Villain System

Villain System
66. Kembali Ke Benua Barat


__ADS_3

"Kuuu." Rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham. "Apa kamu mau." Graham melihat rubah putih.


"Kuuu." Rubah putih mengangguk. Graham tersenyum kemudian memberikan kelapa muda kepada rubah putih.


"Malam ini kita akan beristirahat disini. Besok kita akan melanjutkan perjalanan." Kata Graham membuat tenda.


"Baik." Elizabeth mengangguk.


"Elizabeth ayo masuk ke dalam tenda." Kata Graham.


"Aahh. Baik." Elizabeth mengangguk.


7 hari telah berlalu. Saat ini Graham melihat sebuah kota yang terletak di tepi pantai. "Sepertinya kita telah sampai di benua barat." Graham tersenyum.


"Ikuti aku." kata Graham terbang ke arah kota.


"Baik." Elizabeth mengangguk dan mengikuti Graham.


"Baldy." Kata Graham melihat pria botak.


"Graham." Pria botak terkejut melihat Graham yang turun dari langit.


"Lama tidak berjumpa. Kamu tetap botak seperti biasanya." Graham mengulurkan tangannya.


"Kamu juga gila seperti biasanya." Pria botak menjabat tangan Graham.


"Aku tidak menyangka kamu sudah kembali ke benua barat." Kata pria botak.


"Aku sudah menerobos tingkat kaisar. Jadi aku tidak perlu takut dengan sekte demonic." Graham tersenyum.


"Apa kamu masih bisa di anggap manusia." pria botak terkejut mendengar Graham telah menerobos tingkat kaisar.


"Tentu saja aku masih manusia." Graham tersenyum.


"Graham mengapa kamu tidak mengenalkannya padaku." Pria botak melihat Elizabeth yang memiliki kulit putih dan rambut pirang.


"Dia adalah Elizabeth kekasihku." Kata Graham.


"Jangan percaya dengannya. Aku bukan kekasihnya." Elizabeth mendengus.


"Graham dia tidak mengakuimu." Bisik pria botak.


"Abaikan saja dia baldy. Apa ada sesuatu yang terjadi saat aku meninggalkan benua barat." Tanya Graham.


"Saat kita meninggalkan benua barat, para petinggi sekte demonic mencarimu. Sepertinya mereka tahu bahwa kamu telah meninggalkan benua barat." Kata pria botak.


Mendengar kata pria botak Graham berkata. "Baiklah baldy. aku akan kembali ke kerajaan Britania."


"Graham apa kamu tidak ingin minum terlebih dulu. Aku mempunyai anggur yang bagus." Kata pria botak.


"Lain kali aku akan minum denganmu." Balas Graham.


"Baiklah, aku akan menunggumu." Balas pria botak.


"Sampai jumpa baldy." kata Graham terbang ke langit. Elizabeth melihat pria botak kemudian terbang mengikuti Graham.


Melihat kepergian Graham pria botak berkata. "Sekte demonic tidak lama lagi pasti akan hancur."


Beberapa jam kemudian Graham melihat sebuah paviliun yang besar. "Aktifkan skill 5 elemen." Kata Graham kemudian dua tangannya di selimuti api.


"Wuusshh." Graham kemudian membuat bola api sebesar 60 diameter. "Wuusshh." Graham melemparkan bola api ke arah paviliun. "Booomm!!." Paviliun hancur.


"Ternyata masih ada yang selamat." Kata Graham melihat pria berpakaian hitam yang terbang ke arahnya.

__ADS_1


"Siapa kamu. Mengapa kamu menyerang markas sekte demonic." Teriak pria berpakaian hitam.


"Aku hanya meninggalkan benua barat selama 2 bulan. Apa sekte demonic telah melupakanku." Kata Graham.


Mendengar kata Graham pria berpakaian hitam terkejut. "Kamu adalah Graham."


"Benar, aku adalah Graham." Graham tersenyum.


"Wuusshh." Pria berpakaian hitam terbang menjauh dari Graham.


"Apa kamu pikir bisa lari dariku." Kata Graham melemparkan panah angin sepanjang 60 cm.


"Buusshh." Panah angin menghancurkan kepala pria berpakaian hitam. "Ayo kita pergi." Graham terbang ke arah barat.


"Baik." Elizabeth mengangguk dan terbang ke arah barat mengikuti Graham.


3 hari telah berlalu saat ini Graham melayang di langit dan melihat kota yang hancur. "Kota ini adalah tempat tinggalku." Kata Graham melayang turun dari langit.


"Siapa yang bisa menghancurkan kota tempat tinggalmu." Tanya Elizabeth.


"Yang menghancurkan kota ini adalah sekte demonic. Paviliun besar yang aku hancurkan 3 hari lalu adalah markas cabang sekte demonic." Balas Graham.


"Saat kota ini hancur aku belum mencapai tingkat raja." Kata Graham melihat semua bangunan yang hancur.


"Elizabeth ayo kita pergi." kata Graham terbang ke langit.


"Baik." Elizabeth mengangguk dan terbang mengikuti Graham.


Keesokan harinya Graham yang sedang terbang melihat kota di depannya. "Ayo kita turun." Kata Graham.


"Baik." Elizabeth mengangguk.


Graham dan Elizabeth melayang turun dari langit. Penjaga gerbang terkejut saat melihat Graham dan Elizabeth yang melayang turun dari langit.


"Ambilah." Kata Graham memberikan 1 pil spirit level 1 kepada penjaga.


Saat masuk ke dalam kota Graham menjadi pusat perhatian. "Bukankah perempuan itu elf."


"Baru kali ini aku melihat seorang elf."


"Dia sangat cantik."


"Abaikan mereka." Kata Graham melihat Elizabeth.


"Baik." Elizabeth mengangguk.


Graham kemudian berjalan ke arah istana di ikuti Elizabeth. "Tuan Graham." Penjaga istana terkejut saaat melihat Graham.


"Aku ingin bertemu Elena." Kata Graham.


"Baik. Silakan masuk tuan." kata penjaga dengan hormat. Penjaga telah mengetahui identitas Graham kultivator tingkat raja dan raja Britania.


Graham dan Elizabeth kemudian masuk ke istana. Saat berjalan di taman istana, Graham melihat perempuan berambut merah yang duduk di depan tanaman bunga.


"Sudah 2 bulan setelah Graham pergi. Aku ingin tahu apa yang dilakukan Graham saat ini." kata perempuan berambut merah.


"Saat ini aku tidak melakukan apa-apa." Kata Graham.


"Suara ini." Perempuan berambut merah berbalik dan melihat Graham.


"Graham." Perempuan berambut merah berteriak dan memeluk Graham.


"Sepertinya kamu sangat merindukanku." Kata Graham mengelus punggung Alice.

__ADS_1


"Siapa yang merindukanmu." Alice tersipu malu.


Alice kemudian melihat Elizabeth yang berdiri di belakang Graham. "Aahh. Seorang elf. Terlebih lagi dia sangat cantik." kata Alice melihat Elizabeth.


"Dia adalah Elizabeth sama sepertimu." Graham mengenalkan Elizabeth.


"Halo, namaku Alice." Alice tersenyum dan mengenalkan diri.


"Elizabeth." Balas Elizabeth.


"Dimana Elena dan yang lain." Kata Graham.


"Mereka di dalam istana." Balas Alice.


"Ayo kita temui Elena dan yang lain." Kata Graham.


"Baik." Alice mengangguk.


Graham kemudian masuk ke dalam istana di ikuti Alice dan Elizabeth. Saat masuk ke dalam istana Graham melihat Elena, Fanny dan Viola berjalan ke arahnya.


"Graham kapan kamu kembali." Kata Elena melihat Graham.


"Aku baru saja kembali." Balas Graham.


"Apa dia elf." Kata Fanny melihat Elizabeth. Elena dan Viola kemudian melihat Elizabeth.


"Benar, Elizabeth adalah seorang elf. Aku bertemu dengannya di benua timur." Balas Graham.


"Aahh. Kamu pergi ke benua timur." Semua wanita terkejut dengan jawaban Graham.


"Benar, aku pergi ke benua timur." Graham mengangguk.


"Kuuu." Rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham.


"Gumiho." kata Alice, Fanny, Elena dan Viola secara bersamaan.


"Graham sejak kapan Gumiho memiliki 2 ekor." Kata Elena mengelus kepala rubah putih.


"Setelah dia menerobos tingkat Intermediate dia mempunyai 2 ekor." Balas Graham.


"Graham yang mulia ingin bertemu denganmu." Kata pria berusia 30 berjalan ke arah Graham.


"Aku akan bertemu dengan ayahmu dulu." Kata Graham melihat Elena.


"Baik." Elena mengangguk.


Graham kemudian mengikuti pria berusia 30 an. Graham masuk ke dalam ruangan dan duduk di sebuah kursi. Pria paruh baya berambut abu-abu dan pria berusia 30 an terkejut melihat Graham yang tiba-tiba duduk di kursi.


"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku." Kata Graham memakan anggur di meja.


"Graham tolong perhatikan sikap anda. Di depan anda adalah yang mulia Edward penguasa kerajaan Evora." Kata pria berusia 30 an.


"Aku juga penguasa kerajaan Britania. Meski kerajaan Britania sudah hancur." Balas Graham.


"Edward apa kamu tidak suka dengan sikapku." Graham melihat pria paruh baya berambut abu-abu.


"Kamu." Pria berusia 30 an menatap Graham. Graham muncul di depan pria berusia 30an dan mencengkram lehernya.


"Graham lepaskan Fernandes." Edward menatap Graham.


Mendengar kata Edward, Graham melempar Fernandes ke dinding. "Bruaakk." "Uuhh." Fernandes batuk darah.


"Graham kamu sudah berlebihan." Edward menatap Graham.

__ADS_1


"Dia beruntung tidak aku bunuh." Balas Graham.


"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku. Jika kamu mengatakan omong kosong. Aku akan menghajarmu. Karena kamu telah menganggu reuniku." Kata Graham mengeluarkan aura kaisarnya.


__ADS_2