Villain System

Villain System
58. Membunuh Petinggi Sekte Demonic


__ADS_3

"Apa kamu memiliki kata-kata terakhir." Graham melihat pria berpakaian hitam.


"Hahaha. Kata-kata terakhirku adalah kamu akan mati." Kata pria berpakaian hitam kemudian tubuhnya mulai membesar.


"Sial, dia ingin meledakan diri." Graham teringat Ferdinant yang meledakan diri. "Buusshh." Graham menjauh dengan cepat.


"Hahaha, sudah terlambat untuk melarikan diri. Kamu akan mati bersamaku Graham." Pria berpakaian hitam tertawa. "Booom!!!." Tubuh pria berpakaian hitam meledak.


Setelah asap ledakan menghilang Graham tergeletak di tanah dengan badan penuh luka. "Uhuukk." Graham batuk darah.


"Anggota sekte demonic sungguh gila." Kata Graham mengusap darah di mulutnya.


Graham membuka tabel penyimpanan dan mengambil pil pemulihan level 5. Graham menelan pil pemulihan kemudian luka di tubuhnya perlahan menghilang.


"Jika aku belum menerobos tingkat Raja. Aku pasti sudah mati." Kata Graham melihat kawah seluas 100 meter.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Roti keras muncul di depan Graham.


"Aku hampir mati demi sepotong roti keras." Graham tersenyum kecut melihat roti keras yang muncul di depannya.


Saat ini di istana kerajaan Avalon. "Apa kamu tidak tahu dimana keberadaan Graham." Kata pria berpakaian hitam melihat pria paruh baya yang memakai mahkota.


"Saya tidak tahu tuan." Balas pria paruh baya yang memakai mahkota.


"Sial, dia bersembunyi seperti tikus." Kata pria berpakaian hitam.


"Mengapa anda tidak mencarinya di kerajaan Evora tuan." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.


"Kerajaan Evora ya." Pria berpakaian hitam bergumam.


"Aku akan pergi ke kerajaan Evora. Jika kamu tahu keberadaan Graham, pergilah ke markas cabang sekte demonic di kerajaan Goran." Kata pria berpakaian hitam.


"Baik tuan." Pria paruh baya yang memakai mahkota mengangguk.


"Wuusshh." Pria berpakaian hitam kemudian menghilang.


"Sial, kultivator tingkat Raja terlalu menakutkan." Pria paruh baya mengusap keringat di dahinya.


Keesokan harinya Graham yang sedang mandi di sungai melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Misi harian bunuh petinggi sekte demonic. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."


"Hahaha, akhirnya aku menemukanmu." Graham melihat pria berpakaian hitam yang melayang di udara.


"System, apa dia kultivator tingkat raja." Kata Graham saat tidak bisa merasakan kekuatan pria berpakaian hitam.


"Benar, dia kultivator tingkat Raja sama seperti anda." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Apa kamu petinggi sekte demonic." Kata Graham melihat pria berpakaian hitam.


"Benar, aku adalah salah satu petinggi sekte demonic." Balas pria berpakaian hitam.

__ADS_1


Mendengar kata pria berpakaian hitam Graham berkata. "Aktifkan transformasi black dragon." Graham kemudian berubah menjadi manusia naga.


"Seperti yang dirumorkan kamu adalah hasil persilangan naga dan manusia." kata pria berpakaian hitam melihat Graham.


"Apa kamu memiliki kata-kata terakhir." Kata Graham memegang pedang tingkat 4.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu kepadamu." Kata pria kemudian mulai berubah.


Graham melihat pria memiliki dua tanduk hitam di kepalanya dan sepasang sayap hitam di punggungnya.


"Buusshh." Graham melihat pria berpakaian hitam melesat ke arahnya. "Tinggg!!." Graham menangkis cakar pria dengan pedangnya.


"Kamu memiliki pedang yang bagus." Kata pria berpakaian hitam melihat pedang milik Graham.


"Benar, pedang ini sangat bagus. Bahkan bisa memotong tubuhmu menjadi dua." Kata Graham mengayunkan pedangnya.


"Tingg!!." Pria berpakaian hitam menangkis serangan Graham dengan cakarnya.


"Apa kamu berpikir bisa mengalahkanku hanya dengan tebasan biasa." Pria berpakaian hitam tersenyum.


"Dia tidak terpotong menjadi dua." Graham terkejut melihat pria berpakaian hitam baik-baik saja.


"Bagaimana dengan ini." Graham membuka mulutnya kemudian menembakan bola hitam.


"Booom!!." Bola hitam meledak saat mengenai wajah pria.


"Berengsek." Pria berpakaian hitam mengutuk dan menyerang Graham.


"Sepertinya kamu terluka setelah terkena seranganku." Graham menyeringai.


"Graham aku akan membunuhmu." Pria berpakaian hitam marah kemudian tubuhnya di selimuti aura merah. Aura merah kemudian membentuk sebuah pedang sepanjang 100 cm.


"Mati." Pria berpakaian hitam mengayunkan pedangnya. "Tingg!!." Graham menahan serangan pria berpakaian hitam dengan pedangnya.


"Kraakk." "Pedangku." Graham terkejut saat pedang tingkat 4 miliknya retak.


"Hahaha, sepertinya pedangmu akan hancur." Pria berpakaian hitam tertawa kemudian mengayunkan pedang merah miliknya.


"Tingg!!." Graham menahan serangan pria berpakaian hitam. "Kraakkk." Graham melihat pedang tingkat 4 miliknya hancur.


Melihat pedang milik Graham hancur. Pria berpakaian hitam mengayunkan pedang merahnya.


Graham membuka tabel penyimpanan dan mengambil 2 pedang tingkat 4. "Tingg!!." Graham menahan serangan pria berpakain hitam dengan dua pedang miliknya.


"Rupanya kamu memiliki banyak senjata." Kata pria berpakaian hitam.


"Benar, aku memiliki ratusan pedang seperti ini. Jadi bukan masalah jika 1 pedang hancur." Graham tersenyum.


"Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian tubuhnya di selimuti asap hijau. Graham membuka mulutnya kemudian menembakan bola hitam yang diselimuti racun.


"Slasshh." Pria berpakaian hitam membelah bola hitam yang melesat ke arahnya. "Booom!!." Bola hitam meledak saat terbelah menjadi dua.

__ADS_1


"Apa kamu pikir dapat melukaiku untuk kedua kalinya." Pria berpakaian hitam menyeringai menunjukan giginya yang runcing.


"Bodoh." Graham tersenyum melihat pria berpakaian hitam.


Melihat Graham yang tersenyum pria berpakaian hitam menyadari ada yang dengan tubuhnya. "Kamu menggunakan racun." Kata pria berpakaian hitam.


"Benar, aku menggunakan racun. Kamu telah menghirup racun yang aku tembakan." Graham tersenyum.


Mendengar kata Graham, pria berpakaian hitam melesat pergi. "Jangan berpikir bisa melarikan diri dariku." Kata Graham mengejar pria berpakaian hitam.


"Graham jika kamu membiarkanku pergi. Aku akan mengatakan kepada pemimpin sekte bahwa kamu telah mati. Jadi sekte demonic tidak akan mengejarmu lagi." Teriak pria berpakaian hitam.


Pria berpakaian hitam tahu jika racun di dalam tubuhnya tidak dihilangkan dalam waktu 24 jam. Dirinya akan mati.


"Apa kamu pikir aku akan mempercayaimu." Kata Graham menembakan bola hitam dari mulutnya.


"Buushh."


"Sialan." Pria berpakaian hitam mengutuk kemudian menghindari bola hitam. "Booom!!." Bola hitam meledak di langit.


"Graham jika kamu memaksaku. Aku akan membawamu mati bersamaku." Teriak pria berpakaian hitam.


"Baiklah, kamu bisa meledakkan diri." Graham tersenyum. Pria berpakaian hitam terkejut Graham tidak takut dengan ancamannya.


"Karena kamu memaksaku. Maka kita akan mati bersama." Kata pria berpakaian hitam kemudian tubuhnya mulai membesar.


Melihat tubuh pria berpakaian hitam yang membesar Graham melesat dengan cepat. "Booomm!!!." Tubuh pria berpakaian hitam meledak.


"Wuusshh." Graham melindungi matanya dari hembusan angin kencang. Setelah asap ledakan menghilang Graham melihat kawah seluas 500 meter.


"Ledakan kali ini lebih besar dari pada ledakan kemarin." Kata Graham mengingat dirinya terluka parah setelah terkena ledakan.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Roti keras muncul di depan Graham.


"Sepertinya aku harus mengupragade senjata dan skillku." Kata Graham mengingat pedang tingkat 4 nya patah, dan skill poison level 5 miliknya tidak dapat membunuh pria berpakaian hitam secara langsung.


3 Jam telah berlalu saat ini Graham telah kembali ke ibukota Evora. "Graham." Graham melihat Alice, Fanny dan Viola berteriak kepadanya.


"Mengapa kamu tidak mengatakan kepada kami jika ingin pergi." Alice melihat Graham.


"Kalian bukan orang tuaku. Jadi aku tidak wajib memberitahu kalian bertiga." Balas Graham.


Alice, Fanny dan Viola tersenyum kecut saat mendengar kata Graham. "Kalian bertiga ikuti aku." kata Graham berjalan pergi.


"Baik." Alice, Fanny dan Viola mengangguk.


Tidak lama kemudian Graham telah berada di istana. "Kamu sudah kembali." Kata Elena melihat Graham.


"Aku baru saja kembali." Graham mengangguk.


"Aku akan meninggalkan kerajaan Evora. Karena kamu seorang putri. Aku titipkan Alice, Fanny dan Viola kepadamu." Kata Graham.

__ADS_1


__ADS_2