Villain System

Villain System
83. Katherine Ratu Elf


__ADS_3

Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepala Graham.


Graham membuka matanya dan berkata. "Dengan begini aku dapat melihat informasi mahluk hidup tingkat kaisar."


"Baiklah, saatnya menemui Elizabeth dan yang lain." Kata Graham kemudian terbang ke langit.


3 hari telah berlalu. Saat ini Graham melihat sebuah kota di depannya. "Manusia mengapa kamu datang kesini." Teriak elf pria penjaga gerbang.


"Aku datang kesini untuk menemui Elizabeth." Balas Graham. Elf pria terdiam mendengar kata Graham. Dia tahu Elizabeth kembali bersama 3 manusia.


"Manusia ikuti aku." Kata Elf pria masuk ke dalam kota. Graham mengangguk dan masuk ke dalam kota.


Saat masuk ke dalam kota Graham menjadi pusat perhatian. "Mengapa manusia bisa ada disini."


"Diamlah. Mungkin manusia itu teman putri Elizabeth."


Graham mengabaikan obrolan para elf dan mengikuti elf penjaga gerbang.


Tidak lama kemudian Graham berada di depan sebuah istana. "Manusia ini ingin bertemu putri Elizabet." Elf pria berbicara dengan elf penjaga istana.


"Manusia ikuti aku." Elf penjaga istana melihat Graham. Graham kemudian mengikuti elf penjaga ke dalam istana.


"Graham." Setelah masuk ke dalam istana Graham melihat Elizabeth yang berjalan ke arahnya.


"Bagaimana kabarmu." Graham melihat Elizabeth.


"Kabarku baik-baik saja." Balas Elizabeth.


"Penjaga kamu bisa pergi." Elizabeth melihat elf pria. "Baik tuan putri" Elf pria mengangguk kemudian keluar dari istana.


"Dimana Elena, Flora dan Fanny." Graham melihat Elizabeth.


"Mereka bertiga ada di kamar." Balas Elizabeth.


"Manusia yang mulia ingin bertemu denganmu." Graham melihat elf wanita berambut hitam panjang berjalan ke arahnya.


"Bukankah kamu elf yang aku temui di hutan." Graham melihat elf wanita berambut hitam penjang.


"Benar aku elf yang kamu temui di hutan." Elf wanita berambut hitam mengangguk.


"Antar aku ke ratumu." Graham melihat elf wanita berambut hitam.


"Ikuti aku." Balas wanita berambut hitam. Graham kemudian mengikuti elf wanita berambut hitam.


Graham dan elf wanita berambut hitam masuk ke dalam ruangan. "Yang mulia." Elf wanita berambut hitam membungkuk kepada elf wanita berambut pirang.


Graham melihat elf wanita berambut pirang dan bergumam. "Aktifkan skill observasi. Munculkan informasi elf."


Nama : Katherine


Usia : 52 tahun


Tingkat : Kaisar


Ras : Elf

__ADS_1


Strength : 32.000


Agility : 32.000


Vitalitas : 32.000


Stamina : 31.000/32.000


Ki : 31.500/32.000


Informasi : Ratu Elf


"Meski dia berusia 52 tahun. Dia lebih cantik dan seksi dari Elizabeth." Gumam Graham melihat dada besar elf wanita berambut pirang.


"Manusia mengapa kamu tidak berlutut di hadapan yang mulia." Teriak elf wanita paruh baya.


"Aku bukan ras elf. Buat apa aku berlutut kepadanya." Graham menatap elf wanita paruh baya.


"Kamu." Elf wanita paruh baya menunjuk Graham.


"Apa yang dikatakan manusia itu benar. Dia tidak perlu berlutut padaku." Elf wanita berambut pirang menatap Graham.


Graham apa kamu yang mengambil kesucian Elizabeth." Elf wanita berambut pirang menatap Graham.


"Ahhh." Elf wanita berambut hitam dan elf wanita paruh baya terkejut mendengar kata elf wanita berambut pirang.


"Benar, aku yang mengambil kesucian Elizabeth." Graham mengangguk.


"Karena kamu sudah mengambil kesucian Elizabeth. Kamu harus menikahi putriku." Elf wanita berambut pirang menatap Graham.


"Dari pada menikahi putrimu. Aku lebih baik menikahi ibunya." Graham berjalan ke arah elf wanita berambut pirang dan mencium tangannya.


"Manusia jaga perkataanmu. Seharusnya kamu senang karena bisa menikahi putri Elizabeth." Teriak elf wanita paruh baya.


"Apa kamu suka wanita yang jauh lebih dewasa." Elf wanita berambut pirang melihat Graham.


"Lebih tepatnya aku suka dengan wanita yang cantik. Dan ratu Elf lebih cantik dari Elizabeth." Graham tersenyum dan sekali lagi mencium tangan elf wanita berambut pirang.


"Aku tidak tertarik dengan ras manusia." Elf wanita berambut pirang menatap Graham.


"Karena dirimu mencapai tingkat Saint. Kamu termasuk pengecualian." Elf wanita berambut pirang menatap Graham.


"Aahhh." Elf wanita berambut hitam dan elf wanita paruh baya terkejut mendengar Graham mencapai tingkat Saint.


"Sepertinya selera ratu elf sangat tinggi." Graham tersenyum.


"Ratu elf. Aku barusan hanya bercanda. Jangan anggap serius perkataanku." Graham tersenyum.


"Aku telah menganggap serius perkataanmu. Jadi kamu harus segera menikahiku." Elf wanita berambut pirang tersenyum.


"Wanita ini gila." Gumam Graham di pikirannya.


"Usiaku saat ini masih 17 tahun. Usiaku masih terlalu muda untuk menikah." Balas Graham.


"Menurut yang aku tahu, di usia 17 tahun sudah banyak manusia yang menikah. Karena di usia 17 tahun pria manusia bisa menghamili wanita." Elf wanita berambut pirang tersenyum.

__ADS_1


"Jika ratu elf ingin menikah denganku. Ratu elf harus mengikutiku pergi ke benua barat." Balas Graham. Graham menebak ratu elf tidak akan setuju untuk ikut dengannya pergi ke benua barat.


"Tidak masalah. Aku bisa pergi ke benua barat bersamamu." Balas elf wanita berambut pirang.


"Ahhh." Elf wanita berambut hitam dan elf wanita paruh baya terkejut mendengar kata elf wanita berambut pirang. Mereka tahu elf wanita berambut pirang tidak berbohong sama sekali.


"Jika anda pergi ke benua barat. Lalu siapa yang memimpin elf di benua timur." Balas Graham.


"Elizabeth bisa memimpin benua timur." Balas elf wanita berambut pirang.


"Yang mulia putri Elizabeth masih belum mencapai tingkat kaisar. Dia masih belum berhak menjadi seorang ratu." Kata elf wanita paruh baya.


"Yang di katakannya benar. Saat ini Elizabeth masih belum cocok untuk menjadi seorang ratu." Graham mengangguk.


"Aku hanya bercanda. Aku tidak akan merebut laki-laki putriku." Elf wanita berambut pirang tersenyum.


Elf wanita berambut hitam dan elf wanita paruh baya menghela nafas saat mendengar elf wanita berambut pirang hanya bercanda.


"Sial, baru kali ini aku di permainkan oleh seorang wanita." Graham mengutuk di pikirannya.


"Ratu Elf. Jika tidak ada yang ingin anda bicarakan lagi, saya pamit pergi." Graham melihat elf wanita berambut pirang.


"Nana, bibi Zoya aku ingin berbicara secara pribadi dengan Graham." Elf wanita beramput pirang melihat elf wanita berambut hitam panjang dan elf wanita paruh baya.


"Baik yang mulia." Balas Elf wanita berambut hitam panjang dan elf wanita paruh baya kemudian keluar dari ruangan.


"Graham 1 tahun yang lalu apa kamu yang membunuh ratusan elf di desa-desa." Elf wanita berambut pirang menatap Graham.


"Benar, aku yang membunuh mereka." Graham mengangguk.


"Mengapa kamu membunuh mereka." Elf wanita berambut pirang menatap tajam kepada Graham.


"Jika ada seseorang yang ingin membunuhmu. Apakah kamu harus berdiam diri dan menunggu kematianmu." Balas Graham.


Mendengar jawaban Graham elf wanita berambut pirang menghela nafas. "Ras manusia suka menculik ras elf. Hal itu yang menyebabkan ras elf kami tidak suka dengan manusia." Kata elf wanita berambut pirang.


"Apa ayah Elizabeth juga di bunuh oleh ras manusia." Graham melihat elf wanita berambut pirang.


"Benar, 20 tahun lalu suamiku di bunuh oleh kultivator manusia tingkat saint. Hal itu juga menyebabkan ras elf kami semakin benci dengan ras manusia." Balas elf wanita berambut pirang.


Graham membuka tabel penyimpanan kemudian memberikan 100 pil spirit level 1, 2, 3 , 4 dan 5 kepada elf wanita berambut pirang.


"Mengapa kamu memberiku banyak pil spirit." Elf wanita berambut pirang bingung.


"Itu kompensasi karena aku membunuh ratusan elf 1 tahun lalu." Balas Graham.


"Baiklah, aku tidak menolak pemberianmu." Balas elf wanita berambut pirang.


"Apa ratu elf pernah pergi ke benua suci." Graham melihat elf wanita berambut pirang.


"Aku tidak pernah pergi ke benua suci." Balas elf wanita berambut pirang.


"Apa kamu ingin pergi ke benua suci." Tanya elf wanita berambut pirang.


"Benar, aku akan pergi ke benua suci." Graham mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2