
"3 Hari kemudian 10 kultivator sekte demonic kembali lagi dan menculik 100 perempuan. Mereka mengatakan jika anda tidak muncul. Mereka akan menculik semua perempuan yang ada di ibukota." Kata Henry mencengkram tinjunya.
"Tidak lama setelah 10 kultivator sekte demonic pergi. 10 kultivator tingkat Grand Master datang. Tapi mereka bukan anggota sekte demonic. Melainkan kultivator dari kekaisaran dan gereja cahaya." Kata Henry.
"Oohh." Graham terkejut dengan kata Graham.
"Anggota dari kekaisaran dan gereja cahaya memberi saran agar kami meninggalkan kerajaan Britania. Karena mereka tahu sekte demonic akan terus menculik 100 perempuan setiap 3 hari sekali." Kata Henry.
"Mengapa kultivator dari kekaisaran dan gereja cahaya tidak melawan sekte demonic. Bukankah mereka berjumlah 10 orang. Sama dengan jumlah kultivator sekte demonic." Graham bingung.
"Sekte demonic mengatakan jika kekaisaran dan gereja cahaya ikut campur. Maka sekte demonic tidak akan ragu untuk berperang habis-habisan." Kata Henry.
"Lalu apa yang terjadi setelah itu." Tanya Graham.
"Sama seperti sebelumnya anggota sekte demonic membawa pergi 100 perempuan." Kata Henry.
"Setelah kejadian hari itu. Semua penduduk kerajaan Britania mengikuti saran kultivator dari kekaisaran dan pergi meninggalkan kerajaan Britania." Kata Henry.
"Jadi begitu." Gumam Graham.
"Henry, apa kamu tahu dimana Alice dan Viola saat ini." Tanya Graham.
"Saya tidak tahu." Henry menggeleng.
"Ambil ini." Graham memberikan 1 pil spirit level 1 kepada Henry.
"Terimakasih yang mulia." Henry tersenyum saat menerima pil.
"Jangan panggil aku yang mulia. Karena kerajaan Britania sudah tidak ada lagi." kata Graham. Henry tersenyum kecut saat mendengar kata Graham.
"Benar, mengapa kerajaan lain tidak merebut wilayah kerajaan Britania." Graham melihat Henry.
"Kekaisaran melarang kerajaan manapun untuk mengambil wilayah kerajaan Britania." Balas Henry.
"Jika begitu, aku bisa membangun kembali kerajaan Britania" Kata Graham.
"Apa yang mulia serius ingin membangun kerajaan Britania kembali." Henry terkejut.
"Aku serius." Balas Graham.
"Henry sebarkan berita bahwa aku telah kembali." Graham melihat Henry. Graham yakin Alice dan Viola akan pergi menemui dirinya. Setelah tahu dirinya sudah kembali.
"Baik." Henry mengangguk.
"Temui aku di ibukota Britania setelah kamu selesai menyebarkan berita. Aku akan memberimu pil spirit level 3." Kata Graham.
"Baik yang mulia." Kata Henry penuh semangat.
"Fanny ayo kita pergi." Kata Graham terbang ke langit.
"Baik." Fanny mengangguk kemudian terbang ke langit.
7 Hari telah berlalu saat ini di kerajaan Evora yang terletak di sebelah kerajaan Avalon. "Kak Viola dia telah kembali." Kata perempuan berkulit putih dan berambut merah yang tidak lain adalah Alice.
__ADS_1
"Aku tahu." Balas perempuan berkulit putih dan berambut hitam panjang yang tidak lain Viola.
"Jika begitu ayo kita kembali ke kerajaan Britania." Kata Alice.
"Ayo." Viola mengangguk.
Saat ini di tempat lain seorang pria berpakaian hitam melihat wanita berpakaian hitam masuk ke dalam ruangan. "Ketua, Graham telah kembali." Kata wanita berpakaian.
"Oohh, dia memiliki keberanian untuk menunjukan diri." Kata pria berpakaian hitam.
"Harumi beritahu ketua cabang sekte demonic lainnya. Bahwa dia telah kembali." Kata pria berpakaian hitam.
"Baik ketua." Wanita berpakaian hitam mengangguk kemudian keluar dari ruangan.
"Graham nikmatilah hari-hari terakhirmu." Pria berpakaian hitam tersenyum.
Sementara itu di tempat lain Graham sedang berkultivasi di dalam kamar. "Tok." "Tok." Graham membuka matanya dan membuka pintu.
"Ada apa." Kata Graham melihat Fanny.
"Henry telah kembali dan saat ini berada di ruang tamu." Balas Fanny.
Mendengar kata Fanny, Graham berjalan ke ruang tamu. "Yang mulia." Henry membungkuk saat melihat Graham.
"Apa kamu sudah menyebarkan berita bahwa aku telah kembali." Kata Graham.
"Saya sudah menyebarkannya yang mulia. Berita anda telah kembali mungkin sudah terdengar di kerajaan Evora." Kata Henry.
"Ini imbalanmu karena sudah menyebarkan informasi seperti yang aku perintahkan." Kata Graham melemparkan pil spirit level 3.
"Terimakasih yang mulia." Henry bahagia setelah menerima pil spirit level 3.
"Konsumsilah pil spirit yang aku berikan. Aku akan menjagamu." Kata Graham.
"Baik yang mulia." Henry mengangguk kemudian menelan pil. Merasakan energi di dalam pil Henry duduk dan memejamkan matanya.
"Fanny ayo kita ke kamar." kata Graham melihat Fanny.
"Baik." Fanny mengangguk. Graham dan Fanny berjalan ke arah kamar.
"Apa anda tidak ingin menjaganya." Kata Fanny melihat Henry.
"Si gemuk akan baik-baik saja. Karena di kota ini hanya ada kita bertiga." Balas Graham masuk ke dalam kamar.
3 Hari telah berlalu. Saat ini Graham yang sedang makan melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Misi Harian bunuh 10 ketua cabang sekte demonic. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Misi Mingguan bunuh 10 kultivator tingkat Grand Master. Hadiah menyelesaikan misi 20 poin dan sepotong roti manis."
"Yang mulia anggota sekte demonic telah datang." Kata pria gemuk dengan panik.
"Aku tahu." Balas Graham meminum teh.
__ADS_1
"Fanny, lindungi Gumiho." Kata Graham melihat rubah putih yang mengigit daging.
"Baik." Fanny mengangguk. Graham mengambil pedang tingkat 4 dari tabel penyimpanan dan berjalan ke ruang depan.
Saat keluar dari rumahnya Graham melihat 10 pria berpakaian hitam yang melayang di udara. "Menyerahlah Graham. Dengan begitu kami akan memberimu kematian yang cepat." Kata salah satu pria berpakaian hitam.
"Jangan berpikir untuk menyerah. Aku akan memberimu kematian yang menyakitkan." Kata pria lain.
"Kalian terlalu sombong. Siapa yang akan menyerah." Graham mencibir.
"Aktifkan transformasi black dragon." Gumam Graham kemudian berubah menjadi manusia naga bewarna hitam.
"Sepertinya kamu tidak ingin menyerah." Kata salah satu pria.
"Bagus Graham jika kamu tidak menyerah. Aku akan memberimu kematian yang paling menyakitkan." Pria lain menyeringai.
"Baiklah, apa kalian akan datang satu persatu atau sekaligus." Kata Graham melihat 10 pria berpakaian hitam.
"Sombong." 10 pria berpakaian hitam berbicara secara bersamaan.
Graham melihat 10 tubuh pria berpakaian hitam mulai berotot, kulit berubah menjadi merah dan dua tanduk muncul di kepala 10 pria.
"Biar aku saja yang melawannya." Kata salah satu pria melesat ke arah Graham.
Graham melesat ke arah pria kemudian mengayunkan pedangnya. "Slasshh." Tubuh pria terpotong menjadi dua saat terkena tebasan Graham.
"Apa!!." 9 pria terkejut saat melihat Graham membunuh salah satu dari mereka dengan mudah.
"Sepertinya kamu memiliki pedang yang bagus." Kata salah satu pria melihat pedang Graham.
"Benar, aku memiliki pedang yang bagus." Graham menyeringai menunjukan gigi runcingnya.
"Ayo kita serang dia secara bersama. Mustahil kita bisa mengalahkannya 1 vs 1." Kata salah satu pria.
"Aku tahu." Balas pria lain. 9 pria berpakaian hitam kemudian melesat ke arah Graham.
"Bagus, kalian semua datanglah sekaligus." Graham menyeringai kemudian membuka mulutnya. "Busshh." Graham menembakan bola hitam dari mulutnya. "Boomm!!." Bola hitam meledak saat mengenai tubuh salah satu pria.
"Wuusshh." Graham melesat ke arah 9 pria setelah bola hitam yang dia tembakan meledak. "Slasshh." Graham menebas salah satu pria yang sedang terbatuk. "Craatt." Tubuh pria terpotong menjadi dua.
"Daisuke." Teriak salah satu pria melihat Graham membunuh satu temannya.
"Mati!!." Tubuh pria diselimuti aura merah dan melesat ke arah Graham.
"Slasshh." Graham mengayunkan pedangnya. "Lemah." Kata Graham melihat tubuh pria yang terpotong menjadi dua.
Saat asap ledakan menghilang Graham melihat dirinya di kelilingi 7 pria yang berasal dari sekte demonic.
"Buusshh." Tubuh 7 pria diselimuti aura merah kemudian melesat ke arah Graham. Graham tidak menghindari serangan 7 pria dan justru mengayunkan pedangnya. "Booom!!." Ledakan terjadi.
"Lihat kak, Graham sedang bertarung." Kata perempuan berambut merah yang tidak lain adalah Alice.
"Aku tahu." Perempuan berambut hitam yang tidak lain Viola mengangguk.
__ADS_1