
Graham membuka mulutnya kemudian menembakan bola petir dari jarak dekat. "Booomm!!." Bola petir meledak saat mengenai wajah pria paruh baya.
Pria paruh baya mengusap darah di mulutnya dan berkata. "Sepertinya aku harus serius saat melawanmu." "Buuzz." Tubuh pria paruh baya kemudian di selimuti api, air, angin, dan tanah.
"4 elemen ya. Kamu lebih buruk dari Chen Fan." Kata Graham melihat pria paruh baya.
"Berbicaralah sepuasmu. Karena sebentar lagi kamu akan mati." Kata pria paruh baya.
"Aku ingin lihat apakah kamu bisa membunuhku." "Aktifkan skill 5 elemen." Kata Graham kemudian tubuhnya di selimuti api, air, angin tanah dan petir.
"Dia menguasai 5 elemen." Pria paruh baya terkejut saat melihat Graham.
"Bajingan tua apa kamu terkejut." Graham tersenyum.
"Benar, aku sedikit terkejut." Balas pria paruh baya kemudian melesat ke arah Graham. "Booomm!!." Graham menahan pukulan pria paruh baya.
"Jika kemampuanmu hanya segini. Kamu tidak akan bisa membunuhku." Kata Graham kemudian menembakan bola petir dari jarak dekat. "Boooomm!!." Ledakan terjadi.
"Kamu adalah kultivator tingkat saint terkuat yang pernah aku lawan." Kata pria paruh baya mengusap darah di mulutnya.
Pria paruh baya mengangkat tangannya di udara kemudian ratusan tombak api, tombak air, tombak angin, dan tombak tanah muncul di udara. "Mati!!." Kata pria paruh baya kemudian ratusan tombak api, air, angin, dan tanah melesat ke arah Graham.
Graham membuka mulutnya kemudian menembakan bola petir bertubi-tubi ke arah ratusan tombak api, air, angin dan tanah yang melesat ke arahnya. "Booomm!!!." "Booomm!!." Ledakan terjadi di langit.
Saat asap ledakan menghilang Graham melihat pria paruh baya melayang di langit dengan pakaian yang robek. "Siapa namamu." Pria paruh baya melihat Graham.
"Namaku adalah Graham." Balas Graham.
"Graham aku akan mengingatmu." Balas pria paruh baya kemudian terbang ke arah timur.
"Jangan berpikir untuk melarikan diri." Teriak Graham.
Saat hendak mengejar pria paruh baya, Graham merasakan tubuhnya menjadi lemah. "Sepertinya efek pil sudah habis." Kata Graham.
"Pria tua, jika kita bertemu kembali. Kamu tidak akan bisa melarikan diri lagi." kata Graham melayang turun dari langit.
"Kuuu." Graham melihat rubah putih yang menjilati wajah Elizabeth.
Graham menyentuh tangan Elizabeth dan berkata. "Elizabeth masih hidup." Graham mengambil 2 pil pemulihan level 7 kemudian memasukan ke dalam mulut Elizabeth.
Saat menelan 2 pil pemulihan level 7. Graham melihat luka di dada Elizabeth dan tangan Elizabeth yang patah sembuh dengan cepat.
"Uuuhhh." Elizabeth membuka matanya. "Graham." kata Elizabeth.
"Kamu membuatku khawatir. Aku pikir kamu mati." Balas Graham.
"Ehh, aku belum mati." Balas Elizabeth. Elizabeth ingat bahwa pria paruh baya menusuk dadanya.
"Benar, kamu belum mati." Balas Graham.
"Apa tingkat pria paruh baya tadi." Tanya Elizabeth.
"Dia demi god." Balas Graham.
"Ahhh." Elizabeth terkejut mendengar pria paruh baya yang menyerangnya adalah demi god.
"Apa kamu berhasil mengalahkannya." Tanya Elizabeth.
"Tidak, dia berhasil melarikan diri." Balas Graham.
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita pergi ke benua barat." Graham melihat Elizabeth.
"Baik." Elizabeth mengangguk.
Saat ini di benua selatan 3 pria dan 1 wanita sedang terbang di langit. "Di benua selatan tidak ada mahluk hidup tingkat saint sama sekai." Kata pria berambut ungu.
"Luo Zheng apa kita akan pergi ke benua barat dan menemui pemimpin." Tanya wanita berambut kuning.
"Tidak, kita akan kembali ke benua suci." balas Luo Zheng.
"Baiklah." Balas wanita berambut kuning.
Saat ini di benua utara 3 pria dan 1 wanita sedang terbang di langit. "Di benua utara hanya ada monster tingkat rendah." Kata wanita berambut hijau.
"Ayo kita pergi ke benua barat dan menemui pemimpin." Kata pria berambut hitam.
"Baiklah. Ayo kita pergi ke benua barat." Balas wanita berambut hijau.
4 hari telah berlalu. Saat ini Graham dan Elizabeth telah kembali kekaisaran. "Graham." Saat masuk ke dalam rumahnya Graham melihat Elena, Flora dan Fanny menyambut dirinya.
"Aku ingin istirahat. Kalian jangan ganggu aku." Graham melihat Elena, Flora dan Fanny.
"Baik." Elena, Flora dan Fanny mengangguk.
Graham masuk ke dalam kamarnya kemudian berbaring di ranjang. "Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Graham
Usia : 17 tahun
Tingkat : Saint
Strength : 50.600
Agility : 50.600
Vitalitas : 50.600
Stamina : 48.600/50.600
Ki : 49.600/50.600
Poin : 0
Graham melihat statusnya dan berkata. "Dengan kekuatanku saat ini. Aku hanya bisa memberi bajingan tua itu sedikit luka dan tidak bisa membunuhnya."
Graham terdiam beberapa detik dan berkata. "Jika aku mengambil kesucian kultivator tingkat kaisar. Semua pil di level 8 yang terkunci akan terbuka. Tapi siapa kulivator tingkat kaisar yang kesuciannya harus aku ambil." Gumam Graham.
Graham kemudian memikirkan Eleanor dan Grace. "Jika aku harus memilih Eleanor dan Grace. Aku akan memilih Grace." Kata Graham mengingat wajah Grace dan tubuhnya yang seksi.
"Baiklah, besok aku akan mencari Grace dan menjadikannya sebagai budakku." Kata Graham kemudian memejamkan matanya.
Saat ini di istana Eleanor dan Yu Jie sedang mengobrol. "Yang mulia. Duke Graham telah kembali kekaisaran." Wanita berambut merah masuk ke dalam ruangan.
"Baiklah, kamu bisa pergi." Eleanor melihat wanita berambut merah.
"Baik." Wanita berambut merah mengangguk kemudian keluar dari ruangan.
"Dia sudah kembali dari benua timur. Apa kamu ingin pergi menemuinya." Eleanor melihat Yu Jie.
__ADS_1
"Benar kak, aku akan pergi menemui senior Graham. Tapi bukan sekarang melainkan besok." Balas Yu Jie.
Keesokan harinya Graham yang sedang berkultivasi di kamarnya mendengar suara ketukan pintu. Graham membuka matanya dan membuka pintu. "Ada apa." Kata Graham melihat Flora.
"Ada kak Grace di ruang tamu. Dia ingin bertemu denganmu." Balas Flora.
"Kebetulan sekali. Aku juga ingin bertemu dengannya." Graham tersenyum dan berjalan ke arah ruang tamu.
"Aku mendengar kabar bahwa kamu telah kembali kekaisaran. Jadi aku datang untuk bertemu." Kata Grace melihat Graham yang berjalan ke arahnya.
"Apakah kamu merindukanku." Graham tersenyum dan duduk di depan Grace.
"Siapa yang merindukanmu." Balas Grace tersipu malu.
"Ayo ikut denganku ke suatu tempat." Kata Graham beralan ke luar rumahnya.
"Kamu ingin mengajakku kemana." Tanya Grace mengikuti Graham.
"Jangan banyak tanya dan ikuti aku." kata Graham terbang ke langit.
"Baiklah." Balas Grace terbang mengikuti Graham.
Beberapa menit kemudian Graham berada di sebuah danau. "Apa kamu sudah mandi." Graham melihat Grace.
"Aku sudah mandi." Balas Grace.
"Jika begitu ayo kita mandi bersama." Kata Graham.
"Bukankah aku mengatakan jika diriku sudah mandi." Balas Grace.
"Slasshh." Graham melukai jarinya kemudian meneteskan darah di dahi Grace. "Aktifkan skill kontrak budak." "Singgg!!." Darah di dahi Grace kemudian bersinar.
"Graham apa yang kamu lakukan padaku." Grace menyentuh dahinya.
"Aku menjadikanmu budakku." Balas Graham memeluk Grace.
"Graham candaanmu tidak lucu dan lepaskan aku." Balas Grace mendorong Graham.
"Aaahhh." Saat mendorong Graham, Grace berteriak kesakitan.
"Aku tidak bercanda. Aku menjadikanmu budakku. Kamu akan kesakitan jika melawanku." Graham melihat Grace.
"Graham mengapa kamu melakukan ini padaku." Grace meneteskan air matanya.
"Aku tertarik denganmu. Jadi aku menjadikanmu budakku." Graham tersenyum.
"Graham kamu sudah gila." Grace mengutuk. "Aaahhh." Grace menjerit kesakitan.
"Aku tidak menyangka seorang paus juga mengutuk" Kata Graham.
"Aku bukan lagi seorang paus." Grace meneteskan air matanya.
"Tetap saja. Tidak baik bagi wanita cantik seperti dirimu untuk mengutuk seseorang." Kata Graham mengusap air mata Grace.
"Cium aku." Graham menatap Grace.
"Baik." Grace mengangguk dan mencium Graham.
"Bibirmu sungguh manis." Kata Graham saat merasakan bibir Grace. Grace meneteskan air mata saat Graham mencium dirinya.
__ADS_1