graham melihat cahaya bulan dan bintang-bintang menyinari tubuh Flora. "Selamat karena telah mencapai tingkat Grand Master." Graham tersenyum melihat Flora yang turun dari langit.


"Terimakasih Graham, aku berhasil mencapai tingkat Grand Master karena mengkonsumsi pil spirit yang kamu berikan." Flora tersenyum.


"Baiklah, sekarang saatnya kamu balas budi." Grahaam tersenyum dan melukai jarinya.


"Eeeehh." Flora terkejut dengan kata Graham.


Graham meneteskan darah di dahi Flora dan berkata. "Aktifkan skill kontrak budak." "Singg!!." Darah di dahi Flora bersinar.


"Graham apa yang kamu lakukan padaku." Flora melihat Graham.


"Aku menjadikanmu budakku." Graham tersenyum.


"Bercandamu tidak lucu Graham." Flora tersenyum.


"Aku tidak bercanda." Balas Graham.


"Flora cium aku." Graham melihat Flora.


"Baik." Flora mengangguk dan mencium bibir Graham.

__ADS_1


"Aahhh. Mengapa aku menuruti perkataanmu." Flora terkejut.


"Kamu sekarang adalah budakku. Wajar jika seorang budak menuruti perintah tuannya." Graham tersenyum.


"Lepas pakaianmu." Graham melihat Flora.


"Baik." Flora mengangguk kemudian melepas pakaiannya.


"Kamu memiliki dada dan tubuh yang bagus." Kata Graham meremas dada Flora.


"Graham aku telah salah menilaimu." Flora menangis.


"Berhentilah menangis dan jilat punyaku." Kata Graham menunjukan miliknya.


"Baik." Flora mengangguk kemudian menjilati milik Graham.


"Dari semua wanita yang aku jadikan budak. Hanya Flora yang tidak melawanku saat kujadikan budak." kata Graham melihat Flora menjilati miliknya.


"Flora berbaringlah di tanah dan lebarkan kakimu." Graham melihat Flora.


"Baik." Flora mengangguk kemudian berbaring di tanah dan melebarkan kakinya.


"Aaahh." Flora menjerit saat Graham menusuk pussynya.


"Graham aku berharap kamu bertanggung jawab setelah mengambil kesucianku." Flora meneteskan air mata.


"Kamu tidak perlu khawatir. Aku selalu memperlakukan wanitaku dengan baik." Balas Graham mencium bibir Flora.


"Aku lupa kamu memiliki Alice, Viola dan Fanny." Flora melihat Graham. Sebelum meninggalkan Britania Flora telah mendengar banyak rumor tentang Graham yang tinggal bersama Alice, Viola dan Fanny.


"Aku memiliki 2 wanita lagi selain Alice, Fanny dan Viola." Graham mengelus wajah Flora.


"Kamu lebih buruk dari yang di rumorkan." Flora tersenyum kecut.


1 Jam kemudian Graham yang berhubungan badan dengan Flora melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Semua status anda meningkat 10 poin."


"Semua status Flora meningkat 1 poin."


"Eehhh. Mengapa aku merasa sedikit bertambah kuat." Flora bingung.


"Kamu tidak perlu bingung. Aku mempelajari metode kultivasi khusus. Jadi wanita yang berhubungan badan denganku akan bertambah kuat." Balas Graham.


"Ahh. Benarkah." Flora terkejut.


"Buat apa aku berbohong denganmu." Balas Graham.


"Mengapa percakapan ini mengingatkanku kepada Elizabeth." Graham mengingat Flora mengatakan hal yang sama seperti Elizabeth.


"Benar, karena Flora sudah menjadi budakku. Seharusnya semua senjata di level 6 telah terbuka." Gumam Graham kemudian membuka tabel shop. Graham menekan senjata dan melihat semua senjata di level 6 telah terbuka.


"Pedang Tingkat 6. Damage +6.000. Efek khusus dapat melukai jiwa. Stock pedang : 1."


Graham kemudian mengambil pedang tingkat 6. Sebuah pedang hitam sepanjang 100 cm muncul di depan Graham.


"System apa pedang tingkat 6 bisa melukai kultivator tingkat kaisar." Tanya Graham.


"Kultivator tingkat kaisar memiliki kekuatan paling rendah 10.000 poin. Sementara pedang tingkat 6 hanya memberikan damage 6.000 poin."


Notifikasi hitam muncul di depan Graham. "Sepertinya aku tidak bisa bergantung pada senjata lagi." Kata Graham melempar pedang ke tanah.


Graham membuka tabel penyimpanan kemudian mengambil sebuah tenda. "Ayo kita masuk ke dalam tenda." Kata Graham masuk ke dalam tenda.

__ADS_1


"Baik." Flora mengangguk dan masuk ke dalam tenda. Tidak lama setelah Flora masuk ke dalam tenda. Suara erangan dan rintihan mulai terdengar.


__ADS_2