
"Siapa yang berani membuat keributan di sekte Frozen." Graham melihat ratusan wanita berpakaian biru keluar dari istana dan terbang ke arahnya.
"Misi Harian membunuh Lilith pemimpin sekte demonic. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Suruh Lilith keluar atau kuhancurkan sekte kalian." Teriak Graham dan mengeluarkan auranya
"Tingkat kaisar." Ratusan wanita berpakaian biru gemetar ketakutan saat merasakan aura Graham.
"Aku ingin lihat siapa yang berani menghancurkan sekte frozenku." Wanita berpakaian biru keluar dari istana dan terbang ke arah Graham.
"Cantik." Gumam Graham melihat wanita berpakaian biru yang memiliki kulit putih dan rambut biru muda.
"Nona bisakah kamu menyuruh Lilith keluar." Graham melihat wanita berambut biru muda.
"Saat ini Lilith sedang berkultivasi. Dia tidak bisa di ganggu." Wanita berambut biru menggeleng.
"Apa kamu tidak takut aku menghancurkan sektemu." Graham melihat wanita berambut biru.
"Kamu tidak akan bisa meghancurkan sekteku." Balas wanita berpakaian biru kemudian menggerakan tangannya.
"Kraaakkk." Tubuh Graham tiba-tiba menjadi kristal es.
"Graham." Alice dan Viola berteriak melihat Graham yang menjadi kristal es.
"Kraakk." Kristal es yang membekukan Graham pecah.
"Kemampuanmu tidak buruk. Sayang sekali kamu berhadapan denganku." Graham tersenyum.
"Kak Elsa hati-hati dengan pemuda itu. Semua anggota sekteku terbunuh karena di racun olehnya." Lilith keluar dari istana dan terbang ke arah Graham.
"Jadi kamu pemuda bernama Graham yang di ceritakan oleh Lilith." Wanita berambut biru muda melihat Graham.
"Benar, namaku adalah Graham. Aku datang kesini untuk membunuh Lilith." Balas Graham.
"Kamu bermulut besar seperti biasanya. Dengan kak Elsa di pihakku. Kamu tidak akan bisa mengalahkanku." Lilith mencibir kemudian dua tanduk hitam tumbuh di kepalanya dan sayap muncul di punggungnya.
"Nona jika kamu ikut campur aku. Aku tidak akan ragu membunuh semua anggota sektemu." Graham melihat wanita berambut biru muda.
"Jika kamu membunuh semua anggota sekteku. Aku juga akan membunuh 2 perempuan yang datang bersamamu." Wanita berambut biru melihat Alice dan Viola.
"Alice, Viola pergi dari sini." Graham melihat Alice dan Viola.
"Baik." Alice dan Viola mengangguk dan pergi menjauh.
"Bodoh." Lilith menyeringai kemudian menembakan bola merah ke arah Alice dan Viola.
"Aktifkan skill 5 elemen." Teriak Graham kemudian menginjak tanah.
__ADS_1
Dinding tanah kemudian membungkus Alice dan Viola. "Booomm!!." Bola merah meledak saat mengenai dinding tanah.
Saat asap ledakan menghilang Lilith terkejut Alice dan Viola baik-baik saja. "Sepertinya kamu ingin mati dengan cepat." Graham melihat Lilith.
"Kraaakk." Graham melihat Alice dan Viola tiba-tiba berubah menjadi es. "Pemimpin sekte frozen apa yang kamu lakukan." Teriak Graham.
Wanita berambut biru mengabaikan Graham dan terus menggerakan jarinya. "Kraaakk." Alice dan Viola menjadi serpihan es kecil.
Graham terdiam saat melihat Alice dan Viola menjadi serpihan es kecil. "Buuzzzzz." Graham mengeluarkan aura kaisarnya.
"Hari ini kalian semua akan mati." Kata Graham dengan nada menyeramkan.
"Aku takut." Lilith tersenyum mengejek.
"Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian tubuhnya di selimuti asap hijau.
"Menyebar." Teriak Graham kemudian asap hijau mulai menyebar ke arah ratusan wanita berpakaian biru.
Wanita berambut biru muda menggerakan jarinya kemudian asap hijau berubah menjadi es.
"Aktifkan skill transformasi light dragon." Kata Graham kemudian berubah menjadi manusia naga.
Graham membuka mulutnya kemudian menembakan bola cahaya yang di selimuti asap hijau.
"Percuma saja. Aku bisa membekukan apapun." Wanita berambut biru menggerakan jarinya
"Aaahh." "Pemimpin sekte tolong kami." Ratusan wanita berpakaian biru tergeletak ke tanah setelah menghirup asap hijau.
"Graham aku akan membunuhmu." Wanita berambut biru muda menatap Graham.
"Kita lihat siapa di antara kita yang akan mati." Balas Graham menembakan bola cahaya yang di selimuti racun ke arah wanita berambut biru.
Wanita berambut biru mengerakan jarinya kemudian dinding es muncul di depannya. "Booomm!!." Bola cahaya meledak dan asap hijau menyelimuti wanita berambut biru.
"Bodoh." Graham mencibir melihat wanita yang diselimuti asap hijau.
Saat asap hijau menghilang, Graham terkejut melihat wanita berambut biru tidak terpengaruh oleh racunnya.
"Hahaha. Kamu meremehkan kami Graham. Kami yang berasal dari benua suci kebal terhadap segala racun." Lilith tertawa terbahak-bahak.
"Memang kenapa jika kalian berdua kebal terhadap racun." Graham melesat ke arah Lilith.
"Aku ingat setengah tahun yang lalu dia tidak secepat ini." Lilith terkejut.
"Booomm." Graham meninju perut Lilith. "Uuhh." "Wuusshh." Lilith melesat sejauh 10.000 meter.
"Sekarang giliranmu." Kata Graham melesat ke arah wanita berambut biru. Wanita berambut biru menggerakan jarinya kemudian puluhan pedang es tiba-tiba muncul di udara kosong.
__ADS_1
"Mati." Teriak wanita berambut menggerakan jarinya. "Wuusshh." "Wuusshh." Puluhan pedang es melesat ke arah Graham.
Graham membuka mulutnya kemudian menembakan bola cahaya ke arah puluhan pedang es. "Booomm!!!." Ledakan terjadi.
"Jika ini hanya kemampuanmu. Kamu tidak akan bisa membunuhku." Graham menghina kemudian menembakan bola cahaya bertubi-tubi ke arah wanita berambut biru.
Wanita berambut biru menggerakan jarinya kemudian dinding es setinggi 8 meter muncul di depannya. "Booomm!!." "Kraaakk." Dinding hancur setelah menahan 1 bola cahaya.
"Booomm!!." "Aaahh." Wanita berambut biru menjerit saat terkena ledakan bola cahaya.
"Apa kamu punya kata-kata terakhir." Graham melihat wanita berambut biru yang tergeletak di tanah.
"Jika kamu membunuhku. Saudaraku yang berada di benua suci akan membalas kematianku" Wanita berambut biru memegang dadanya.
"Aku tidak peduli." Balas Graham kemudian menembakan bola cahaya dari jarak dekat. "Booomm!!." Bola cahaya meledak.
"Kamu membunuh kak Elsa." Lilith terkejut melihat Graham yang membunuh wanita berambut biru.
"Mengapa kamu terkejut. Aku juga akan membunuhmu." Graham membuka mulutnya kemudian menembakan bola cahaya bertubi-tubi ke arah Lilith.
"Lilith membuka mulutnya kemudian menembakan bola merah ke arah bola cahaya yang menuju arahnya. "Booomm!!." Ledakan terjadi.
"Wuusshh." Lilith melihat bola cahaya lain menuju dirinya. "Booomm!!." "Ahhhh." Lilith menjerit.
Graham muncul di atas Lilith, kemudian memukul Lilith ke bawah. "Booomm!!." Lilith menghantam tanah dengan keras.
"Mati." Graham berbicara dengan nada menceramkan kemudian menembakan bola cahaya bertubi-tubi ke arah Lilith. "Booomm!!!." "Booomm!!."
"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
Melihat notifikasi yang muncul di depannya. Graham terbang ke arah serpihan es. Graham memegang serpihan es dan berkata. "Alice, Viola maafkan aku tidak bisa melindungi kalian berdua." Graham meneteskan air mata.
Graham melihat istana es dan membuka mulutnya. "Buusshh." "Buusshh." Graham menembakan bola cahaya bertubi-tubi ke istana es. "Booomm!!." "Booomm!!." Istana es hancur akibat ledakan bola cahaya.
Saat ini di tempat lain. Seorang pria berambut biru sedang duduk berkultivasi. "Kraaakk." Pria berambut biru terkejut melihat giok bewarna biru yang hancur.
"Buzzz." "Bajingan mana yang berani membunuh adikku." Pria berambut biru berteriak marah dan mengeluarkan auranya.
"Ada apa Victor." Seorang pria dengan dua tanduk biru di kepalanya, melihat pria berambut biru yang marah.
"Seseorang telah membunuh adikku." Balas pria berambut biru.
"Elsa adalah kultivator tingkat kaisar yang hampir menerobos tingkat Saint. Siapa yang bisa membunuhnya." Pria dengan dua tanduk biru terkejut.
"Aku tidak tahu. Aku akan pergi ke benua utara untuk mencari tahu siapa yang berani membunuh adikku." Balas pria berambut biru.
"Aku ikut denganmu. Sudah lama aku tidak meninggalkan benua suci." Balas pria dengan dua tanduk biru di kepalanya.
__ADS_1